
Dealova pun segera menaruh hand phone nya di atas tempat tidur dan dia segera memilih gaun yang indah untuk acara makan malam di rumah Kakaknya. Dia tentu saja memilih gaun yang bagus bukan karena untuk menghadiri makan malamnya akan tetapi karena akan jalan dengan Richardo.
“Ini aja dech cantik dan elegan.” ucap Dealova setelah bingung memilih milih akhirnya pilihan pada gaun terusan model bawah lebar dengan warna merah maroon. Dealova segera memakai gaun itu dan melihat tampilannya pada cermin yang lebar. Dealova tersenyum, dia terlihat sangat cantik kulit putih mulusnya dibalut dengan gaun warna merah maroon.
Dia lalu memoles wajahnya dengan bedak tipis tipis dan selanjutnya memoles bibir nya dengan lips gloss.
“Dah ah gitu aja... “ ucap Dealova lalu menyisir rambutnya. Dan selanjutnya dia berjalan untuk mengambil hand phone nya. Dealova pun segera menghubungi Richardo untuk mengatakan kalau dirinya sudah siap.
Dealova menunggu Richardo di sofa yang ada di dalam kamar VIP nya itu. Beberapa saat kemudian hand phone Dealova terdengar ada suara notifikasi chat masuk. Dealova segera membuka aplikasi chat dan ada chat dari Richardo masuk, setelah dibuka dan dibaca informasi dari Richardo yang sudah berada di depan pintu.
“Kok tidak dengar langkah kakinya sih..” gumam Dealova sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu kamar.
“Apa dia tidak menginjak lantai kok sampai kupingku tidak mendengar langkah kakinya.” gumam Dealova dalam hati. Dealova lalu membuka pintu kamar dengan segera, pertama kali yang dia lihat adalah telapak kaki Richardo yang tertutup oleh sepatu.
“Padahal juga menginjak lantai.” ucap Dealova lalu dia menutup pintu kamarnya. Richardo yang mendengar ucapan Dealova mengeryitkan dahinya.
“Nona apa maksud Nona?” tanya Richardo sambil menatap wajah cantik Dealova.
“Aku kira Tuan Richardo tidak menginjak lantai kok aku tidak terengar langkah kaki tahu tahu sudah di depan pintu.” ucap Dealova sambil berjalan meninggalkan kamarnya.
“Kamar kedap suara Nona, tetapi kalau jendela kaca dibuka Nona akan mendengar suara yang ada di luar.” ucap Richardo dengan sopan.
“Aku hanya bercanda agar ada bahan omongan.” ucap Dealova sambil terus berjalan. Richardo pun hanya senyum dikulum dan terus berjalan di samping Dealova.
Mereka berdua pun terus berjalan menuju ke rumah Vadeo. Di sepanjang perjalanan Dealova banyak bertanya tentang tempat tempat yang bagus mana yang bisa dikunjungi di pulau Alexandria ini. Dan beberapa menit kemudian mereka pun sudah sampai di rumah Vadeo.
__ADS_1
“Nona sekarang sudah sampai, akan saya tunggu sampai pintu dibuka, lalu saya akan kembali ke guest house, sebab makan malam saya ada di sana.” ucap Richardo sambil berdiri di depan pintu rumah Vadeo.
“Terima kasih ya... ah aku panggil Kakak Richardo saja ya...” ucap Dealova. Dan sebelum Richardo menjawab pintu sudah terbuka dan muncul sosok Vadeo di depan mereka berdua.
“Kamu sekarang kembali ke guest house dan nanti tidak usah kamu jemput Dealova.” ucap Vadeo sambil menatap tajam ke arah Dealova dan Richardo. Richardo pun menganggukkan kepala dengan sopan dan segera membalikkan badannya untuk kembali ke guest house.
“Ayo masuk.” ucap Vadeo sambil wajah nya menoleh ke arah dalam rumah. Dealova pun langsung masuk dan Vadeo menutup pintu rumahnya rapat rapat.
“Terus aku nanti bagaimana balik ke guest house nya Kakak ipar, kan sudah gelap, tidak baik seorang gadis berjalan sendirian di dalam gelapnya malam.” ucap Dealova sambil terus berjalan ke dalam di samping Vadeo.
“Tidak baik juga seorang gadis berjalan malam malam dengan seorang pemuda.” ucap Vadeo, dia merasa bertanggung jawab untuk menjaga adiknya iparnya. Tidak mau nanti disalahkan oleh Tuan William.
“Terus aku nanti gimana? Tidur di sini?” tanya Dealova dengan suara cemprengnya dan Vadeo hanya diam saja sambil terus melangkah menuju ke teras belakang. Dan Dealova pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Kakak iparnya.
Sesampai di teras belakang Nyonya William dan Nyonya Jonathan sudah duduk di atas karpet, Alexandria pun juga sudah duduk di antara mereka berdua.
“Kamu cantik sekali Deal pasti memburu coker.” ucap Nyonya William sambil menatap tajam ke arah Dealova.
“Awas kamu kalau keterlaluan, aku suruh kamu tidur di sini saja. Di depan masih ada kamar.” ucap Nyonya William selanjutnya
“Ma.. jangan dong, aku ga keterlaluan lihat aku pakai baju sopan dan tidak dandan. Hanya jalan dan omong omong tidak pegang pegang.” ucap Dealova dengan wajah memelas menatap Sang Mama
“Aku kira Eveline yang mengantarmu Deal, pasti kamu yang minta Richardo mengantarmu.” ucap Alexandria sambil menatap Dealova
“He... he... iya Kak.” ucap Dealova sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Makan malam di teras belakang pun berjalan tanpa hambatan. Dan setelah acara makan selesai mereka ngobrol ngobrol santai.
“O ya Kak, mumpung aku ingat tidak lupa, kalau aku lupa pasti Kak Ixora akan ngomel ngomel.” ucap Dealova selanjutnya sambil menatap Alexandria.
“Ada apa dengan Ixora?” tanya Alexandria
“Kak Ixora sudah membaca catatan Kak Alexa, dia bertanya kok di halaman empat Kak Alexa tidak mengonsumsi obat dan vitamin dari Dokter apa itu salah tulis atau bagaimana.” ucap Dealova dengan nada serius dan masih dengan suara cemprengnya.
Mendengar ucapan Dealova, Nyonya William, Nyonya Jonathan dan Vadeo menatap tajam ke arah Alexandria. Mereka bertiga terlihat kaget saat mendengar kalimat Alexandria tidak mengonsumsi obat dan vitamin dari Dokter.
“Al, bagaimana sih kok kamu tidak mengonsumsi obat dan vitamin dari Dokter?” tanya Nyonya William dengan nada cemas.
“Iya Ma, setelah aku baca buku dari Ixora itu.. Alexa terus mencoba memakai yang alami, aku konsultasi sama therapis katanya juga bagus buat kasus ku dengan mengonsumsi yang alami.” jawab Alexandria
“Dan dari Dokter Loly pun juga mengatakan kondisiku pun membaik hingga suntik hormon dikurangi. Itu semakin meyakinkan buat aku jika perlakuan dengan mengkonsumsi yang alami cocok buat aku.” Ucap Alexandria selanjutnya
“Dan buktinya aku sekarang sudah hamil.” ucap Alexandria sambil tersenyum dan mengelus elus perutnya.
“Aku tahu kalau kamu meminum resep dari buku Ixora. Tapi aku tidak tahu kalau kamu tidak mengkonsumsi obat dan vitamin dari Dokter. “ ucap Vadeo sambil menatap Alexandria dengan tajam.
“Dokter pimpinan tim apa tahu hal ini?” tanya Vadeo selanjutnya pada Alexandria
“Sepertinya tidak, tapi entah kalau sang therapis cerita ke Dokter pimpinan tim.” jawab Alexandria
“Terus obat dan vitamin kamu buang?” tanya Vadeo kepo sambil masih menatap wajah istrinya.
__ADS_1
...