Alexandria

Alexandria
Inspirasi


__ADS_3

Setelah berbincang ringan, Alexa pun mengajak sang suami untuk berkunjung ke rumah keluarga Vernandes dan Wijaya.


"Kak, ayo kita mengunjungi para Opa." ajak Alexa sembari menatap dalam mata sang suami.


Diego yang melihat tatapan memohon dari sang istri pun tak kuasa untuk dapat menolaknya meskipun tubuhnya masih merasa lelah.


"Ayo bersiap." jawab Diego sambil membelai lembut pipi sang istri


Sementara Adit dan Delia hanya menggelengkan kepala saja


"Mulai lagi bucinnya." cibir Alvaro yang menimbulkan gelak tawa dari sahabat yang lain


"Kalau kamu mau bisa kok Varo." jawab Alexa sambil tersenyum miring


"Bisa si, tapi kena tampol sama Amel." ucap Alvaro tanpa mengetahui sang kekasih di sebelah sudah menahan untuk tidak memukul lengan Alvaro karena masih ada orang tua Alexa.


"Masa si Amel begitu ?" tanya Alexa yang sedang memancing kejujuran tentang sahabat baiknya itu


"Iya Al, ya ampun padahal ya Al, selama ini tuh aku belum pernah lho di abaikan sama perempuan, tapi Amel astaga dia benar-benar cuek banget, meski ada perhatiannya juga si sebagai pacar, tapi banyak cueknya." jawab Alvaro dengan gamblangnya


Sementara yang lain sudah menahan tawa melihat reaksi Amel yang tengah menahan kesal sampai wajahnya memerah.


"Kamu harus tau satu hal Varo, justru perempuan seperti itulah yang bisa menjaga cintanya dengan baik, yang hanya akan setia pada satu hati yang menurutnya memang pantas memiliki hatinya, tapi saat perempuan seperti itu kecewa, maka akan sulit untuk mendapatkan kesempatan setelah itu, aku mengenal Amel lebih dari yang kalian tau." ucap Alexa yang membuat semuanya langsung menatap ke arahnya termasuk Amel yang sudah berkaca-kaca melihat sang sahabat yang paling bisa mengerti dirinya.


"Al." lirih Amel sambil menatap sang sahabat yang tengah tersenyum manis ke arahnya


"Aku mengenalmu lebih dari yang kamu tau Mel." jawab Alexa sambil menatap dalam mata sang sahabat yang tengah berkaca-kaca.


Yang lain pun tak kuasa untuk tidak meneteskan air matanya, karena di balik sikap Alexa yang terbilang cuek, dia justru yang paling mengerti di antara yang lainnya, itulah sebabnya semua orang yang mengenalnya pasti akan sangat menyayangi Alexa.


Setelah suasana kembali membaik, Alexa pun berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk mengunjungi para opa.


"Bun, Lexa pergi dulu ya ke tempat Opa Daniel." ucap Alexa kepada Delia


"Iya sayang, hati-hati ya." pesan Delia sambil mengusap sayang kepala sang putri


"Bunda tidak ingin ikut ?" tanya Alexa sembari melirik sang ayah yang hanya diam

__ADS_1


Delia pun ikut melirik ke arah sang suami karena jujur dia pun sangat merindukan kedua orang tuanya itu.


Huftt


Adit yang melihat tatapan memohon dari wanita-wanita kesayangannya pun hanya bisa mengangguk pasrah.


"Kalau begitu, kami ijin pamit ayah, bunda." ucap Alvaro yang di angguki oleh Amel dan Diandra


"Kalian tidak ikut ?" tanya Alexa sambil menatap satu-satu


"Tidak Al, kami harus pulang." ucap Diandra yang membuat Alexa menghela nafasnya pasrah sambil mengangguk.


"Baiklah, sampai bertemu besok di sekolah." ucap Alexa akhirnya.


Alexa yang merasakan usapan lembut di bahunya pun segera menoleh dan mendapati sang suami yang tengah tersenyum manis padanya.


"Kalau begitu, ayo kita jalan sekarang mumpung masih belum terlalu siang." ajak Aditya kepada semuanya


Mereka pun memutuskan untuk menuju ke tujuan masing-masing dengan Adit satu mobil dengan Delia, Abimanyu bersama Alexa dan Diego dan Alvaro bersama Amel dan Diandra yang akan langsung pulang ke rumah masing-masing.


Terlihat oma Fenita tengah menanti kedatangan anak dan cucunya di depan pintu utama bersama opa Daniel.


Alexa pun memutuskan untuk segera turun dan langsung berlari menghampiri oma dan opa.


"Oma." ucap Alexa sembari memeluk erat sang oma "Kangen." manja Alexa sambil mendongak menatap wajah sang oma yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah lebih dari setengah abad itu.


"Oma juga kangen sama cucu cantik oma ini." balas Fenita sambil mencubit gemas hidung sang cucu yang masih mendongak


Ehmm


Daniel sengaja berdehem untuk menyadarkan istri dan cucu nya bahwa masih ada orang lain disini.


Alexa pun sontak menoleh ke arah sang opa dan segera melepaskan oma untuk beralih memeluk sang opa tercinta.


"Lexa rindu inspirasi dari opa." bisik Alexa di sela pelukannya sambil menenggelamkan di dada sang opa


Daniel pun tersenyum mendengar bisikan sang cucu sambil terus mengusap sayang punggung sang cucu.

__ADS_1


Setelah melepas rindu dengan oma dan opa, Alexa pun langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke dapur untuk membuat minuman untuk sang suami dan yang lainnya tentunya.


Mereka yang datang pun bergantian untuk memeluk Opa Daniel dan Oma Fenita bergantian.


Setelah selesai melepas rindu, Fenita pun mengajak semuanya untuk masuk ke ruang keluarga bersamaan dengan Alexa yang keluar dari dapur dengan membawa nampan di tangannya berisi minuman dan beberapa camilan di bantu oleh pelayan sang oma.


Mereka pun melanjutkan obrolan sambil meminum lemon tea dan camilan yang tadi di bawa oleh Alexa.


"Abi, kenapa Diandra tidak ikut kemari ?" tanya Fenita


"Semalam dia sudah menginap di rumah adek Oma, jadi tadi ga bisa ikut soalnya uda di telpon sama aunty nya." jawab Abi tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel


Tuk


Daniel yang gemas pun segera melemparkan kacang tepat mengenai kepala Abimanyu yang sontak membuat Abimanyu mendongak menatap sang Opa sambil cengengesan.


"Maaf Opa." kikuk Abi yang mengerti kenapa sampai sang opa menimpuknya menggunakan kacang dan langsung meletakkan ponselnya di meja.


Sementara yang lain hanya mampu menggelengkan kepala saja melihat tingkah Abimanyu, lain halnya Alexa yang tengah menahan tawanya agr tidak meledak.


Abimanyu yang melihat sang adik tengah menahan tawa pun merasa kesal sehingga mengambil kacang di meja dan di lemparkannya tepat mengenai kening Alexa.


Tak


Abimanyu yang kesal pun langsung menjitak kepala sang adik yang kebetulan duduk di sebelahnya.


"Abang." geram Alexa sambil mengusap kepalanya


"Seneng banget kek nya kalau abang lagi susah." sungut Abimanyu yang tidak mau mengalah kepada sang adik yang sama-sama tidak mau mengalah.


Sementara Daniel hanya bisa memijat pelipisnya pusing melihat kedua cucunya yang tidak pernah akur kalau bersama.


Cup


"Masih sakit ?" ucap Diego setelah mencium kening sang istri dan mengusapnya


Alexa pun menggeleng dan terpaku mendapati kelakuan sang suami yang tidak mengenal tempat apalagi ada opa dan oma nya.

__ADS_1


__ADS_2