
Waktu terus berlalu, Nyonya William dan Dealova sudah kembali ke pulau Jawa. Dan kini tinggal Nyonya Jonathan yang menemani pasangan muda itu. Tuan Jonathan iklas ditinggal sementara oleh istrinya demi keselamatan cucunya. Bagi Tuan Jonathan apa pun rela dilakukan demi untuk mendapatkan cucu penerus generasinya.
Dan dengan semakin bertambah bulan perut Alexandria pun sudah semakin besar.
“Al, Dokter bilang apa ke kamu?” tanya Nyonya Jonathan sambil mengusap usap perut Alexandria.
“Katanya kondisi kandungan baik Ma, janin sehat.” jawab Alexandria saat sudah selesai di periksa oleh Dokter tadi. Dan kini mereka berdua sudah berada di kamar. Sementara Vadeo sudah berada di ruang kerjanya.
“Perasaan kok kandunganmu lebih besar dari ukuran normal di usianya.” ucap Nyonya Jonathan sambil terus mengusap usap perut Alexandria.
“Kamu dan Dokter tidak salah hitung kan?” tanya Nyonya Jonathan lagi.
“Tidak Ma, kata Dokter memang ada kemungkinan kembar kalau melihat perkembangannya.” jawab Alexandria sambil tersenyum.
“Benarkah Al, ini kabar gembira Sayang...” ucap Nyonya Jonathan dengan mata berbinar binar.
“Masih kemungkinan Ma. Nanti kepastiannya menunggu kalau janin sudah kuat baru dilakukan USG, karena riwayat saya pernah kena radiasi Dokter sangat hati hati untuk melakukan USG.” ucap Alexandria dengan nada serius.
“Semoga benar benar kembar Sayang...” ucap Nyonya Jonathan dengan telapak tangannya masih mengusap usap perut Alexandria.
“Papa pasti akan senang sekali mendengar berita ini.” ucap Nyonya Jonathan selanjutnya sambil bibir tersenyum lebar membayangkan langsung mendapat cucu kembar.
“Ma, jangan bilang bilang dulu, takutnya nanti kecewa jika tidak kembar tetapi hanya karena ukuran baby yang besar karena makanan sehat.” ucap Alexandria dengan nada kuatir, dia tidak ingin orang orang kecewa sudah berpikir kembar tetapi ternyata tidak.
“Ada apa Al?” suara Vadeo yang baru saja masuk ke kamar. Lalu dia berjalan menuju ke sofa tempat istri dan Mamanya duduk.
“Kamu sudah janji akan mengatakan hal apa pun pada aku.” ucap Vadeo sambil duduk di samping Alexandria hingga Alexandria diapit oleh suami dan sang Mama mertua.
“Hmmm tapi ini belum pasti Kak. Kata Dokter ada kemungkinan anak kita kembar.” ucap Alexandria pelan pelan sambil tersenyum menatap Vadeo sambil mengusap usap perutnya lalu dia menatap perutnya yang sudah membuncit sambil tersenyum.
“Ha? Benarkah?” tanya Vadeo yang terlihat kaget namun matanya berbinar binar ungkapan rasa yang teramat bahagia.
__ADS_1
“Katakan sekali lagi sayang.” ucap Vadeo sambil memeluk tubuh Alexandria
“Ada kemungkinan anak kita kembar, tetapi untuk pastinya menunggu di USG dulu Kak.” ucap Alexandria pelan pelan
“Kalau tidak ingat riwayat kesehatanmu, sudah aku suruh dokter datang ke sini untuk melakukan USG buat kamu agar aku tahu sekarang kepastiannya.” ucap Vadeo sambil mengusap usap perut Alexandria
“Kita harus sabar Deo.. kita berdoa saja agar kandungan Alexandria benar benar kembar dan diberi keselamatan hingga lahiran kelak.” ucap Nyonya Jonathan sambil menatap Vadeo dan Alexandria.
“Iya Ma..” ucap Vadeo dan Alexandria secara bersamaan.
Nyonya Jonathan lalu bangkit berdiri dan berjalan untuk mengambil pakaian dan perlengkapan pribadinya.
“Mama mau tidur di bawah.” ucap Nyonya Jonathan lalu dia keluar dari kamar tidur itu.
“Mama kenapa?” tanya Alexandria pada Vadeo dengan suara lirih.
“Mungkin memberi tempat dan waktu pada aku agar lebih leluasa dalam menjenguk cucu cucunya.” ucap Vadeo lalu langsung bangkit berdiri dan setelahnya dia agak membungkuk karena akan mengendong istrinya.
“Iya Sayang aku hati hati membawa istri dan anak anakku.” ucap Vadeo sambil berjalan menuju ke tempat tidur. Dan setelah sampai di tempat tidur dia membaringkan tubuh istrinya dengan pelan pelan. Dan selanjutnya dia pun meloncat naik ke atas tempat tidur. Dia peluk tubuh Alexandria dan dia ciumi wajah Alexandria.
Akan tetapi tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Dan terdengar suara langkah kaki masuk.
“Mama katanya mau tidur di bawah?” tanya Vadeo sambil mengangkat kepalanya menatap sosok Sang Mama yang masih berjalan menuju ke kamar mandi. Dan tentu saja dia sudah berhenti menciumi wajah Alexandria.
Nyonya Jonathan tidak menjawab dan terus melangkah menuju ke pintu balkon. Dan beberapa saat kemudian dia sudah kembali dari balkon sambil membawa handuk besarnya.
“Handuk Mama ketinggalan.” ucap Nyonya Jonathan sambil terus berjalan menuju ke pintu kamar.
“Di kunci dulu kalau mau membelai anak anakmu.” ucap Nyonya Jonathan sambil keluar dari kamar.
“Mama jangan masuk dong.” teriak Vadeo akan tetapi mau tak mau dia pun turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke pintu untuk mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
Sedangkan Nyonya Jonathan terus melangkah untuk menuruni anak tangga. Setelah keluar dari kamar Vadeo, Nyonya Jonathan tersenyum dia benar benar bahagia, anak dan menantu rukun dan dia akan mendapatkan cucu kembar.
“Nyonya mau kemana?” tanya sang pelayan saat berpapasan dengan Nyonya Jonathan.
“Mau ke kamar depan.” jawab Nyonya Jonathan sambil menatap sang pelayan
“Nyonya tidak sedang marahan dengan Nona Alexandria kan?” tanya sang pelayan dengan nada dan ekspresi wajah kuatir. Karena banyak kasus di kehidupan rumah tangga mertua dan menantu ada masanya perang dingin.
“Tidak, justru aku sangat bahagia Dan aku membiarkan agar mereka berdua semakin mesra..” jawab Nyonya Jonathan dia sebenar nya sudah ingin menceritakan kalau Alexandria ada kemungkinan hamil kembar tetapi Nyonya Jonathan tetap menahan agar kata katanya tidak meluncur sebelum kepastian datang.
“Syukurlah Nyonya, saya senang kalau semua rukun dan bahagia.” ucap sang pelayan sambil tersenyum. Nyonya Jonathan menepuk nepuk pundak sang pelayan lalu dia berjalan menuju ke kamar depan.
Saat sudah berada di kamar depan, Nyonya Jonathan lalu mengaktifkan hand phone nya. Dia lalu mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi suaminya.
“Hallo Ma..” ucap Tuan Jonathan saat sudah menggeser tombol hijau
“Pa.. Aku mau omong tapi ini rahasia ya... “ ucap Nyonya Jonathan yang tidak bisa menahan diri untuk bercerita berbagi kebahagiaannya dengan sang suami.
“Hmmm ada apa, apa kamu sebenarnya sudah ingin pulang karena sudah rindu yang tidak bisa terbendung kepadaku?” ucap Tuan Jonathan sambil tersenyum akan tetapi senyumnya tidak terlihat oleh Nyonya Jonathan sebab mereka melakukan panggilan suara.
“Aku pun sangat rindu pada kamu Ma.. tetapi aku tahan demi kehadiran cucu kita. Untuk mengusir rinduku kepada kamu dan keluarga, aku sudah siapkan semua untuk acara tujuh bulan kandungan Alexandria nanti.. Kamar untuk cucuku juga sudah aku siapkan. Saat kalian pulang semua sudah beres.” ucap Tuan Jonathan selanjutnya dengan suara yang terdengar sangat bahagia.
“Pa .. ada kemungkinan cucu kita kembar “ ucap Nyonya Jonathan yang kalimatnya meluncur begitu saja saat Tuan Jonathan bercerita sudah menyiapkan kamar buat cucunya.
“Pa...” suara Nyonya Jonathan
“Pa... Pa.... Pa....” teriak Nyonya Jonathan selanjutnya sebab tidak ada suara suaminya dan tadi terdengar bagai ada benda jatuh.
“Pa... Pa... Pa...” teriak Nyonya Jonathan lagi dengan suara yang lebih keras. Dan masih tidak ada jawaban dari suaminya. Nyonya Jonathan pun mulai kuatir.
“Pa... Papa apa Papa kena serangan jantung...” ucap Nyonya Jonathan dengan suara lirih dan mata sudah mulai berkaca kaca.
__ADS_1