Alexandria

Alexandria
Yes It's Me


__ADS_3

Selesai bersiap, Alexa pun segera menghampiri sang suami yang tengah memainkan ponselnya.


"Ayo." ajak Alexa sembari berdiri di depan sang suami


Diego pun mengalihkan pandangannya dari ponsel dan mendongak menatap sang istri yang berdiri tepat di depannya.


Diego tersenyum dan langsung menarik tangan sang istri sehingga terjatuh di pangkuannya.


Di peluknya pinggang ramping sang istri sembari menyandarkan kepalanya di pundak sang istri.


"Sampai kapan ?" tanya Diego yang membuat Alexa mengernyit bingung.


Diego yang melihat kebingungan di wajah sang istri pun kembali berucap "Datang bulannya." bisik Diego tepat di sebelah telinga sang istri yang membuat Alexa bergidik ngeri mendapat bisikan dari sang suami.


Alexa pun menunduk malu mendapat pertanyaan seperti itu.


Diego yang tidak mendapat jawaban dari sang istri pun langsung mengeratkan pelukannya di pinggang ramping sang istri. "Kapan sayang ?" tanya Diego dengan suara serak.


"Hari ini sudah selesai kak." jawab Alexa pelan


Diego pun tersenyum mendengar jawaban sang istri.


"Benarkah ?" tanya Diego lagi yang di jawab anggukan kepala oleh sang istri.


"Ya sudah, sekarang ke sekolah dulu baru nanti malam aku akan meminta jatah." bisik Diego sembari menggigit pelan telinga sang istri.


Diego pun mengajak sang istri untuk segera ke sekolah dari pada nantinya tidak bisa menahan hasratnya.


Diego berjalan berdampingan dengan sang istri menuruni setiap anak tangga untuk menuju ke ruang makan, nampak kedua orang tua Diego sudah berada di meja makan dan langsung menoleh ke arah mereka begitu mendengar langkah kaki menuruni tangga.


Devano dan Ayra menyambut putra dan menantunya dengan senyuman manis dari keduanya.


"Selamat pagi Dad, Mom." sapa Alexa sambil tersenyum sementara Diego hanya cuek saja dan langsung menarikkan kursi untuk sang istri.


"Pagi sayang." balas mereka bersamaan


"Terima kasih kak." ucap Alexa sembari tersenyum ke arah sang suami


"Apapun sayang." balas Diego yang membuat Alexa tersipu malu sementara kedua orang tuanya tersenyum senang melihatnya.


Para istri pun mengambilkan makanan untuk para suami terlebih dahulu seperti biasa.


"Nasi goreng spesial ala chef Alexandria." ucap Ayra sembari menyodorkan piring berisi nasi goreng kepada sang suami.


"Benarkah ?" tanya Devano sembari menerima piring itu "Sepertinya enak." sambung Devano sembari melirik ke arah sang putra yang sudah mulai menyendok nasi gorengnya.


Sementara Ayra hanya mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Devano yang sudah penasaran pun segera menyendok nasi goreng nya dan langsung mengunyahnya perlahan.


Melihat expresi sang suami yang biasa saja, Ayra pun langsung angkat bicara "Gimana Dad, enak kan ?" tanya Ayra antusias


"Kenapa jadi Mom yang begitu antusias, bahkan Alexa terlihat biasa saja." jawab Devano heran terhadap sang istri "Bagaimana rasanya San ?" tanya Devano kepada sang putra yang sedari tadi hanya diam sambil menikmati nasi goreng nya membuat Ayra dan Alexa langsung menatap ke arah Diego.


Diego yang mendapat tatapan dari istri dan mama nya pun langsung meletakkan sendoknya dan menatap balik keduanya.


"Istimewa." ucap Diego sembari tersenyum yang membuat Alexa langsung membalas senyumnya, dan Ayra pun langsung tersenyum senang.


"Seperti yang Sandi ucapkan, istimewa." timpal Devano yang mendapat senyum manis dari sang menantu.


"Baiklah, mari kita lanjutkan sarapannya." putus Ayra kepada semuanya


Mereka pun kembali menyantap sarapannya sebelum akhirnya akan pergi ke tujuan nya masing-masing.


Devano pergi ke perusahaan lebih dulu karena memang jaraknya yang lumayan jauh, sedangkan Diego dan Alexa akan segera pergi ke sekolah.


"Dad pergi dulu ya." pamit Devano setelah mencium kening sang istri


"Hati-hati Dad, nanti Mom ke kantor untuk antar makan siang." ucap Ayra sambil tersenyum


"Dad tunggu." balas Devano sambil berlalu "Kalian hati-hati di jalan." sambungnya kepada putra dan menantunya yang di balas anggukan kepala oleh sang putra.


"Iya Dad, Dad juga hati-hati." balas Alexa sambil tersenyum


"Mom, kami langsung berangkat ya." ucap Alexa sembari beranjak dan menghampiri sang mertua


"Kalian berdua hati-hati ya, San nanti kalau ketemu Aska sampaikan salam dari Mom ya, ajaklah dia main ke sini." ucap Ayra kepada putra dan menantunya.


"Iya Mom." jawab Diego


"Kami berangkat ya Mom." pamit Alexa sembari mencium pipi sang mertua


"Hati-hati ya sayang." balas Ayra sambil tersenyum


Diego pun mengajak sang istri untuk segera pergi ke sekolah.


Setelah mobil yang membawa putra dan menantunya meninggalkan pekarangan rumah, Ayra pun segera masuk ke rumah.


Diego mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang untuk membelah kota Jakarta di pagi hari ini.


Hanya ada keheningan selama perjalanan sebelum akhirnya Alexa angkat bicara.


"Kak." panggilnya kepada sang suami


"Ya sayang." jawab Diego sembari menoleh sekilas dan kembali fokus ke jalan.

__ADS_1


"Kemarin aku lupa bilang sama kakak, kalau aku terpilih mewakili sekolah untuk ikut olimpiade Bahasa Inggris." ucap Alexa


"Kapan pelaksanaannya ?" tanya Diego


"Minggu depan kak." jawab Alexa


"Jadi selama satu minggu ini kamu akan berlatih di sekolah begitu ?" tebak Diego


"Iya kak, jadi aku ga bisa ikut kakak ke kantor." ucap Alexa


"Tidak apa, nanti kalau aku tidak sempat biar di jemput sopir Mom ya." ucap Diego yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.


Diego pun mengusap sayang kepala sang istri.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang di kendarai oleh Diego pun memasuki area sekolah.


Bersamaan dengan mobil yang menurut Diego asing.


Diego dan Alexa pun turun dari mobil bersamaan dengan orang yang menggunakan mobil asing tersebut.


Diego berhenti sejenak dan melihat sosok siswa yang baru di lihatnya.


Pandangannya bertemu dengan siswa baru itu dan di balas senyum simpul olehnya.


Siswa baru itu menghampiri Diego yang masih terdiam memperhatikannya.


Siswa tersebut berjalan santai dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya.


Sampai di depan Diego, dia pun berhenti dan langsung menampilkan senyum tipisnya.


"Sandiego Alexander." panggilnya kepada Diego membuat sang empunya nama menaikkan sebelah alisnya


Diego pun terdiam beberapa saat sebelum menyadari 1 hal.


"Alaska Saputra ?" tanya Diego sedikit ragu


"Yes it's me." jawab Aska sambil tersenyum simpul , ya siswa baru tersebut adalah Alaska Saputra teman masa kecil Diego saat di London.


Diego pun langsung memeluk singkat sang sahabat masa kecilnya itu.


"Apa kabar ?" tanya Diego


"Seperti yang kamu lihat, bahkan aku sangat baik." jawab Aska seadanya yang di balas senyum simpul oleh Diego


"Kemana semua lemakmu ?" ledek Diego sambil memicingkan matanya


"Sudah habis terbakar." jawab Aska sambil tertawa yang di balas gelengan kepala oleh Diwgo.

__ADS_1


__ADS_2