
Kring kring kring
Alexa pun segera merogoh ponselnya yang berada di tas selempangnya dan tak di lihatnya nama "Om Jordy" tertera di layar ponselnya.
Alexa pun menghembuskan nafasnya pelan sebelum menerima panggilan telponnya.
Di gesernya tombol hijau yang berada di ponselnya itu.
"Hallo." ucap Alexa
"Maaf mengganggu waktunya nona, saya hanya ingin memberitahukan kepada nona bahwa nampak ada 2 orang yang tengah mengawasi nona dan keluarga dari jarak yang cukup dekat." lapor Jordy
"Iya om, Lexa sudah mengetahuinya sedari keluar dari kediaman Alexander tadi memang ada motor yang mengikuti perjalanan kami, bagaimana dengan yang lain om ?" tanya Alexa
Seakan mengerti maksud dari sang nona, Jordy pun segera menjawabnya.
"Semua sudah pada posisi masing-masing nona, dan mereka juga tidak mengetahui keberadaan kami." jawab Jordy.
"Jangan lengah om, tetap waspada." ujar Alexa mengingatkan
"Tentu nona." jawab Jordy
Alexa pun segera mengakhiri panggilan begitu mendapat jawaban dari Om Jordy.
Huft
Alexa melirik ke sembarang arah melalui ekor matanya dan mendapati 2 orang yang di yakini adalah orang yang di maksud oleh Om Jordy berada di 2 tempat berbeda.
"Ada apa ?" tanya Diego mendekat ke arah sang istri
"Tidak ada apa-apa kak." jawab Alexa sembari tersenyum manis.
Meski jawaban sang istri meragukan tapi Diego berusaha untuk tidak bertanya lebih lanjut.
"Ayo kita gabung yang lain." ajak Diego sembari menggandeng tangan sang istri yang di angguki oleh Alexa.
Mereka pun berlalu dari tepi danau untuk bergabung bersama yang lain.
Nampak mereka duduk melingkar di atas karpet dengan banyak makanan yang berada di tengah-tengah.
"Al, disini ada tempat yang bagus engga ?" tanya Amel sembari mulutnya terus mengunyah
"Makan dulu baru ngomong say." ucap Alvaro sembari menghapus sisa saos di bibir sang kekasih membuat Amel tersipu malu
Sontak keduanya menjadi pusat perhatian yang lainnya.
Ehmm ehm
Alexa sengaja berdehem untuk meledek kedua sahabatnya.
"Bunda,apa disini ada tempat yang bagus ?" tanya Alexa kepada sang bunda.
__ADS_1
"Ada sayang, besok kita bisa kesana dan jaraknya lumayan jauh jadi kita harus berangkat pagi." jawab Delia sambil tersenyum ke arah sang putri
"Ada Mel." ucap Alexa kepada Amel
"Cih, dasar aku pikir kamu tau sendiri." sebal Amel
"Harap maklum Mel, karena suamiku kan orang sibuk jadi kami tidak ada waktu untuk sekedar jalan-jalan." ucap Alexa sembari melirik sebal ke arah sang suami.
Sontak semua langsung tertawa melihat bagaimana Sandiego di pojokkan oleh sang istri.
"Bukan begitu sayang, aku...." balas Diego terjeda
"Yayayaya, aku mengerti." cepat Alexa memotong ucapan sang suami membuat Diego menghela nafasnya.
"Sudah, besok kita akan pergi kesana." lerai Delia yang kasian melihat sang menantu di pojokkan oleh putrinya.
"Maafkan Diego bunda." sesal Diego yang di angguki oleh Delia
Mereka pun kembali melanjutkan makan siangnya.
Selesai makan, Alexa beranjak dari duduknya dan berjalan ke tepi danau lagi diikuti Amel,Diandra dan Meli.
"Tempatnya enak ya." ucap Amel yang di angguki oleh Diandra dan Meli
"Iya, sejuk lagi." jawab Diandra
"Kamu tau tempat ini dari mana Al ?" tanya Meli yang membuat Amel dan Diandra sontak menatap sang sahanat menunggu jawaban
"Iya, dulu kamu pernah cerita kalau bunda lulusan terbaik di oxford, maka dari itu kamu juga mengikuti jejak bunda dengan kuliah disini kan." balas Amel yang di angguki oleh Alexa
"Aku juga baru 2x ini kesini." ucap Alexa yang lagi-lagi memejamkan matanya menikmati udara yang sangat sejuk.
Selang beberapa saat, Diego mendekat dan langsung memeluk sang istri dari belakang, membuat Amel, Diandra dan Meli langsung memilih untuk meninggalkan pasangan suami-istri itu.
"Kakak." kaget Alexa yang lansgung membuka matanya dan menoleh ke arah samping ternyata sudah tidak ada siapapun kecuali mereka berdua.
"Kemana yang lain ?" tanya Alexa sembari menoleh ke arah samping
"Pergi." jawab Diego sambil memejamkan matanya menikmati udara yang sejuk serta aroma dari tubuh sang istri yang memabukkan.
Lama mereka dalam posisi seperti itu.
Di sisi lain, nampak Diandra tengah berjalan seorang diri karena memang Amel dan Meli tengah bersama kekasih masing-masing.
Sebenarnya tadi Diandra berdua dengan Abimanyu, tapi karena Abimanyu harus ke kamar mandi, jadinya sekarang Diandra hanya seorang diri.
Diandra berhenti di sebuah bangku yang jaraknya lumayan jauh dari orang-orang.
"Disini sungguh sangat sejuk." gumam Diandra sembari memejamkan matanya.
Tiba-tiba ada 2 orang yang mendekati Diandra sambil mengendap-endap.
__ADS_1
Mereka berdiri tepat di belakang Diandra yang masih setia memejamkan matanya.
Diandra yang menyadari kedatangan seseorang di belakangnya tidak merasa curiga sedikitpun karena di kiranya adalah Abimanyu sang kekasih.
"Abi, kenapa lama sekali ?" tanya Diandra tanpa menoleh ke belakang.
Sementara 2 orang di belakang Diandra tengah saling pandang satu sama lain sembari menyeringai.
Karena tidak mendapat jawaban dari Abimanyu, Diandra pun sontak membuka matanya dan perlahan menoleh ke belakang.
"Kalian siapa ?" tanya Diandra sembari beranjak dari duduknya
Bukan menjawab, mereka malah menampilkan senyum smirknya yang membuat Diandra ketakutan.
Diandra pun bersiap untuk lari namun nasib baik tidak berpihak padanya karena mereka langsung mencekal tangan Diandra dan langsung membiusnya.
"Mpphhhhhh." Diandra sempat memberontak sebelum akhirnya pingsan dan di bawa pergi oleh mereka.
Abimanyu yang sudah selesai dari kamar mandi pun bergegas ke tempat dimana tadi dia meninggalkan sang kekasih.
"Diandra." panggil Abimanyu yang tidak mendapati sang kekasih di tempatnya.
Abimanyu pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sambil terus memanggil sang kekasih.
"Diandra." teriak Abimanyu dengan nafasnya yang terengh-engah.
Alexa yang mendapat telpon dari sang kakak bahwa sang sahabat menghilang pun langsung bergegas menuju ke tempat sang kakak.
Nampak Abimanyu tengah duduk di tanah sembari menundukkan kepalanya.
"Bang." Alexa menyentuh pundak sang kakak sembari berjongkok di sebelahnya
Abimanyu pun menoleh ke arah sang adik sembari meneteskan air matanya.
"Diandra dek." ucap Abimanyu sembari menyerahkan sebuah gelang yang di ketahui adalah milik Diandra.
Alexa pun menerima gelang itu dengan mata berkaca-kaca.
"Lexa janji akan bawa Salsa kembali ke Abang." ucap Alexa sembari memeluk erat sang kakak, sementara yang lain baru saja tiba di lokasi.
Daniel mengepalkan tangannya kuat melihat cucunya bersedih.
Setelah merasa bahwa sang kakak sudah jauh lebih tenang, Alexa pun langsung berdiri dan berlalu pergi.
Alexa berhenti saat mendapati tangannya di cekal.
"Lexa akan membawa Salsa kembali Opa." ucap Alexa sembari menatap sang opa yang masih mencekal pergelangan tangannya.
"Jangan gegabah, kita harus atur strategi." balas Daniel yang di angguki oleh Alexa.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke mansion keluarga Alexander.
__ADS_1