
Vadeo berjalan keluar dari kamar pribadi dan selanjutnya menuju ke meja kerja Alexandria. Dia membuka tas dan mulai mengaktifkan hand phone nya. Banyak notifikasi masuk yang salah satunya dari Vincent. Pesan chat dari Vincent menanyakan siapa anak buahnya yang akan dipakai Vadeo untuk menjadi pengawal Alexandria.
Vadeo lalu duduk di kursi kerja dan membalas chat dari Vincent. Selanjutnya dia sibuk dengan pekerjaannya.
Waktu terus berlalu dan Vincent pun belum membalas lagi chat dari Vadeo dan belum juga menghubungi lagi Vadeo, demikian juga Vadeo belum menghubungi lagi pada Vincent. Mereka semua sibuk dengan pekerjaannya.
Sementara itu di kamar pribadi Alexandria berkutat dengan berkas berkas, dia benar benar tidak menyentuh alat alat memancarkan gelombang elektromagnetik. Akan tetapi hal itu benar benar menyiksa Alexandria yang sebelumnya tidak pernah lepas dengan alat alat canggihnya.
“Hmmm berat sekali rasanya tidak pegang peralatan itu.” gumam Alexandria yang mulai gelisah.
Alexandria pun kembali menyibukkan dengan berkas berkas yang harus dia cek dan dia tanda tangani.
Di saat jam istirahat makan siang, Nyonya Jonathan datang berkunjung dengan membawakan makan siang buat orang orang tercinta dan terutama untuk sang menantu sebab menu diet sehat sudah dibuatkan oleh pelayan mension. Nyonya Jonathan paham jika Alexandria akan kesulitan untuk mendapatkan makanan sesuai diet nya di kantin perusahaan atau pun di rumah makan umum.
Saat mereka sudah selesai makan siang, tiba tiba pintu ruangan itu terdengar suara ketukan.
“Siapa itu Deo?” tanya Nyonya Jonathan sambil menoleh ke arah pintu.
“Mungkin Pak Rio.” jawab Vadeo dengan santai.
“Bukannya dia sudah tahu pass word nya.” gumam Tuan Jonathan lalu dia membuka pintu lewat remot kontrolnya. Saat pintu terbuka tampak sosok Nyonya William dengan senyum lebarnya.
“Mama..” ucap Alexandria lalu bangkit berdiri dan berjalan untuk menghampiri sang Mama, begitu juga Vadeo.
__ADS_1
“Ma kami sudah makan jangan jemput paksa kami.” ucap Vadeo sambil menjabat tangan Mama mertuanya lalu mencium punggung tangannya. Nyonya William tertawa kecil sambil sambil menepuk nepuk pundak Vadeo.
“Mama... maafin Alexa...” ucap Alexandria sambil memeluk tubuh Sang Mama setelah Vadeo selesai mencium punggung tangan Nyonya William.
“Iya.. iya... Mama juga minta maaf kepada dirimu. Dan sekarang Mama membawakan sesuatu buat kamu.” ucap Nyonya William selanjutnya. Dan tidak lama kemudian beberapa karyawan Jonathan Co datang dengan membawa banyak tanaman in door.
Tuan Jonathan dan Nyonya Jonathan pun akhirnya ikut bangkit berdiri dan melihat tanaman tanaman yang dibawa oleh Karyawan karyawannya.
“Maaf Tuan dan Nyonya Jonathan sampai lupa menyapa, ini saya membawakan tanaman tanaman yang bisa untuk meminalisir radiasi, jadi biar tempat kerja Alexa sehat. Maaf ya ini demi kebaikan kita bersama..” ucap Nyonya William sambil menyalami Tuan dan Nyonya Jonathan. Tuan dan Nyonya Jonathan pun tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.
“Baiklah kalau sudah sampai di tempat ini, saya ijin ada hal lagi yang mau saya ambil.” ucap Nyonya William selanjutnya. Dia pun lalu pamit pada Alexandria dan Vadeo. Dia membisikkan sesuatu pada Alexandria kalau dia sudah pesan sesuatu untuk kesembuhan Alexandria.
Alexandria dan Vadeo mengantar Nyonya William sampai di depan pintu lift. Dan setelah Nyonya William sudah masuk ke dalam lift mereka berdua kembali ke dalam ruangan kerjanya.
“Mama ada ada saja bukannya satu minggu lagi kita akan pergi.” gumam Alexandria pada Vadeo saat sudah berada di dalam ruangan sambil melihat banyaknya tanaman yang kini berada di ruangan itu.
“Tidak apa apa Al, malah Papa serasa kerja di dalam taman.” ucap Tuan Jonathan yang mendengar gumaman Alexandria.
“Iya Al, bagus bagus kok tanamannya. Kalau kebanyakan di sini bisa Mama bawa pulang he... he..” ucap Nyonya Jonathan sambil melihat lihat tanaman tanaman yang dibawa oleh Sang Besan.
Waktu terus berlalu, Vadeo dan Alexandria pun ijin keluar kantor lebih dulu, sebab mereka berdua sudah ada jadwal ke Dokter dan ke mension William.
Hadirnya Nyonya William dengan adanya banyak tanaman membuat beberapa karyawan bertanya. Pak Rio pun menanyakan pada Tuan Jonathan.
__ADS_1
“Agar ruangan lebih sehat demi suksesnya program hamil Alexandria.” jawab Tuan Jonathan pada Pak Rio dan Pak Rio pun hanya diam sambil mengangguk anggukan kepalanya.
Sementara itu Vadeo dan Alexandria sudah berada di dalam mobil dan menuju ke rumah sakit. Mereka berdua sudah janjian dengan Dokter. Dan setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sudah tiba di lokasi rumah sakit. Vadeo dan Alexandria segera turun dari mobil nya. Vadeo dan Alexandria berjalan menuju ke ruangan Ibu Dokter yang menangani masalahnya. Vadeo berjalan sambil sesekali merangkul pundak Alexandria.
Saat sudah di depan ruangan Ibu Dokter, pegawai rumah sakit segera mempersilahkan Vadeo dan Alexandria masuk ke dalam ruangan. Tampak sudah sepi pengunjung di depan ruang praktek itu, karena memang sudah jadwal kerja Ibu Dokter berakhir di rumah sakit itu.
“Silahkan duduk Nona dan Tuan.” ucap Ibu Dokter saat Vadeo dan Alexandria masuk ke dalam ruangan.
“Terima kasih Ibu Dokter.” ucap Alexandria dan Vadeo secara bersamaan lalu mereka berdua duduk di depan meja Ibu Dokter.
“Saya sudah membaca email Tuan Vadeo, yang akan melakukan terapi di pulau itu, hal itu sangat baik demi cepatnya proses terapi. Tetapi maaf saya sendiri tidak bisa ikut ke sana karena tugas saya. Tetapi jangan bersedih dan kecewa suami saya yang akan ikut ke sana dan ditemani oleh tim yang akan membantu Nona Alexandria dalam pengobatan dan terapi. Asisten saya Dokter Loly yang akan ikut masuk di dalam tim itu.” ucap Ibu Dokter itu, tampak Vadeo dan Alexandria sedikit kecewa akan tetapi mereka berdua maklum dengan tugas penting Ibu Dokter senior itu di rumah sakit.
“Jangan kuatir Dokter Loly juga kompeten di bidangnya.” ucap Ibu Dokter itu selanjutnya.
“Biar nanti sebelum berangkat tim kami datang ke mension Tuan dan Nona lebih dulu. Suami saya yang akan menjadi leader nya karena sudah memiliki rekam medis Nona Alexa sejak bayi.” ucap Ibu Dokter sekali lagi sambil menatap Vadeo dan Alexandria yang tampak masih kecewa karena Ibu Dokter tidak bisa ikut.
“Baiklah Dok, satu minggu lagi kami akan berangkat. Nanti akan kami informasikan selanjutnya tentang keberangkatannya.” ucap Vadeo dan selanjutnya mereka berdua pamit setelah segala keperluannya selesai.
Vadeo dan Alexandria segera berjalan menuju ke mobilnya setelah selesai pembicaraannya dengan Ibu Dokter.
“Sayang kamu masuk ke dalam mobil dulu, Vincent tadi minta dihubungi aku lupa.” ucap Vadeo pada Alexandria sambil membukakan pintu mobil buat Alexandria. Alexandria pun hanya menurut saja. Sejujurnya Alexandria baru sehari sudah merasa tersiksa dan gelisah karena pembatasan dalam menggunakan alat alat yang biasa dia gunakan untuk mempermudah dan mendukung pekerjaan dan aktifitasnya. Sambil menunggu suaminya Alexandria mengambil note kertas dan bolpen, dia mulai lagi menulis apa apa yang dibutuhkan.
Akan tetapi tiba tiba dia teringat akan sesuatu.
__ADS_1
....