
Sementara itu, Dokter Loly di ruang makan berjalan mendekati Eveline yang duduk sendirian sebab Richardo baru saja berjalan keluar dari ruang makan.
“Nona Eveline, aku temani...” ucap Dokter Loly sambil duduk di kursi yang tidak jauh dari Eveline. Terlihat Eveline hanya menganggukkan kepalanya karena dia masih mengunyah makannya.
“Apa Tuan Richardo pagi ini yang mengantar Nona Dealova?” tanya Dokter Loly sambil menatap Eveline, karena dia melihat Richardo meninggalkan ruang makan lebih dulu. Dan Eveline hanya mengangkat kedua bahunya, karena Richardo pun keluar dari ruang makan hanya pamit saja tidak mengatakan alasannya.
“Nona Eveline tidak mendapat tugas mengantar Nona Dealova pagi ini?” tanya Dokter Loly lagi dan Eveline hanya menggelengkan kepalanya.
“Atau tugas Nona Eveline nanti menjemput Nona Dealova?” tanya Dokter Loly sekali lagi dan Eveline pun hanya mengangkat kedua bahunya karena dia belum mendapat perintah apa apa.
“Owh... nanti kalau Nona Eveline mendapat tugas, ajak saya lagi ya..” ucap Dokter Loly sambil tersenyum.
“Iya Dok, nanti saya ajak tapi saya pun harus minta ijin dulu apa Tuan Richardo mengizinkan, apa Nona Dealova mau.” jawab Eveline yang kini sudah selesai sarapan nya. Dan Eveline pun lalu bangkit berdiri. Mereka berdua lalu meninggalkan ruang makan yang sudah terlihat sepi, karena sebagian tamu sudah selesai sarapan dan mereka segera menyiapkan tugasnya mereka lebih giat dalam bekerja karena kedatangan dua Nyonya besar. Kecuali Dokter Loly yang sibuk dengan urusannya sendiri.
Sedangkan di rumah Vadeo, sudah mulai heboh setelah Dealova mengambil obat dan vitamin dari Dokter Loly yang masih disimpan oleh Alexandria.
Alexandria sudah mulai membuka obat dan vitamin itu dan ditaruhnya di atas piring.
“Ini benar benar macam tepung di oven atau disangrai saja... “ ucap Nyonya William sambil jarinya menjumput tepung isi kapsul itu. Jempol dan telunjuk jarinya memegang sedikit dan dirasa rasa tekstur dari isi kapsul itu.
“Aku kalau mau buat kue dengan menyangrai tepung yang begini ini ... seperti ini..” ucap Nyonya William lagi.
__ADS_1
“Tidak ada aroma obat juga, benar kamu Al, aromanya tepung gosong.” ucap Nyonya William
“Ini tidak bisa dibiarkan kita perlu kejelasan. Aku merasa harus bertanggung jawab karena aku yang merekomendasikan Vadeo dan Alexandria memakai mereka.” ucap Nyonya William lagi dengan nada emosi dan langsung bangkit berdiri.
“Mama mau kemana?” tanya Alexandria saat sang Mama terlihat sangat emosi dan langsung bangkit berdiri.
“Mau menelpon Pak Dokter itu, kita sudah puluhan tahun memakai dia, dia sebagai pimpinan tim harus bertanggung jawab.” Jawab Nyonya William dengan nada emosi.
“Tunggu dulu, aku suruh Vadeo turun ke sini dan biar dia yang memanggil Pak Dokter. “ saut Nyonya Jonathan lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke dapur untuk menghubungi Vadeo dengan pesawat telepon yang ada di dapur.
Beberapa menit kemudian Nyonya Jonathan sudah kembali bergabung di teras. Sementara Vadeo yang diberi tahu oleh Sang Mama juga terlihat emosi lalu dia pun segera menghubungi Pak Dokter dan Richardo agar segera datang ke rumah nya. Setelah menghubungi mereka berdua, Vadeo langsung turun dan bergabung di teras untuk melihat isi dalam kapsul .
Di guest house. Dokter pimpinan tim langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya di ruang temoat dia memberi pelayanan pada pegawai Vadeo.
“Ada masalah apa? Kandungan Nona Alexandria baik baik kan?” tanya Dokter perempuan paruh baya itu dengan ekspresi wajah cemas.
“Aku tanya, kandungan Nona Alexa baik baik saja.” jawab Pak Dokter. Dokter perempuan paruh baya itu terlihat lega, dan dia selanjutnya mengambil hand phone nya untuk menghubungi Dokter Loly agar membantunya. Sementara Pak Dokter segera melangkah untuk menuju ke rumah Vadeo. Beliau belum dikasih tahu permasalahannya oleh Vadeo dan tidak tahu juga kalau Richardo juga dipanggil.
Sementara itu, Dokter Loly di dalam kamar tersenyum senang saat dihubungi oleh Dokter perempuan setengah baya sahabat Dokter pimpinan tim.
“Ha.... ha... tidak menemani Nona Eveline tidak apa apa, aku malah disuruh membantu Dokter Senior yang sedang bertugas menangani Nona Alexandria. Rejeki nomplok namanya.” ucap Dokter Loly sambil tertawa
__ADS_1
“Ha... ha... Dokter itu pasti membutuhkan aku untuk menuntun dia berjalan menuju ke rumah Tuan Vadeo ha... ha....” ucap Dokter Loly lagi sambil terus tertawa terbahak bahak karena bahagianya. Dia mengira disuruh membantu saat melayani Alexandria, tidak mengira kalau akan disuruh membantu untuk melayani karyawan Vadeo.
Setelah memakai jas dokternya. Dokter Loly berjalan menuju ke pintu kamarnya dan segera membuka pintu kamar. Dengan riang dan semangat, dia segera melangkah meninggalkan kamarnya .
Sesaat dia melihat Eveline yang berjalan dengan cepat dari kamarnya. Dokter Loly pun mempercepat langkahnya dan mendekati Eveline.
“Nona Eveline tidak usah mengajak saya ya kalau mendapat tugas. Saya sudah diminta oleh Dokter senior untuk membantu beliau, ini aku sudah akan menemui beliau, paling disuruh menemani jalan ke rumah Tuan Vadeo. “ ucap Dokter Loly saat sudah dekat dengan Eveline.
“Owh.. iya Dok.” jawab Eveline singkat. Dia lalu lebih mempercepat langkahnya. Eveline akan berjalan menuju ke kamar Richardo, sebab dia sudah dihubungi oleh Richardo jika ada masalah penting. Richardo sudah mendapat marah dari Vadeo, karena tidak mengetahui ada hal yang mencurigakan, hingga Mamanya marah marah pada dirinya.
Dokter Loly yang belum tahu posisinya sedang di ujung tanduk, masih tersenyum senang dan melangkah dengan ringan menuju ke tempat yang biasa dipakai oleh tim Dokter untuk melayani karyawan Vadeo.
Saat sudah sampai di tempat yang dituju terlihat ada beberapa karyawan Vadeo yang duduk di kursi antrian. Dokter Loly yang sedang bahagia menyapa mereka dengan ramah. Padahal biasanya sangat jutek dan angkuh. Dokter Loly pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Selamat pagi Dok.” sapa Dokter Loly pada Dokter senior yang terlihat sedang memeriksa tekanan darah karyawan Vadeo.
“Selamat pagi Dok, tolong lanjutkan panggil antrian berikutnya. Mereka hanya jadwal periksa kesehatan rutin saja.” ucap Dokter senior.
“Apa setelah ini baru kita ke rumah Tuan Vadeo untuk memeriksa Nona Alexandria?” tanya Dokter Loly sambil menatap wajah Dokter senior perempuan paruh baya itu.
“Setelah ini selesai Dokter Loly boleh kembali dengan kegiatan pribadinya.” jawab Dokter senior itu.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Dokter senior, Dokter Loly terlihat sangat kecewa, kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi nya.
“Hmmm sial.” gumam Dokter Loly dalam hati lalu dia memanggil antrian pasien berikutnya dan berjalan menuju ke tempat pasien periksa satunya yang kosong karena ditinggal Pak Dokter. Dan Dokter Loly pun kembali memasang mode wajah jutek dan angkuh.