Alexandria

Alexandria
Bab. 183.


__ADS_3

Sementara itu di guest house Dokter Loly pun sudah bangun. Dia ke luar dari kamarnya berjalan menuju ke dapur yang berada di lokasi guest house itu.


Dokter Loly mengetuk ngetuk daun pintu dapur itu. Jendela yang terbuka bisa terlihat kegiatan di dalam dapur yang luas itu. Beberapa orang pelayan terlihat sudah sangat sibuk, mereka memang bertugas untuk menyediakan makanan dan minuman untuk semua orang yang tinggal di guest house itu.


Karena begitu sibuknya hingga para pelayan yang sedang bekerja tidak mendengar suara ketukan pintu dari Dokter Loly. Dan meskipun jendela terbuka mereka juga tidak melihat sosok Dokter Loly yang berada di balik pintu. Karena mereka semua konsentrasi dengan pekerjaannya.


Dokter Loly mengetuk ngetuk lagi daun pintu itu dengan lebih keras, hingga jari jarinya terasa sakit. Dan sesaat kemudian ada salah satu pelayan yang menoleh ke arah suara ketukan, dia pun melihat sosok Dokter Loly sebab Dokter Loly melongok ke arah jendela yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.


Pelayan itu lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke pintu, dia pun segera membukakan pintu buat Dokter Loly.


“Selamat pagi Nona, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu dengan sopan.


“Bolehkan saya minta sedikit tepung.” ucap Dokter Loly sambil tersenyum. Tampak pelayan itu terlihat kaget saat ada tamu yang meminta tepung.


“Apa saya tidak salah dengar?” tanya pelayan itu


“Tidak tidak, saya benar membutuhkan sedikit tepung untuk mengurangi kelembaban pada koper dan sepatu saya. Saya lupa tidak membawa silika jel. Ini nanti tepung saya bungkus tissue lalu ditaruh pada koper dan sepatu saya.” jawab Dokter Loly beralasan sebab dia melihat sang pelayan terlihat kaget saat dia meminta sedikit tepung.


“Tepung apa yang Nona butuhkan? Terigu, beras, tapioka, maizena atau tepung apa?” tanya pelayan itu selanjutnya.


“Tepung apa saja, mungkin tepung terigu atau tepung beras yang biasanya mudah tersedia.” jawab Dokter Loly sambil tersenyum.


“Baiklah. Tunggu sebentar Nona.” ucap pelayan itu


“Apa satu ons tepung cukup?” tanya pelayan itu selanjutnya saat sudah akan membalikkan tubuhnya. Dan Dokter Loly pun menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum senang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian pelayan itu datang dengan membawa satu bungkus tepung dan diberikan pada Dokter Loly. Pelayan itu percaya pada apa yang diucapkan oleh Dokter Loly, kalau tepung yang dia minta digunakan untuk mengurangi kelembaban pada koper dan sepatunya.


Dokter Loly pun dengan senang hati membawa satu bungkus tepung dan segera melangkah meninggalkan dapur itu.


“He.. he... langkah awal yang mulus..” gumam Dokter Loly dalam hati, sambil tertawa dan tentu saja tawa nya juga di dalam hati.


Akan tetapi saat dia sudah berjalan mendekati kamarnya dia berpapasan dengan Eveline yang baru saja selesai berolah raga.


“Selamat pagi Dokter Loly..” sapa Eveline


“Selamat pagi Nona Eveline, wah segar ya olah raga pagi di tempat ini.” ucap Dokter Loly membalas sapaan Eveline.


“Iya Dok, segar sekali. By the way Dokter pagi pagi dari mana kok seperti membawa tepung?” tanya Eveline yang penasaran melihat ada bungkusan tepung putih di tangan Dokter Loly. Pekerjaannya yang terkadang menangani kasus narkoba langsung penasaran saat melihat ada benda tepung putih di tangan seseorang.


“Owh..” gumam Eveline..


“Baiklah Dok, saya mau segera mandi.” ucap Eveline selanjutnya dan segera melangkah menuju ke kamarnya.


Dokter Loly pun juga segera melangkah menuju ke kamarnya. Dia dengan segera membuka kunci pintu kamarnya, dengan segera pula dia memutar handel pintu dan mendorong daun pintu itu. Setelah dia masuk ke dalam kamar dia mengunci pintu kamarnya.


Dokter Loly segera melangkah menuju ke sebuah kulkas kecil yang ada di dalam kamar itu. Di atas kulkas kecil itu juga ada sebuah mini microwave. Kamar itu memang dilengkapi dengan alat alat untuk keperluan logistik darurat tamu. Di dalam kulkas ada beberapa botol minuman, buah buahan dan juga beberapa makanan yang bisa digunakan jika sewaktu waktu tamu membutuhkan di saat bukan jam makan. Mini microwave disediakan dengan maksud untuk menghangatkan makanan yang ada jika dibutuhkan.


“Hmmm aku panaskan tepung ini di dalam microwave agar matang, setidaknya tidak membuat sakit perut yang bisa mencurigakan. Aku tidak bermaksud untuk membuat sakit atau meracuni aku hanya ingin dia tidak segera hamil..” gumam Dokter Loly dalam hati sambil membuka microwave dan mengeluarkan nampan yang ada di dalam microwave itu yang digunakan untuk tempat makanan yang akan dipanaskan. Dokter Loly membuka plastik pembungkus tepung, dan menumpahkan tepung itu pada nampan lalu memasukkannya ke dalam microwave dan dia mulai menekan dan memutar tombol untuk pengaturan pemanasan.


“Hmm obat dan vitamin Nona Alexandria diberikan setiap tiga hari sekali. Baru lusa waktunya memberikan yang baru.” gumam Dokter Loly sambil menunggu proses pemanasan.

__ADS_1


Dokter Loly pun lalu mengambil botol kapsul vitamin untuk Alexandria, dia menuang isi di dalamnya pada tempat cawan peralatan medis yang dia bawa lalu dia buka kapsul kapsul itu satu persatu dan dia buang isi di dalamnya. Kini di dalam cawan medis itu sudah berisi dengan kapsul kapsul kosong yang nanti siap diisi dengan tepung oven.


“Nona Alexandria kemarin sangat senang makan singkong oven, sekarang aku buatkan tepung oven.. ha... ha....” gumam Dokter Loly sambil tertawa senang.


Saat Dokter Loly masih tertawa senang tiba tiba...


TOK ... TOK.. . TOK..


TOK... TOK... TOK...


Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. Dokter Loly cepat cepat menyembunyikan cawan yang berisi kapsul kapsul kosong itu ke dalam kulkas kecil yang ada di dalam kamarnya.


Dokter Loly pun segera berjalan menuju ke pintu untuk membukakan pintu kamarnya.


“Siapa sih pagi pagi sudah mengetuk ngetuk pintu, belum juga waktunya makan pagi.” gumam Dokter Loly lalu membuka kunci pintu dan segera memutar handel pintu dan menarik daun pintu itu.


Saat pintu terbuka terlihat satu orang pelayan dengan membawa meja dorong yang berisi botol botol minuman, aneka makanan dalam kemasan, dan buah buah segar.


“Maaf Nona saya petugas logistik akan mengecek makanan dan minuman yang ada di dalam kulkas. Akan saya ganti yang perlu diganti. ” ucap sang pelayan dengan nada sopan dan senyum ramah.


Dokter Loly mendadak keringat dinginnya muncul di dahinya, sebab baru saja dia menaruh kapsul kosongnya di dalam kulkas.


“Hmmm aku kira sang therapis mengajak sarapan , ternyata malah petugas logistik mau mengecek isi kulkas.” gumam Dokter Loly sambil berpikir pikir..


....

__ADS_1


__ADS_2