
Sampai di restauran, Diego pun mengajak sang istri untuk segera ke ruang VVIP karena tadi sang mama sudah mengabarinya bahwa mereka di tunggu di ruangan VVIP.
"Kalian mampir kemana ?" semprot Ayra begitu Alexa dan Diego masuk
"Tidak mampir kemana-mana." jawab Diego cuek sembari menarikkan sebuah kursi untuk sang istri.
Ayra pun memicingkan matanya ke arah sang putra yang nampak cuek.
"Kami tidak mampir kemana-mana Mom, kenapa Mom memicing begitu, sama anak sendiri saja tidak percaya, ck." ucap Diego lagi sambil berdecak
"Ya sudah." jawab Ayra sambil mengedikkan kedua bahunya
"Sudah, kalian ini tidak pernah sedikit saja akur, malu sama Alexa." lerai Devano yang sudah jengah dengan kelakuan istri dan putranya.
Selang berapa waktu makanan yang mereka pesan pun sudah sampai.
"Maaf tadi Dad tidak menunggu kalian untuk memesan makanan, semoga kalian suka." ucap Devano kepada putra dan menantunya
"Tidak apa Dad, Lexa bisa makan apapun." jawab Alexa sambil tersenyum
"Omnivora dong." celetuk Diego yang langsung mendapat cubitan di lengan oleh sang istri.
"Sakit sayang." keluh Diego sambil mengusap lengannya yang bekas cubitan sang istri yang di balas lirikan tajam sang istri, membuat Diego menciut.
Sementara Devano dan Ayra hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan kecil antara putra dan menantunya.
Selesai makan siang, para suami memutuskan untuk kembali ke kantor dengan membawa para istri masing-masing.
Selama perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil Diego, Alexa terus menatap ke luar jendela tanpa menghiraukan keberadaan sang suami di sebelahnya.
Ehmm
Dehem Diego sambil melirik ke arah sang istri dimana sang istri masih tetap cuek tanpa menoleh sedikitpun.
Ckitt
Diego menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti ?" tanya Alexa sembari menatap sang suami
"Harus berapa kali aku bilang, jangan pernah mengabaikanku." ucap Diego penuh penekanan
Alexa hanya mengedikkan bahunya acuh dan kembali memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela tanpa ada rasa takut sedikitpun terhadap sang suami.
Huft
Diego pun menghembuskan nafasnya kasar mencoba untuk meredakan emosinya.
"Sayang." panggil Diego dengan lembut
"Iya kak." jawab Alexa sembari menoleh ke arah sang suami
"Tolong jangan abaikan aku." ucap Diego dengan tatapan memohon.
Mungkin Alexa tidak bisa di tekan, tapi kalau secara halus mudah-mudahan luluh. Pikir Diego
Alexa yang melihat tatapan memohon sang suami pun tak kuasa untuk tidak tersenyum, di tangkupnya kedua pipi sang suami dan di kecupnya singkat bibir sang suami. "Maaf,maaf,maaf." ucap Alexa sambil tersenyum manis
__ADS_1
Diego pun langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya. "Aku tidak suka di abaikan sayang, jangan lagi mengabaikanku." lirih Diego
Alexa pun menganggukkan kepalanya dan mendorong pelan bahu sang suami.
"Kita jalan lagi, nanti di kira Mom kita mampir-mampir lagi." ucap Alexa
Diego pun mengangguk dan kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke kantor.
Setibanya di kantor, Diego langsung membawa sang istri ke dalam ruangannya.
"Selamat siang tuan, nona." sapa Sandra sembari menunduk
"Siang mba Sandra." jawab Alexa sembari tersenyum sementara Diego hanya berdehem saja.
Diego dan Alexa pun segera masuk ke dalam ruangan.
Di peluknya sang istri dari belakang dan menopangkan dagunya di pundak sang istri sembari sesekali mengecup tengkuk sang istri.
"Aku merindukanmu." bisik Diego sembari mengeratkan pelukannya
"Jangan ngaco deh." jawab Alexa sembari melepaskan pelukan sang suami dan segera menuju ke sofa.
Sementara Diego yang mendapat penolakan dari sang istri pun langsung masuk ke dalam kamar pribadinya.
Tok tok tok
Ceklek
"Maaf nona." ucap Sandra sambil menunduk
"Saya hanya ingin menyampaikan kepada tuan bahwa 5 menit lagi rapat akan di mulai." jawab Sandra sopan
"Nanti saya sampaikan mba, kak Diego lagi di kamar." ucap Alexa sembari tersenyum manis
"Terima kasih nona, saya permisi." pamit Sandra sembari berlalu keluar dari ruangan sang CEO
Diego yang sudah menyelesaikan ritualnya pun langsung menghampiri sang istri yang tengah duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.
Alexa mendongak saat merasakan usapan lembut di kepalanya.
"Barusan mba Sandra kesini, mengingatkan waktu meeting kakak." ucap Alexa sembari beranjak dan membenarkan letak dasi sang suami yang sedikit miring.
Cup
"Terima kasih sayang." ucap Diego setelah mencium kening sang istri
"Sudah menjadi kewajiban aku." ucap Alexa sembari mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami
Mendengar kata kewajiban, Diego pun mengangkat sebelah alisnya karena baru saja mendapat penolakan dari sang istri.
Cup
Alexa berjinjit dan mengecup singkat bibir sang suami.
"Sabar ya, aku kan masih datang bulan." ucap Alexa sembari mengedipkan sebelah matanya
Huft
__ADS_1
Diego menghela nafas karena melupakan keadaan sang istri yang memang sedang tidak bisa di sentuh.
Ceklek
"Maaf." ucap Ayra sembari berbalik badan karena melihat sang putra dan menantunya tengah bermesraan.
Alexa sontak melepaskan rangkulan tangannya dari leher sang suami.
"Mom." kikuk Alexa sambil menghampiri sang ibu mertua.
Ayra pun langsung berbalik dan tersenyum menggoda ke arah sang menantu.
"Maaf ya, harusnya tadi Mom ketuk pintu dulu." ucap Ayra tak enak hati
"Tidak apa Mom." jawab Alexa memaksakan senyumnya.
Cup
"Aku pergi meeting sebentar, kamu di temani Mom ya." ucap Diego setelah mencium kening sang istri yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.
Diego pun berlalu begitu saja tanpa menghiraukan sang mama yang masih berdiri di tengah pintu.
"Kamu mau jalan-jalan sayang ?" tanya Ayra kepada sang menantu setelah putranya berlalu pergi
"Kemana Mom ?" tanya Alexa penasaran
"Keliling gedung ini, mau ?" ucap Ayra menyarankan
"Emmm, boleh ayo." jawan Alexa semangat.
Ayra pun mengajak sang menantu cantiknya untuk berjalan-jalan sekedar melihat-lihat suasana kantor siang ini.
"Ampun kak." mohon seseorang sambil terisak
Alexa pun menghentikan langkahnya saat samar-samar mendengar suara seorang perempuan yang meminta ampun.
"Kenapa sayang ?" heran Ayra melihat dang menantu tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Lexa seperti mendengar suara orang menangis Mom." jawab Alexa sambil terus menajamkan pendengarannya.
"Mom tidak mendengar apapun sayang." ucap Ayra yang menang tidak mendengar apa yang Alexa bilang.
Lagi-lagi Alexa mendengar suara itu, dan akhirnya Alexa pun mengikuti sumber suara itu dengan perlahan.
"Sayang." cegah Ayra sambil memegang lengan sang menantu
"Tidak apa Mom, Lexa akan baik-baik saja." ucap Alexa sembari melepaskan tangan sang mertua.
Ayra pun akhirnya mengikuti langkah sang menantu untuk menuju ke lorong yang mengarah ke arah gudang.
Sampai tiba di sebuah pintu, Alexa semakin mendengar isakan itu.
Alexa mencoba untuk membuka pintu tapi ternyata di kunci dari dalam.
"Sayang." cegah Ayra sambil menggelengkan kepalanya
"Tidak akan terjadi apapun, percayalah." jawab Alexa sambil tersenyum meyakinkan sang mertua bahwa semua akan baik-baik saja.
__ADS_1