
Waktu pun terus berlalu dan usia baby twins pun sudah satu tahun lebih. Kedua bocah itu tumbuh sehat, lincah dan ceria. Belum pernah sakit yang cukup berarti juga. Setelah kejadian box bayi yang tiba tiba patah, Vadeo langsung mengganti box bayi kedua puteri nya dengan box bayi yang terbuat dari besi baja, dengan model dan finishing yang tetap cantik.
Dan setelah baby twins sudah berusia lebih dari satu tahun, sudah dirasa aman untuk melakukan perjalanan jauh. Vadeo ada rencana untuk mengajak baby twins berkunjung ke pulau Alexandria.
“Ma, kita ajak Valexa dan Deondria ke pulau Alexandria yukkk.” Ucap Vadeo di suatu sore hari di saat dia pulang lebih awal karena sudah kangen untuk bermain main dengan kedua anaknya.
“Yuuuuk....” ucap Valexa dan Deondria yang sudah mengucap satu patah kata sambil tersenyum dan menoleh ke arah Vadeo. Mulut mungil kedua bocah lucu itu tampak mengerucut ke depan.
Vadeo yang sedang tiduran di karpet di ruang keluarga sambil menunggui kedua anak anak nya itu bermain main langsung bangkit duduk dan menciumi gemas kedua puteri nya yang duduk di karpet dengan segala mainannya.
“Kalian berdua mau ya?” tanya Vadeo dan kedua bocah itu mengangguk dengan mantap. Mereka berdua sudah bisa mengerti jika diajak berkomunikasi.
“Mama saja belum menjawab. Kalian tahu ya kalian dibuat di sana.” Ucap Vadeo sambil menoleh melihat Alexandria yang duduk di sofa masih sibuk untuk menyuapi anak anak nya dengan makanan.
“Masih terlalu kecil Deo..” ucap Nyonya Jonathan yang baru saja masuk ke dalam ruang keluarga itu lalu ikut duduk di sofa untuk membantu Alexandria menyuapi baby twins. Dan memang kemauan sang Oma untuk menyuapi cucu.
“Sudah kuat kok Oma mereka berdua.” Ucap Vadeo sambil menoleh menatap Sang Mama Jo.
__ADS_1
“Wat.. wat... “ ucap Valexa sambil mengangguk anggukan kepalanya.
“Wat... wat... “ ucap Deondria sambil mengangkat kedua lengannya. Alexandria yang melihat tersenyum gemas.
Namun tiba tiba.
“Tunggu mereka di atas tiga tahun.” Suara Tuan Jonathan yang baru masuk ke dalam ruang tamu itu. Dan selanjutnya..
“Hua... hua... hua.... hua.... “ suara tangis baby twins dengan keras dan tidak hanya itu saja semua mainan mereka lempar ke arah Tuan Jonathan. Vadeo yang melihat malah tertawa terkekeh kekeh.
“Iya.. iya... pergi..” ucap Alexandria yang sudah paham dengan sifat ke dua anak nya, sambil memukul pundak Vadeo.
“Valexa dan Deondria minta maaf pada Opa, ga boleh melempari begitu pada orang tua.” Ucap Alexandria dengan nada serius dan menatap kedua anak nya dengan penuh kasih. Valexa dan Deondria yang sudah diam pun lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke Opa Jo lalu memeluk kaki Tuan Jonathan dan mencium lutut Tuan Jonathan. Tuan Jonathan pun mengusap usap kepala kedua cucu nya itu dan mencium puncak kepala kedua cucu nya.
Dan dua bocah itu pun kembali ke tempat duduk nya di karpet dan mulai bermain lagi sambil mulut mungil nya menerima suapan makanan dari sang Mama dan sang Oma.
“Kita minta tolong Bang Bule atau Richardo untuk mengawal kita Pa.” Ucap Alexandria sambil menoleh ke arah Vadeo yang ikut bermain main dengan ke dua anak nya.
__ADS_1
“Do.. Do... Do... “ ucap Valexa dan Deondria sambil menatap Sang Mama, tampak makanan di dalam mulut mereka ada yang meleleh keluar.
“Iya ditelan dulu makanannya.” Ucap Alexandria sambil mengelap makanan yang sedikit keluar dari mulut Valexa, Oma Jo pun melakukan hal yang sama pada Deondria. Dan kedua bocah itu tampak paham lalu menelan makanan nya.
“Do....” ucap Valexa selanjutnya setelah mulut nya sudah tidak ada makanan.
“Do.. ..” ucap Deondria juga.
Akhirnya Tuan dan Nyonya Jonathan hanya bisa mengalah dan menyetujui tentang rencana mengajak baby twins ke pulau Alexandria. Dari pada kedua cucu nya itu mengamuk dan menangis keras yang tidak berhenti akan membuat tensi nya meninggi.
Dan waktu yang direncanakan untuk pergi ke pulau Alexandria pun tiba. Seperti permintaan baby twins, Richardo dimintai tolong untuk mengawal mereka. Richardo yang sudah dekat dengan baby twins pun dengan senang hati mendapat kan tugas itu.
Pagi hari Richardo sudah datang di mansion Jonathan. Baby Twins yang sudah tahu jika Richardo telah datang pun menarik narik tangan kedua pengasuh nya untuk segera membawanya turun ke lantai bawah.
Beberapa saat kemudian semua sudah siap akan berangkat menuju ke lapangan golf tempat jet pribadi Vadeo yang akan mengantar mereka menuju ke pulau Alexandria. Baby Twins tersenyum senang dalam gendongan tubuh Richardo. Pemuda gagah dan tampan berwajah oppa oppa korea itu pun tersenyum senang mengendong dua puteri cantik Vadeo karena sudah membuat Vadeo dan Tuan Jonathan iri kepada nya karena baby twins sangat lengket pada Richardo.
“Biar mereka dekat dengan Richardo, nanti kita buat lagi di sana.” Bisik Vadeo pada Alexa saat berjalan menuju ke mobil.
__ADS_1