
“Deal, dilarang masuk kamu.” teriak Vincent lagi langsung melepas ekor baju pengantin Alexandria dari tangannya dan langsung melangkah cepat dan menarik lengan Dealova.
“Aku belet pipis Bang Bule.” ucap Dealova dengan suara cemprengnya masih ditambah dengan nada tinggi.
“Tidak boleh masuk.” ucap Bang Bule sambil menatap tajam ke arah Dealova.
“Bentar saja sudah tidak tahan nih...” ucap Dealova lagi, akan tetapi dengan segera Vadeo melangkah masuk sambil masih menggendong tubuh Alexandria dan dengan segera Vadeo menutup pintu kamar pengantin itu.
Akan tetapi tiba tiba langkah Vadeo terhenti sebab terasa tubuh Alexandria terasa lebih berat terasa ada yang menariknya dari belakang.
“Kak, ekor kejepit di pintu.” ucap Alexandria sambil menoleh ke arah belakang.
“Ide siapa sih pakai ekor panjang panjang..” gumam Vadeo lalu dia membalikkan tubuhnya dan kembali melangkah menuju ke pintu.
“Kak, turuni aku sudah sampai di kamar.” pinta Alexandria tetapi Vadeo belum juga mau menurunkan Alexandria.
Sambil masih mengendong tubuh Alexandria, Vadeo membuka lagi pintu dan kakinya menggeser ekor baju pengantin Alexandria agar masuk ke dalam kamar. Kini semua ekor baju pengantin Alexandria sudah masuk semua di dalam kamar. Vadeo tampak tersenyum lega dia pun lalu mencium pipi Alexandria yang posisinya sangat dekat dengan wajahnya.
“Aman mereka semua sudah pergi tidak ada yang mengganggu.” gumam Vadeo lalu dia segera melangkah menuju ke tempat tidur yang bagi Vadeo tempat itu sudah melambai lambai minta segera didatangi.
Vadeo sambil menggendong tubuh Alexandria terus saja menciumi pipi Alexandria dan ciumannya semakin menuntut, nafas Vadeo pun semakin memburu hingga terasa berhembus di wajah Alexandria dan membuat dada Alexandria berdetak lebih kencang dan turut juga dia berhasrat. Ciuman Vadeo kini sudah berpindah bukan lagi di pipi mulus Alexandria akan tetapi sudah menikmati bibir indah dan kenyal milik Alexandria. Alexandria yang baru pertama kali bibirnya mendapat ciuman bergairah dari seorang laki laki dia tampak sedikit kaget dan hanya diam menikmati.
“Love you Al...” bisik Vadeo lalu dia segera membaringkan tubuh Alexandria di tempat tidur itu. Vadeo yang merasakan Alexandria gugup saat mendapat ciuman di bibirnya dia justru merasa senang karena istrinya benar benar masih orisinil.
Alexandria yang sudah terbaring di tempat tidur masih terlihat diam saja, dia masih mengatur nafasnya.
__ADS_1
“Al, apa kamu baik baik saja?” tanya Vadeo yang sekarang juga ikut berbaring di samping Alexandria.
“Dadaku deg degan Kak..” ucap lirih Alexandria jujur sambil memegang dadanya. Vadeo yang mendengar tersenyum dia memeluk tubuh Alexandria dengan sangat erat. Alexandria memiringkan tubuhnya karena malu menatap Vadeo.
“Aku sangat bahagia sayang akhirnya kita sudah resmi menjadi suami istri.” ucap Vadeo sambil terus memeluk erat tubuh Alexandria.
“Gadis kecilku yang selalu aku cari cari yang selalu aku rindu kini berada di dalam pelukanku.” ucap Vadeo lagi
“Aku ingin setiap aku akan tidur melihat dirimu di samping ku dan setiap aku bangun tidur aku lihat dirimu di hadapanku.” ucap Vadeo sambil mencium pundak Alexandria karena kini dia terbaring memunggungi Vadeo.
Pelan pelan Vadeo membuka retsleting gaun pengantin Alexandria, Alexandria hanya diam saja Vadeo pun semakin menurunkan kaitan retsleting itu, tampak punggung putih mulus Alexandria di depan mata Vadeo. Vadeo mendekatkan wajahnya pada punggung putih mulus Alexandria itu dia kecup dengan lembut.
“Kak...” suara lirih Alexandria
“Kamu sudah siap Sayang?” tanya Vadeo dengan suara yang sudah mulai parau, dia lalu mencium pundak Alexandria yang sudah terbuka.
“Sakit dikit, banyak enaknya.” jawab Vadeo sambil senyum menggoda.
“Kalau kamu belum siap malam ini tidak apa apa kita lakukan lain kali. Tetapi kamu buka baju berekor ini. Emang kamu akan tidur dengan baju seperti ini.” ucap Vadeo sambil mengusap usap rambut kepala Alexandria.
“Kak Deo tidak kecewa?” tanya Alexandria sambil menoleh lagi menatap Vadeo.
“Sedikit, tetapi tidak masalah masih banyak hari hari lain yang penting aku sudah menjadi suamimu.” jawab Vadeo jujur sambil mencium lembut puncak kepala Alexandria.
“Maaf ya Kak..” ucap Alexandria yang kini membalikkan tubuhnya dan menghadap pada Vadeo. Vadeo menganggukkan kepalanya dan saat dia melihat bagian dada Alexandria hasratnya kembali menggelora sebab retsleting gaun Alexandria yang sudah terbuka sempurna membuat bagian tubuh indah di bagian dada Alexandria menyembul menggoda Vadeo. Alexandria yang menyadari hal itu dengan cepat cepat menutupi dengan telapak tangannya. Hal itu justru membuat Vadeo menjadi semakin gemas ingin rasanya menggoda Alexandria dengan menarik tangannya. Akan tetapi dia urungkan lalu dia mencium lagi puncak kepala Alexandria.
__ADS_1
“Gadis kecilku benar benar menggemaskan.” bisik Vadeo.
“Kak aku mau ganti baju. Kak Deo juga ganti baju sana. Kak Deo ganti baju di kamar mandi ya... Aku repot kalau harus jalan ke kamar mandi.” pinta Alexandria
“Okey Sayang...” ucap Vadeo lalu dia sekali lagi mencium puncak kepala Alexandria lalu dia bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi. Vadeo pun berharap setelah dengan memakai baju santai Alexandria akan bisa lebih santai dan acara belah duren bisa terlaksana malam ini.
Setelah terlihat Vadeo masuk ke dalam kamar mandi. Alexandria pun segera membuka baju pengantinnya. Dia dengan mudah melepas sebab retsleting sudah dibuka sempurna oleh Vadeo. Setelah baju itu terlepas Alexandria yang hanya memakai pakaian dalam itu berjalan menuju ke lemari untuk mencari baju ganti.
Saat membuka lemari di dalam kamar hotel itu, Alexandria mencari cari baju ganti tetapi di dalam lemari itu yang ada hanya lingerie dengan berbagai model dan segala macam warna. Dia lalu menutup lemari itu lalu melangkah menunu ke lemari satu nya saat pintu lemari itu dibuka isinya hanya G String dengan segala model dan beraneka warna pula. Di rak bawa hanya ada berlembar lembar handuk.
“Ih... kata Mama dan Bang Vincent sudah ada baju baju di sini jadi aku tidak usah menaruh koperku di sini.” ucap Alexandria lalu dia mengambil satu lembar handuk besar dan melilitkan pada tubuhnya.
Vadeo yang sudah melepas baju pengantin nya pun kini sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai bath robe dia terlihat sangat segar sebab dia tadi sekalian mandi dan kini dia kaget melihat Alexandria dengan tubuh terlilit oleh handuk.
“Al, kamu mau mandi juga?” tanya Vadeo pada Alexandria karena melihat Alexandria melilitkan handuk pada tubuhnya. Sementara Alexandria masih teroaku karena terpesona dengan dengan wajah dan tubuh segar Vadeo habis mandi dengan menegakkan bath robe.
“Di kamar mandi sudah ada handuk Sayang..” ucap Vadeo selanjutnya sambil tersenyum menatap Alexandria.
“Iya Kak..” ucap Alexandria lalu dia berjalan dengan cepat menuju ke kamar mandi dia pikir nanti habis mandi juga memakai bath robe seperti Vadeo dari pada harus memakai baju kurang bahan.
Sementara Alexandria masuk ke dalam kamar mandi, Vadeo berjalan menuju ke lemari dia pun ingin mencari baju ganti, sama seperti pada Alexandria, Vincent pun mengatakan pada Vadeo kalau di lemari sudah tersedia semua pakaian untuk mereka berdua.
“Kenapa semua isinya seperti ini.” gumam Vadeo karena dia tidak mendapatkan tshirt ataupun celana boxer atanya hanya G String dengan berbagai model hingga model gajah juga ada.
“Hmmm apa Vincent memakai yang model gajah ini ha.... ha....” ucap Vadeo sambil tertawa. Vadeo lalu melangkah menuju ke lemari satunya, dengan segera dia membuka pintu nya. Saat melihat isi di dalam nya mata Vadeo melotot akan tetapi seketika dia tersenyum dan tidak lama kemudian jakunnya naik turun karena membayangkan istrinya akan sangat sexy dan cantik memakai lingerie lingerie itu.
__ADS_1
“Hmmmmm mungkin Alexa tidak mendapatkan baju lalu menutup tubuhnya dengan handuk he... he.” gumam Vadeo lalu dia kembali melangkah ke lemari satunya lalu dia mengambil satu G String akan tetapi yang bukan model gajah yang dia ambil.
.....