
“Bang Bule apa dengan Kak Ixora ya..? Tadi tidak terlihat orang di dalamnya. Kak Ixora kan harus ikut try out...” gumam Dealova dalam hati. Sedangkan Nyonya Jonathan tidak melihat mobil Vincent sebab sedang sibuk dengan layar hand phone nya.
Mobil taxi yang membawa mereka bertiga berhenti di tempat kedatangan penumpang. Mereka segera turun dari mobil.
“Pesawat sudah landing Deal.” ucap Nyonya Jonathan sambil menarik tangan Dealova agar segera melangkah lebih cepat. Sebab terlihat Dealova malah melongok longok mencari sosok Bang Bule kalau kalau sudah keluar dari tempat parkir. Amara pun lalu ikut berjalan cepat.
“Mama...... “ teriak Dealova sambil berlari saat melihat sosok Sang Mama sudah berjalan paling depan dari arah pintu keluar kedatangan penumpang.
“Mama... Aku kangen Mama... untung Mama tidak jadi diculik.” ucap Dealova saat sudah dekat dengan Mamanya lalu mereka saling berpelukan dan saling cium pipi.
Vadeo dan Alexandria pun segera berjalan cepat dan bergantian memeluk Nyonya Jonathan.
“Sayang akhirnya kalian sudah sampai di dalam pelukan Mama. Mama selalu mengawatirkan kalian.” ucap Nyonya Jonathan dengan nada haru akhirnya Vadeo dan Alexa kini sudah ada di pelukannya.
“Sudah di sana menghadapi masalah ditambah di dalam perjalanan pulang cuaca buruk. Mama sangat cemas dan kuatir, untung ada Dealova dan Amara bisa menghibur hati Mama.” ucap Nyonya Jonathan kemudian sambil tersenyum menoleh ke arah Dealova.
“Anak macam ini menghibur apa?” tanya Nyonya William sambil menoel pipi Dealova.
“Ihhh Mama macam tidak tahu saja siapa Dealova seorang gadis yang memancarkan aura bahagia pada orang orang sekitarnya ha... ha... ha...” ucap Dealova sambil tertawa dan memeluk pinggang sang Mama.
“Benar itu Deal.” ucap Nyonya Jonathan membenarkan sebab dia sering tersenyum jika melihat tingkah dan ucapan Dealova.
__ADS_1
“O ya Tuan Jonathan dan Tuan William mungkin sedang di dalam perjalanan, ayo kita tunggu di ruang tunggu saja.” ucap Nyonya Jonathan kemudian dan mereka semua setuju.
Saat mereka semua akan ber jalan menuju ke ruang tunggu. Mereka semua terkaget saat melihat Vincent dan Ixora berjalan menuju ke arah mereka. Vincent terlihat menggandeng tangan Ixora dengan posesif. Dan orang yang paling kaget adalah Nyonya William tatapan tajam terarah pada wajah Vincent.
“Mama...... “ teriak Ixora sambil berlari ke arah Nyonya William. Ixora pun lalu memeluk Sang Mama saat sudah berada di dekatnya dan sama seperti dengan Dealova tadi mereka saling berpelukan dan cium pipi kanan kiri. Sedangkan Vincent terlihat memberi salam pada Nyonya Jonathan, selanjutnya pada Vadeo dan Alexandria.
“Bukankah kamu ada jadwal bimbingan belajar dan jadwal try out?” tanya Nyonya William sambil menatap tajam pada Ixora, Beliau sungguh kuatir kenapa sudah terlihat lengket dengan Bang Bule.
“Bimbingan belajarnya libur Ma, nanti langsung try out jam enam, aku minta Bang Vincent ngantar ke sini dulu, di mension juga sepi.” jawab Ixora
“Yang bener? Jangan jangan Kakak izin kayak aku he... he....” saut Dealova sambil tertawa kecil.
“Sakit Kakak....” rintih Dealova dan selanjutnya dia berganti memencet hidung mancung Ixora. Nyonya William akhirnya terdiam tidak bertanya lagi pada Ixora atau menanggapi ucapan Dealova sebab Bang Bule sudah mendekat ke arahnya.
Tampak Vincent pun memberi salam pada Nyonya William setelah dia selesai memberi salam pada Nyonya Jonathan dan berkabar kabar dengan Vadeo dan Alexandria. Akan tetapi Nyonya William terlihat dingin dan jaga jarak pada Bang Bule. Dan karena Tuan William dan Tuan Jonathan belum tiba maka mereka semua berjalan menuju ke ruang tunggu. Kedua Tuan itu tetap ingin mereka sendiri yang menjemput orang orang tercinta.
“Hmmm baru beberapa hari saja ditinggal, Papa sudah membiarkan Ixora dekat dekat dengan si bule itu. Sudah dibilang jangan diizinkan pergi berdua dua malah si bule yang disuruh jadi pengawal.” gumam Nyonya William dalam hati sambil berjalan di samping Nyonya Jonathan dan tangannya digandeng oleh Amara. Sebab Ixora dan Dealova malah asyik berjalan sambil ngobrol dengan Alexandria. Sementara Vadeo dan Vincent pun tampak berjalan sambil ngobrol dan Bang Bule terlihat selalu senyum senyum.
Waktu terus berlalu dan akhirnya Tuan William dan Tuan Jonathan pun sudah tiba untuk menjemput mereka.
“Biar dua pengawal itu ikut di mobil Bule.” perintah Tuan William sambil menatap ke arah Bang Bule yang duduk di samping Vadeo. Bang Bule terlihat kaget sedangkan Vadeo terlihat tampak tersenyum senang sambil menepuk punggung Vincent.
__ADS_1
“Tapi Tuan bagaimana dengan acara try out Ixora?” tanya Vincent sambil menatap wajah Tuan William sedangkan tangannya menepuk paha Vadeo.
“Kan masih jam enam jadwalnya. Ayo sekarang Ixora pulang dulu ikut di mobil Papa.” jawab Tuan William. Dan akhirnya mereka semua meninggalkan ruang tunggu berjalan menuju ke tempat parkir.
Vincent pun mobilnya membawa dua pengawal dan koper koper. Rencana nya akan jalan jalan berdua dengan Ixora lebih dulu sebelum mengantar ke tempat try out gagal total.
Sedangkan Vadeo tersenyum senang sebab Alexandria pun turut berada di dalam mobilnya sebab sang Papa Tuan Jonathan dengan senang hati akan mengantar Alexandria ke mension William lebih dulu. Di sepanjang perjalanan di dalam mobil mereka berbincang bincang tentang rencana pernikahan. Alexandria pun menyampaikan rencana souvenir pernikahan, Tuan dan Nyonya Jonathan sangat setuju dan terlihat sangat senang.
Berbeda dengan mobil Tuan Jonathan. Di dalam mobil Tuan William tampak suasana beku. Kecuali Dealova dan Amara yang memilih duduk berdua di jok belakang mereka berdua terus saja mengobrol entah mengobrolkan apa sebab topik pembicaraan selalu berubah ubah.
Nyonya William yang duduk di samping Tuan William yang mengemudikan mobil tampak hanya cemberut saja. Dia ingin mengomeli suaminya tetapi ada Ixora dan Amara apalagi ada si bungsu Dealova dia pasti akan ikut memprovokasi.
Sedangkan Ixora tampak sibuk belajar dengan gawainya untuk menyiapkan acara try out nanti.
“Mama jangan cemberut gitu, Papa sudah bela belain menjemput dan bolak bolak ke bandara malah dikasih oleh oleh wajah masam.” ucap Tuan William sambil sejenak menoleh ke arah istrinya, dia sangat kuatir jika acara ngambek Nyonya William berlanjut hingga nanti malam di kamar mereka. Padahal Tuan William sudah berencana untuk melepaskan hasrat yang terpendam beberapa hari ini.
“Mama tidak perlu kuatir dengan Bule itu, aku sudah membuat perjanjian dengan dia.” ucap Tuan William kemudian dengan suara lirih agar hanya istrinya yang mendengar.
“Perjanjian apa?” tanya Nyonya William dengan suara lirih pula. Lalu dia melihat ke arah belakang tampak Ixora masih serius belajar dan tidak mendengar suara Papa dan Mamanya sebab suara cempreng Dealova lebih mendominansi masuk ke dalam telinganya.
....
__ADS_1