Alexandria

Alexandria
Rencana Pembukaan Panti 1


__ADS_3

Ceklek


Delia masuk ke dalam kamar sang putri dan tidak mendapati Alexa di kamarnya,terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi sehingga Delia memutuskan untuk menunggu sang putri sambil duduk di tepi ranjang Alexa.


Setelah menunggu beberapa saat terlihat Alexa yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya.


"Bunda." kaget Alexa mendapati sang bunda tengah menatapnya sambil tersenyum


"Nanti kalau kamu sudah menikah,jangan keluar hanya memakai handuk seperti itu ya nak." ucap Delia sambil menahan senyumnya karena teringat saat Aditya mengira dirinya menggoda sang suami ketika hanya mengenakan handuk seperti sang putri.


"Memangnya kenapa bunda ?" heran Alexa sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil baju gantinya. Alexa pun berlalu menuju ke walk in closet, setelah selesai memakai bajunya, Alexa pun menghampiri sang bunda dan duduk di sebelahnya.


"Tumben bunda nungguin Lexa mandi ? Ada yang ingin bunda sampaikan ?" tanya Alexa


"Kamu memang paling mengerti bunda." jawab Delia sambil mencubit hidung Alexa "Benar kamu ingin membuka panti asuhan ?" tanya Delia to the point


"Seperti yang bunda tau,Lexa tidak tega melihat mereka hidup di jalanan bun." ucap Alexa


"Bunda bangga sama kamu sayang." ucap Delia sambil mengusap sayang kepala sang putri


"Ayah juga bangga sama kamu." timpal Adit dari ambang pintu.


Adit pun masuk ke kamar sang putri dan duduk di sebelah Alexa sambil mengusap sayang kepala Alexa.


"Kapan rencananya panti itu akan di buka ?" tanya Aditya kepada sang putri


"Tunggu kabar dari Om Jordy ayah,karena Lexa menyerahkan semua tanggung jawabnya kepada Om Jordy,yang pasti sebelum hari pernikahan Lexa." ucap Alexa yang di jawab anggukan kepala oleh Adit dan Delia.


"Ayah sungguh belum rela melepaskan putri kecil ayah." ucap Adit sambil membelai lembut pipi sang putri


Alexa pun menghambur ke pelukan sang ayah. "Ayah tetap cinta pertama Lexa." ucap Alexa sambil mengeratkan pelukannya


Adit tak kuasa untuk menahan air matanya,dia pun mengeratkan pelukannya sambil menciumi puncak kepala sang putri.


Delia pun membuang muka karena tidak ingin sang suami melihatnya meneteskan air mata harunya.


Ehmm


Delia mencoba untuk menetralkan suaranya "Sebaiknya kita makan dulu,nanti baru lanjut ngobrolnya." ucap Delia sambil memaksa tersenyum


"Ayo,Lexa sudah lapar." ucap Alexa sembari melepaskan pelukan dari Adit


"Memangnya tadi tidak makan ?" tanya Adit heran


"Tidak." jawab Alexa sambil cengengesan


"Memangnya kenapa tidak makan ? Tidak mungkin kan calon suami kamu mendadak bangkrut ." canda Aditya


"Tidak mungkin lah ayah,tadi liatin anak-anak makan jadi berasa kenyang,abis mereka makan lahap banget ayah." cerita Alexa sambil menggandeng tangan sang ayah untuk menuju ke ruang makan.


Delia sudah turun lebih dulu untuk menyiapkan makan malamnya, dan mereka makan malam dengan di selingi obrolan-obrolan ringan.


Sementara di kediaman Alexander.


"Mom harus bangga sama calon istri Sandi." ucap Diego di sela makannya


"Memangnya kenapa ?" tanya Ayra heran,pasalnya Ayra memang sudah bangga kepada calon mantu cantiknya itu,dan sekarang sang putra malah memintanya untuk bangga pada calon mantunya itu.

__ADS_1


"Alexa mau membuka panti asuhan Mom,tadi sepulang dari butik Sandi mampir makan siang di restauran......" Diego menceritakan semua kejadian hari ini kepada kedua orang tuanya.


Baik Devano maupun Ayra pun menanggapinya dengan tersenyum bangga pada calon mantu cantiknya itu.


"Kapan rencananya panti itu di buka San ?" tanya Ayra penasaran


"Mungkin sebelum acara pernikahan kami Mom,Sandi belum tau pastinya,kata Om Jordy si akan di urus secepatnya." jawab Diego


"Dad akan ikut menjadi donatur nantinya." usul Devano


"Ide bagus Dad." jawab Ayra


Mereka pun melanjutkan makannya dengan terus mengobrol.


Selesai makan malam,Alexa memutuskan untuk masuk ke kamarnya karena ada tugas yang masih belum di kerjakan.


Alexa duduk di kursi belajarnya sambil membuka laptopnya untuk segera mengerjakan tugasnya.


Ting


Terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel Alexa.


Alexa pun mengambil ponselnya dari atas nakas dan di lihatnya pesan tersebut berasal dari Jordy.


"Panti bisa di buka 2 hari lagi nona." ucap Jordy di dalam pesan


Alexa pun tersenyum senang dan membalas pesan tersebut. "Terima kasih Om." balas Alexa


Alexa pun hendak meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas tapi ada panggilan masuk dari calon suaminya itu.


"Sudah makan ?" tanya Diego dari seberang telpon


"Sudah barusan,kakak sendiri ?" tanya balik Alexa


"Sudah,Mom tanya kapan rencana panti di buka ?" tanya Diego


"Kata Om Jordy 2 hari lagi kak." jawab Alexa


"Oke,aku akan kosongkan jadwal 2 hari lagi." ucap Diego


"Kakak seperti orang sibuk saja." ucap Alexa sambil tertawa


"Tetaplah seperti itu." ucap Diego yang membuat Alexa berhenti tertawa


"Aku bahagia mendengar tawamu Al,tetaplah tertawa seperti itu." ucap Diego lagi


"Tentu." jawab Alexa sambil tersenyum


"Jangan tidur terlalu malam,besok aku jemput." ucap Diego lagi


"Oke,aku akan menyelesaikan tugasku dulu setelah itu baru akan tidur." jawab Alexa


"Tugas apa ?" tanya Diego heran,pasalnya setau nya tidak ada tugas sekolah


"Urusan panti." jawab Alexa


"Baiklah,tapi ingat jangan terlalu larut." pesan Diego

__ADS_1


"Oke." jawab Alexa sambil memutuskan panggilan telponnya.


Setelah selesai mengerjakan konsep-konsep untuk panti,Alexa pun memutuskan untuk segera tidur.


Alexa membuka matanya perlahan saat merasakan sinar mentari pagi yang langsung mengenai wajah cantiknya,Alexa menyipitkan matanya melihat ke arah jendela dimana sang bunda tengah membuka gordennya.


Delia yang mendengar pergerakan dari arah ranjang pun menoleh dan tersenyum.


"Selamat pagi sayang." ucap Delia sembari menghampiri sang putri yang masih setia membungkus dirinya di dalam selimut.


Hmmmm, jawab Alexa yang hanya bergumam.


"Bangun,sudah siang." ucap Delia sambil mengusap sayang kepala sang putri


"Masih ngantuk bunda." jawab Alexa dengan suara seraknya


"Memangnya semalam tidur jam berapa ?" tanya Delia sambil menggelengkan kepalanya.


"Jam 12." jawab Alexa sambil berusaha untuk duduk bersandar.


"Kenapa sampai larut,sudah tau hari ini pergi sekolah." tegur Delia


"Ngerjain konsep buat panti bun,Om Jordy bilang besok sudah bisa di buka jadi Lexa lembur deh." jawabnya sambil menyengir


"Ya sudah,sekarang mandi dan bersiaplah,bunda tunggu di bawah." ucap Delia sambil beranjak dari ranjang sang putri dan berlalu meninggalkan Alexa yang masih setia duduk di ranjangnya.


Alexa pun segera turun dari ranjangnya dan segera menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Alexa melakukan ritual mandinya karena memang waktunya yang tidak memungkinkan.


Setelah di rasa penampilan sudah cukup,Alexa pun bergegas untuk turun ke ruang makan menyusul kedua orang tuanya.


Tak tak tak


Terdengar suara langkah kaki yang menuruni tangga sehingga membuat Delia dan Aditya langsung menoleh ke arah tangga dan mendapati sang putri tengah menuruni tangga dengan sedikit berlari.


Cup


Cup


"Selamat pagi ayah,bunda." sapa Alexa setelah mencium pipi Delia dan Aditya bergantian sebelum akhirnya duduk di sebelah Delia.


"Pagi sayang." jawab mereka kompak


Delia mengambilkan makanan untuk suami dan anaknya.


"Makasih sayang." ucap Aditya kepada sang istri yang membuat Delia tersipu


Alexa hanya menggeleng mendapati sang bunda yang masih suka malu kepada sang ayah.


"Makasih bunda sayang." ucap Alexa menerima piring dari sang bunda "Kenapa bunda ga malu,tadi waktu ayah panggil bunda sayang,bunda tersipu." sambung Alexa yang mendapat cubitan dari sang bunda.


"Ayah lihat nih,bunda cubit Lexa." adu Alexa kepada snag ayah.


"Sudah-sudah,sebaiknya kita makan." lerai Aditya sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka pun makan sambil sesekali bercanda.

__ADS_1


__ADS_2