
Esok harinya nampak di meja makan tengah berkumpul untuk sarapan bersama.
"Jadi kalian juga akan kembali hari ini ?" tanya Alexa sembari menatap satu persatu sahabatnya yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
"Iya Al, kami juga akan kembali hari ini." jawab Diandra mewakili yang lainnya
"Terima kasih karena sudah menemaniku selama ini." ucap Alexa dengan tatapan sendu membuat Diandra langsunh beranjak dan menghampiri sang sahabat
"Tidak Al, aku lah yang harusnya berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan aku. Aku tidak tau bagaimana nasib aku kalau........" Diandra diam saat Alexa membawanya ke dalam pelukannya
"Kita sahabat, dan bahkan kita akan menjadi ipar jadi jangan ada lagi kata terima kasih oke." ucap Alexa yang di angguki oleh Diandra
Alexa pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi sang sahabat.
"Jangan lagi ada air mata yang mengalir dari mata indah ini Sa, aku hanya mengijinkanmu untuk tersenyum bahagia." ucap Alexa yang di angguki oleh Diandra, sedangkan yang lain menatap dalam ke arah 2 orang sahabat yang saling menyayangi membuat mereka berkaca-kaca.
"Ehhmmm, anak-anak bunda ayo kita lanjutkan sarapannya atau kalian akan ketinggalan pesawat." Delia mencairkan suasana yang sudah nampak haru
Diandra pun kembali ke tempat duduknya dan kembali melanjutkan sarapannya.
Selesai sarapan, mereka yang akan kembali ke Jakarta pun sudah bersiap untuk ke bandarq dengan beberapa mobil.
Tidak membutuhkan waktu lama,rombongan Alexa pun tiba di bandara Internasional London.
"Hati-hati, dan tunggu akak liburan semester ini oke." ucap Alexa sembari memeluk Cery
"Iya kak, akak juga disini hati-hati ya, jangan membuat Cery khawatir lagi, pokoknya akak tidak boleh sampai terluka lagi." ucap Cery yang di angguki oleh Alexa
"Akak tidak bisa berjanji tapi akak akan berusaha untuk lebih hati-hati lagi." balas Alexa yang membuat Cery mengembangkan senyumnya
"Kalian hati-hati." ucap Alexa sembari memeluk satu persatu sahabatnya
"Kamu juga hati-hati disini dek, abang tunggu di Jakarta." Abimanyu memeluk erat sang adik kesayangannya
"Jaga diri baik-baik dan tante tunggu kabar baiknya." bisik Sabrina sembari memeluk Alexa
Alexa yang mengerti maksud dari ucapan Sabrina pun hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Bye-bye akak." Cery berjalan sembari melambaikan tangannya ke arah Alexa yang di balas lambaian tangan oleh Alexa dan Diego yang memang mengantarkan mereka semua.
__ADS_1
Alexa menoleh ke arah samping begitu mendapati rangkulan seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah sang suami.
Alexa pun tersenyum manis yang di balas senyum manis oleh sang suami.
"Kita pulang ?" tanya Diego kepada sang istri yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa
Mereka berjalan beriringan sembari saling bergandengan tangan untuk berlalu dari bandara.
Diego mengendarai mobilnya dengan satu tangan yang terus menggenggam tangan sang istri.
"Kak." panggil Alexa yang membuat Diego menolehkan kepalanya sebentar ke arah sang istri
"Iya sayang." jawab Diego
"Kita ke danau sebentar." ucap Alexa yang di angguki oleh sang suami tanpa bertanya alasannya ingin ke danau
Diego melajukan mobilnya ke arah danau untuk menuruti keinginan sang istri.
Sesampainya di danau, Alexa langsung saja mendudukkan dirinya di bangku panjang diikuti sang suami yang juga duduk di sebelahnya.
"Apa yang kamu pikirkan ?" tanya Diego yang melihat sang istri menatap lurus ke depan
"Kebahagiaan." jawab Alexa tanpa menoleh ke arah sang suami membuat Diego terdiam.
"Bisakah kita bahagia ?" tanya Alexa dengan tatapan penuh harap membuat Diego langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya
"Pasti sayang, kita pasti akan bahagia." jawab Diego sembari mengeratkan pelukannya terhadap sang istri membuat Alexa tersenyum dalam pelukan sang suami.
Kring kring kring
Diego langsung melepaskan pelukannya terhadap sang istri begitu mendapati ponselnya berdering di saku celananya.
"Mom." gumam Diego yang melihat nama sang ibu yang tertera di layar ponselnya
"Ya mom." ucap Diego begitu sambungan telponnya terhubung
"Kalian dimana sayang ?" tanya Ayra di seberang telpon
"Kami berada di danau, ada apa mom." tanya balik Diego
__ADS_1
"Tidak apa sayang, ya sudah lekas pulang ya, makan sianglah di rumah karena mom sudah menyiapkan makanan kesukaan Alexa." ucap Ayra yang di angguki oleh sang putra
"Baik mom, kalau begitu Sandi tutup dulu telponnya." balas Diego sembari memutuskan sambungan telponnya
"Ada apa kak ?" tanya Alexa begitu sang suami sudah memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.
"Mom meminta kita makan siang di rumah karena beliau sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu." jawab Diego sembari membelai lembut pipi sang istri
"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo pulang." semangat Alexa sembari beranjak dan menarik tangan sang suami.
Diego pun menggelengkan kepalanya pelan melihat sang istri yang nampak semangat.
Diego menggenggam tangan sang istri yang berjalan di sampingnya membuat Alexa langsung menatap sekilas ke arah tangan yang di genggam sang suami.
Alexa pun menatap wajah tampan sang suami sambil menampilkan senyum manisnya.
"Aku berharap ke depannya hanya akan ada kebahagiaan." batin Alexa sambil tersenyum ke arah sang suami yang di balas senyum manis oleh sang suami.
Diego melajukan mobilnya menuju ke mansion Alexander karena memang para orang tua yang masih berada disana.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang di kendarai oleh Diego telah memasuki gerbang utama mansion Alexander.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda." sapa pelayan sembari menerima kunci mobil dari Diego
"Terima kasih paman." ucap Alexa sembari tersenyum dan segera berlalu masuk bersama sang suami.
Alexa dan Diego langsung menuju ke ruang keluarga dimana seluruh keluarganya berkumpul.
"Siang semuanya." sapa Alexa sembari berjalan ke arah sang ayah dan duduk di sebelahnya dan langsung merangkul lengan sang ayah.
"Kenapa hemm ?" tanya Adit yang melihat sikap manja sang putri sembari mengusap tangan sang putri yang melingkar di lengan kekarnya.
"Tidak apa ayah." jawab Alexa sembari tersenyum manis ke arah sang ayah membuat yang lainnya menggelengkan kepala melihat tingkah Alexa.
Aditya pun tersenyum menanggapi jawaban sang putri sembari terus mengusap sayang tangan sang putri.
"Permisi tuan-tuan dan nyonya-nyonya, sudah waktunya makan siang." ucap salah satu pelayan mengingatkan waktu makan siang untuk para majikannya
"Terima kasih bi." ucap Ayra sambil beranjak dari duduknya
__ADS_1
"Baiklah semuanya, mari kita makan siang terlebih dahulu." ajak Ayra yang diikuti seluruh anggota keluarga.
Makan siang pun berlangsung dengan di selingi obrolan ringan.