
Keesokan harinya Alexa terbangun lebih dulu karena merasakan cahaya matahari yang menerobos lewat celah jendela kacanya yang langsung menerpa wajahnya.
Alexa pun mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.
Alexa menoleh ke arah samping dan mendapati sang suami yang masih setia memejamkan matanya sambil tangan kekarnya yang melingkar erat di perut rampingnya.
Alexa mengangkat perlahan tangan sang suami dari atas perutnya.
Alexa pun beranjak turun dari ranjangnya dan pergi menuju ke kamar mandi.
30 menit kemudian saat Alexa keluar dari kamar mandi nampak sang suami yang masih terlelap.
Alexa pun menggelengkan kepalanya dan mendekat ke arah ranjang.
"Bangun kak,sudah pagi." ucap Alexa sambil mengusap lembut pipi sang suami.
Diego yang merasakan sentuhan di pipinya pun perlahan membuka matanya dan nampak sang istri yang tengah tersenyum manis.
"Sudah pagi,kakak harus segera mandi atau kita akan terlambat ke sekolah." ucap Alexa sambil menampilkan senyum manisnya
Diego pun segera beranjak dari ranjangnya dan berlalu ke kamar mandi,tapi sebelem itu dia berbalik dan menghampiri sang istri yang tengaj merapikan selimutnya.
Alexa pun mengernyit bingung mendapati sang suami berjalan ke arahnya.
Cup
"Morning kiss." ucap Diego setelah mengecup singkat bibir sang istri
Alexa pun tersenyum dan langsung mendorong pelan tubuh sang suami agar segera pergi mandi.
"Pergi lah mandi." ucap Alexa sembari menyembunyikan rona merah di pipinya.
Diego pun tergelak mendapati tingkah malu sang istri.
Diego segera menuju ke kamar mandi karena waktu sudah semakin siang.
Sementara Alexa segera menyiapkan seragam sekolah sang suami dan perlengkapan lainnya.
20 menit kemudian Diego keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sebuah handuk yang di lilitkan di pinggangya,Alexa pun membuang muka mendapati sang suami yang bertelanjang dada.
Diego yang melihat sang istri membuang muka pun menghampiri sang istri.
"Kenapa hemm ?" ucap Diego dari belakang Alexa
"Cepat pakai bajunya kak." ucap Alexa sambil tetap membuang mukanya
"Lihat sini dulu." goda Diego kepada sang istri yang nampak malu itu
"Ga mau." ucap Alexa yang tidak mau menatap sang suami.
Diego pun tertawa mendapati sikap malu sang istri.
"Baiklah-baiklah,aku akan memakai bajuku segera." ucap Diego sambil berlalu dan mengambil satu set baju seragamnya dari ranjang dan pergi menuju ke walk in closet.
"Menyebalkan." gerutu Alexa setelah sang suami hilang dari pandangannya.
__ADS_1
"Ayo." ajak Diego sambil mengulurkan tangannya dan di sambut hangat oleh sang istri.
Mereka pun berjalan bergandengan tangan untuk menuju ke ruang makan dimana kedua orang tuanya sudah menunggu.
Cup
Cup
"Selamat pagi Dad,Mom." sapa Alexa setelah mencium pipi mertuanya
"Selamat pagi sayang." jawab Ayra sambil tersenyum
"Selamat pagi nak." jawab Devano
Sementara Diego langsung duduk di kursinya.
"Kamu tidak mencium Mom juga sayang ?" tanya Ayra kepada sang putra
"Ada pawangnya Mom." jawab Diego sambil melirik sang Papa.
"Tidak mungkin istrimu akan cemburu kalau kamu mencium Mom,iya kan sayang ?" tanya Aura kepada Alexa yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Alexa
"Istriku memang tidak akan marah,tapi suami Mom yang akan marah." jawab Diego santai.
"Dasar anak nakal." ucap Devano sambil menatap tajam sang putra.
Sementara Alexa dan Ayra hanya menggelengkan kepala melihat interaksi antara anak dan ayah itu.
"Ya sudah tidak usah di bahas,sekarang kalian makan dan segera berangkat ke sekolah." ucap Ayra sambil mengambilkan makanan untuk sang suami.
Mereka sarapan dengan di selingi obrolan ringan.
Alexa tersenyum mendapati kehangatan keluarga barunya,dia merasa seperti saat di rumah dimana ayah dan bundanya juga sangat hangat kepada siapapun.
"Kenapa ?" bisik Diego yang melihat senyum sang istri
Alexa pun menggelengkan kepalanya dan kembali memakan sarapannya.
Selesai sarapan,mereka pun memutuskan untuk segera pergi ke sekolah sementara Devano akan pergi ke kantor.
"Kalian hati-hati ya." ucap Ayra kepada anak dan menantunya.
"Iya Mom." jawab Alexa sambil mencium pipi sang mertua.
Diego pun menggandeng tangan sang istri untuk menuju ke mobilnya.
Mereka segera meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah.
Sementara di rumah Aditya.
"Tidak ada Alexa sepi ya kak." ucap Delia di sela sarapannya.
Adit pun meletakkan sendoknya dan menggenggam tangan sang istri.
"Aku merasakan hal yang sama sayang,tapi mau bagaimana lagi,putri kecil kita sekarang sudah menikah,sudah sepantasnya dia mengikuti kemanapun suaminya pergi,begitu pun dengan kamu dulu,benar ?" ucap Aditya yang diakhiri dengan pertanyaan agar sang istri bisa mengalihkan kesedihannya.
__ADS_1
"Iya kak,ternyata begini ya perasaannya seorang ibu yang di tinggal menikah oleh putrinya." ucap Delia sambil menunduk.
"Semua akan baik-baik saja,percayalah." ucap Adit sambil mengusap sayang kepala sang istri.
"Iya kak." jawab Delia memaksakan senyumnya.
"Jangan sedih oke." bujuk Aditya
"Iya kak." jawab Delia
"Makanlah,kamu sejak semalam makannya cuma sedikit,tidak lucu kan kalau kamu sakit karena tidak mau makan,nanti yang ada putri kita akan khawatir kalau mendengar kabar bundanya sakit." ucap Aditya membujuk sang istri agar mau makan dengan benar
"Iya kak,aku tidak ingin membuat putriku khawatir." jawab Delia sambil memakan sarapannya.
Aditya pun tersenyum manis melihat sang istri yang sudah jauh lebih baik.
Selesai sarapan,Aditya pun berpamitan kepada sang istri untuk pergi ke kantornya.
Diego dan Alexa pun tiba di sekolah dan sudah melihat para sahabatnya menunggu di parkiran.
"Selamat pagi pengan-" ucap Alvaro terpotong saat merasakan kakinya di injak oleh Amel
"Astaga Amel,kamu kdrt terus deh sama aku." ucap Alvaro sambil meringis menahan sakit
"Makanya itu mulut di rem kalau ngomong." geram Amel yang tidak habis pikir karena Alvaro hampir saja menyebut kata pengantin baru.
"Ya maaf Mel,kelepasan." ucap Alvaro sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sementara Alexa dan Diego hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan mereka.
"Sudah Mel,kita ke kelas aja." ajak Alexa sambil menggandeng tangan Amel dan diikuti oleh Diandra di belakangnya.
"Gimana Di,udah belum ?" tanya Alvaro sambil menaik nurunkan alisnya.
"Apanya ?" tanya Diego pura-pura tidak tau
"Sok-sokan ga tau,ML." bisik Alvaro
Plak
Abimanyu yang mendengar bisikan Alvaro pun reflek langsung memukul kepala Alvaro.
"Astaga Abi,sakit tau." ucal Alvaro sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan dari Abimanyu.
"Makanya itu mulut kalau ngomong di jaga,mau tau banget si kamu sama urusan orang." sela Abimanyu yang geram dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini.
"Yaelah Bi,memangnya kamu ga pengen tau gitu sahabat kita ini uda unboxing apa belum sama adek kamu yang cantiknya ga kaleng-kaleng itu." ucap Alvaro pelan
"Engga,mereka belum boleh ngelakuin,kata Opa mereka harus nyelesein sekolah dulu." ucap Abimanyu
"Emang bener begitu Di ? Terus kamu kuat gitu nahan godaan di depan mata ?" tanya Alvaro sambil menatap Diego.
"Harus tahan." jawab Diego sambil berlalu di ikuti oleh Abimanyu yang sudah jengaj dengan kekepoan sang sahabat.
"Eh,kok aku di tinggalin sih,woi Di,Bi tungguin." teriak Alvaro sambil berlari mengikuti Diego dan Abimanyu menuju ke kelas mereka.
__ADS_1