
“Kak... “ ucap Dealova lagi dengan wajah menahan ingin buang air seni.
“Mungkin aku nervous dan gugup karena tampil dan semua pandangan mata tertuju kepada diriku.” guman Dealova dalam hati sambil terus menahan air seni yang terasa ingin keluar dari kantong kemihnya. Dia merasa seakan akan semua tatapan mata tertuju kepada dirinya, Padahal sebagian besar pandangan mata tertuju pada kedua mempelai.
Pegawai make up artist terlihat mendatangi Dealova, sebab dia yang diminta mengawasi semua orang yang berperan dalam mengantar pengantin berjalan hingga sampai di pelaminan.
“Non ada apa?” tanya sang pegawai make up artis
“Belet...” ucap Dealova singkat selanjutnya dia berusaha bibir nya tersenyum seperti Ixora, dan pegawai make up artis itu pun paham.
“Sabar Non, tahan ya...” ucap sang pegawai make up artis lalu dia berjalan di belakang Ixora dan Dealova.
Beberapa menit kemudian pengantin sudah menaiki anak tangga dan akan sampai di pelaminan. Dealova pun tampak sedikit lega sebab tugasnya akan segera selesai. Dengan hati hati Dealova dan Ixora terus membawa ekor baju pengantin Alexandria, pegawai make up artist terlihat sibuk mengatur anak anak perempuan kecil yang sudah mulai ikut menaiki anak tangga mengikuti Alexandria.
Tidak lama kemudian kedua mempelai sudah berdiri di atas panggung, orang tua mereka pun berdiri di samping mereka. Ekor baju pengantin Alexandria sudah di atur berada di bagian belakang Alexandria dan tidak ada kaki yang menginjak. Anak anak perempuan kecil kini berada di depan pengantin selanjutnya dilakukan sesi pemotretan. Ixora dan Dealova pun juga turut serta.
Acara demi acara berjalan dengan lancar , hingga akhir. Semua tamu tampak bahagia dan puas menghadir acara resepsi pernikahan Vadeo dan Alexandria. Kebahagiaan mereka lengkap dengan souvenir cantik miniatur mobil produksi Perusahaan Vadeo, dan mereka pasti akan berlipat lipat kebahagiaan nya jika souvenir nya bukan hanya miniatur tetapi mobil beneran.
Setelah semua tamu sudah pulang, dan tamu yang menginap di hotel sudah mulai keluar ballroom dan menuju ke kamar mereka. Kini di ruangan itu tinggal mempelai, keluarga, dan kerabat dekat.
“Kalau aku mau gendong Alexandria sekarang bagaimana dengan ekor nya itu.” ucap Vadeo sambil menatap Vincent yang berdiri di dekatnya.
“Kalau keinjek kakiku malah bisa jatuh.” ucap Vadeo selanjutnya.
“Kita yang akan membawa ekor Alexandria. “ ucap Vincent sambil menatap Ixora dan Dealova yang juga berada di dekat mereka.
“Ekor baju Bang.” protes Alexandria lagi karena Vincent sama seperti Ixora yang menyebut ekor bajunya dengan ekor Alexandria.
__ADS_1
“Ha.. ha... iya iya ekor baju he.... he...” ucap Vincent sambil tertawa.
“Ayo Ix, Deal kita bawa ekor Alexandria he... he... “ ucap Vincent mengajak Ixora dan Dealova namun tetap saja menyebut dengan ekor Alexandria, dia memang sengaja mengatakan hal itu.
“Ayuuuukkk.” teriak kedua gadis belia itu lalu segera menuju ke ekor baju pengantin Alexandria, Bang Bule pun terlihat juga turut serta memegang ekor baju Alexandria.
“Ayo Sayang aku gendong kamu menuju ke kamar kita.” ucap Vadeo yang sudah tidak sabar. Alexandria tampak malu malu dan merona pipinya. Vadeo menjadi gemas dan langsung menggendong tubuh Alexandria.
Vincent, Dealova dan Ixora membawa ekor baju pengantin Alexandria, mereka masih terlihat kerepotan. Edwind, Gerrit dan Sean yang masih berbincang bincang dengan orang tua mempelai melihat hal itu lalu langsung berlari dan membantu membawa ekor baju pengantin Alexandria.
Mereka semua tertawa, termasuk Vadeo dan Alexandria. Alexandria tampak sangat bahagia tangannya mengalung pada leher Vadeo sesekali dia mencium pipi Vadeo sebagai ungkapan membalas kasih sayang dan cinta pada Vadeo. Vadeo pun tampak sangat bahagia mendapat ciuman spontanitas dari Alexandria rasanya tidak sabar untuk sampai ke dalam kamar.
Vadeo terus berjalan menuju ke pintu ballroom, mereka yang membawa ekor baju pengantin Alexandria pun terlihat bahagia dan terus saja saling tertawa, mereka mencandai kedua mempelai itu. Orang tua mereka dan kerabat yang masih berada di ballroom itu pun terlihat sangat bahagia melihat moment itu. Mereka mengabadikan moment itu di hand phone mereka masing masing.
Juru kamera yang masih berada di ballroom itu pun juga turut serta mengabadikan moment itu.
“Naik tangga apa lewat lift?” tanya Vadeo pada Vincent
“Lewat tangga biar ekor Alexandria tidak terjepit di pintu lift.” jawab Vincent. Vadeo tampak ragu ragu untuk menuju ke tangga, sebab kamar pengantinnya berada beberapa lantai di atas ballroom ini. Bisa bisa dia tidak jadi belah duren karena kehabisan tenaga.
“Lewat lift saja.” ucap Alexandria yang tidak tega pada Vadeo.
“Nanti ekormu terjepit.” ucap Vincent .
“Kalian bertiga ikut masuk ke dalam lift. Jaga ekor Alexandria. “ perintah Vadeo pada Vuncent dan kedua adik iparnya. Alexandria hanya diam sudah tidak protes mereka mengatakan ekor bajunya dengan ekor Alexandria. Dan mereka segera berjalan menuju ke lift.
Gerrit pun tampak segera membantu menekan tombol pintu lift. Setelah pintu terbuka. Vadeo segera masuk ke dalam lift. Vincent dan kedua adik Alexa itu tampak dengan sangat waspada membawa ekor baju pengantin Alexandria agar tidak terjepit di pintu lift.
__ADS_1
Saat terlihat lift masih muat orang, Gerrit pun turut serta masuk ke dalam lift itu. Dia akan ikut membantu agar ekor baju pengantin Alexandria aman tidak terjepit di pintu. Akan tetapi terlihat Ixora tidak begitu suka saat Gerrit ikut masuk sebab dia cemburu kuatir jika Bang Bule tertarik pada Gerrit.
Beberapa menit kemudian,
TING.....
Suara alarm lift sebagai pertanda lift sudah sampai pada lantai yang mereka tuju. Jantung Vadeo dan Alexandria berdetak lebih cepat. Sementara yang lain yang berada di dalam lift itu terlihat bersiap siaga untuk keluar dari lift dengan mengemban tugasnya membawa ekor baju pengantin Alexandria agar tidak terjepit di pintu lift. Gerrit tangannya langsung menekan tombol menu pintu terbuka.
Vadeo melangkah dengan mantap keluar dari lift itu. Vincent dan kedua adik Alexa yang membawa ekor baju pengantin Alexandria juga turut serta keluar sambil terus membawa ekor baju pengantin Alexandria agar tidak terjepit di pintu lift.
Saat semua sudah keluar dari lift dengan aman dan ekor baju pengantin Alexandria pun sudah semua ikut terbawa tidak ada yang menjuntai di dalam lift, Gerrit dengan segera melepas tangannya dan setelahnya dia menekan tombol menu pintu tertutup. Tidak lama kemudian pintu lift tertutup dan Gerrit tetap berada di dalam lift itu dan dia akan menuju ke lantai di mana kamarnya berada.
Sementara itu Vadeo terus saja melangkah menuju ke kamar pengantin nya. Dia sungguh tidak sabar untuk segera sampai, Vadeo pun mempercepat langkah kakinya. Hingga Dealova dan Ixora harus berlari kecil untuk mengikuti langkah lebar dan cepat Vadeo.
“Kakak jangan cepat cepat... “ teriak Dealova yang kini sudah sedikit ngos ngos an. Dia ingin melepas saja ekor baju pengantin Alexandria yang dia pegang, tetapi dia juga ingin melihat kamar pengantin kakaknya.
Tidak lama kemudian Vadeo sudah berada di depan pintu kamar pengantin.
“Sayang tekan pass word pintunya. Susah tanganku untuk menekan pass word nya.” bisik Vadeo, dan Alexa pun tangannya segera terulur pada tombol password pintu.
Saat pintu sudah terbuka kedua mempelai itu bisa melihat ke dalam kamar, kedua mata mereka terlihat terbelalak karena kagum dengan design interior nya, tampak mewah, elegan dan romantis. Sprai putih dengan kain yang terlihat sangat lembut dengan hiasan taburan bunga. Tirai kain pun juga dengan lembut menjuntai dengan hiasan bunga bunga segar yang indah berada di atas. Gelas gelas lilin romantis yang sudah menyala menerangi kamar itu memberi cahaya kesan romantis. Hiasan bunga bunga potong segar juga berada di sudut sudut ruangan. Aroma harum lembut bunga segar pun menguar sampai ke hidung mereka berdua hingga membangkitkan gairah mereka.
Namun, tiba tiba sosok Dealova akan masuk menerobos ke dalam pintu.
“Deal.” teriak Vincent
....
__ADS_1