
Hari H pernikahan Vadeo dan Alexandria pun tinggal satu hari lagi. Untuk mengantisipasi kemungkinan hal hal buruk akan terjadi, satu hari sebelum acara di mulai semua orang orang penting sudah berada di hotel berbintang tempat acara pernikahan tersebut. Akan tetapi acara pingitan untuk Alexandria dan Vadeo masih berlangsung. Mereka berdua belum diperbolehkan untuk bertemu mau pun berkomunikasi.
Sementara itu di satu kamar, Dealova dan Ixora yang juga sudah di hotel tersebut mereka berdua berada di dalam satu satu kamar tersebut.
“Kak, yuk main ke kamar Kak Vadeo yuk.. kita lihat dia dan aku mau dia lihat penampilanku apa komentarnya lihat wajahku yang semakin kinclong dan segar ini.” ucap Dealova sambil memandangi pantulan wajahnya di cermin yang luas yang ada di dalam kamar hotel itu.
“Ayukkkkk ..... Bang Bule juga sudah berada di kamar Kak Vadeo.” ucap Ixora dengan riang setelah menerima chat dari Bang Bule yang mengabarkan sudah berada di hotel sejak tadi dan kini ada di kamar kamar bersama Vadeo.
Kedua gadis belia itu berjalan dengan riang gembira keluar dari kamarnya dan segera menuju ke kamar Vadeo yang berada di lantai lain.
“Ix, Deal mau kemana kalian?” suara seorang perempuan yang juga sedang berjalan berpapasan dengan Dealova dan Ixora.
“Mau lihat pengantin laki lakinya Tan.” jawab Dealova dan Ixora secara bersamaan sambil tersenyum lebar pada Tante Lisbeth yang juga sudah berada di hotel tersebut kamarnya pun bersebelahan dengan kamar Ixora dan Dealova. Tante Lisbeth hanya tertawa kecil mendengar dan melihat tingkah kedua ponakan itu.
Dealova dan Ixora pun berjalan dengan cepat menuju ke lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana kamar Vadeo berada.
Di sepanjang jalan dan di depan pintu lift berapa kerabat yang sudah tiba di hotel menyapa mereka dengan ramah dan kedua gadis belia itu pun menjawab sapaan mereka juga dengan ramah.
“Dea dan Ixora tambah cantik ya.. kapan nyusul Kak Alexa nikah.” sapa salah seorang kerabat saat mereka di depan pintu lift.
“Masih di luar jangkauan ha... Ha...Ha...” jawab Dealova sambil tertawa. Lalu mereka masuk ke dalam lift sebab pintu sudah terbuka.
Sementara itu Alexandria berada di dalam kamar bersama kedua orang tuanya. Dia memang hari ini dan nanti malam berada di dalam kamar orang tuanya. Selain untuk menjaga Alexandria juga untuk terakhir kalinya Alexandria sebagai seorang gadis tidur dengan orang tuanya. Karena besok Alexandria sudah melepas predikatnya sebagai gadis dan sudah mulai menjadi seorang istri.
__ADS_1
Sedangkan kamar pengantin yang sudah disiapkan tidak boleh siapa pun masuk kecuali designer interior dan pegawainya.
“Al, kok Mama deg deg an ya. Padahal semua sudah siap, semua sudah okey.” ucap Nyonya William yang duduk di sofa panjang di samping Alexandria
“Besok aku jadi dirias habis sarapan kan Ma?” tanya Alexandria sambil menatap Sang Mama
“Iya acara ijab kan siang jadi tidak perlu pagi pagi kita dirias. Biar wajah dan tubuh kita fresh, kita harus cukup tidur.” jawab Nyonya William
“Seperti jadwal semula Al. Habis ijab makan siang, habis itu kita bisa istirahat dan malam hari acara resepsi.” saut Tuan William menambahkan yang juga duduk santai di dekat mereka.
“Habis ijab kamu dan Vadeo sudah resmi menjadi suami istri, kamu sudah boleh masuk ke kamar pengantin. Kalian berdua bisa istirahat sebelum malam resepsi. Tapi ingat jangan capek capek dulu. Jangan belah duren dulu, nanti kamu saat resepsi tidak bisa jalan memalukan.” bisik Nyonya William pada Alexandria. Alexandria yang mendapat bisikan, pipinya langsung merona merah dan mencubit paha sang Mama.
“Eh.. Ma, apa tamu tamu yang penting dalam kehidupan Alexa sudah sampai di hotel?” tanya Alexandria
“Sudah Sayang, Lisbeth sama sahabatnya Naura sudah datang, saudara saudara lain juga sudah datang. Terus ada rombongan satu bis dari panti asuhan juga sudah datang. Tadi Ixora dan Dealova yang mengantar mereka ke kamar. Itu Marginah cocok sama Dealova, ramai kalau sedang bercanda.” jawab Nyonya William sambil tersenyum.
“Kerabat keluarga Jonathan juga sudah datang.” saut Tuan William menambahkan.
“Gerrit Ma?” tanya Alexandria
“Tadi chat aku katanya sudah on the way ke hotel tapi kok hand phone sekarang off.” ucap Alexandria kemudian
“Sudah Sayang.. Gerrit, Edwind, Sean juga sudah datang. Tadi Bule yang menemui mereka. Eh Sean keren juga ya.. Maka Vadeo cemburu.” jawab Nyonya William sambil menatap Alexandria.
__ADS_1
“Dealova dan Ixora belum lihat mereka kah? Kok belum heboh.” ucap Alexandria sambil tersenyum
“Belum tadi langsung diantar Bule. Saat Ixora dan Dealova masih mengantar rombongan panti asuhan.” jawab Nyonya William
Begitulah kira kira suasana di hotel di satu hari menjelang pernikahan Alexandria dan Vadeo. Acara rangkaian awalan upacara pernikahan sudah dilakukan di masing masing pihak mempelai di mension Jonathan dan mension William secara terpisah.
Alexandria dan Vadeo kini harus terus berada di dalam kamar yang terpisah. Kadang orang tua, saudara atau kerabat dekat yang menemani mereka di dalam kamar.
Sementara itu di tempat lain, teman Justin yang sudah mendapatkan perintah dari Justin, sudah mulai bekerja. Kemarin Justin memang sudah menghubunginya dengan meminjam hand phone petugas lapas. Dia mengatakan akan menghubungi Mamanya, dan petugas lapas yang tidak tahu kalau Justin sudah tidak mempunyai Mama itu hanya percaya saja. Justin pun menyampaikan maksudnya dengan kode kode yang kosa katanya bagai berbicara pada seorang ibu memberi pesan pesan dan nasehat. Padahal itu adalah pesan pesan dan nasehat untuk temannya yang disuruh menggagalkan pernikahan Vadeo dan Alexandria.
Kini teman Justin itu, mengajak temannya untuk observasi semua tempat yang berhubungan dengan acara pernikahan Vadeo dan Alexandria.
“Mension Jonathan dan mension William hanya ditempati oleh pelayan dan pegawai tetapi penjagaan juga tetap sangat ketat. Sudah seperti yang diperkirakan oleh Justin. Kita tidak bisa buat apa apa pada mension Jonathan atau pun mension William.” ucap teman Justin itu pada temannya.
“Ayo kita lihat ke hotel tempat acara besok.” ucap teman Justin itu selanjutnya dan mobil mereka pun akhirnya melaju lebih kencang untuk berjalan menuju ke hotel lokasi pernikahan Vadeo dan Alexandria.
Mobil terus melaju dengan kencang dan tidak lama kemudian mobil sudah mendekati lokasi hotel. Teman Justin yang mengemudikan mobil lalu memperlambat laju mobilnya. Mereka berdua mengamati lokasi tersebut.
“Penjagaan sangat ketat. Mulai hari ini saja orang tidak bawa undangan tidak bisa masuk lokasi hotel.” ucap teman Justin pada teman nya. Lalu mereka berdua tampak berpikir sambil menjalankan mobilnya dengan pelan pelan.
“Kita pakai rencana ke tiga, alternatif terakhir. Yang penting pernikahan besok gagal.” ucap teman Justin itu lalu dia segera melajukan mobilnya untuk meninggalkan lokasi hotel itu. Mobil terus melaju ....
....
__ADS_1
Bersambung ya.....