Alexandria

Alexandria
Ketakutan Aditya


__ADS_3

Alexa menengok jam di dinding kamar sang ayah sudah menunjukkan pukul 10 malam, Alexa dan Diego pun berpamitan untuk pergi beristirahat di ikuti Abimanyu yang juga akan beristirahat.


"Ayah istirahat lah, Lexa juga mau istirahat." Alexa beranjak dan menghampiri sang ayah untuk memberikan pelukan singkat sebelum beristirahat.


"Iya nak, kalian juga istirahatlah." Aditya menatap satu persatu anak-anaknya.


Alexa pun mengajak sang suami untuk pergi ke kamarnya.


Ceklek


Alexa langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum akhirnya memutuskan untuk tidur, begitu pun dengan Diego yang melakukan hal sama seperti sang istri.


Selesai membersihkan diri, Alexa pun langsung menuju ke ranjangnya diikuti sang suami.


Diego membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Tidur lah sayang, aku akan menjagamu disini." Diego mengecup singkat kening sang istri.


"Iya." Alexa mengeratkan pelukannya kepada sang suami dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami, mencari kehangatan dari dada sang suami yang selalu memberi ketenangan.


Tidak membutuhkan waktu lama, Diego sudah mendengar dengkuran halus dari mulut sang istri yang menandakan bahwa sang empunya sudah tidur.


"Aku berharap kejadian dulu tidak akan pernah terulang lagi." batin Diego sembari memejamkan matanya.


Sementara di kamar sebelah, Aditya tengah menghubungi sang ayah mertua untuk membicarakan sesuatu yang menyangkut bidadari keluarga Vernandes dan Wijaya itu.


"Ayah, Adit butuh bantuan ayah." ucap Aditya to the point


"Ada apa Dit ?" tanya Daniel heran


"Ini menyangkut putri kecilku ayah." Adit menghela nafas


"Ada apa dengan cucu ayah ? Apa terjadi sesuatu disana ?" Daniel mencecar sang menantu dengan pertanyaan


"Ada yang ingin mengusik kebahagiaan Alexa, dan keluarga itu cukup licik dalam segala hal ayah, Adit benar-benar bingung harus berbuat apa, Adit tidak ingin kejadian lalu terulang lagi." Aditya mengingat kejadian dimana sang istri dan putrinya hampir kehilangan nyawa karena sebuah obsesi dari seseorang.


"Ayah mengerti, kamu tidak usah khawatir dan jangan sampai Delia tau." ucap Daniel menenangkan sang menantu yang tengah di hantui rasa takut.

__ADS_1


"Terima kasih ayah." Aditya langsung memutuskan sambungan telponnya setelah mendapat balasan dari sang ayah mertua.


Aditya pun merebahkan dirinya di ranjang sembari menatap langit-langit kamar hotel nya.


"Semoga tidak terjadi apapun pada mu sayang,ayah benar-benar takut." gumam Aditya sebelum memejamkan matanya.


Esok harinya, Alexa terbangun lebih dulu.


Dia mengerjapkan matanya perlahan dan menengok ke arah samping mendapati sang suami yang masih terlelap dengan tangan yang melingkar di perutnya.


Di usapnya tangan sang suami yang masih setia di atas perutnya itu dan beralih mengusap lembut setiap inci wajah tampan sang suami.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan aku." lirih Alexa sembari perlahan menarik tangannya dari wajah sang suami dan segera beranjak dari ranjangnya untuk menuju ke kamar mandi.


Sementara Diego langsung membuka matanya begitu mendengar pintu kamar mandi tertutup.


"Begitu pula aku yang tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu sayang." gumam Diego yang sebenarnya sudah bangun sejak Alexa mengusap tangannya.


Diego pun menyandarkan punggungnya di kepala ranjang sembari memainkan ponselnya.


Ceklek


"Kakak sudah bangun ?" Alexa berjalan menghampiri sang suami yang tengah memainkan ponselnya


"Iya, bagaimana aku tidak bangun sementara ranjang di sebelahku sudah terasa dingin." Diego meletakkan kembali ponsenya di atas nakas dan mengambil handuk kecil dari tangan sang istri "Biar aku saja." Diego mengeringkan rambut sang istri yang di sambut dengan senyuman manis oleh Alexa


"Hari ini kakak ke kampus ?" tanya Alexa sembari mendongak menatap sang suami


"Hmmm, aku ada kuliah pagi dan siangnya aku kembali ke perusahaan, tidak apa kan ?" Diego menunduk menatap sang istri yang semakin harinya nampak semakin cantik saja di matanya.


"Tidak apa, aku masih ingin bersama ayah dan abang." Alexa tersenyum manis memperlihatkan lesung pipi nya.


"Kenapa istri aku makin hari makin cantik aja si." gemas Diego sembari mencubit hidung sang istri


"Kakak ihh." Alexa menyingkirkan tangan sang suami yang masih mencubit hidungnya


Diego pun tertawa dan membawa sang istri ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Jadi, apa rencana kamu mengenai foto-foto kemarin itu sayang ?" Diego melepaskan pelukannya dan duduk menghadap sang istri


Alexa pun menyeringai dan membisikkan sesuatu kepada sang suami.


"Kamu yakin kita akan bersandiwara seperti itu sayang ?" ragu Diego yang memang tidak ingin jauh dari sang istri


"Aku yakin nanti saat kita tiba di kampus, Jessica akan langsung menemui kakak." yakin Alexa


"Bagaimana kalau Jessica sudah menyebarkan foto itu ke segala penjuru kampus ?" tanya Diego yang di jawab gelengan kepala oleh sang istri


"Dia tidak akan seberani itu kepadaku kak, ingin bermain dengan anak IT sama saja ingin membuka aibnya sendiri." jawab Alexa sembari menyeringai


"Apa kamu sudah memegang kartu AS nya ?" curiga Diego


"Menurut kakak ?" Alexa tersenyum lebar menanggapi pertanyaan sang suami


Diego pun ikut tersenyum dan membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Berhati-hati lah sayang, keluarga Irawan itu sangat licik." Diego memperingatkan sang istri


"Kakak tidak perlu khawatir dan ikuti saja alurnya." jawab Alexa sembari melepaskan pelukan sang suami "Sekarang mandi lah, setelah itu kita sarapan bersama ayah dan abang." Alexa beranjak dan menarik tangan sang suami agar segera menuju ke kamar mandi.


Alexa pun menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh sang suami.


20 menit kemudian, Diego keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya, menampakkan perut sixpack nya dan dada bidangnya.


Di raihnya 1 set pakaian yang sudah disiapkan oleh sang istri dan di pakainya langsung tanpa kembali ke kamar mandi.


Selesai bersiap, mereka pun keluar dari kamar menuju ke kamar sang ayah, kebetulan saat di depan pintu kamar sang ayah bersamaan dengan Abimanyu yang juga sudah lengkap dengan setelan kantornya karena hari ini akan ikut meeting bersama sang ayah.


"Abang makin tampan saja." goda Alexa kepada sang kakak yang memang nampak jauh lebih tampan mengenakan pakaian formal.


"Awas ada yang marah." jawab Abi sembari melirik sang ipar yang nampak mengedikkan bahunya acuh.


Alexa pun tertawa bersamaan pintu kamar Adit yang terbuka.


"Apa yang membuat putri ayah tertawa bahagia seperti ini ?" heran Aditya sembari menutup pintunya karena mereka akan sama-sama menuju ke restaurant untuk sarapan sebelum memulai aktivitasnya.

__ADS_1


"Tidak apa ayah, hanya menggoda abang saja." jawab Alexa sembari bergelayut manja di lengan sang ayah.


Aditya pun hanya mampu menggelengkan kepala saja melihat tingkah sang putri yang tidak berubah sama sekali.


__ADS_2