Alexandria

Alexandria
Firasat


__ADS_3

Selesai makan malam, keluarga besar Alexa pun segera pergi menuju ke rumah Sandiego yang berada si pusat kota.


Tidak membutuhkan waktu lama, rombongan Alexa pun memasuki halaman luas mansion Alexander.


Mereka di sambut oleh beberapa maid yang memang sudah di siapkan oleh Devano Alexander selaku tuan rumah.


"Selamat datang di mansion keluarga Alexander." sambut Devano sambil tersenyum.


Mereka semua pun masuk ke dalam mansion mewah milik orang terkaya di London.


"Anak-anak, kalian boleh memilih kamarnya masing-masing." ucap Ayra yang di angguki oleh teman-teman sang putra.


"Kami biar jadi satu kamar saja tante." ucap Amel sambil menggandeng Diandra dan Meli yang di angguki oleh mereka


"Baiklah, kalian pilihlah sendiri mau kamar yang mana oke." balas Ayra yang di angguki oleh mereka bertiga


"Kami juga satu kamar saja mom." timpal Abimanyu yang di angguki oleh Ayra


Karena memang waktu yang sudah malam, mereka pun menuju ke kamar yang sudah di pilihnya masing-masing.


Ceklek


Alexa memasuki kamar diikuti sang suami di belakangnya.


Grep


"Apa kamu bahagia ?" tanya Diego sembari mengeratkan pelukannya di pinggang ramping sang istri dengan dagunya yang bertumpu di bahu sang istri


"Aku bahagia." jawabnya sambil memejamkan mata menikmati pelukan hangat sang suami.


Di baliknya tubuh sang istri agar menghadap ke arahnya.


Di tatapnya manik mata sang istri yang meneduhkan itu dengan mata tajamnya yang sudah sayu.


"I Love You my wife." ucap Diego


"I Love You more my husband." balas Alexa sambil tersenyum


Di raihnya dagu sang istri dan di kecupnya bibir ranum sang istri yang sudah menjadi candunya itu.


Diego pun beralih menekan tengkuk sang istri untuk memperdalam ciumannya.


Alexa mengalungkan tangannya di leher sang suami untuk memposisikan diri senyaman mungkin dengan ciuman sang suami.


Di rasa sang istri sudah hampir kehabisan nafas, Diego pun melepaskan ciumannya dan beralih menempelkan keningnnya ke kening sang istri dengan nafas keduanya yang terengah-engah.


Diego pun mengusap bibir sang istri yang basah akibat ulahnya itu sambil tersenyum yang di balas senyuman manis oleh sang istri.


"Kita lanjut." bisik Diego yang di angguki oleh sang istri


Diego pun langsung menggendong sang istri ala bridal style yang reflek Alexa pun langsung mengalungkan tangannya di leher sang suami.

__ADS_1


Di letakkannya sang istri di atas ranjang empuknya secara perlahan, Diego pun langsung naik dan menindih sang istri.


Di kecupnya kening sang istri turun ke kedua mata, pipi dan berakhir di bibir ranum sang istri.


Ciuman panas pun berlangsung cukup lama.


"Kita mulai ." bisik Diego dengan tatapan mata yang sudah sangat sayu karena menahan hasrat yang sudah memuncak.


Alexa hanya mampu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Diego pun tersenyum sebelum melancarkan aksinya.


Pergulatan panas pun terjadi di hari spesial mereka.


Esok harinya nampak di kediaman Alexander sudah ramai di meja makan untuk sarapan pagi bersama.


Mereka pun menyantap sarapannya dengan di selingi obrolan ringan.


"Hari ini kamu ada kuliah Al ?" tanya Amel kepada sang sahabat


"Iya Mel, kenapa ?" tanya balik Alexa


"Tidak apa Al." jawab Amel sambil tersenyum


"Hanya satu mapel, jadi nanti kita bisa jalan-jalan." balas Alexa yang di angguki oleh Amel


"Memangnya kalian mau jalan kemana ?" Abimanyu menimpali


"Gimana kalau ke danau yang tempo hari itu dek." usul Abimanyu yang langsung membuat Alexa menoleh ke arah sang bunda


Delia yang seakan mengerti arti tatapan sang putri pun mengangguk mengiyakan.


"Oke." jawab singkat Alexa


Mereka pun melanjutkan kembali acara makannya.


Selesai sarapan Alexa, Diego, Alaska dan Meli pun berpamitan untuk pergi ke kampus.


"Lexa berangkat ya bun." pamit Alexa yang di angguki oleh sang bunda.


"Hati-hati." pesan Delia sambil mengusap sayang kepala sang putri.


Delia pun menatap kepergian sang putri sampai tak nampak lagi.


"Ada apa ?" tanya Aditya sembari merangkul bahu sang istri yang sontak membuat Delia langsung menoleh ke arah sang suami.


"Entahlah kak,semoga ini hanya perasaanku saja." jawab Delia yang langsung membuat Aditya membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Percayalah semua akan baik-baik saja,putri kita bukanlah orang yang lemah." ucap Aditya meski tak di pungkiri dia pun menjadi kepikiran dengan sang putri.


"Berjanjilah pada ayah nak, kamu akan baik-baik saja apapun yang terjadi nanti." batin Aditya

__ADS_1


Sementara Daniel yang mendengar pembicaraan putri dan menantunya pun langsung pergi ke halaman belakang.


"Jordy." ucap Daniel begitu telponnya tersambung


"Ya tuan." jawab Jordy


"Awasi terus cucuku dan pastikan dia baik-baik saja, jangan lengah." perintah Daniel


"Baik tuan, saya pastikan nona muda akan baik-baik saja." balas Jordy


Daniel pun langsung memutuskan sambungan telponnya begitu mendengar jawaban Jordy.


"Siapapun kamu yang ingin mengganggu cucuku, maka kamu akan berurusan denganku." gumam Daniel sambil meremat ponsel yang di genggamnya


"Ayah." panggil Delia dari belakang Daniel


"Iya nak." jawab Daniel sambil menoleh ke arah sang putri


"Ayah, tolong tingkatkan keamanan untuk Alexa, perasaan Delia tidak enak ayah." ucap Delia yang langsung memeluk sang ayah


"Iya nak, ayah sudah meminta Jordy untuk jangan lengah dalam mengawasi Alexa, percayalah Alexa akan baik-baik saja, ada Sandiego di sampingnya." balas Daniel sambil mengusap punggung sang putri menyalurkan ketenangan.


"Iya ayah." Delia mengeratkan pelukannya terhadap sang ayah.


Setelah merasa sedikit tenang, Delia dan Daniel pun masuk ke dalam mansion karena tidak ingin yang lain curiga.


Nampak di ruang keluarga anak-anak tengah berkumpul sembari menonton televisi.


"Bunda, kalau dari sini ke danau jauh ga ?" tanya Abimanyu begitu melihat Delia masuk ke ruang tengah


"Memangnya kenapa Bi ?" tanya Delia sembari mendudukkan dirinya di samping Abimanyu


"Tidak apa bun, pengen tau aja soalnya dulu kalau dari hotel tempat Abi dan ayah menginap cukup jauh, dan lebih dekat dari apartemen adek katanya." jawab Abimanyu


"Kalau dari sini cukup jauh Bi, jadi tunggulah sampai Alexa dan yang lain selesai kuliah ya baru kita kesana sama-sama." balas Delia yang di angguki oleh Abimanyu


"Baik bunda." jawabnya


"Ya sudah, kalian lanjutkan saja bunda mau ke belakang dulu ya." ucap Delia sembari beranjak dan berlalu ke dapur.


Di dapur


Nampak Delia tengah berkutat untuk membuat puding dan kue.


"Del." panggil Ayra yang membuat Delia langsung menoleh


"Iya kak." jawab Delia sambil tersenyum


"Aku bantu ya." tawar Ayra yang di angguki oleh Delia


Delia dan Ayra pun saling ngobrol sembari membuat puding dan kue, di susul Lintang yang juga ikut membantu.

__ADS_1


"Semoga hanya perasaanku saja ya Tuhan." batin Delia di sela memasaknya sambil menghela nafasnya pelan.


__ADS_2