Alexandria

Alexandria
Bab. 209.


__ADS_3

Nyonya William dan Dealova terus berjalan menuju ke ruang depan. Dan beberapa saat kemudian mereka berdua sudah di depan pintu itu.


“Langsung masuk kamar, dikunci dan segera tidur. Besok pagi ke sini sendiri tidak usah diantar antar. Cuma dekat hari terang kan tidak perlu takut.” ucap Nyonya William sambil membuka kunci pintu.


“Kalau aku diculik bagaimana Ma..” ucap Dealova dengan ekspresi wajah memelas


“Monyet kecil kecil itu yang akan menculik kamu...” ucap Nyonya William sambil membuka daun pintu. Tadi saat ngobrol ngobrol sang pelayan bercerita kalau kadang kadang ada monyet kecil kecil datang ke lokasi sekitar guest house dan sekitar rumah.


Dan saat pintu sudah terbuka lebar.


“Selamat malam Nyonya dan Nona..” sapa Eveline dan Dokter Loly.


“Selamat malam.” ucap Nyonya William dan Dealova.


“Nyonya selamat datang ya.. dan selamat atas kehamilan Nona Alexandria. “ ucap Dokter Loly dengan ramah sambil mengulurkan tangannya. Dia pikir tidak apa apa lah untuk mencari muka pada Nyonya William lebih dulu, nanti kan Nyonya William akan bercerita pada Nyonya Jonathan.


“Terima kasih Dok.” ucap Nyonya William sambil mengulurkan tangannya untuk menerima telapak tangan Dokter Loly dan mereka pun berjabat tangan.


“Saya selaku Dokter yang menangani kesembuhan alat reproduksi Nona Alexandria teramat sangat senang dengan kehamilan Nona Alexa.” ucap Dokter Loly dan tidak segera melepas jabat tangannya.


“Saran, nasehat, obat, vitamin dan suntikan yang telah saya berikan pada Nona Alexandria sudah membuat program hamil Nona Alexandria berhasil dengan cepat.” ucap Dokter Loly lagi dan masih memegang telapak tangan Nyonya William.


“Iya Dok, terima kasih...” ucap Nyonya William sambil berusaha melepas tangannya.


“Tapi kan...” saut Dealova dan Nyonya William menginjak telapak kaki Dealova sebagai kode agar tidak melanjutkan kalimatnya.


“Ma... sakit....” teriak Dealova


“Sudah cepat sana ke guest house, keburu malam. Nanti monyet besar datang.” ucap Nyonya William yang kini sudah terlepas tangannya dari jabat tangan Dokter Loly.

__ADS_1


“Mari Nona.” ucap Eveline sambil menatap wajah Dealova. Dealova pun segera melangkah keluar dari pintu. Sementara Dokter Loly masih terlihat enggan untuk beranjak. Dia masih berharap berlama lama agar Nyonya Jonathan dan Vadeo ikut keluar.


“Kita belum mengucapkan selamat pada Nyonya Jonathan.” ucap Dokter Loly sambil menatap Eveline.


“Nanti saya sampaikan Dok.” ucap Nyonya William sambil menatap tajam ke arah Dokter Loly.


“Ayo Dok, besok juga masih ada hari. Kasihan Nona Dealova dan Nyonya William akan segera beristirahat.” ucap Eveline sambil menarik tangan Dokter Loly. Nyonya William terlihat menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang diucapkan oleh Eveline dan juga sebagai kode agar mereka bertiga untuk segera menuju ke guest house.


Mau tak mau Dokter Loly pun segera membalikkan badannya, karena tarikan tangan dari Eveline semakin keras bahkan tangannya sampai terasa sakit.


Setelah mereka bertiga melangkah meninggalkan rumah Vadeo, Nyonya William segera menutup pintu dan mengunci pintunya rapat rapat.


“Hmmm Dokter itu kenapa ya, kok seperti nya ingin sekali dinilai dia yang berperan dalam keberhasilan program hamil Alexandria.” gumam Nyonya William sambil melangkah ke dalam.


“Begitu ingin juga bertemu dengan Nyonya Jonathan, apa dia ingin bertemu dengan Vadeo. Sejak awal aku sudah tidak sreg dengan adanya tiga perempuan cantik ikut ke sini.” gumam Nyonya William sambil terus melangkah.


“Hmmm nanti saja, aku tanya tanya pada Alexandria dan juga ibu pelayan, bagaimana tingkah mereka bertiga di sini.” gumam Nyonya William lagi, dan kini langkah dia sudah sampai di taman in door dia akan melangkah ke dapur untuk melanjutkan membantu di dapur. Akan tetapi dia berpapasan dengan Nyonya Jonathan.


“Sudah ingin mengelus elus cucuku..” ucap Nyonya Jonathan selanjutnya.


“Cucu kita he... he...” ucap Nyonya William meralat kalimat Nyonya Jonathan


“Iya.. iya maaf cucu kita.” ucap Nyonya Jonathan sambil tersenyum. Mereka berdua segera berjalan dan seterusnya menaiki anak tangga untuk menuju lantai atas.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di depan kamar Vadeo dan Alexandria. Nyonya Jonathan segera memutar handel pintu dan segera mendorong daun pintu itu. Saat daun pintu terbuka, terlihat kamar terlihat rapi dan beraroma wangi, akan tetapi tidak ada sosok Vadeo dan Alexandria.


“Di mana mereka berdua?” gumam Nyonya Jonathan sambil melangkah masuk.


“Di kamar mandi mungkin.” ucap Nyonya William juga melangkah masuk sambil menutup pintu.

__ADS_1


“Mungkin mereka melakukan lebih awal dan di kamar mandi karena ada kita yang akan tidur di sini.” ucap Nyonya William selanjutnya yang paham akan kebutuhan pasangan muda itu.


“Ha... ha... ha... mungkin..” ucap Nyonya Jonathan sambil tertawa.


“Ayo kita intip mereka.” ajak Nyonya William sambil melangkah menuju ke arah letak kamar mandi.


“Aku penasaran apa ilmu yang aku ajarkan diterapkan Alexandria he... he...” ucap Nyonya William sambil terkekeh. Nyonya Jonathan pun akhirnya juga ikut kepo, dia pun mengikuti langkah kaki sang besan.


Terlihat Nyonya William mengintip dari lobang kunci pintu yang sangat kecil itu.


“Tidak terlihat..” gumam Nyonya William


“Aku kok juga tidak dengar apa apa ya..” ucap Nyonya Jonathan sambil menempelkan telinganya di daun pintu.


“Coba gantian aku yang mengintip.” pinta Nyonya Jonathan sambil menepuk nepuk pelan pundak Nyonya William.


“Sebentar..” ucap Nyonya William yang pantang menyerah karena belum berhasil melihat sosok Alexandria dan Vadeo dari lobang kunci pintu.


“Jangan jangan Mama William sudah melihat.” gumam Nyonya Jonathan.


“Belum masih berusaha mencari sambil menyipit nyipit mataku agar fokus tapi gagal lihat.” ucap Nyonya William.


Sementara itu, Vadeo dan Alexandria mendengar suara kedua Mamanya meskipun kedua orang itu bicara dengan pelan pelan cenderung berbisik bisik.


“Apa apa Mama..” ucap Vadeo yang sedang menikmati angin malam bersama Alexandria di balkon. Vadeo lalu membuka pintu balkon.


“Mama kalau mau masuk kamar mandi langsung saja buka pintunya Ma...” ucap Vadeo yang mengagetkan kedua Mama Mama itu.


“Haduh kamu itu bikin kaget saja, aku kira ada monyet besar datang.” ucap Nyonya William yang kaget langsung menegakkan tubuhnya sambil memegang dadanya. Nyonya Jonathan pun juga terlihat kaget sambil memandang Vadeo.

__ADS_1


“Aku yang tampan, ganteng dan keren seperti ini kok dikira monyet besar.” Ucap Vadeo dan Alexandria pun kini juga sudah berdiri di samping suami nya.


“Iya iya aku akan masuk ke dalam kamar mandi, tadi berebut dengan Mama Jo, siapa yang lebih dulu masuk.” ucap Nyonya William lalu segera membuka pintu kamar mandi sambil tersenyum dalam hati.


__ADS_2