
Pak Penghulu pun keluar dari mobil, tas milik Pak Penghulu dilempar keluar begitu saja oleh temannya Justin. Tangan Pak Penghulu yang masih diikat itu dengan susah payah mengambil tas yang sudah terkapar di aspal jalan.
“Kurang ajar benar orang itu.” gumam Pak Penghulu.
Di saat bersamaan ada ojek on line lewat. Melihat ada orang laki laki paruh baya dengan tangan terikat dengan susah payah mengambil dan membawa tas, abang ojek on line itu pun menghentikan motornya.
“Apa bapak kena rampok?” tanya bang ojek on line itu.
“Tidak ada barang yang dirampok, hanya diculik saja. Tolong bawa aku ke hotel berbintang aku akan menikahkan orang di sana.” ucap Pak Penghulu sambil berjalan mendekati motor ojek on line.
“Eh tolong lepas ikatan di tangan ku ini. Aku akan menghubungi mereka dulu. Kasihan mereka, tadi pasti menelponku tetapi aku tidak bisa mengambil hand phone ku.” Pinta pak Penghulu sambil membalikkan tubuhnya dan mengarahkan tangan nya yang diikat di belakang tubuhnya.
Abang ojek on line itu pun segera membantu pak Penghulu untuk melepas ikatan yang ada di tangannya. Setelah ikatan di tangan sudah terlepas , pak Penghulu pun segera menghubungi bang Bule.
Sementara itu di ballroom hotel berbintang itu. Acara makan siang sudah selesai. Para tamu yang akan menjadi saksi pun sudah duduk kembali du kursi. Mereka akan mengikuti acara akad nikah. Tuan William akan menikahkan Alexandria. Vadeo pun juga sudah siap siap, dia sudah menarik nafas panjang sejak tadi agar kalimat yang harus dia ucapkan bisa lancar dan lantang.
Akan tetapi tiba tiba hand phone Bang Bule berdering dengan nyaring. Tuan William pun menoleh dan melotot ke arah Bang Bule.
“Pak Penghulu.” teriak Bang Bule sambil menatap ke arah Tuan William setelah dia mengambil hand phone nya dan melihat layar hand phone nya. Bang Bule pun segera menggeser tombol hijau, lalu terlihat dia mendengarkan suara Pak Penghulu. Pak Penghulu menceritakan sejujurnya apa yang sudah terjadi dan akan segera menuju ke hotel.
Bang Bule lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke Tuan William yang tadi menunda tugasnya karena menunggu kabar dari Pak Penghulu.
“Tuan, Pak Penghulu tadi diculik dan sekarang sudah dilepas, sekarang menuju ke sini. Akan kita tunggu atau dilanjut?” ucap Bang Bule.
“Ya sudah kita tunggu saja.” ucap Tuan William.
__ADS_1
Bang Bule lalu terlihat berjalan menuju ke tempat MC dan dia mengatakan acara ditunda beberapa menit menunggu kedatangan Pak Penghulu.
MC (Master of Ceremony) lalu menyampaikan hal penundaan itu pada tamu para saksi. Para tamu pun tidak keberatan karena mereka semua orang orang dekat keluarga Jonathan dan keluarga William dan mereka juga menginap di hotel tersebut. Untuk menunggu waktu ada hiburan dari penyanyi hotel.
“Ma...” bisik lirih Alexandria pada Sang Mama.
“Sabar ya Sayang... “ ucap Sang Mama yang paham kalau Alexandria gelisah karena acara akad nikahnya tertunda sejak tadi.
Beberapa menit kemudian pintu ballroom terbuka dan tampak sosok laki laki setengah baya membawa tas hitam tergopoh gopoh berjalan memasuki ruangan. Dia adalah pak Penghulu. Bang Bule pun segera bangkit berdiri dan berjalan menyambut Pak Penghulu.
“Maaf ya... Maaf.. “ ucap Pak Penghulu masih tergopoh gopoh.
“Terima kasih sudah mau menunggu saya.” ucap Pak Penghulu selanjutnya. Dan mereka pun segera berjalan menuju ke tempat di mana pengantin dan orang tua duduk. Di tempat yang digunakan untuk acara akad nikah.
Alexandria mencium punggung tangan Vadeo. Lalu Vadeo mencium kening Alexandria dan berlanjut mencium kedua pipi Alexandria. Mereka pun saling peluk dan cium pada kedua pasang orang tua mereka. Ixora dan Dealova pun juga bangkit berdiri lalu berjalan dan ikut bergabung untuk saling peluk dan cium untuk memberi selamat pada Sang Kakak.
Pak Penghulu terlihat sibuk menyiapkan segala administrasi dan selanjutnya tampak Vadeo dan Alexandria menandatangani dokumen dokumen itu. Dan buku nikah mereka pun sudah jadi. Juru kamera pun terus saja sibuk mengambil setiap moment acara.
Akhirnya acara ijab usai. Para tamu pun masih setia berada di dalam ruangan tersebut ada yang masih berbincang bincang sambil menikmati jamuan, ada pula yang foto foto. Meskipun MC sudah mempersilahkan tamu untuk istirahat dan dilanjut acara resepsi nanti malam.
“Nona nanti mulai dirias lagi jam lima sore. Nona masih ada waktu dua jam untuk beristirahat.” ucap sang make up artist alias juru rias pada Alexandria.
“Ayo kita istirahat ke kamar kita Sayang.” ucap Vadeo yang tidak sabar untuk menuju ke kamar pengantin mereka. Mungkin pikir Vadeo waktu dua jam cukup lah untuk membuka segel.
“Di kamar rias kan ada tempat tidur bagaimana kalau aku istirahat di situ saja. Biar tidak jalan jauh juga.” ucap Alexandria sambil menatap Sang make up artist.
__ADS_1
“Sayang kenapa tidak ke kamar kita saja, aku gendong kalau kamu capek.” ucap Vadeo sambil menatap Alexandria
“Kak, cuma dua jam takutnya kita ketiduran.” bisik Alexandria pada Vadeo. Alexandria pun juga masih deg degan jika berada di dalam kamar dengan Vadeo.
“Baiklah Nona mari saya antar untuk istirahat dulu.” ucap sang make uo artist sambil mengandeng tangan Alexandria
“Apakah aku juga boleh beristirahat di situ?” tanya Vadeo yang berpikir jika dia boleh beristirahat di situ, juru rias akan dia usir untuk sementara agar tidak masuk masuk dulu ke dalam kamar rias.
“Ayo Deo aku antar kamu.” Tawar Vincent kepada Vadeo
“Iya sana kamu ke kamar yang tadi atau istirahat di kamar rias pengantin laki laki bersama Bule. Awas ya jangan masuk ke kamar pengantin bersama Bule.” saut Nyonya William lalu dia menggandeng tangan Alexandria satunta untuk diajak beristirahat ke kamar rias dengan segera.
Vadeo pun hanya bisa diam sesaat sebab istrinya sudah dibawa oleh Mama mertuanya. Akhirnya Vadeo dan Vincent pun berjalan keluar dari ballroom menuju ke pintu lift, mereka ingin beristirahat ke dalam kamarnya yang tadi saja, sebab mereka berdua ingin membahas masalah belah duren, jadi tidak ingin beristirahat di kamar rias, sebab di kamar itu ada orang yang bertugas merias pengantin laki laki dan kerabat yang harus dirias.
“Hmmm gara gara Pak Penghulu diculik rencanaku gagal.” ucap Vadeo saat sudah berada di dalam lift bersama Vincent.
“Apa rencana kamu?” tanya Vincent sambil menatap Vadeo
“Aku sudah bayangkan menggendong Alexandria yang memakai baju adat pengantin itu terus aku gendong sampai ke dalam kamar pengantin.” jawab Vadeo.
“Hmmm aku yakin yang bikin kamu kecewa bukan itu saja.” ucap Vincent dengan senyuman dan melirik ke arah Vadeo.
“Iya setelah berada di dalam kamar pengantin he.... he... he...” ucap Vadeo sambil tertawa kecil.
.....
__ADS_1