Alexandria

Alexandria
Bab. 150. Delay


__ADS_3

Beberapa menit kemudian kedua mobil itu sudah memasuki lokasi bandara Frankfurt. Gerrit langsung menghentikan mobilnya di tempat menurunkan penumpang di tempat pemberangkatan penumpang.


“Kalian turun dulu, aku parkir mobil nanti aku akan ke sini lagi. Kasihan kalian kalau aku langsung ke tempat parkir harus jalan kaki.” ucap Gerrit sambil menoleh ke arah Alexandria.


Alexandria dan Nyonya William pun paham, sang pengawal pun langsung gerak cepat membuka pintu dan berjalan menuju ke bagasi mobil untuk mengeluarkan barang barang mereka.


Bersamaan itu pula mobil Edwind pun berhenti di belakang mobil Gerrit. Vadeo dan pengawalnya pun segera turun dari mobil yang juga mengeluarkan koper koper mereka. Setelah semua diturunkan kedua mobil itu segera berlalu untuk menuju ke tempat parkir.


Tampak kedua pengawal itu sibuk mengatur koper koper pada dua troli besar. Vadeo pun terlihat membantu mereka sekalian latihan otot biseps, begitu batinnya.


“Kak tunggu dulu Gerrit mau ke sini lagi, jangan masuk ruang cek in dulu.” ucap Alexandria sambil menggandeng tangan Vadeo dengan mesra, setelah semua koper sudah rapi berada di dua troli besar yang sudah siap didorong oleh kedua pengawal.


“Apa kalian berdua belum puas bercerita masa lalu hmmm siapa sahabat kecilmu yang laki laki itu...” ucap Vadeo sambil memeluk pundak Alexandria sedangkan Nyonya William terlihat berdiri tidak jauh dari pengawalnya dengan pandangan mata mencari mencari apa ada barang di outlet yang bisa dibelinya.


“Oh iya sampai lupa, Gerrit mau minta kontak nomor hand phone Sean. Sean namanya Kak.” ucap Alexandria sambil tangannya sibuk membuka ransel kecilnya untuk mengambil hand phone nya.


“Macam diingatkan saja.” ucap Vadeo sambil memencet hidung mancung Alexandria dan Alexandria pun hanya bisa mengaduh manja sebab kedua tangannya sedang sibuk dengan layar hand phone nya.


Beberapa menit kemudian terlihat Gerrit dan Edwind tampak berlari lari kecil mendatangi mereka.


“Sorry sudah menunggu.” ucap Gerrit saat sudah berada di dekat mereka.


“Gerrit sudah aku kirim nomor kontak Sean ke hand phone mu.” ucap Alexandria sambil tersenyum.

__ADS_1


“Okey terima kasih Alexa, nanti Aku hubungi dia kalau waktu libur kita adakan reuni ke Bali ya? Aku suka itu.” ucap Gerrit sambil tersenyum, Vadeo yang mendengar langsung melotot ke arah Gerrit. Sedangkan Alexandria dan Edwind hanya tersenyum melihat ekspresi Vadeo yang cemburu.


“Ayo kita masuk ke ruang cek in. Sudah tidak ada lagi hal penting yang perlu dibahas.” ucap Vadeo kemudian dan menggandeng tangan Alexandria. Alexandria pun izin sebentar untuk say good bye pada Gerrit dan Edwind, demikian juga Nyonya William.


Tampak Alexandria maupun Gerrit terasa berat untuk melepas pelukan mereka. Namun akhirnya mau tak mau Alexandria harus melepas pelukannya karena pundaknya sudah ditarik lembut oleh Vadeo. Mereka semua pun masuk ke dalam ruang cek in. Gerrit dan Edwind masih berdiri sambil menatap mereka semua. Tangan Gerrit terus saja melambai lambai untuk Alexandria dan Nyonya William.


Setelah melalui rangkaian prosedur dan proses akhirnya mereka masuk ke dalam pesawat. Kali ini tidak ada drama tukar tempat dan rebutan tempat duduk di samping Alexandria.


Waktu terus berlalu, sementara itu di belahan dunia lainnya di benua Asia tepatnya di negeri Indonesia. Dengan segala cara upaya, akhirnya Dealova dijemput oleh Tuan William di sekolahnya jam sepuluh tepat.


“Non apa ada acara keluarga kok sudah izin mau pulang?” tanya Pak Satpam saat Dealova sudah berdiri cantik di dekat pintu gerbang ditemani oleh Amara.


“Iya Pak Satpam yang kumisnya melintang di sepanjang jalan kenangan.” jawab Dealova sambil tersenyum lebar namun spontan pinggangnya disikut oleh Amara.


“Iya Non.” ucap Pak Satpam sambil tersenyum karena sudah biasa bercanda dengan Dealova.


Tidak lama kemudian di depan pintu gerbang sudah berhenti mobil milik Tuan William, pak satpam pun segera membukakan pintu gerbang.


“Terima kasih Pak Satpam.... “ teriak Dealova dan Amara sambil berjalan cepat lalu membuka pintu mobil.


“Katanya guru rapat kok cuma kalian berdua yang berdiri di pintu gerbang. “ ucap Tuan Willam saat Dealova sudah duduk du sampingnya.


“Ya rapat Pa, tapi entah rapatnya kapan...” ucap Dealova dengan suara cemprengnya. Tuan William yang mendengar ucapan Dealova langsung matanya melotot dan menjewer telinga Dealova. Dan Dealova pun hanya tertawa sambil kepalanya bergerak mengikuti tarikan tangan Papanya agar tidak terasa sakit telinga yang di jeweran oleh Papanya.

__ADS_1


Amara yang duduk di jok belakang nya Dealova pun ikut tersenyum melihat tingkah Dealova. Tuan William lalu menjalankan mobilnya menuju ke bandara untuk menjemput anak istrinya.


Beberapa waktu mobil sudah memasuki lokasi bandara. Tuan William segera melajukan mobil menuju ke tempat parkir. Setelah mobil sudah berhenti Dealova segera membuka pintu mobil dan juga membantu membukakan pintu belakang untuk mengajak Amara agar segera turun. Dan selanjutnya mereka berdua dengan langkah lincahnya segera berjalan meninggalkan tempat parkir. Tuan William hanya bisa geleng geleng kepala lalu mengikuti langkah mereka.


Saat sudah sampai di tempat kedatangan penumpang sudah ada sosok Tuan dan Nyonya Jonathan yang akan menjemput Vadeo dan Alexandria.


“Mama... Papa Jo.....” teriak Dealova dengan suara cemprengnya sambil berlari mendatangi tempat duduk Tuan dan Nyonya Jonathan.


“Sayang ini kan jam sekolah kamu dengan siapa?” tanya Nyonya Jonathan sambil memeluk dan mencium pipi Dealova karena melihat Dealova yang memakai seragam sekolah dan belum melihat Tuan William.


“Sama Papa dan Amara.” jawab Dealova lalu menjabat tangan Tuan Jonathan, dan tidak lama kemudian Tuan William dan Amara pun muncul di depan mereka.


“Ternyata pesawat mereka delay karena cuaca buruk.” ucap Tuan Jonathan setelah menjabat tangan Tuan William.


“Kenapa Alexa dan Vadeo tidak memberi tahu.” ucap Tuan William lalu pandangan matanya tertuju pada layar informasi jadwal kedatangan pesawat. Matanya meneliti setiap baris demi baris tetapi tidak didapat informasi waktu kedatangan pesawat yang ditumpangi oleh orang orang tercinta. Yang ada informasi nomor penerbangan pesawat yang ditumpangi oleh orang orang tercinta delay.


“Jaringan ikut eror karena cuaca. Aku baru saja tanya pada petugas maskapai karena tidak menemukan jadwal kedatangan pesawat mereka.” ucap Tuan Jonathan dengan nada serius sekaligus kuatir.


“Dan kami masih menunggu informasi lebih lanjut.” ucap Tuan Jonathan selanjutnya.


Tuan William pun terlihat panik lalu dia berusaha menghubungi nomor hand phone Alexandria namun tetap tidak bisa terhubung dan juga menghubungi nomor hand phone istrinya akan tetapi hasilnya sama saja.


“Kita tunggu saja informasi dari maskapai.” ucap Tuan sambil menepuk pundak Tuan William dia bisa merasakan panik dan cemasnya calon besannya itu, karena dia pun merasakan hal yang sama.

__ADS_1


.....


__ADS_2