Alexandria

Alexandria
Bab. 225


__ADS_3

“Pak cepat bawa mobilnya, mungkin ketuban sudah mulai keluar.” ucap Nyonya Jonathan tampak kuatir, Vadeo dan Alexandria pun tidak kalah kuatirrnya.


Mobil pun terus melaju menuju ke rumah sakit. Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah sakit. Terlihat pak sopir dengan sigap langsung membuka pintu mobil dan langsung berlari untuk mengambil brankar. Vadeo dan Nyonya Jonathan pun membuka pintu mobil.


Mereka membantu Alexandria untuk keluar dari mobil. Dan sesaat kemudian pak sopir sudah datang dengan membawa brankar bersama para perawat rumah sakit. Alexandria pun dibaringkan di atas brankar dan segera di bawa masuk ke dalam.


Vadeo segera menuju ke tempat pendaftaran.


“Langsung dibawa ke ruang periksa Tuan, saya segera menghubungi Dokter yang menangani Nyonya Alexandria.” ucap petugas pendaftaran setelah melihat kartu Alexandria.


Mereka terus membawa Alexandria ke ruang periksa.


Dan beberapa saat kemudian,


“Sudah pembukaan lima, langsung ke ruang persalinan saja.” ucap sang dokter jaga.


Alexandria pun langsung dibawa ke ruang persalinan. Brankar di dorong oleh perawat. Vadeo berjalan di samping brankar tangannya ikut juga mendorong. Sementara Nyonya Jonathan ikut berjalan di belakang sambil membawa travel bag berisi perlengkapan Alexandria dan baby twins.


Beberapa saat kemudian mereka sudah berada di depan ruang persalinan. Perawat langsung membawa masuk brankar Alexandria.


“Tuan silahkan ikut masuk. Nyonya menunggu di luar saja.” ucap Perawat sambil menoleh menatap Nyonya Jonathan. Dan tidak lama kemudian Ibu Dokter yang menangani Alexandria pun terlihat berjalan tergopoh gopoh bersama tim nya menuju ke ruang persalinan tempat Alexandria berada.


Nyonya Jonathan duduk di kursi tunggu dengan cemas.


“Aku lupa tidak membawa hand phone. Vadeo pasti juga tidak membawa hand phone aku tidak bisa menghubungi keluarga William. “ gumam Nyonya Jonathan.


Dan tiba tiba, dia merasakan dingin dingin semriwing siwir siwir (ah bahasa apa ini) di tubuh bagian bawahnya.

__ADS_1


“Haduh aku juga lupa tidak memakai celana dhalem, gara gara tergesa gesa.” gumam Nyonya Jonathan dalam hati lalu dia membungkuk membuka travel bag untuk mencari cari celana dhalem Alexandria, akan dia pakai satu milik Alexandria dari pada masuk angin nanti. Setelah mendapatkan Nyonya Jonathan pun segera menuju ke toilet.


Beberapa menit kemudian tampak Tuan Jonathan dan keluarga William berjalan menuju ke arah ruang persalinan.


“Bagaimana Alexandria?” tanya Tuan Jonathan, Tuan William dan Nyonya William secara bersamaan. Sementara Ixora dan Dealova pandangan matanya tertuju pada pintu ruang persalinan.


“Baru proses, tadi masuk sudah pembukaan lima.” ucap Nyonya Jonathan yang kini sudah memakai celana sang menantu.


Sementara itu di dalam ruang persalinan. Vadeo terlihat sangat cemas dan acak acakan sebab menjadi sasaran Alexandria untuk menahan rasa sakit.


“Dok bagaimana?” tanya Vadeo pada Dokter. Dokter hanya menjawab dengan senyum dan anggukan pertanda semua baik.


“Sudah Nona sekarang boleh mengejan.” ucap Dokter yang sejak tadi memberi arahan pada Alexandria. Dan Alexandria pun mengejan sesuai arahan Dokter.


Dan....


“Sayang... baru satu.” ucap Vadeo saat Dokter pengambil satu anaknya dan lalu diserahkan pada perawat.


“Sabar Tuan.” ucap Dokter


Alexandria beristirahat mengambil nafas dalam dalam, mengumpulkan tenaga untuk mengejan kedua nya. Vadeo mengusap keringat yang keluar di dahi Alexandria.


Terlihat Dokter memeriksa posisi anak kedua Alexandria. Dan beberapa menit kemudian.


“Nona silahkan mengejan lagi.” ucap Dokter setelah bayi kedua pun sudah siap keluar. Dan Alexandria pun mulai mengejan lagi, Vadeo yang tidak tega melihat istrinya pun juga ikut ikut mengejan.


Dan...

__ADS_1


“Oweeeekkkk.... oweeeeeekkkk ... oweekkk.” Tangis suara bayi kedua pun terdengar. Bayi kedua pun sukses lahir ke dunia. Semua yang berada di ruangan itu terlihat lega.


“Nona Alexa sangat kuat, hebat.” ucap Dokter sambil tersenyum bahagia karena proses kelahiran bayi kembar yang dilakukan secara normal sukses sempurna.


Vadeo menciumi wajah Alexandria sambil berkali kali mengucapkan terima kasih, karena bahagianya istri dan kedua anaknya lahir dengan selamat sampai dia lupa menanyakan jenis kelamin kedua anaknya.


“Tuan, sekarang saya akan menjahit jalan bayi. Tuan sudah boleh menggendong puteri puteri cantik Tuan.” ucap Ibu Dokter yang melihat perawat perawat sudah membersihkan anak anak Vadeo. Alexandria pun tampak tersenyum bahagia meskipun terlihat dia sangat lelah.


Vadeo pun menggendong secara bergiliran satu satu anaknya sambil melantunkan doa, dia bisikkan di telinga kedua puteri cantiknya itu.


Setelah semua selesai, Alexandria pun dibawa ke ruang perawatan, kedua bayi pun juga sudah boleh dibawa ke ruang perawatan karena mereka semua sehat.


“Ihhh cantiknya cucu cucuku.” ucap Nyonya Jonathan sambil mengendong salah satu cucunya. Beliau sangat bahagia keinginannya mendapatkan cucu cucu perempuan terkabul.


“Iya mereka cantik cantik. Tapi Alexa harus buat lagi yang cowok.” ucap Nyonya William sambil menggendong baby twins satunya. Alexa tampak tersenyum, Vadeo pun juga tersenyum sambil membelai rambut kepala Alexandria.


“Kak namanya siapa?” tanya Ixora dan Dealova secara bersamaan.


“Valexa Deondria.” jawab Vadeo sambil menatap Alexandria.


“Satunya?”


“Ya itu nama mereka berdua.” jawab Vadeo


“Valexa Wilhemina Jonathan dan Deondria Wilhemita Jonathan. “ ucap Alexandria sambil tersenyum melihat anak anaknya yang digendong Oma Oma nya.


“Kok yang digendong Mama Jo banyak senyum dan yang digendong Mama pelit senyumnya..? Yang Valexa yang mana yang Deondria yang mana nih... wajahnya sama cuma bedanya di senyumnya saja.” gumam Dealova sebab yang satu jika dielus pipinya langsung banyak tersenyum sedang satunya pelit senyum.

__ADS_1


__ADS_2