
Ceklek
Mendengar suara pintu yang di buka,Alexa pun kembali memejamkam matanya.
"Let's play the game." batin Alexa sambil tersenyum tipis
"Ambil air dingin dan siramkan kepadanya." ucap seorang gadis yang suaranya familiar di telinga Alexa,yang tidak lain adalah Angelica
Byur
Sontak Alexa langsung membuka mata karena terkejut.
"Hai Alexa." sapa Angelica sambil menghampiri Alexa
"Angel." pura-pura terkejut dengan sosok Angel di depannya.
"Iya ini aku,malaikat mautmu." jawab Angel dengan senyum menyeringai
"Apa salah aku Angel." ucap Alexa sambil menatap Angel
"Salahmu adalah merebut Diego dariku." ucap Angelica sambil menjambak rambut Alexa hingga membuatnya mendongak
"Aku tidak pernah merebut Diego dari siapapun." bantah Alexa
Plak
Plak
Angel menampar pipi Alexa dengan keras hingga membuat sudut bibirnya berdarah.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi Diego tapi ternyata kamu tidak mendengarku Alexa,kalau memang aku tidak bisa memiliki Diego,kau pun tidak bisa." ucap Angel mencengkeram dagu Alexa
"Apa maksud kamu ?" cemas Alexa
"Maksudku adalah,kamu harus mati di tanganku." ucap Angelica penuh penekanan.
"Kau yakin bisa membunuhku Angelica Nugroho ?" tanya Alexa menyeringai
"Kau meremehkanku Alexa." jawab Angelica
Alexa tidak menjawabnya justru menatap Angelica dengan tajam.
"Jangan bergerak." ucap Jordy sambil menodongkan pistolnya di kepala Angelica
Angelica terpaku mendapati ada pistol di kepalanya
Anak buah Jordy pun melepaskan ikatan tangan Alexa.
"Yakin bisa membunuhku ?" tanya Alexa yang berdiri di depan Angelica sambil tersenyum
"Kau." geram Angelica marah
"Bukan aku yang akan menyesal tapi kau yang akan menyesal karena berurusan dengan keluarga Vernandes." bisik Alexa di telinga Angelica
"A..apa maksudmu ?" kaget Angelica
__ADS_1
"Aku adalah cucu perempuan di keluarga Venandes,Alexandria Vernandes." ucap Alexa penuh penekanan
"Ti...tidak mungkin." gumam Angelica sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya
"Seperti itulah kenyataannya Angel,dan sampai jumpa di pengadilan." ucap Alexa seraya berjalan meninggalkan Angelica
Tapi Angelica justru mengejar Alexa dan menusukkan pisau yang sedari tadi di sembunyikannya ke arah Alexa.
Jleb
Alexa langsung jatuh terduduk sambil memegang perutnya yang sudah berdarah.
Jordy yang melihat itupun langsung memukul tengkuk Angelica sehingga dia tidak sadarkan diri.
"Nona Muda,bertahanlah." panik Jordy sambil mengangkat Alexa ke dalam gendongannya
Angelica dan orang bayarannya pun langsung di bawa ke kantor polisi oleh orang-orang Jordy.
Setibanya di rumah sakit,Jordy langsung membawa Alexa ke UGD
Bugh
Daniel memukul Jordy hingga tersungkur.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk menjaga cucuku Jordy." marah Daniel sambil mencengkeram kerah Jordy yang masih terduduk di lantai
"Maafkan saya Tuan." ucap Jordy yang tidak berani menatap sang Tuan
"Cukup Ayah." ucap Delia sambil menarik tangan Daniel dari kerah Jordy "Ini tidak akan menyelesaikan masalah,sebaiknya kita beroda untuk Alexa." sambung Delia yang sudah masuk ke dalam pelukan sang ayah
"Maafkan ayah tidak bisa menjaga Alexa." ucap Daniel sambil mengusap punggung Delia yang berada dalam pelukannya
"Tidak apa ayah,Delia yakin Alexa pasti tidak apa-apa." ucap Delia
"Bunda,Opa." panggil Abimanyu sehingga Daniel pun melepaskan pelukan sang putri
"Ada apa Abi ?" tanya Delia
"Tadi saat di sekolah Alexa sudah bilang bahwa akan ada yang terluka dalam kejadian ini." ucap Abimanyu sambil menunduk
"Jadi Alexa sudah tau sedari awal ?" tanya Daniel
"Abi tidak begitu tau pastinya Opa,tapi Om Jordy mungkin bisa menjelaskannya." ucap Abimamyu sambil melirik ke arah Jordy
"Jelaskan Jordy." ucap Daniel
"Apa yang di bilang tuan muda Abimanyu benar tuan,saya sudah mengatakannya pada nona muda bahwa Angelica Nugroho membayar orang untuk mencelakai nona muda,tapi justru jawaban nona muda malah ingin mengikuti permainannya guna untuk menangkap mereka, awalnya saya tidak setuju tuan,tapi nona muda memaksa dan meminta saya tetap mengawasi gerak gerik Angelica,sehingga pada saat penculikan itu terjadi saya langsung mengikuti mobil yang membawa nona muda." terang Jordy panjang lebar
"Apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Alexa sehingga dia rela terluka seperti ini." gumam Daniel sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing akibat kelakuan sang cucu
"Ayah,bukankah Alexa menuruni cara ayah dalam menjatuhkan musuh ?" ucap Delia sambil mengusap lengan Daniel
Daniel pun menoleh ke arah sang putri dan mengangguk.
Sementara keluarga yang lain hanya menyaksikan saja dari depan pintu UGD.
__ADS_1
Terlihat Diego yang datang bersama kedua orang tuanya dengan Ayra yang duduk di kursi roda.
"Bagaimana keadaan Alexa Tante." tanya Ayra kepada Fenita
"Kita masih belum tau Ayra." jawab Fenita sendu
"Maaf Diego tidak bisa menjaga Alexa dengan baik Oma." sesal Diego sambil menunduk
"Tidak apa,ini sudah menjadi takdir." ucap Fenita sambil menepuk pundak Diego yang nampak wajah penuh penyesalan.
Ceklek
"Bagaimana keadaan putri saya dokter." cecar Aditya setelah melihat dokter keluar dari UGD
"Putri anda baik-baik saja tuan,dan Puji Tuhan nona muda sudah melewati masa kritisnya." ucap dokter tersebut
"Terima kasih Tuhan." gumam Aditya
Delia pun segera berlari menghampiri sang suami.
"Putri kita sudah melewati masa kritisnya sayang." ucap Adit sambil membawa Delia ke dalam pelukannya.
Delia pun mengangguk dalam pelukan sang suami sambil terisak.
"Sebentar lagi nona muda akan di pindahkan ke ruang perawatan,saya permisi." ucap dokter sambil berlalu.
"Delia." panggil Ayra dengan pelan.
Delia yang mendengar panggilan itu pun langsung melepaskan diri dari pelukan sang suami.
"Iya kak." jawab Delia sambil berjongkok di depan kursi roda yang di duduki Ayra
"Maafkan aku." ucap Ayra sambil menunduk
"Maaf untuk apa kak ?" tanya Delia bingung
"Seandainya aku tidak datang ke sekolah dan menyuruhnya keluar, pasti ini tidak akan terjadi." sesal Ayra
"Tidak kak,karena ini memang sudah di rencanakan oleh seseorang,jadi tidak ada yang salah disini." ucap Delia sambil menggenggam tangan Ayra
"Maksud bunda ?" tanya Diego yang sedari tadi hanya menyimak
"Iya Di,Angel di balik semua kejadian ini." terang Delia sambil menatap Diego yang berdiri di belakang kursi roda Ayra.
"Angel." gumam Diego yang masih bisa di dengar oleh Abimanyu yang kebetulan sudah berdiri di sebelah Diego.
"Iya Di,Angelica di balik semua kejadian ini tapi kamu tenang saja,dia sudah berada di tempat yang semestinya." ucap Abimanyu sambil menepuk pundak Diego.
Diego pun mengangguk mengerti.
"Jadi semua ini karena aku ? Karena Angel terobsesi padaku sehingga dia ingin mencelakai orang yang aku cintai,Alexa maafkan aku." batin Diego sambil memejamkan matanya.
Beberapa saat berlalu,terlihat beberapa perawat yang mendorong brankar Alexa dari ruang UGD untuk di pindahkan ke ruang perawatan.
Mereka pun mengikutinya dari belakang.
__ADS_1