Alexandria

Alexandria
Bab. 177. Take Off


__ADS_3

Sementara itu Dealova dan Ixora masih berada di dalam mobil, mereka baru saja merapikan penampilannya.


“Kak.. itu ada yang keren.” bisik Dealova pada Ixora sambil matanya terus melihat pada sosok Ricardo, sementara mata Ixora mencari cari Bang Bule. Sebab tadi Bang Bule kirim chat kepada dirinya kalau bang Bule juga akan mengantar Vadeo.


“Ayo Kak turun... “ ajak Dealova sambil membuka pintu mobil.


“Pasti mencari Bang Bule, awas kena marah Mama.” ucap Dealova sambil menoleh ke arah Ixora lalu dia segera turun dari mobil, dan berlari untuk mendekat ke arah Alexandria. Ixora pun akhirnya juga menyusul Dealova.


“Kak... “ teriak Dealova lalu langsung memeluk Alexandria dan setelahnya dia tersenyum menatap Richardo yang sedang berbincang bincang dengan Vadeo. Alexandria pun juga berbincang bincang dengan orang orang yang akan ikut ke pulau. Begitu juga keempat orang tuanya. Dealova tidak kehabisan akal dia lalu mendekati dokter pribadi keluarga William yang sudah sangat dia kenal, dia menyapa dan berjabat tangan, lalu dia juga menyapa dan menjabat tangan Ricardo yang berdiri di dekat Pak Dokter.


Ixora dan Alexandria saling pandang dan tersenyum melihat akal Dealova dalam mendekati cowok keren di depan matanya.


Tidak lama kemudian datang mobil club car alias mobil golf yang akan membawa mereka ke jet pribadi Vadeo.


“Silahkan Anda semua lebih dulu.” ucap Vadeo mempersilahkan pada tim dokter dan lainnya untuk menaiki mobil golf yang akan mengantar mereka menuju tempat jet pribadi.


Kini di tempat mobil terparkir itu hanya ada keluarga Jonathan dan keluarga William. Mobil mobil yang mengantar orang orang yang ikut ke pulau pun sudah pergi dibawa oleh sopir yang mengantar.


“Deo, awas ya kamu harus setia pada istrimu.” pesan Nyonya William yang masih kuatir dengan adanya tiga perempuan cantik yang akan ikut serta pada mereka ke pulau.


“Iya Ma, percaya pada Deo.” ucap Vadeo sambil memeluk pundak Nyonya William untuk memberi keyakinan pada kesetiaannya.


Mereka pun berjalan menuju ke arah mobil golf yang sudah menunggu untuk mengantar mereka.


Akan tetapi tiba tiba ada sebuah mobil yang datang melaju dengan kecepatan tinggi. Dan....


CIIIIIIITTTTTT


Mobil itu berhenti tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


“Bang Bule...” gumam ketiga puteri Tuan William.


“Bule...” gumam lainnya.


Vincent pun segera membuka pintu mobilnya dan berjalan dengan cepat ke arah Vadeo. Akan tetapi sebelum dia mendekat ke arah Vadeo, Nyonya William sudah berjalan mendekatinya dengan ekspresi wajah yang tampak tidak bersahabat.


“Hai Bule kalau orang yang kamu suruh mengawal Alexandria itu membikin masalah aku semakin tidak mengijinkan Ixora berkomunikasi dengan kamu.” ucap Nyonya William dengan nada tinggi.


“Iya Nyonya, saya jamin Richard dan Eveline akan bekerja dengan profesional.” ucap Bule dengan nada serius sambil membungkukkan badan dengan sopan.


“Sekarang tolong ijinkan saya untuk berbicara dengan Vadeo.” ucap Vincent selanjutnya dengan nada memohon.


“Okey aku ijinkan kamu berbicara dengan Vadeo tetapi tidak untuk berbicara dengan Ixora.” ucap Nyonya William lalu memberi jalan pada Vincent agar bisa mendekat pada Vadeo.


“Deo selamat jalan ya.. maaf aku tidak bisa menemani kamu, meskipun sebenarnya aku sangat ingin menemani kamu dan Alexa.” ucap Vincent setelah berada di dekat Vadeo.


“Aku sudah tahu, bukannya itu sudah kamu ucapkan lewat telepon.” ucap Vadeo sambil menatap sahabatnya itu.


“Aku pun ingin melihat dan mengatakan padamu di alam nyata Deo.” bisik Vincent agar tidak didengar oleh Nyonya William.


“Okey ayo ikut naik ke mobil golf..” ajak Vadeo selanjutnya agar sahabatnya itu ikut naik ke mobil golf dan agar bisa melihat Ixora dari dekat.


Mereka berdua pun menuju pada satu mobil golf yang masih menunggu Vadeo, di dalam mobil golf itu sudah duduk Alexandria dan kedua adiknya. Akan tetapi saat Bang Bule akan menginjakkan salah satu kakinya ke dalam mobil golf itu, tangannya sudah ditarik oleh Nyonya William.


“Kamu ikut yang mobil satunya sana.” ucap Nyonya William dan selanjutnya dia yang ikut duduk di dalam mobil golf itu bersama menantu dan ketiga puteri nya. Vincent dan Vadeo pun tidak kuasa untuk melarang hal itu dan Vincent pun menurut dan mengalah berjalan menuju ke mobil golf lainnya.


Beberapa menit kemudian mobil golf sudah berada di dekat jet pribadi Vadeo, orang orang yang turut serta ke pulau sudah masuk ke dalam jet pribadi itu. Terlihat Vincent pun setelah turun dari mobil golf berlari dan memasuki jet itu.


“Aku sejujurnya ingin ikut ...” ucap Dealova sambil turun dari mobil golf.

__ADS_1


“Tapi karena tugas negara jadi tidak bisa ikut ke pulau Alexandria yang ingin aku kunjungi.” ucap Dealova lagi.


“Kebanyakan gaya kamu Deal, tugas negara apa?” tanya Ixora


“Belajar dan berangkat ke sekolah he... he... itu kan tugas negara demi masa depan negara. Masa depan negara kan di tangan siswa he... he...” ucap Dealova sambil tertawa dan Vadeo yang berada di dekatnya langsung memeluk namun kepala Dealova segera ditaruh di ketek Vadeo. Vadeo dibuat gemas dengan adik ipar keduanya yang banyak berbicara.


“Kakak Ipar pertama aku bisa pingsan kehabisan nafas.” teriak Dealova sambil menarik kepalanya.


Tidak lama kemudian Vadeo dan Alexandria pamit pada orang tua dan mertuanya juga pada kedua adiknya. Mereka semua memberi pesan dan nasehat lagi pada pasangan suami istri itu.


“Semoga cepat ada cucuku di sini.” ucap Nyonya Jonathan sambil mengusap usap perut Alexandria, semua mengamini doa itu.


Akhirnya tiba waktunya Alexandria dan Vadeo untuk berjalan memasuki jet pribadinya, Setelah berpamitan pada orang tua, mertua dan kedua adiknya.


Saat Vadeo dan Alexandria masuk di dalam jet. Terlihat Vincent masih berdiri di depan kursi Eveline dan Richardo. Tampak Vincent berbicara dengan serius pada dua anak buahnya itu.


“Apa kamu mau ikut?” tanya Vadeo saat melewati Vincent. Dia berdiri di dekat Vincent sedangkan Alexandria terus berjalan menuju ke tempat duduknya.


“Aku sudah bilang pada mereka berdua agar bekerja dengan benar.” ucap Vincent sambil menepuk bahu Vadeo. Kemudian dia langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari jet pribadi Vadeo.


Vadeo pun segera menyusul sang istri berjalan menuju ke tempat duduknya. Alexandria sudah duduk manis di dekat jendela sambil pandangan matanya ke arah luar untuk melihat orang tua, mertua dan kedua adiknya yang masih berdiri sambil menatap juga dirinya. Tangan Alexandria terus saja melambai lambai. Vadeo pun segera duduk di samping Alexandria dan tidak lupa satu tangannya memeluk pundak Alexandria dan satu tangan lainnya juga seperti Alexandria melambai lambai pada keluarganya. Vincent pun juga turut berdiri dan melambaikan tangannya akan tetapi agak menjauh dari keluarga William.


Dan tidak lama kemudian pintu jet itu tertutup dan jet segera berjalan untuk mengudara menuju ke pulau Alexandria.


Alexandria dan Vadeo terus memandang ke bawah untuk melihat orang orang tercinta yang masih melambai lambaikan tangannya, hingga mereka hilang dari pandangan mata.


“Sudah Sayang sudah tidak terlihat mereka, sekarang lihat aku saja.” ucap Vadeo yang satu tangannya masih memeluk pundak Alexandria.


Sementara itu di dalam jet, ada satu pasang mata yang terus saja melihat kemesraan Vadeo pada Alexandria.

__ADS_1


....


__ADS_2