
Sementara itu di rumah Vadeo. Mereka berenam masih sibuk membicarakan Dokter Loly meskioun mereka terpisah menjadi dua kelompok. Malah seperti ada dua kelompok diskusi saja. Tiga orang berada di dapur untuk menyiapkan makan siang. Tiga orang berada di teras.
Vadeo, Alexandria dan Dealova yang berada di teras belakang mereka sudah membersihkan tempat itu yang nanti akan digunakan untuk makan siang. Kini mereka bertiga duduk duduk santai di atas karpet.
Vadeo sudah mendapat kabar dari Pak Dokter kalau Dokter Loly sudah dikeluarkan dari Tim, dan beliau sedang melaporkan kejahatan Dokter Loly pada pihak pimpinan rumah sakit.
“Kak... Aku nanti tidur sini ya...” ucap Dealova dengan nada dan ekspresi wajah takut, sambil jari jarinya memijit mijit kaki Alexandria.
“Aku takut nanti kalau Dokter Loly menyandera aku, agar dia dibebaskan dari segala tuntutan dan kesalahannya.” ucap Dealova selanjutnya sambil terus memijit mijit kaki Alexandria. Alexandria dan Vadeo terlihat masih diam saja, mereka berdua sedang berpikir bagaimana caranya memulangkan Dokter Loly.
“Kak... aku tidur dengan Ibu pelayan ga apa apa dech... kalau kamar depan buat tidur Kak Deo.” ucap Dealova lagi.
“Tidak akan aku ijinkan dia menginjakkan jet pribadi ku lagi.” ucap Vadeo tanpa menghiraukan ucapan Dealova sebab Vadeo dan Alexandria masih memikirkan cara memulangkan Dokter Loly.
“Terus bagaimana dia bisa pulang Kak. Kalau cuma untuk makan dan tidur biarlah kita beri gratis sampai dia bisa pulang.” ucap Alexandria
“Apa dia disuruh buat perahu sampan dulu saja Kak, nanti kan lama lama bisa ketemu kapal yang lewat.” ucap Dealova yang juga ikut berpikir keras
“Kalau disuruh renang paling dia baru renang dua meter sudah balik lagi, pura pura terdampar.” ucap Dealova lagi.
“Biar dia ikut kapal barang kalau kapal itu sudah datang mengantar barang barang pesanan kita.” ucap Vadeo selanjutnya
__ADS_1
“Kapan itu datangnya Kak?” tanya Alexandria dan Dealova secara bersamaan
“Satu minggu lagi.” jawab Vadeo
“Yaccchhh aku sudah pulang dong. Satu minggu lagi ikan sudah habis hiburku. Aku tidak bisa lihat Dokter itu pergi dari sini.” ucap Dealova yang masih terus memijit mijit kaki Alexandria.
“Berarti kamu pulang sendiri renang atau ikut kapal barang dengan Dokter Loly itu. Mama masih tinggal lama di sini.” ucap Vadeo sambil menatap Dealova tanpa tersenyum.
“Aku sudah tahu rencana Mama. Mama William pulang lebih dulu sama aku, dan Mama Jo pulang belakangan sampai menunggu kandungan Kak Alexa besar dan nanti pulang bersama sama, Kak Alexa harus melahirkan di pulau Jawa.” ucap Dealova sambil tersenyum lebar.
“Kakak Ipar tadi kan berpikir karena tidak mau Dokter Loly ikut pesawat dengan aku dan Mama saat pulang kan...” ucap Dealova lagi masih dengan senyuman.
Dan waktu pun terus berlalu hingga sudah satu minggu setelah pemanggilan Dokter Loly oleh Dokter pimpinan tim. Dan selama satu minggu Dokter Loly masih diperbolehkan tinggal dan makan gratis hingga menunggu kapal barang datang.
Di dalam ruang kerjanya Vadeo menghubungi sopir truk yang mengantar barang barang pesanannya.
“Aku sudah hubungi pihak kapal nanti ada satu orang yang ikut kapal.” ucap Vadeo pada sopir truk yang sedang beristirahat di dalam perjalanan mengantar barang. Dia dan kenek istirahat untuk merokok sebab jika sudah memasuki kawasan pemukiman sudah tidak diijinkan untuk merokok.
“Baik Tuan, saya juga sudah dipesan untuk membawa serta orang itu ikut truk saya.” ucap sopir truk
“Tapi Tuan kapal sangat bau nanti juga akan mengambil sapi dari pulau sebelah untuk dibawa ke Jawa.” ucap sopir truk yang sudah tahu setelah kapal menurunkan barang barang Vadeo, kapal langsung menuju ke pulau sebelah untuk mengambil sapi sapi Setelah mengambil sapi sapi, kapal kembali lagi ke pulau Alexandria untuk menjemput truk dan sopirnya.
__ADS_1
“Tak apa, syukurlah kalau kamu sudah tahu. Kamu tunggu dia nanti.” ucap Vadeo lalu menutup sambungan teleponnya. Vadeo pun segera keluar dari ruang kerjanya untuk menuju ke lantai bawah.
Beberapa saat kemudian truk yang membawa barang pun sudah datang dan segera menuju ke gudang logistik. Sebagian barang sudah ditaruh di gudang logistik di dekat villa pantai.
“Nyonya, Pak satpam sudah nelpon katanya truk nya sudah datang. Mari kita bersiap siap.” ucap sang pelayan pada Nyonya William dan Nyonya Jonathan.
“Ayo cepat kita bawa bekal kita ke dalam mobil.” ucap Nyonya Jonathan dan sang pelayan pun segera membawa kotak kotak makanan akan dibawa masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke pantai. Mereka ingin melihat bagaimana Dokter Loly masuk ke kapal barang.
Dealova pun juga dengan semangat membantu sang pelayan. Sedangkan Vadeo dan Alexandria hanya duduk di sofa ruang tengah sambil melihat kehebohan empat orang perempuan itu. Vadeo dan Alexandria tidak ikut, mereka berdua akan tinggal di rumah saja. Eveline dan Richardo pun juga turut serta mengantar empat perempuan itu.
Sementara itu di guest house, Dokter Loly sudah diberi tahu oleh pelayan guest house agar segera keluar dari kamar karena sudah ditunggu oleh sopir truk.
Dokter Loly berjalan keluar kamar sambil menarik kopernya. Tidak ada orang yang mengucapkan selamat jalan. Sang Therapis teman dekatnya pun malah tertidur karena capek habis menerapi Alexandria.
Dokter Loly terus melangkah sambil menundukkan kepalanya. Dia berjalan menuju ke gudang logistik tempat mobil truk terparkir.
“Silahkan naik Nona kita bertiga di depan, kalau tidak mau bertiga ya Nona yang naik ke bak belakang.” ucap kernet alias asisten sopir saat Dokter Loly sudah berada di dekat mobil truk.
“Aku harus duduk berbagi jok dengan kamu?” tanya Dokter Loly dengan sinis dan nada meremehkan pada kernet sopir truk itu karena penampilan kucel dan kumal akibat perjalanan jauh dan tidak mandi. Bagi kenek itu tidak mandi tidak masalah yang penting makan kenyang dan dompet tebal.
“Kalau Nona tidak mau ya silahkan ke bak belakang. Loncat sana.” teriak sang kenek lalu dia membuka pintu dan segera loncat naik ke dalam.
__ADS_1
Dokter Loly pun mau Tak mau ikut naik dan duduk bertiga bersama sopir dan kenek mobil truk itu. Ekspresi wajah Dokter Loly sulit dikatakan, karena dia menahan bau yang tidak sedap di dalam mobil truk itu, antara bau asap rokok, bau keringat, bau rambut kepala yang berhari hari belum dicuci ditambah bau mulut saat pak sopir dan pak kenek berbicara dengan keras keras. Dokter Loly benar benar tidak menyangka nasibnya akan seperti ini.