
Selesai menyiapkan makan malam, Alexa pun kembali ke kamar untuk memanggil sang suami.
"Kak." panggil Alexa yang langsung membuat sang suami menoleh.
"Ya sayang." jawab Diego sambil mendekat ke arah sang istri
"Makan malam sudah siap, ayo turun." ucap Alexa sembari menggandeng tangan sang suami dan mereka pun turun bersama untuk makan malam.
Setelah menyelesaikan acara makan malamnya, Alexa pun segera kembali ke kamar karena merasa nyeri di bagian perutnya.
Alexa memejamkan matanya menahan sakit di perutnya sambil meringkuk di atas ranjang besarnya.
Diego yang baru masuk ke kamar pun langsung bergegas menghampiri sang istri yang tengah meringkuk kesakitan.
"Sayang." panik Diego sembari memeluk sang istri
Alexa menggeleng tanda tidak apa.
Diego langsung menelusupkan tangannya ke dalam piyama sang istri dan mengusap pelan perutnya.
"Apa sudah lebih baik ?" tanya Diego setelah beberapa saat mengusap perut sang istri
"Hmmmm." gumam Alexa sembari menganggukkan kepalanya.
"Tidur lah." ucap Diego sambil terus mengusap perut sang istri yang di balas anggukan kepala oleh Alexa
Tidak membutuhkan waktu lama,Alexa pun terlelap dengan tangan sang suami yang masih terus mengusap perutnya.
Melihat sang istri yang sudah terlelap, Diego pun segera beranjak untuk ke ruang kerjanya.
Diego menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya sambil memejamkan matanya.
Huft
"Rasanya aku menjadi suami tidak berguna setiap kali melihatmu kesakitan seperti itu tanpa aku bisa melakukan apapun." gumam Diego sembari menatap langit-langit ruang kerjanya.
Di tengoknya jam dinding yang berada di ruang kerjanya sudah menunjukkan pukul 10 malam, Diego pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Ceklek
Terlihat sang istri yang masih terlelap di atas ranjang besarnya.
Diego pun memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum akhirnya menyusul sang istri ke alam mimpi.
__ADS_1
Esok paginya, seperti biasa Alexa akan bangun cepat untuk menyiapkan segala kebutuhannya dengan sang suami termasuk memasak.
Alexa tengah berkutat di dapur saat sang suami tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Apa sudah jauh lebih baik ?" tanya nya sembari menumpukkan dagunya di pundak sang istri
"Iya kak, terima kasih." jawab Alexa sembari melirik ke arah sang suami yang tengah tersenyum kepadanya.
"Itu sudah menjadi tugas aku sebagai suami yang selalu ada di setiap kamu butuh, jadi jangan lagi mengucapkan kata terima kasih oke." balas Diego sembari mengeratkan pelukannya
"Emmm." Alexa mengangguk sembari mengusap tangan sang suami yang melingkar di pinggangnya.
"Tolong buatkan kopi ya sayang." ucap Diego sembari melepaskan pelukannya
"Iya kak." jawab Alexa yang langsung bersiap untuk membuatkan kopi sang suami.
"Ini kopinya kak, apa mau sekalian sarapan sekarang ?" tanya Alexa sembari meletakkan kopinya di hadapan sang suami
"Apa sudah matang ?" tanya balik Diego yang di balas anggukan kepala oleh sang istri "Baiklah, aku mau langsung sarapan saja sayang." lanjut Diego sembari tersenyum
"Tunggu sebentar." Alexa kembali ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah matang.
Alexa menghidangkan berbagai macam makanan di hadapan sang suami yang tengah menikmati kopinya.
Mereka memakan sarapannya dengan di selingi obrolan ringan.
"Apa tidak sebaiknya kita menggunakan jasa asisten rumah tangga sayang ?" tanya Diego di sela makannya membuat Alexa menghentikan tangannya yang hendak menyuap dan meletakkannya kembali di atas piring.
"Aku masih bisa mengerjakannya sendiri kak, kakak tidak perlu khawatir." jawab Alexa sembari menatap sang suami
"Aku hanya tidak mau kamu kelelahan sayang, apalagi akhir-akhir ini pekerjaanku di perusahaan cukup banyak sehingga aku tidak bisa membantumu." balas Diego yang membuat sang istri langsung menggenggam tangannya
"Ini salah satu tugas aku sebagai seorang istri, selama aku masih bisa mengerjakannya sendiri maka aku tidak akan meminta orang lain mengerjakannya kak, kakak percaya sama aku ?" ucap Alexa membuat Diego mau tidak mau mengangguk mengiyakan ucapan sang istri.
"Tapi berjanjilah jangan pernah menutupi apapun dariku, kalau kamu merasa lelah maka katakanlah." ucap Diego membalas genggaman tangan sang istri
"Aku janji kak." jawab Alexa menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis.
Mereka pun kembali melanjutkan sarapannya sebelum akhirnya bersiap pergi ke kampus.
Di kampus
Nampak Alaska dan Meli tengah menunggu kedatangan Diego dan Alexa, terbukti mereka langsung menghampiri keduanya begitu Diego dan Alexa keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Kenapa ?" Alexa mengangkat sebelah alisnya begitu Alaska dan Meli mendekat
"Tidak apa." jawab Alaska sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat Alexa mengedikkan bahunya acuh dan segera berlalu.
"Astaga San, istrimu benar-benar ya." heran Alaska yang melihat sikap cuek dari istri sahabatnya itu
"Entah." jawab acuh Diego sembari mengedikkan bahunya dan segera mengejar sang istri yang sudah berjalan lebih dulu.
Alaska pun melongo tak mendapati sikap cuek dari pasangan suami istri yang sialnya adalah sahabatnya sendiri.
"Kalau bukan sahabat, uda aku bejek-bejek mereka." gemes Alaska sembari mengejar kedua sahabat dan kekasihnya yang sudah jalan terlebih dahulu
"Tega kalian ninggalin aku." Alaska merangkul pundak Sandiego yang berjalan di belakang Alexa dan Melinda.
"Kamu aja yang kelamaan." jawab Alexa tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya
"Astaga Al, kata-katamu itu membuatku sesak." balas Alaska mendrama
"Lebay." ucap Diego sembari melepaskan rangkulan di pundaknya membuat Alaska menggerutu sebal sementara Meli hanya tersenyum saja melihat kekasihnya kesal.
Mereka berempat pun kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kelas IT.
Alexa menghentikan langkahnya yang membuat ketiganya ikut berhenti.
"Kena......pa ?" Alaska langsung menatap orang yang sudah menghentikan langkah mereka.
Alexa menaikkan sebelah alisnya ke arah Jessica dan Angelica. Ya orang sudah menghentikan langkah mereka adalah Jessica Irawan bersama Angelica Nugroho.
"Aku tidak akan melepaskan kamu untuk yang kedua kalinya Alexa." tekan Angelica yang membuat Alexa tersenyum miring
"Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu? Tidak Angel, aku sama sekali tidak takut kepadamu, bahkan terhadap kematianpun aku tidak takut." balas Alexa yang membuat Angelica mengepalkan tangannya menahan emosi
"Aku pastikan kali ini kamu tidak akan bisa lepas dariku Alexa." Angelica menyeringai ke arah Alexa yang di balas seringaian oleh Alexa
"Aku akan menunggu sampai hari itu tiba." Alexa tersenyum manis membuat Angelica langsung menarik tangan Jessica untuk segera pergi dari tempat itu.
Huft
Alexa pun menghela nafasnya setelah kepergian Angelica dan Jessica dari hadapannya.
"Kamu baik-baik saja Al ?" tanya Meli sambil nemegang tangan Alexa
"Ya, aku baik-baik saja Mel, tidak usah khawatir ayo ke kelas." jawab Alexa sembari melangkahkan kakinya menuju ke kelas membuat ketiganya langsung mengikutinya.
__ADS_1