
Setelah mendengar penjelasan dari Abimanyu mengenai siapa tunangan dari Alexa, Alaska pun segera berlalu menuju ke tempat parkir untuk segera pulang.
Alexa melihat sang mertua tengah melambaikan tangan ke arahnya, Alexa pun segera menghampiri sang ibu mertua.
"Maaf membuat Mom menunggu." ucap Alexa tidak enak hati
"Tidak apa sayang, ayo kita ke kantor." ajak Ayra kepada sang menantu
"Ke kantor ?" tanya Alexa
"Iya sayang, kita buat kejutan untuk para suami." ucap Ayra sambil mengedipkan sebelah matanya
"Tapi Lexa tidak bawa baju ganti Mom." ucap Alexa
"Siapa bilang." ucap Ayra sembari mengangkat paper bag yang tadi di bawanya dari rumah.
"Kalau begitu Lexa ganti baju dulu ya Mom." ucap Alexa sembari mengambil paper bag dari tangan sang mertua yang di jawab anggukan kepala oleh Ayra, Alexa pun segera masuk kembali ke area sekolah untuk pergi ke toilet.
Alaska mengendarai mobilnya keluar dari gerbang sekolah dan menyipitkan matanya saat melihat sosok yang di kenalnya.
Alaska langsung menghentikan mobilnya dan segera turun dari mobil untuk menghampiri sosok yang di kenalnya.
"Aunty." panggil Alaska sehingga membuat Ayra langsung mendongak dan mengerutkan keningnya karena tidak mengenal lelaki muda di depannya itu.
"Maaf dengan siapa ya ?" tanya Ayra lembut
"Aska aunty, aunty apa kabar ?" tanya Alaska
"Alaska Saputra, betul ?" tanya Ayra setelah beberapa saat terdiam yang di jawab anggukan oleh Alaska
"Baik sayang, kamu apa kabar ? Kapan kamu pindah kesini ?" tanya Ayra
"Baru 1 minggu ini aunty, jadi benar kalau Sandi sekolah disini ?" tanya Alaska lagi
"Iya Aska, Sandi sekolah disini tapi hari ini dia tidak berangkat." jawab Ayra
"Lalu Aunty ngapain kesini, oh atau menjemput Alexa yang katanya tunangan Sandi, apa benar begitu Aunty ?" tanya Alaska penasaran
"Tunangan." gumam Ayra dalam hati dan langsung tersadar bahwa status pernikahan putranya memang belum di ketahui pihak luar.
"Iya sayang, Alexa itu calon menantu aunty, doakan saja." jawab Ayra sambil tersenyum
"Mom." panggil Alexa yang belum menyadari bahwa sang mertua bersama orang lain.
Ayra dan Alaska pun sama-sama menoleh ke arah Alexa yang baru datang.
"Sini sayang." panggil Ayra kepada sang menantu
Alexa pun terdiam mendapati sang mertua tengah bersama orang yang Alexa tau adalah siswa baru di sekolahnya.
Alexa menghampiri sang mertua dan tersenyum manis ke arahnya.
__ADS_1
Deg
Alaska terdiam melihat senyum manis Alexa.
"Nah Alaska , ini Alexa calon menantu aunty , dan Lexa ini Alaska teman masa kecilnya Sandi." ucap Ayra memperkenalkan keduanya
"Iya Mom." jawab Alexa
"Aska, aunty dan Alexa duluan ya." ucap Ayra membuat lamunan Aska buyar
"Ah iya aunty, hati-hati." ucap Alaska yang sudab tersadar dari lamunannya.
Ayra dan Alexa pun segera berlalu meninggalkan lingkungan sekolah untuk segera menuju ke kantor sang suami.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah tiba di Perusahaan Alexander Group milik keluarga Alexander yang sudah di ambil alih oleh Sandiego selaku ahli waris meski Devano sang papa masih ikut turun tangan di belakang sang putra.
Di loby nampak para karyawan yang berbisik-bisik melihat sang nyonya utama keluarga Alexander datang bersama gadis belia yang sangat cantik.
"Lihatlah gadis yang bersama nyonya, dia cantik sekali."
"Iya benar, jangan-jangan dia itu tunangan tuan muda Alexander."
"Pupus sudah harapan aku untuk menaklukan hati tuan muda."
"Halu."
"Biarin, jadi selingkuhan juga aku rela asal bisa bersanding dengan tuan muda, kurang apa coba uda tampan tajir pula."
"Jangan bermimpi terlalu tinggi nanti jatuhnya sakit."
Ayra dan Alexa yang mendengar bisik-bisik karyawan pun hanya melewatinya tanpa berkomentar apa-apa.
"Kamu dengar sayang, mereka tengah membicarakan pesona suami kamu." bisik Ayra yang di balas dengan senyuman saja oleh sang menantu. Bagi Alexa selagi itu tidak mengganggunya maka dia tidak akan ambil pusing.
Mereka pun langsung menuju ke ruangan suami masing-masing.
"Permisi mba, kak Diego ada ?" tanya Alexa sopan kepada wanita yang di yakini adalah sekertaris sang suami.
"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan ?" tanya sekertaris ber name tag Sandra sambil beranjak berdiri dan menatap ke arah Alexa dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Belum." jawan Alexa singkat
"Maaf nona anda tidak bisa menemui tuan kalau belum membuat janji." ucap Sandra sedikit ketus
Alexa pun bersedekap dada sambil menghela nafasnya pelan.
"Silakan nona pergi dari sini." ucap Sandra sambil menunjuk ke arah lift "Bisa-bisanya resepsionis membiarkannya sampai ke lantai ini." gerutu Sandra yang masih terdengar oleh telinga Alexa
Alexa yang terlanjur kesal pun mengeluarkan ponselnya dan segera menelpon sang suami.
"Ya sayang." jawab Diego begitu melihat wajah sang istri di dalam ponselnya
__ADS_1
"Kakak lihat ini dimana ?" tanya Alexa sembari mengedarkan kamera ponselnya yang memang masih berada di depan ruang sang suami.
Diego pun langsung beranjak dari kursinya dan buru-buru keluar meninggalkan ponselnya begitu saja.
Ceklek
"Sayang." ucap Diego sembari menghampiri sang istri yang tengah menunjukkan wajah masamnya.
"Kenapa tidak langsung masuk ?" tanya Diego sembari mengusap sayang kepala sang istri
Alexa tidak menjawabnya melainkan hanya melirik ke arah sang sekertaris, Diego pun mengikuti kemana sang istri melirik.
"Sandra." panggil Diego dengan menatap sang sekertaris
Sandra pun tidak mampu berkata-kata setelah melihat sendiri betapa lembut sang atasan memperlakukan gadis cantik di hadapannya itu.
"Maaf tuan saya tidak tau kalau nona..." ucap Sandra terpotong
"Lain kali kalau Alexa kesini biarkan dia langsung masuk ke ruangan saya, apa kamu tidak tau siapa dia ?" tanya Diego sembari merangkul pundak sang istri yang di jawab gelengan kepala oleh sang sekertaris.
"Dia adalah kekasih saya, Alexandria Vernandes." ucap Diego penuh penekanan yang membuat Sandra langsung diam terpaku.
"Alexandria Vernandes ? Astaga untung aku tidak berbuat kasar padanya tadi, mudah-mudahan nona memaafkan sikapku yang sedikit ketus tadi." batin Sandra mulai ketakutan
"Maaf tuan." ucap Sandra sembari menunduk takut
"Minta maaflah kepada Alexa." jawab Diego tegas
"Maafkan sikap lancang saya nona." ucap Sandra sambil menunduk hormat
"Tidak apa-apa mba Sandra." jawab Alexa sembari tersenyum
"Ada apa ini ?" tanya Ayra yang baru datang bersama sang suami.
"Tidak ada apa-apa Mom, hanya kesalahpahaman sedikit." jawab Alexa cepat.
"Ya sudah,mari kita turun untuk makan siang." ucap Devano mengajak istri, anak dan menantunya untuk makan siang bersama.
Mereka pun berlalu meninggalkan koridor dan menuju lift untuk turun ke loby.
Mereka pun menggunakan mobilnya masing-masing untuk menuju ke restauran yang tidak terlalu jauh dari kantornya.
"Jadi aku hanya sebagai kekasih untuk kakak." ucap Alexa setelah beberapa saat terdiam duduk di samping sang suami yang tengah mengemudi
Diego pun sontak menoleh ke arah sang istri dan tersenyum.
Diego menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.
Di tatapnya wajah masam sang istri yang tengaj bersedekap dada dan terus menghadap lurus ke depan.
Di raihnya dagu sang istri agar menghadapnya.
__ADS_1
"Iya kamu adalah kekasihku, lebih tepatnya KEKASIH HALALKU." jawab Diego sembari tersenyum manis dan mengecup singkat bibir sang istri.
Alexa pun tersipu mendengar pernyataan sang suami. Setelahnya Diego kembali melajukan mobilnya untuk menyusul kedua orang tuanya yang sudah duluan.