Alexandria

Alexandria
Sisi Lain


__ADS_3

Tring


Alexa membuka ponselnya dan nampaklah pesan dari sang suami.


"Nanti pulangnya biar di anterin Aska ya sayang." isi pesan dari Diego yang langsung Alexa tunjukkan kepada Alaska.


"Oke." jawab Alaska


Alexa pun membalas pesan sang suami "Iya kak."


Alexa memutuskan untuk kembali ke kelasnya diikuti Alaska dan juga Meli.


Terlihat Diego yang berjalan berlawanan arah dengan Jessica yang berada di sampingnya.


Meski Diego nampak acuh, tapi tidak di pungkiri Alexa merasa ada sesuatu yang berbeda di dalam hatinya.


Begitu berpapasan, Alexa pun menghentikan langkahnya sesaat tanpa membalikkan badannya dan kembali berjalan meneruskan langkahnya menuju ke kelas.


Sementara Diego berhenti dan berbalik badan menatap punggung sang istri yang semakin menjauh .


Jessica yang melihat Diego berhenti pun ikut menghentikan langkahnya.


"Kamu masih berharap kepada perempuan murahan itu ?" tanya Jessica membuat Diego mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Bukan urusanmu." acuh Diego sembari berlalu pergi meninggalkan Jessica


Jessica pun tersenyum sambil menatap kepergian Diego.


"Sedikit lagi aku pasti akan mendapatkanmu Sandiego Alexander, aku pastikan akan mendapatkan mu dan seluruh harta kekayaan keluarga Alexander." gumam Jessica sambil menyeringai.


Sementara Alexa yang sudah menyelesaikan kelasnya langsung bergegas untuk kembali ke hotel menemui sang ayah dengan di antar oleh Alaska.


"Thank's ya As, yakin kamu ga mampir ?" Alexa mengangkat sebelah alisnya yang di balas gelengan kepala oleh Alaska.


"Aku masih ada urusan Al, salam saja untuk Abi dan ayahmu." jawab Alaska


"Oke, hati-hati di jalan." pesan Alexa kepada Alaska sambil melambaikan tangannya.


Cekrek


Cekrek

__ADS_1


Lagi-lagi ada yang mengambil foto kebersamaan Alexa dengan seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Alaska.


"Apapun yang di lakukannya di hotel ini aku tidak peduli, yang terpenting aku kembali mendapatkan foto-foto ****** itu, tidak penting foto yang kemarin tiba-tiba ga bisa di buka yang penting foto itu sudah aku kirimkan ke orang yang tepat, dan lagi ini pun harus segera aku kirimkan, kita lihat apa yang akan di lakukan Sandiego kepada sahabatnya." batin Jessica sambil menyeringai


Alexa yang menyadari ada paparazi pun hanya menyeringai saja dan berlalu untuk menuju ke kamar sang ayah.


Tring


Alexa pun mengambil ponselnya dari dalam tas begitu ada pesan masuk yang ternyata adalah sebuah foto dimana Jessica tengah mengambil fotonya bersama sang sahabat dari dalam mobil dengan jarak yang cukup jauh.


"Awasi terus Jessica dan jangan sampai lengah Om." pesan Alexa yang dikirimkan kepada Jordy


"Baik nona." balas Jordy


"Lexa." teriaknya membuat Alexa langsung menoleh dan mendapati sang kakak yang berlari menghampirinya dengan sang ayah yang berjalan santai di belakangnya.


"Ayah dan abang baru selesai pertemuan kah ?" tanya Alexa yang di balas anggukan kepala oleh Abimanyu


"Sudah makan belum ?" tanya Adit sembari memeluk singkat sang putri


"Belum yah, sengaja mau makan bareng ayah." jawab Alexa sembari bergelayut manja di lengan sang ayah.


"Dasar manja." cibir Abimanyu sembari berlalu


"Sudah, kalian ini selalu saja bertengkar kalau ketemh, kalau jauh saja saling merindu." Aditya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak sambil merangkul Alexa dan Abimanyu bersamaan.


Mereka pun segera menuju ke restauran untuk makan siang bersama.


"Apa Diego masih di kantor ?" tanya Aditya di sela langkahnya


"Iya ayah." singkat Alexa


"Apa benar bang Jordy sudah tiba di negara ini ?" Aditya kembali bertanya keada sang putri pasalnya tadi ayah mertuanya yang tidak lain adalah Daniel Wijaya sudah memberinya kabar bahwa orang kepercayaannya sudah tiba di negara ini.


"Sudah, bahkan pagi tadi Lexa sudah bertemu Om Jordy." jawab Alexa


"Syukur lah." lega Aditya


"Apa ayah yang meminta opa mengirimkan om Jordy kesini ?" tanya Alexa


"Iya sayang,ayah hanya tidak ingin terjadi apa-apa denganmu nak,mengerti lah." ucap Aditya sambil memegang pundak sang anak.

__ADS_1


"Iya ayah, Lexa mengerti perasaan ayah." Alexa langsung masuk ke dalam pelukan sang ayah.


"Berjanjilah kamu akan baik-baik saja sayang." Aditya mengeratkan pelukannya terhadap sang putri yang di balas anggukan kepala oleh Alexa.


"Iya ayah, Lexa berjanji." Alexa melepaskan pelukan sang ayah dan beralih memeluk sang kakak


"Bang." Alexa mendongak menatap wajah tampan sang kakak


"Abang yakin kamu bisa melewati semua ini sayang, atau abang pindah kesini saja ?" Abimanyu ingin ikut menjaga sang adik


"No abang, abang harus tetap di Jakarta." bantah Alexa kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang kakak.


"Tapi biarkan abang sering berkunjung kesini ya." ucap Abimanyu yang di balas anggukan kepala oleh sang adik.


Mereka pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke restauran.


Sementara di kantor Diego.


Diego kembali mendapatkan pesan berupa foto sang istri dengan pria berbeda, dan kali ini sang sahabat lah yang menjadi pria itu.


"Harus seperti apa aku bersikap kepada Alaska ke depannya dan sampai kapan semua ini akan berlanjut, rasanya aku tidak sanggup lagi harus bersikap acuh kepada istriku sendiri." gumam Diego sembari memijat pelipisnya yang mendadak pusing.


Tok tok tok


Ceklek


Masuklah Alaska ke dalam ruangan Diego.


"Kamu sudah mengantarkan istriku ke tujuannya kan ?" tanya Diego sembari menatap sang sahabat yang tengah berjalan ke arahnya


"Sesuai perintahmu bos." jawab Alaska


"Kamu sudah menerima foto itu ?" tanya Alaska


"Jadi kamu mengetahuinya ?" tanya balik Diego yang di balas anggukan kepala oleh Alaska


"Ya, istrimu tidak bisa di anggap remeh, dia seperti mempunyai mata di mana-mana." ucap Alaska sembari menyodorkan ponselnya kepada Diega yang berisi foto Jessica


"Entahlah As, aku benar-benar belum mengetahui seperti apa istriku yang sebenarnya." Diego menghela nafas dan menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya.


"Yang aku lihat Alexa seperti mempunyai sisi lain dari yang kita tau selama ini, aku dengar sebelumnya dia pernah mengalami luka tusuk ?" tanya Alaska membuat Diego menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Ya,kamu benar As dulu Alexa pernah mengalami luka tusuk yang cukup serius,keadaan Alexa pada saat itu benar-benar membuat kami semua seperti kehilangan bagian dari hidup kami,itu adalah masa-masa sulit bagi kami saat harus menyaksikannya berjuang melawan maut." jeda Diego "Dia bahkan rela mengorbankan dirinya demi bisa menangkap Angelica,tapi sayang Angelica ada yang menjaminnya saat itu dan orang yang menjamin itu cukup berpengaruh,aku dengar dia ada di negara ini, mungkin suatu saat nanti bisa saja kami di pertemukan,hanya saja sampai saat ini aku belum mengetahui siapa yang berdiri di belakangnya." lanjut Diego


"Apa Alexa tau ?" tanya Alaska yang hanya di balas kedikkan bahu acuh oleh Diego tanda dia pun belum mengetahuinya.


__ADS_2