Alexandria

Alexandria
Mobil baru


__ADS_3

Setelah bel pulang berbunyi,Alexa pun buru-buru keluar karena sudah di tunggu oleh sang opa.


"Buru-buru amat Lexa cantik." gombal Alvaro


"Aku uda di tungguin di depan soalnya,duluan ya guys." pamit Lexa seraya berlalu


Diego pun hanya mampu menatap kepergian gadis yang mungkin sudah mempengaruhi kesehatan jantungnya, karena sedari awal bertemu di bandara beberapa waktu lalu,Diego merasa jantungnya berdetak lebih cepat saat menatap wajah cantik Alexa.


Sesampainya di gerbang sekolah,Alexa pun sudah melihat mobil sang Opa yang pagi tadi di gunakan untuk mengantarnya.


"Selamat siang Opa." sapa Lexa setelah mencium pipi sang opa


"Siang sayang,jadi beli mobil baru?" tanya opa Banyu


"Jadi dong." semangat Lexa


Opa pun menyuruh sopirnya untuk pergi ke salah satu dealer mobil keluarga Vernandes.


Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di dealer tersebut.


"Kamu boleh pilih sesuka hati kamu sayang.


Opa ke dalam dulu ya,sekalian cek kinerja karyawan." ucap Opa Banyu


"Oke Opa." jawab Lexa sambil berlalu menuju ke tempat deretan mobil baru terparkir.


Setelah melihat-lihat,hanya 1 yang menurut Lexa paling sederhana,Lexa pun menjatuhkan pilihannya pada mobil SUV warna putih.


"Sudah dapat sayang?" tanya Opa Banyu sambil menghampiri sang cucu


"Sudah Opa,yang ini saja." jawab Lexa sambil menunjuk mobil SUV warna putih itu.


"Yakin?" tanya Opa Banyu


"Tentu Opa,Lexa kan sudah bilang mau mobil yang biasa saja." jawab Lexa


"Baiklah,kalau begitu ayo kita pulang." ajak Opa


"Tunggu Opa." ucap Lexa mencekal tangan sang Opa.


"Kenapa nak?" tanya Opa sambil menatap sang cucu


Tanpa menjawab sang opa Lexa malah menunjukkan ponselnya yang retak.


Opa yang mengerti maksud sang cucu pun langsung mengangguk setuju.


"Makasih Opa." ucap Lexa sambil memeluk sang Opa


"Ya sudah ayo jalan nanti keburu sore." ajak Opa yang langsung di iyakan oleh sang cucu.


Opa Banyu pun mengajak sang cucu ke salah satu mall terbesar yang merupakan milik keluarga Vernandes.


Di ajaknya sang cucu ke toko ponsel yang terkenal.


"Pilihlah yang kamu suka nak." ucap Opa Banyu


"Baik Opa." jawab Lexa


Lexa pun mulai memilih ponsel yang akan di gunakannya,kalau ponsel dia selalu memilih yang kualitasnya bagus,karena untuk menunjang keahliannya di bidang IT.

__ADS_1


"Yang ini mba." ucap Lexa pada pelayan toko tersebut


"Maaf nona, yang ini harganya 250 juta." ucap pelayan tersebut


"Opa." panggil Lexa pada sang Opa


Opa Banyu pun segera menghampiri sang cucu.


"Sudah?" tanya Opa Banyu


"Yang ini Opa." tunjuknya pada sebuah ponsel yang kata pelayan tersebut seharga 250 juta.


"Bungkus apa yang cucu saya minta." ucap Opa pada sang pelayan


"Ba..baik tuan,maafkan saya." ucap pelayan tersebut sambil menunduk saat melihat bahwa yang ada di depannya adalah pemilik mall tempatnya bekerja.


Pelayan tersebut pun segera membungkus ponsel permintaan Lexa.


Setelahnya Opa Banyu pun mengajak sang cucu untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pulang.


Mereka makan di cafe yang ada di mall tersebut.


Setelah menyelesaikan makan siangnya yang tertunda, opa Banyu pun mengajak sang cucu untuk segera pulang,


Setibanya di rumah, ternyata mobil yang baru saja di beli sudah terparkir di halaman mansion.


Abimanyu yang tau bahwa sang adik sudah pulang pun langsung bergegas keluar.



"Wihh mobil baru nihh." ucap Abimanyu sambil berjalan memutari mobil tersebut.


Alexa pun hanya memutar bola matanya malas.


"Sakit Opa." Abimanyu mengaduh sambil mengusap kepalanya


"Alexa itu bukan kamu yang sukanya menunjukkan kepada semua orang bahwa kamu ini keturunan sultan." ucap Opa sambil berlalu


"Wleee."Alexa memeletkan lidahnya kepada Abimanyu sambil berlalu.


Abimanyu pun mengikuti sang adik untuk masuk ke dalam mansion.


"Kamu ga mau pake mobil sport hadiah dari ayah malah minta mobil sama Opa si nak." ucap bunda Delia


"Opa yang nawarin bunda,bukan Lexa yang minta." jawab Lexa sambil mencium pipi sang bunda dan berlalu ke kamar untuk membersihkan diri.


"Pa,tolong jangan manjakan Lexa." pinta Delia pada sang mertua


"Sesekali tidak apa Delia,Lexa tidak pernah minta apapun sama Papa, tidak seperti Abimanyu yang selalu meminta sesuatu pada Papa,mereka cucu-cucu papa,jadi biarkan papa memberikan apa yang mereka minta,oke." terang Opa Banyu


"Baiklah Pa." pasrah Delia


"Ada apa ini?" tanya Adit yang baru saja sampai


"Tidak apa kak,ini Papa baru beliin mobil baru buat Lexa." terang Delia sambil menerima tas kerja dari sang suami


"Jadi mobil SUV di depan itu punya Lexa ?" tanya Aditya


"Iya." jawab Delia sambil mengikuti sang suami.

__ADS_1


"Papa hanya ingin memberikan apa yang cucu papa minta,tidak salah kan." ucap Opa Banyu


"Iya Pa." jawab Aditya pasrah


Mereka pun masuk ke kamar masing-masing sebelum nanti bertemu saat makan malam.


Ceklek


Delia masuk ke dalam kamar sang putri yang tengah berada di kamar mandi.


Terlihat sebuah kotak di meja nakas,Delia pun menghampirinya dan menggelengkan kepala setelah melihat apa isinya.


"Bunda." kaget Lexa yang baru keluar dari kamar mandi.


"Kamu beli ponsel baru ?" tanya bunda Delia


"Dari Opa bun,ponsel Lexa pecah." teranga Lexa sambil menghampiri sang bunda yang tengah duduk di sisi ranjangnya.


"Tadi di sekolah ponsel Lexa jatuh dan layarnya pecah bun." terang Lexa yang di jawab anggukan kepala oleh Bunda Delia.


"Ya sudah,tidak apa bunda hanya tidak mau kamu terlalu manja kepada opa nak," ucap Delia sambil mengusap sayang rambut sang putri


"Iya bunda." jawab Lexa sambil memeluk sang bunda.


"Ya sudah, buruan gih uda pada nunggu di meja makan." ucap bunda Delia sambil melepaskan pelukan sang putri.


"Oke bunda." jawab Lexa sambil berlalu menuju walk in closet.


Di meja makan


"Ini dia yang di tungguin." ucap Abimanyu saat melihat Lexa masuk ke ruang makan.


"Lexa ga minta di tungguin sama abang tuh." jawab Lexa acuh sambil mendudukan diri di samping Abimanyu.


"Awas aja kamu dek."geram Abimanyu


"Mommy." rengek Lexa pada mommy Lintang


"Abang, jangan gangguin adek." tegur Lintang oada sang putra


"Dasar tukang adu." geram Abimanyu kepada sang adik sementara yang lain hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Melihat Abimanyu seperti melihat Aldiansyah di masa lalu saat suka menggoda Delia." ucap Opa Banyu tiba-tiba


"Benarkah begitu Dad ?" tanya Abimanyu penasaran kepada sang ayah


"Begitu lah, bundamu selalu marah tiap kali Daddy menggodanya,tapi saat sedang hamil Lexa saja sih suka marahnya,awal ketemu bundamu mah dia orang yang bener-bener tidak pernah marah sama sekali." jawab Daddy Aldi


"Jadi Lexa begitu menuruni sifat bunda dong." celetuk Abimanyu


"Memangnya ikut siapa lagi kalau bukan bundanya,ayahnya kan orang yang dingin tak tersentuh." bukan daddy Aldi yang menjawab tapi mommy Lintang.


Sementara yang menjadi objek hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Dan bundamu seperti halnya sebuah lentera untuk kita semua." sambung oma Wilna sambil tersenyum dan menggenggam tangan Delia yang kebetulan duduk di sampingnya,Delia pun menoleh ke arah sang mertua sambil tersenyum manis.


"Ya,Bundamu adalah sebuah lentera untuk semua orang terutama kedua keluarga besar kita." ucap Opa Banyu menimpali


"Lentera yang sudah melelehkan gunung es dalam diri ayahmu." ucap Aldiansyah

__ADS_1


Dan seluruh keluarga pun tertawa mendengar kata-kata dari daddy Aldiansyah.


Sementara sang objek hanya tersenyum menanggapinya.


__ADS_2