
Flashback on.
Diego mengendarai mobil sportnya untuk pergi ke sekolah.
Di tengah jalan dia melihat seorang siswa yang berpakaian sama persis dengannya.
Diego pun menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil siswa tersebut.
"Ada masalah ?" tanya Diego dengan nada datarnya
"Ah Puji Tuhan ada bantuan,bisa aku ikut ke sekolah bersama,karena mobilku mogok ?" tanya siswa tersebut penuh harap.
Diego pun berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk.
"Thanks sobat." ucapnya sambil menepuk pundak Diego
Diego melirik tangan yang masih berada di pundaknya.
"Sorry." ucap siswa itu tidak enak
"Masuklah." ucap Diego mempersilakan siswa tersebut masuk ke dalam mobilnya.
Diego melajukan mobilnya ke arah sekolah.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun telah sampai di sekolah.
"Thanks,nama aku Alvaro Sanjaya." ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Sandiego Alexander." jawab Diego sambil menerima uluran tangannya
"Kamu di kelas berapa kalau boleh tau ?" tanya Alvaro sambil berjalan beriringan memasuki area sekolah.
"X IPA 1." jawab Diego singkat
"Kita sekelas dong." antusias Alvaro yang membuat Diego langsung berhenti.
"Ya." jawab Diego singkat sambil tersenyum tipis.
Karena pikirnya di hari pertama sekolah sudah mendapat teman yang mau menerimanya dengan sikap dinginnya itu.
Saat akan memasuki kelas,tidak sengaja Alvaro bertabrakan dengan seorang gadis yang akan keluar dari kelas.
Bruk
"Sorry." ucap Alvaro sambil membantu gadis itu berdiri.
Sontak Abimanyu yang melihat kejadian itu pun langsung berlari dan memutar mutar tubuh sang sahabat.
"Kamu ga apa kan Mel ?" tanya Abimanyu khawatir sedangkan Alvaro terpaku melihat gadis manis di depannya itu.
"Aku ga apa Abi,udah ah aku mau lanjut ke toilet." ucap Amel sambil berlalu.
"Apa dia kekasihmu ?" tanya Alvaro to the point.
__ADS_1
Abimanyu pun tertawa menanggapi pertanyaan dari salah seorang siswa baru di kelasnya.
"Kami bersahabat,dan tidak akan ada istilah persahabatan kami akan menumbuhkan cinta,nama aku Abimanyu Vernandes,kalian baru juga kan ?" tanya Abimanyu sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Alvaro Sanjaya." jawab Alvaro sambil menerima uluran tangan Abi.
"Sandiego Alexander." jawab Diego dengan nada datarnya.
"Itu tadi namanya siapa Bi ?" tanya Alvaro yang penasaran dengan Amel
"Dia Amelia Santoso." jawab Abimanyu
Mereka pun akhirnya mengobrol untuk lebih saling mengenal,dari situlah di mulainya persahabatan antara mereka bertiga.
Sementara Amel di kenal dengan pribadi yang cuek.
Semakin hari pun hubungan persahabatan mereka semakin dekat,terkecuali Amel yang tetap cuek.
Terlihat Alvaro yang sering diam-diam mengamati Amel.
"Hai Amel cantik." goda Alvaro sambil mencolek dagu Amel
"Apa sih Varo,ngeselin deh." ucap Amel cuek
Sementara Abimanyu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang masih tetap cuek kepada lawan jenis kecuali dirinya.
Sering kali Alvaro menggoda Amel dengan tujuan untuk mendekatinya,tapi hasilnya nihil Amel tidak pernah sekalipun menanggapinya.
Hampir seminggu sekali Alvaro akan jalan dengan gadis yang berbeda-beda dan itu membuat Amel semakin cuek saja kepadanya.
Alvaro melakukan itu hanya untuk sekedar hiburan semata karena ingin melampiaskan perasaannya terhadap Amel yang selalu di tolak.
Suatu hari Amel berjalan di koridor sekolah dan melihat Alvaro tengah menggoda salah seorang siswi yang memang suka mengejarnya.
"Dasar playboy cap kadal." ucap Amel sambil melewatinya begitu saja.
Dan Alvaro hanya menganggapnya angin lalu.
Alvaro pun menatap kepergian Amel dengan sendu.
"Kapan kamu akan menyadari perasaanku Mel." batin Alvaro yang masih menatap kepergian Amel.
Alvaro pun pergi dari koridor begitu saja tanpa menghiraukan gadis yang tadi tengah di godanya.
Baik Diego, Alvaro maupun Abimanyu menjadi most wanted di sekolah sejak terpilihnya Diego dan Alvaro yang menjadi anggota OSIS serta Abimanyu yang menjadi kapten basket di sekolah.
Banyak yang mengejar mereka bertiga tapi hanya Alvaro lah yang selalu menanggapinya sementara Diego bertahan dengan sikap dinginnya kepada siapapun kecuali pada kedua sahabatnya.
Terlihat Amel tengah memainkan ponselnya di dalam kelas sendirian karena memang Amel tidak begitu dekat dengan teman sekelasnya.
Diego dan kedua sahabatnya masuk ke dalam kelas dan langsung menuju ke bangku mereka masing-masing.
"Mel." panggil Abi
__ADS_1
"Hmmm" jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel
Abi yang gregetan pun langsung merebut ponsel yang di pegang Amel.
Ck
Amel berdecak kesal kepada sahabatnya itu.
"Apa sih Bi ?" tanya Amel kepada Abimanyu
"Kamu kenapa si Mel ?" tanya Abi
"Aku kenapa ?" bukan menjawab malah kembali bertanya dengan menunjuk dadanya sendiri. "Memangnya aku kenapa Abi ?" tanya Amel
"Kamu berubah Mel." ucap Abi sambil duduk di bangku sebelah Amel
"Aku masih Amel yang dulu Bi,apanya yang berubah ?" tanya Amel heran
"Sekarang kamu lebih cuek Mel." ucap Abi sambil menatap sang sahabat
"Aku rindu Alexa Bi." lirih Amel sambil menunduk
Abimanyu yang melihat sang sahabat tengah bersedih pun langsung membawa Amel ke dalam dekapannya.
"Aku juga merindukannya Mel,suatu saat dia pasti akan kembali Mel, percayalah." ucap Abimanyu sambil mengusap sayang kepala Amel yang ada di dadanya
Sementara Alvaro langsung membuang muka melihat pemandangan yang menyesakkan itu.
Diego yang melihat Alvaro membuang muka pun hanya bisa menghela nafasnya pelan dan menepuk pundaknya.
"Apa kamu akan menyerah begitu saja ?" tanya Diego dengan suara pelan
"Kamu tau sendiri kan Amel begitu cuek terhadapku Di,dan lihatlah saat dia bersama Abimanyu,aku bisa apa ?" ucap Alvaro sendu
"Mereka hanya sebatas sahabat, dan kamu tidak akan pernah tau kalau tidak mencobanya." ucap Diego menenangkan Alvaro
"Entahlah,tidak menutup kemungkinan juga cinta akan tumbuh di antara mereka,aku akan berusaha untuk merelakannya." jawab Alvaro sambil mengedikkan bahunya acuh.
Diego pun menggelengkan kepala pelan karena tidak tau harus berbuat apa.
Dan kelakuan Alvaro yang suka mempermainkan perempuan berlangsung hingga mereka menginjak kelas XI.
Alvaro di kenal dengan pribadi yang hangat apalagi kepada lawan jenisnya sehingga Amel memberikan julukan kepadanya playboy cap kadal.
Sementara Diego di kenal dengan pribadi yang dingin tak tersentuh meskipun tak di pungkiri banyak juga yang mengejarnya hanya untuk sekedar berkenalan sehingga Amel menjulukinya balok es.
Kalau Abimanyu, dia pribadi yang hangat dan friendly kepada siapapun.
Sementara Amel tetap menjadi pribadi yang cuek sampai kedatangan Alexa di kelas XII,barulah baik Diego maupun Alvaro bisa melihat sisi lain dari Amel yang ternyata banyak bicara dan suka berdebat.
Dan di situ lah Alvaro kembali berusaha mendekati kembali Amel meskipun dengan cara mengajaknya berdebat yang tidak pernah ada habisnya.
Flashback off
__ADS_1