Alexandria

Alexandria
Aku Si Yes


__ADS_3

Selesai makan siang, Diego pun mengantarkan sang istri ke kelasnya.


Nampak Alaska sudah duduk di dalam kelas Alexa.


Diego pun masuk dan menghampiri Alaska.


"Kau disini ?" tanya Diego


"Tentu saja, aku kan mengambil kelas IT." jawab Alaska tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel


"Kalau begitu, nanti tolong antarkan Alexa karena jam kuliah aku hari ini sampai jam 3 sore." ucap Diego


"Oke." jawab Alaska singkat


"Belajar yang rajin ya." ucap Diego sambil mengusap sayang kepala sang istri


"Iya, kakak juga." balas Alexa


"Nanti pulang biar di antar sama Aska ya." ucap Diego


"Aku bisa sendiri kak." bantah Alexa


"Aku tidak menerima penolakan sayang." ucap Diego penuh penekanan


"Turuti saja Al, daripada nanti beku lagi itu es." celetuk Alaska yang langsung mendapat tatapan tajam dari Diego


Alexa pun menghela nafasnya pelan sembari menatap sang suami.


"Baiklah." pasrah Alexa


"Good girl." balas Diego sambil membelai pipi sang istri.


Dan perlakuan manis Diego pun di saksikan oleh seluruh teman sekelas Alexa termasuk Meli.


Diego pun berlalu setelah memastikan sang istri menuruti keinginannya.


"Heran aku sama kamu Al, tahan aja sama sikap doi." ucap Alaska sembari memasukkan ponselnya ke dalam tas


"Kamu juga tahan bersahabat dengannya bahkan dari kecil." jawaban Alexa langsung membuat Alaska bungkam


"Begitu lah." balas Alaska sembari menyandarkan punggungnya ke kursi


"Alexa." panggil Meli yang baru datang


"Iya Mel." jawab Alexa sembari menoleh ke arah Meli


"Apa dia anak kelas ini juga ?" tanya Meli berbisik sambil menunjuk Aska menggunakan dagunya yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.


"Aska." panggil Alexa


"Hemmm." jawab Aska bergumam


Plak


Alexa yang geram pun langsung memukul lengan Aska.


"Apa si Al,sakit bener deh." jawab Alaska sembari mengusap lengannya yang tadi di pukul oleh Alexa


"Makanya kalau di panggil itu jawab, bukan bergumam." balas Alexa sengit

__ADS_1


"Ah elah ibu bos mah...." ucap Aska terhenti begitu melihat tatapan mata Alexa yang menajam.


"Kenalin Mel, ini temen aku dari Jakarta namanya Alaska." ucap Alexa yang di balas anggukan kepala oleh Meli


"Hai, aku Melinda Hassan." ucap Meli sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sambut hangat oleh Alaska.


"Aku Alaska, kamu bisa panggil aku Aska." balas Alaska sembari menerima uluran tangan Meli yang di balas senyum manis oleh Meli.


Aska pun terpaku melihat senyum manis gadis bernama Melinda Hassan ini, dan semua itu tak luput dari pandangan Alexa.


Alexa pun berdehem pelan sehingga menyadarkan lamunan Aska.


"Ehmmm."


Aska pun reflek melepaskan jabatan tangannya dengan Meli dan langsung salah tingkah.


Setelah acara perkenalan pun, dosen masuk ke dalam kelas dan melanjutkan pelajaran kembali.


Selang beberapa waktu, jam pelajaran pun telah usai.


"Ayo Al." ajak Alaska kepada Alexa


"Oke." jawab Alexa sembari beranjak "Kamu pulang sama siapa Mel ?" tanya Alexa


"Aku naik taxi Al." jawab Meli


"As, kita ajak Meli pulang bareng aja ya." ucap Alexa yang langsung di balas anggukan kepala dari Alaska.


"Aku si yes." jawab Alaska


"Aku ga mau ngrepotin kalian, biar aku naik taxi aja." tolak Meli karena merasa tidak enak


Alaska yang mendengar teriakan sang sahabat pun langsung berlari menyusul.


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke parkiran.


Alexa langsung membuka pintu belakang mobil dan duduk anteng disana.


Sementara Alaska dan Meli terlihat canggung karena Meli tentu saja tidak enak kalau ikut duduk di belakang, secara Alaska bukan seorang sopir, tapi kalau di depan juga Meli merasa tidak enak takut ada yang tidak suka.


Melihat keduanya yang saling terdiam pun Alexa membuka kaca mobilnya.


"Buruan, malah diem." teriak Alexa dari dalam mobil sambil kepalanya menyembul keluar


"Ah iya Al." jawab Alaska sembari berjalan ke arah pintu kemudi dan segera masuk di ikuti Meli yang masuk ke lewat pintu samping kemudi.


"Jalan." perintah Alexa kepada Alaska


"Ck.aku bukan sopir ya Al." sewot Alaska sembari menoleh ke belakang


"Ya sudah aku turun." balas Alexa sembari memegang pintu mobil hendak keluar


"Jangan." cegah Alaska langsung mengunci pintu mobilnya. "Bisa di gorok aku sama Sandi." gumam Alaska sembari bersiap mengemudi.


Meli yang mendengar gumaman dari Alaska pun hanya mampu tersenyum sembari melirik Alexa yang tengah menahan senyumnya.


"Kita kemana dulu nih ?" tanya Alaska sembari melirik Alexa melalui spion di atasnya


"Tifolia." jawab Alexa tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.

__ADS_1


"Kamu tinggal disana ? Aku pikir di rumah Sandi." balas Alaska yang langsung mendapat tatapan tajam dari kursi belakang membuat Alaska jadi bergidik ngeri. "Gak cowok ga ceweknya sama-sama bikin merinding." batin Alaska


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang di kendarai Alaska pun memasuki basemant apartemen Tifolia.


"Thank's ya." ucap Alexa setelah turun dari mobil


"It's okay Al, kita kan best friend." balas Alaska sembari menaik nurunkan alisnya.


"Anterin Meli sampai rumah, awas aja kalau ada yang lecet." ucap Alexa kepada Alaska


"Aku jamin dia sampai tujuan dengan selamat." balas Alaska sewot sambil menunjuk Meli dengan ekor matanya


"Hati-hati Mel,kalau dia macam-macam bilang sama aku." ucap Alexa yang membuat Alaska langsung melotot sementara Meli hanya tersenyum saja sambil mengangguk.


Alexa pun melambaikan tangannya saat mobil Alaska mulai meninggalkan basemant.


"Huft,sepertinya Alaska menyukai Meli." gumam Alexa sembari melangkahkan kakinya menuju ke apartemennya.


Ceklek


Alexa pun masuk ke dalam apartemen dan langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


Di bukanya kulkas dan di ambilnya minuman kaleng.


Setelah membasahi tenggorokannya yang kering, Alexa pun memutuskan untuk menuju ke kamarnya.


Huft


Alexa menghela nafas sembari merebahkan dirinya di ranjang sambil menatap langit-langit kamar.


Di tengoknya jam yang berada di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 2 siang.


Alexa pun memejamkan matanya untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah setelah seharian melakukan aktifitas di kampus.


Ceklek


Diego masuk ke dalam kamarnya dan mendapati sang istri yang tengah terlelap.


Melihat jam yang masih menunjukkan pukul 15.15 makan Diego pun memutuskan untuk menyusul sang istri ke alam mimpi.


Di bukanya baju yang melekat di tubuhnya sehingga bertelanjang dada.


Cup


Diego mengecup kening sang istri sebelum akhirnya ikut terlelap di samping Alexa.


Alexa menggeliatkan tubuhnya dan mendapati sang suami yang terlelap di sampingnya.


Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 17.00


Alexa pun bergegas turun dari ranjang dan segera turun ke dapur untuk memasak makan malam.


Di cepolnya rambut panjangnya agar tidak mengganggu saat memasak.


Di ambilnya bahan-bahan makanan yang akan di masaknya.


Di irisnya sayur mayur yang akan di jadikan menu makan malam oleh Alexa.


1 jam berkutat di dapur, Alexa pun telah menyelesaikan acara memasaknya.

__ADS_1


__ADS_2