Alexandria

Alexandria
Bab. 186.


__ADS_3

Keesokan harinya.


“Sayang, hari ini jadwal kamu melakukan terapi ya?” tanya Vadeo saat mereka berdua berada di ruang makan.


“Iya Kak, nanti therapis akan datang ke sini.” ucap Alexandria sambil menaruh gelas kosong bekas juice buah dan sayur yang sudah dia tegak habis isi di dalamnya.


“Kamu bisa gunakan kamar yang ada di dekat ruang tamu itu.” ucap Vadeo sambil menatap Alexandria sambil tersenyum dia senang Alexandria sudah menghabiskan makanan dan minuman sehatnya.


“Jangan ada yang boleh menginjakkan kaki di lantai dua ya.. Hanya kita berdua dan Ibu pelayan yang tinggal di sini yang boleh ke lantai dua.” ucap Vadeo selanjutnya masih dengan tatapan mata pada wajah Alexandria yang semakin cantik di matanya.


“Iya Kak..” jawab Alexandria


“Apa Kak Deo dengar waktu Dokter Loly ingin ke kamar kita?” tanya Alexandria selanjutnya


“Iya, maka jangan ngomongin aku ya... he... he...” jawab Vadeo sambil tertawa kecil.


“Baiklah aku sekarang naik ke atas ya..” ucap Vadeo selanjutnya, lalu dia bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan ruang makan.


Alexandria tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pada Vadeo. Dan kini dia membereskan meja makan untuk membantu sang pelayan.


“Sudah Non.. sekarang kan katanya jadwal Nona Alexandria melakukan terapi, Nona ke depan saja menunggu therapis nya datang.. ini biar saya selesaikan.” ucap sang pelayan sambil tangan nya sudah sibuk memberesi meja makan.


“Sekalian Bu, tanggung masih ada banyak waktu kok.” ucap Alexandria masih terus menyelesaikan membantu sang pelayan. Sang pelayan pun tersenyum sambil membereskan meja makan bersama Alexandria.


“Kamar di dekat ruang tamu sudah saya siapkan Non. Tadi malam Tuan Muda sudah mengingatkan saya agar pagi pagi kamar itu disiapkan.” ucap sang pelayan sambil tersenyum.


“Terima kasih ya Bu...” ucap Alexandria sambil tersenyum lalu dia mohon diri untuk berjalan ke depan menunggu sang therapis. Sang pelayan pun menganggukkan kepala dan dia pun juga akan segera berjalan ke dapur karena pekerjaan membereskan meja makan sudah selesai.

__ADS_1


Alexandria pun berjalan menuju ke ruang tamu untuk menunggu sang therapis datang. Alexandria melangkah menuju ke pintu kamar yang ada di dekat ruang tamu itu, dia memutar handel pintu dan mendorong daun pintu itu pelan pelan, ruangan di dalam sudah terlihat rapi ada tempat tidur dan juga ada dua kursi dan meja di antara dua kursi itu.


Alexandria menutup kembali pintu kamar itu. Dan tidak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu ruang tamu. Alexandria pun segera berjalan menuju ke pintu yang terdengar suara ketukan nya itu.


“Itu pasti therapis yang datang...” gumam Alexandria dan tidak berapa lama kemudian dia membuka kunci dan memutar pelan handel pintu lalu menarik daun pintu. Benar di balik pintu ada Sang Therapis dan pak satpam akan tetapi juga ada ada Dokter Loly. Setelah pintu sudah dibuka pak satpam membalikkan tubuhnya dan kembali ke pos jaganya.


“Selamat pagi Nona Alexandria...” sapa Therapis dan Dokter Loly.


“Selamat pagi.. Dokter Loly maaf bukannya jadwal Dokter sore hari..” ucap Alexandria yang tidak menduga Dokter Loly juga datang di pagi hari. Sebab menurut jadwalnya Dokter Loly akan memberikan obat dan jadwal suntik hormon di sore hari.


“Akan saya jelaskan nanti Nona..” ucap Dokter Loly sambil tersenyum. Alexandria pun selanjutnya mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.


Mereka bertiga segera berjalan menuju ke sofa yang ada di ruang tamu itu. Alexandria duduk di sofa panjang dan dua tamunya duduk di sofa lainnya.


“Nona saya ke sini mau mengantarkan obat dan vitamin buat Nona, juga mau cek tekanan darah dan detak jantung.” ucap Dokter Loly sambil mengeluarkan obat dan vitamin untuk Alexandria dan juga alat alat medisnya.


Beberapa menit kemudian cek tensi dan detak jantung Alexandria sudah selesai.


“Bagus Nona.” ucap Dokter Loly sambil merapikan lengan baju Alexandria.


“Nona karena perkembangan selama beberapa hari ini bagus, suntik hormon akan saya kurangi frekuensinya. Biar secara alami hormon Nona Alexandria terbentuk dengan sendirinya .” ucap Dokter Loly selanjutnya sebagai alasan karena dia memang ingin mengurangi dosis segala obat dan vitamin pada tubuh Alexandria. Termasuk hormon yang disuntikkan sebagai pelengkap program hamil Alexandria.


“Ooo begitu, saya juga senang dan tertarik dengan yang alami.” ucap Alexandria sambil tersenyum dia tidak menaruh curiga pada Dokter Loly sebab dia yang baru membaca buku dari Ixora yang berhubungan dengan pengobatan alami.


Dokter Loly yang mendengarkan ucapan Alexandria tersenyum senang. Dan dia pun segera kembali menuju ke tempat duduknya.


“Baiklah, hari ini tidak ada suntik hormon untuk Nona.” ucap Dokter Loly sambil tersenyum sesaat dia sudah mendudukkan pantatnya.

__ADS_1


“Nona mari kita mulai terapi nya...” ucap sang therapis saat Dokter Loly sudah seleaai berbicara dan sudah kembali duduk


“Ooo iya mari kita ke kamar sini, sudah kami siapkan.” ucap Alexandria sambil menoleh ke arah pintu kamar yang ada di dekat ruang tamu.


“Dokter Loly bisa kembali ke guest house jika sudah selesai. Dokter Senior mungkin membutuhkan bantuan Dokter Loly. “ ucap Sang therapis sambil bangkit berdiri.


“Aku tunggu kamu selesai, nanti kita kembali bersama sama.” ucap Dokter Loly yang memang sengaja dia ingin cari kesempatan bisa ketemu dengan Vadeo sementara Alexandria sedang diterapi.


Alexandria dan sang therapis pun segera berjalan menuju ke kamar yang sudah disiapkan untuk melakukan terapi untuk Alexandria. Sang therapis segera menutup pintu saat dia dan Alexandria sudah ada di dalam kamar itu.


“Hmmm Tuan Vadeo kenapa tidak ikut menemani Nona Alexandria ya.. “ gumam Dokter Loly dalam hati sambil pandangan matanya tertuju pada arah ke ruangan lainnya.


“Apa Tuan Vadeo sudah mulai tidak cinta kok dua kali aku ke sini dia tidak menemani istrinya, kalau benar begitu kesempatan baik buat ku.” gumam Dokter Loly dalam hati lagi sambil tersenyum.


“Hmmm apa coba aku jalan jalan mencari Tuan Vadeo.” gumamnya lagi sambil matanya melihat lihat situasi.


Sementara itu, Vadeo yang di dalam ruang kerjanya masih sibuk berkomunikasi dengan Vincent. Tadi malam Richardo dan Eveline menghubunginya akan tetapi hand phone Vadeo sudah off karena sudah berada di dalam kamar dengan isteri nya.


“Kamar kamar guest house memang belum dipasang CCTV, dengan pemikiran orang orang yang ada di dalam guest house sudah terscreening sebelum berangkat ke sini.” jawab Vadeo saat Vincent bertanya tentang CCTV kamar kamar di guest house.


“Masalah waktu yang mendadak juga Vin, kemarin aku utamakan rumah ini yang semua terpasang CCTV dan semua pintu masuk ke pulau.” ucap Vadeo selanjutnya. Terlihat Vadeo serius mendengarkan Vincent yang berada di seberang lautan sana.


“Okey okey aku besok suruh teknisi memasang CCTV.” ucap Vadeo lagi lalu dia terlihat memutus sambungan teleponnya.


Vadeo lalu melihat rekaman CCTV yang berada di Kamar tempat Alexandria melakukan terapi.


“Sepertinya normal normal saja.” gumam Vadeo setelah melihat tampilan di layar rekaman CCTV di kamar Alexandria melakukan terapi. Lalu Vadeo mengklik ruangan lainnya untuk mengecek rekaman CCTV ruangan lainnya. Dan setelah melihat ruangan lainnya , mendadak Vadeo langsung bangkit berdiri dan dengan segera keluar dari ruang kerjanya.

__ADS_1


....


__ADS_2