
Teman-teman Alexa pun dengan antusiasnya ikut membagikan bingkisan yang tadi mereka bawa.
"Adik-adik,kakak juga punya sesuatu untuk kalian." ucap Amel sambil mengangkat kantong plastik yang berisi berbagai bingkisan
Sontak Baim dan teman-temannya pun berlarian menghampiri Amel dan langsung berbaris untuk mendapatkan bingkisan yang di bawa Amel dan juga Diandra.
"Oma bangga sama kamu sayang." ucap Wilna sambil mengusap sayang kepala Alexa
"Tetaplah menjadi cucu kebanggaan Oma." timpal Fenita sambil membelai lembut pipi sang cucu
"Pasti Oma." ucap Alexa sambil tersenyum
"Permisi nona." ucap Jordy sambil menunduk hormat
"Iya Om Jordy,ada apa ?" tanya Alexa
"Mengenai panti ini,apa lagi sekiranya yang anda butuhkan untuk pembukaan besok." ucap Jordy sambil menyerahkan map kepada Alexa
Alexa pun membuka map tersebut dan membaca seluruh rangkaian yang sudah di susun sedemikian rupa oleh Jordy dan oesng-orangnya,Alexa tersenyum bangga dengan kinerja orang kepercayaan nya.
"Untuk yang mengelola panti ini bagaimana Om ?" tanya Alexa
"Sore ini orangnya tiba di sini nona." jawab Jordy
"Kerja bagus Om." puji Alexa sambil menyerahkan kembali map nya kepada Jordy.
"Kalau begitu saya permisi nona,di depan ada orang yang akan memasang papan nama juga cctv." pamit Jordy
"Iya Om." ucap Alexa
"Kakak." panggil Baim sehingga Alexa pun menoleh dan tersenyum manis ke arah Baim
"Iya Im." jawab Alexa sembari berjongkok di depan Baim
Cup
Tanpa babibu Baim mencium pipi Alexa dan langsung berlari ke arah Diego yang tengah menampilkan senyum manisnya.
Alexa pun menyentuh pipinya yang baru saja di cium oleh Baim.
Alexa menggelengkan kepala sambil tersenyum ke arah Diego yang masih terus menatapnya sambil tersenyum.
Alexa pun berjalan menghampiri Diego yang tengah bermain bersama anak-anak yang lain.
"Baim,kakak juga mau dong di cium." goda Amel kepada Baim
"Tidak mau,Baim maunya sama kakak Al." jawab Baim yang di sambut gelak tawa oleh yang lain
"Kau lihat Mel,anak kecil saja tau mana yang cantik." ucap Alvaro sambil tertawa
Plak
Amel sontak memukul lengan Alvaro yang tengah menertawakannya.
__ADS_1
"Sakit Mel." ucap Alvaro sambil mengusap lengannya.
"Itu balasan buat kamu." ucap Amel sambil cemberut
Sontak anak-anak tertawa melihat Amel yang cemberut.
Cup
Baim mencium pipi Amel dan langsung berlari menjauh karena malu.
"Cie,yang di cium cowo cakep." ledek Alexa sambil tertawa di ikuti tawa yang lainnya karena melihat Amel yang langsung terdiam
"Astaga,Baim." teriak Amel memanggil nama Baim dan langsung berlari mengejar Baim, terjadilah kejar-kejaran antara Amel dan Baim.
"Anak-anak,waktunya makan siang sayang." ucap Delia dari ruang tengah
"Yeeeeee,makan." sorak anak-anak dengan girangnya
"Adik-adik,jangan lupa cuci tangan sebelum amakn oke." peringat Alexa kepada mereka semua
Anak-anak pun berlarian untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
"Baiklah anak-anak,kalian duduklah melingkar ya,kita akan makan bersama dengan lesehan supaya lebih terasa kebersamaannya." ucap Fenita menginstruksi semuanya untuk duduk melingkar di lantai dengan alas karpet yang sudah di siapkan oleh Jordy.
Mereka pun makan dengan saling bercerita satu sama lain.
Alexa tersenyum melihat kebersamaan antara sahabat,keluarga dan juga anak jalanan yang tidak melihat dari kasta.
Alexa menoleh saat merasakan ada yang mengusap sayang rambutnya.
Alexa pun tersenyum ke arah Diego yang masih setia mengusap rambutnya.
"Ada apa hemm ?" tanya Diego yang melihat sang kekasih tengah memperhatikan satu persatu orang yang ada disini.
"Aku bahagia dengan kebersamaan ini kak." ucap Alexa sambil tersenyum
"Dan aku bahagia kalau kamu bahagia." ucap Diego sambil membalas senyum manis Alexa
Ehmm
"Makan dulu cucu Oma." ucap Fenita sambil berdehem
Alexa pun tersipu karena kedapatan tengah saling tersenyum dengan Diego.
"Iya Oma." jawab Alexa sambil melanjutkan makannya.
Para orang tua pun menggelengkan kepala melihat tingkah calon suami istri itu.
"Apa ayah terlambat." ucap Adit yang baru datang bersama Aldi dan Devano.
Mereka bertiga pun langsung bergabung dengan yang lainnya untuk ikut duduk melingkar di lantai.
Adit memilih untuk duduk di sebelah Alexa.
__ADS_1
"Ayah bangga sama kamu." ucap Adit sambil mengusap sayang kepala sang putri.
Alexa hanya menanggapinya dengan senyuman.
Acara makan pun kembali berlanjut.
Setelah acara makan selesai,mereka pun berlanjut saling bercerita satu sama lain.
Sesekali para orang tua mengajak ngobrol anak-anak jalanan itu sekedar ingin tau tentang kehidupan mereka sebelum bertemu dengan Alexa.
Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yatim piatu yang dulunya sempat tinggal di sebuah panti asuhan di pinggiran kota,namun karena panti itu sudah tidak terawat lagi akhirnya anak-anak lebih memilih keluar dari panti hanya untuk mencari sesuap nasi.
Dari situlah mereka sudah seperti keluarga,susah senang selalu bersama.
"Kalau Baim sudah berapa lama bareng mereka ?" tanya Alexa karena yang di lihat Baim adalah anak terkecil di antara yang lainnya
"Baim belum terlalu lama kak." jawab Baim
"Baim korban kecelakaan waktu itu kak." jawab salah seorang anak jalanan yang Alexa tau bernama Rio
"Maksud Rio ?" tanya Alexa
"Mungkin sekitar beberapa bulan lalu kak,aku nemuin Baim tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan terluka di bagian belakang kepalanya kak,kami merawat Baim seadanya." ucap Rio menjelaskan "Dan nama Baim itu kita yang kasih kak,soalnya waktu Baim sadar dia ga inget namanya." lanjut Rio
Alexa pun terdiam mendengar penjelasan Rio.
Alexa menoleh ke arah Daniel yang di jawab anggukan kepala oleh sang Opa seakan mengerti maksud dari tatapan sang cucu.
"Apa kalian mau sekolah ?" tanya Alexa mengalihkan pertanyaan
"Mau mau." jawab mereka semangat
"Nanti kakak akan urus sekolah kalian,jadi sebelum kalian masuk sekolah,kalian bisa belajar dulu di rumah,nanti kakak dan yang lain akan bawa banyak buku kesini,bagaimana ?" ucap Alexa
"Yeeeeeeee,aku mau sekolah kak." ucap Baim dengan semangat
"Kalian semua akan sekolah,tapi janji sama kakak kalau kalian harus belajar yang rajin oke." ucap Alexa sambil tersenyum
"Oke kak." jawab mereka kompak
Alexa pun menghampiri Daniel yang tengah berbicara dengan Jordy.
"Opa." panggil Alexa sehingga membuat Daniel menoleh ke arah sang cucu
"Jordy akan menyelidiki semuanya." ucap Daniel yang mengerti maksud sang cucu
Alexa pun menghambur ke pelukan sang Opa.
"Opa terbaik." ucap Alexa sambil mendongak menatap sang Opa
"Apapun untuk cucu kesayangan Opa." ucap Danie sambil mengusap sayang kepala sang cucu
Delia yang melihat putri dan sang ayah tengah berpelukan pun sudah bisa menebak apa yang tengah mereka berdua rencanakan mendengar sepenggal cerita tentang anak-anak jalanan tadi.
__ADS_1