Alexandria

Alexandria
Ketakutan Sandiego


__ADS_3

Brakk


Diego menggebrak mejanya keras setelah melihat video dimana sang istri di serang sampai terluka.


"Aku akan benar-benar menghabisi kalian sampai terjadi sesuatu pada istriku." gumam Diego dengan sorot mata yang sangat tajam membuat Alaska yang berada di ruangannya bergidik ngeri.


"Dimana istriku sekarang As ?" tanya Diego yang sudah bisa mengendalikan emosinya


"Masih di kampus San." jawab Alaska


"Kita kesana." Diego langsung menyambar jas dan kunci mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan perusahaan diikuti Alaska di belakangnya.


Diego langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Alaska yang di belakangnya menggelengkan kepalanya.


"Sandi kalo uda marah serem banget ya." gumam Alaska sembari mengejar sang sahabat yang sudah melesat jauh.


Tidak membutuhkan waktu lama, Diego dan Alaska pun tiba di kampus secara bersamaan.


Diego langsung berlari menuju ke kelas IT tanpa menghiraukan tatapan para mahasiswa yang di lewatinya.


Hosh hosh hosh, nafas Diego terengah-engah karena baru saja berlari.


"Dimana Alexa ?" tanya Diego begitu sampai di kelas IT


"Di kantin sama Meli." jawab salah seorang mahasiswi di kelas IT


Diego langsung kembali berlari menuju ke kantin.


Diego menghentingkan langkahnya saat melihat sang istri yang tengah menikmati makan siangnya dengan lengan yang di perban.


"Sayang." panggilnya begitu sampai di meja sang istri membuat Alexa yang tengah makan langsung mendongak menatap sang suami sambil tersenyum manis.


Grep


Diego langsung menarik sang istri agar berdiri dan langsung memeluknya erat.


Alexa yang kaget pun hanya terdiam sebelum akhirnya membalas pelukan sang suami yang terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja kak." ucap Alexa sembari mengusap punggung sang suami membuat Diego langsung melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi sang istri.


"Aku takut sayang." ucap Diego dengan mata memerah menahan air mata.


"Tidak ada yang perlu di takutkan kak, aku sudah berjanji sama kakak bahwa aku akan baik-baik saja." balas Alexa sembari tersenyum "Sudah aku mau lanjut makan." lanjut Alexa sembari melepaskan tangan sang suami dari kedua pipinya dan kembali duduk untuk melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.


Diego pun mendudukkan dirinya di samping sang istri yang tengah menikmati makanannya.


Di raihnya rambut sang istri yang nampak terurai, dan di ikatnya rambut panjang sang istri dengan ikat rambut yang berada di pergelangan tangan sang istri agar tidak menganggu makannya.

__ADS_1


Alexa pun menoleh sambil tersenyum manis ke arah sang suami.


"Aaaaaaa." Alexa menyodorkan 1 sendok bakso ke depan mulut sang suami yang di terima dengan senang hati oleh Diego.


Sementara Alaska dan Meli hanya menatap mereka yang tengah menikmati kebersamaannya seakan dunia milik berdua.


"Mereka sangat manis." ucap Meli sambil tersenyum


"Iya, sebelum aku mengetahui bahwa Alexa adalah istri dari sahabat aku sendiri, aku sempat suka padanya." ucap Alaska sambil tersenyum membuat Meli, Alexa dan Diego langsung menatap ke arahnya.


"Kenapa ?" bingung Alaska yang di tatap oleh ketiganya.


"Coba kamu ulangi lagi." ucap Diego sambil menatap tajam sang sahabat


"Apanya ?" Alaska mengernyitkan alisnya semakin bingung


"Jadi kamu pernah menyukai Alexa ?" tanya Diego yang membuat Alaska langsung menegang di tempat


Glek


Alaska semakin menciut melihat tatapan tajam sang sahabat yang menghunus ke arahnya.


"I...itu kan dulu, sebelum aku mengetahui hubungan kalian, iya begitu." jawab Alaska sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Matilah aku, kenapa harus keceplosan si." batin Alaska merutuki kebodohannya


Meli yang mengerti maksud sang sahabat pun mengangguk mengerti.


"As, temani aku ke perpus ya." ucap Meli yang langsung di angguki oleh Alaska


"Ayo." Alaska dengan cepat menarik tangan sang kekasih untuk pergi dari kantin.


Setelah kepergian Alaska dan Meli, Diego pun mengajak sang istri untuk pulang.


Awalnya Alexa menolak karena masih ada 1 kelas lagi tapi karena sang suami memaksa, akhirnya Alexa pun menurut untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang hanya ada keheningan di dalam mobil karena keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


Alexa yang melihat sang suami terdiam pun lebih memilih untuk memainkan ponselnya.


Diego melirik sekilas ke arah sang istri yang tengah asyik memainkan ponselnya dan kembali fokus ke depan.


"Entah apa yang akan terjadi seandainya saja kamu sampai kenapa-kenapa sayang, mungkin aku bisa gila tanpamu." batin Diego sembari matanya fokus ke arah depan.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang di kendarai Diego pun memasuki basemant apartemennya.


Mereka pun segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke gedung apartemen untuk menuju ke unitnya.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan dengan Diego yang menggenggam erat tangan sang istri.


Ceklek


Sesampainya di apartemen, mereka langsung memasuki kamar untuk beristirahat.


"Istirahatlah sayang." bisik Diego sembari mengusap sayang kepala sang istri


Alexa hanya mengangguk mengiyakan daripada membantah yang berujung perdebatan.


Diego pun dengan setia menemani sang istri yang sudah terlelap dengan dia yang ikut membaringkan dirinya di sebelah sang istri.


Di peluknya sang istri dengan erat seakan takut kehilangan.


Diego pun akhirnya ikut terlelap karena lelah.


Kring kring kring


Alexa mwngerjapkan matanya saat mendengar ponselnya berdering.


Alexa pun memindahkan tangan sang suami secara perlahan dan meraih ponselnya di atas nakas.


"Opa Daniel." gumam Alexa sembari turun dari ranjang dan berlalu ke balkon


"Hallo Opa." sapa Alexa begitu menggeser tombol hijau nya


"Kamu baik-baik saja ?" khawatir Daniel dari seberang telpon.


"Tentu saja Opa, bahkan Opa baru saja mengganggu tidur siangku bersama kak Diego." jawab Alexa yang membuat sang Opa tertawa.


"Benarkah ? Maafkan Opa sayang, Opa hanya khawatir dengan keadaan kamu dan Opa belum tenang sebelum mendengar kabar darimu langsung." balas Daniel


"Iya Opa tidak apa-apa, Lexa baik-baik saja. Opa lupa bahwa darah Opa mengalir dalam tubuhku ?" ucap Alexa yang membuat Daniel menggelengkan kepalanya.


"Yayayaya darah Wijaya mengalir kental dalam aliran darahmu sehingga kamu tidak akan mudah untuk di remehkan." jawab Daniel


"Opa, apa bunda tau ?" tanya Alexa ragu


"Kamu meragukan kemampuan bundamu ?" tanya balik Daniel


"Opa...." rengek Alexa


"Baiklah sayang, Opa akan pastikan bundamu tidak akan langsung memenggal kepala Jessica." ucap Daniel


"Opa terbaik." ucap Alexa sambil tersenyum manis sembari memutuskan sambungan telponnya.


Alexa menatap lurus ke depan sambil memejamkan matanya menikmati udara sore di apartemennya.

__ADS_1


Sampai ada sepasang tangan yang memeluk erat pinggang rampingnya membuat Alexa membuka matanya dan menoleh ke arah samping untuk melirik sang suami.


__ADS_2