
Sementara di kediaman Irawan, terlihat Jessica dan Angelica yang tengah berbicara serius di kamar Jessica.
"Jadi kamu mengenal mereka ?" tanya Jessica penasaran
"Ya,dia yang sudah menjebloskanku ke penjara saat itu." jawab Angelica sambil menatap lurus ke depan
"Kamu kalah dari seorang anak beasiswa ?" Jessica tersenyum miring mengejek sang sepupu
"Anak beasiswa ? Kamu pikir sesederhana itu identitasnya ?Dasar bodoh, kamu pasti tidak dapat menemukan identitas lainnya bukan ?" ucap Angelica yang membuat Jessica menatapnya tajam
"Dengarkan aku baik-baik Jessica sepupuku yang bodoh, Alexa adalah putri tunggal dari Aditya Vernandes dan Delia Maharani Wijaya, apa sampai disini kamu sudah paham ?" ucap Angelica penuh dengan penekanan
"Apa maksud kamu ?" bingung Jessica
"Ya, Alexandria Vernandes itu nama lengkap dari gadis yang bersama Sandiego Alexander, dia adalah cucu perempuan dari keluarga Vernandes dan keluarga Wijaya, kalau kamu tidak mengetahui siapa kedua keluarga itu maka cari lah informasi apapun mengenai kedua keluarga besar itu." terang Angelica yang membuat Jessica terdiam
"Jadi apa rencana kita selanjutnya, kamu tau kan papi ingin menguasai perusahaan Alexander ?" tanya Jessica setelah beberapa saat terdiam.
"Begini.........." Angelica pun menjelaskan semua rencana yang memang sudah disusun secara rapi untuk membalaskan dendamnya kepada Alexa.
Jessica menyeringai senang dengan rencana sang sepupu nya itu.
Apartemen Tifolia
"Jadi semua itu adalah milik bunda dan om Jack ?" lirih Diego yang di angguki oleh Alexa
"Iya, begitu lah yang aku tau dari bunda kak." jawab Alexa membuat Diego langsung menatapnya
"Seandainya dulu om Jack dan bunda Delia bersatu, mereka pasti akan memiliki anak yang luar biasa genius." ucap Diego yang membuat Alexa menaikkan sebelah alisnya
"Ya, dan aku tidak akan pernah hadir di dunia ini dan juga kakak tidak akan bisa menikah dengan Alexandria Vernandes." balas Alexa sembari merebahkan tubuhnya dan langsung memunggungi sang suami.
"Bukan maksud aku seperti itu sayang." bisik Diego sembari memeluk sang istri dari belakang
Alexa diam tak merespon dan langsung memejamkan matanya.
"Sayang." Diego yang tidak mendapat respon dari sang istri pun mengeratkan pelukannya "Maafkan aku." bisiknya lagi membuat Alexa membuka matanya
Di pegangnya tangan sang suami yang melingkar di perutnya dan segera berbalik untuk berhadapan dengan sang suami.
__ADS_1
"Kakak dengar baik-baik ya, mungkin memang bunda dan om Jack tidak di takdirkan untuk bersama sehingga mereka tidak bisa bersatu, dan apa kakak tau kalau dulu Opa Daniel dan Opa James juga berencana menjodohkan anak-anak mereka ?Sayang nya takdir berkata lain dan justru malah kita yang bersatu tanpa di jodohkan, apa sampai disini kakak paham ? Bahwa jodoh dan maut sudah di tentukan oleh Tuhan sehingga kita sebagai manusia tidak dapat merubahnya." terang Alexa yang di balas anggukan kepala oleh Diego
"Iya sayang, maaf ya." Diego membawa sang istri ke dalam pelukannya.
Alexa pun mengangguk dalam pelukan sang suami dan tak lama dia pun terlelap.
Diego yang merasakan nafas teratur dari sang istri pun menunduk dan mencium keningnya penuh kasih sayang.
Cup
"Maafkan aku, dan terima kasih Tuhan." ucap Diego sebelum akhirnya ikut memejamkan matanya menyusul sang istri yang sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi.
Esok harinya Alexa mengerjapkan matanya dan terasa berat di atas perutnya ternyata adalah lengan sang suami yang memeluknya dengan erat.
Diangkatnya lengan sang suami secara perlahan agar tak mengganggu tidur sang suami.
Di tatapnya wajah damai sang suami yang masih berada dalam mimpinya.
"Terima kasih." ucap Alexa sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya sebelum memulai kegiatannya di dapur.
Alexa pun memutuskan untuk segera turun ke dapur karena waktu sudah cukup siang.
Selesai menyiapkan 2 piring nasi goreng, Alexa pun kembali ke kamarnya dan mendapati tempat tidurnya yang sudah kosong.
Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi menandakan bahwa sang suami tengah melakukan kegiatan mandi nya.
Alexa pun segera pergi ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian sang suami.
Di letakkannya 1 set pakaian sang suami di atas ranjangnya yang sebelumnya sudah di bereskan.
Alexa pun segera berlalu keluar dari kamar untuk menuju kamar mandi tamu karena kalau menunggu sang suami maka waktunya tidak akan keburu.
Selesai mandi di kamar mandi tamu, Alexa pun kembali ke kamarnya.
Ceklek
Nampak Diego tengah menggunakan kaos nya.
"Kamu mandi di bawah ?" tanya Diego yang melihat sang istri membungkus rambutnya dengan handuk kecil
__ADS_1
"Iya kak." jawabnya sembari berjalan menuju ke meja rias dan segera mengeringkan rambutnya.
Melihat sang istri yang nampak lebih diam dari biasanya, Diego pun segera menghampiri sang istri dan berdiri tepat di belakangnya.
Di rebutnya hair drayer yang tengah di pegang sang istri dan langsung mengeringkan rambut sang istri.
Alexa menatap sang suami dari pantulan cermin nya.
Sesaat mereka saling tatap melalui cermin hingga Alexa yang memutuskan kontak matanya terlebih dahulu.
"Kamu masih marah ?" tanya Diego sembari mematikan hair drayer nya
"Tidak." singkat Alexa sembari meraih sisir di meja rias dan segera menyisir rambut panjangnya yang langsung di rebut begitu saja oleh sang suami.
"Yakin tidak marah ? Kenapa nampak lebih diam dari biasanya ? " heran Diego yang di balas gelengan kepala oleh sang istri
"Tidak apa kak, mari kita sarapan." Alexa beranjak dan segera menggandeng tangan sang suami untuk menuju ke ruang makan di lantai 1.
"Kemarin aku lupa belanja, jadi hari ini kita hanya bisa sarapan ini." ucap Alexa begitu duduk di kursi makan diikuti sang suami
"Tidak apa sayang, nanti sepulang dari kampus kita belanja kebutuhan sehari-hari ya." ucap Diego sambil mengusap sayang kepala sang istri yang di balas anggukan kepala oleh Alexa.
Setelahnya mereka pun segera meakan sarapannya dengan saling diam.
Diego melirik sang istri yang nampak berbeda sari biasanya.
Huft
Diego pun menghela nafas pelan.
Selesai menghabiskan sarapannya, Alexa pun beranjak ke dapur untuk mencuci piring terlebih dahulu sebelum akhirnya berangkat ke kampus.
"Kakak tunggulah, aku tidak akan lama." Alexa beranjak sembari membawa piring kotornya ke arah dapur
Diego pun hanya mampu menganggukkan kepalanya sambil menatap punggung sang istri yang tengah mencuci piring di dapur.
"Ada apa dengannya ?." batin Diego sambil terus menatap sang istri yang kini tengah berjalan ke arahnya setelah menyelesaikam acara mencuci piringnya.
Alexa pun segera mengajak sang suami untuk segera berangkat ke kampusnya karena waktu sudah semakin siang.
__ADS_1
Selama perjalanan hanya ada keheningan di antara keduanya.