
Waktu pun terus berlalu dan kini saatnya Nyonya William, Nyonya Jonathan dan Dealova akan berangkat menuju ke pulau Alexandria.
Mereka sudah berada di lapangan golf milik Tuan Jonathan. Tuan William dan Tuan Jonathan pun masih berdiri di antara mereka yang sedang menunggu jemputan. Ixora tidak terlihat bersama mereka sebab dia masih sibuk dengan kuliahnya.
Mobil golf sudah datang untuk mengangkut koper koper bawaan ketiga perempuan itu, sama seperti biasanya koper Nyonya William yang paling banyak jumlahnya.
Tidak lama kemudian terdengar suara pesawat turun di lapangan golf itu. Tampak semua pandangan mata tertuju pada arah sumber suara. Pesawat pun pelan pelan mendarat dengan selamat.
“Ma... sudah datang tuh.” teriak Dealova dengan senyum lebar memperlihatkan giginya yang tersusun rapi, putih dan bersih.
“Mama juga dengar Deal.” ucap sang Mama, sedangkan Nyonya Jonathan tersenyum sambil menganggukkan kepala pada Dealova.
Suara pesawat pun tidak lama kemudian sudah berhenti. Dari jauh terlihat pintu pesawat itu terbuka. Dan setelah tangga sudah terpasang, muncul seorang pemuda tampan dari dalam pesawat dan menuruni anak tangga. Melihat hal itu tentu saja Dealova si pemburu coker, langsung kegirangan.
Pegawai lapangan golf pun terlihat sibuk memasukkan koper koper itu ke dalam pesawat. Dan pemuda tampan itu naik ke mobil golf selanjutnya mobil golf menuju ke arah orang orang yang sudah menunggu kedatangan pesawat sejak tadi.
Beberapa menit kemudian...
“Selamat siang Tuan dan Nyonya, maaf sudah menunggu, tadi cuaca di pulau Alexandria agak mendung yang menyulitkan pesawat take off jadi pilot menunggu cuaca baik untuk penerbangan.”
“Tuan, aku belum menjadi Nyonya.” saut Dealova yang tidak terima karena Ricardo tidak menyebut kata Nona.
“Maaf Nona.” ucap Richardo selanjutnya sambil membungkuk sopan ke arah Dealova.
“Terus bagaimana kalau nanti sampai cuaca tidak baik untuk landing?” tanya Tuan William dengan nada kuatir.
“Nanti kita minta kabar dari orang crew pesawat yang masih tinggal di villa dekat lapangan udara di sana Tuan.” jawab Richardo dengan nada sopan.
“Jika sudah siap mari kita menuju ke pesawat.” ucap Richardo selanjutnya
__ADS_1
“Vadeo mana apa dia tidak turun dari pesawat untuk menjemputku?” tanya Nyonya William yang masih menunggu sosok Vadeo.
“Tuan Vadeo menunggu di rumahnya, Nyonya, sebab Nona Alexandria tidak boleh perjalanan jauh. Tuan Vadeo menemani Nona Alexandria. “ jawab Richardo dengan sopan sambil menatap wajah Nyonya William. Sementara Dealova terus saja tersenyum bibirnya sambil menatap wajah tampan Richardo.
Mereka pun akhirnya segera naik ke mobil golf dan seterusnya ketiga perempuan itu dan Richardo naik ke dalam pesawat. Sedangkan Tuan Jonathan dan Tuan William berdiri sampai pesawat itu tinggal landas dan menghilang dari pandangan mata mereka berdua.
Setelah penerbangan satu jam lebih, pesawat pun mendarat dengan aman dan selamat di pulau Alexandria. Ketiga perempuan itu sangat takjub dengan keindahan pulau Alexandria.
“Ma, kita bermalam di villa pantai ini dulu semalam.” ucap Dealova saat melihat indahnya pantai di dekat lapangan udara.
“Kita ke sini itu untuk menengok Kak Alexa bukan jalan jalan.” ucap Nyonya William yang sudah tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Alexandria.
“Besok kita bisa jalan jalan Nona.” ucap Richardo
“Sekarang kita menuju ke rumah, perjalanan masih lama.” ucap Richardo selanjutnya.
“Baiklah besok antar aku ya...” ucap Dealova dengan renyah lalu dia dengan segera berjalan menuju ke mobil yang sudah tersedia untuk mengantar mereka.
Vadeo dan Alexandria berada di dapur ikut membantu sang pelayan memasak menyiapkan makan malam nanti.
“Sebenarnya Ibu pelayan di sini hanya untuk memasak makan kita. Semua tamu sudah dilayani di dapur guest house, mereka yang bekerja di sana banyak Al.” ucap Vadeo yang tangannya ikut memotong motong sayuran.
“Iya Kak, tapi aku kangen makan malam bersama Mama dan Dealova.” ucap Alexandria
“Mama pasti juga gitu, kangen makan malam dengan kita.” ucap Alexandria selanjutnya
“Tapi meja makan kita aku design cuma untuk berdua.” ucap Vadeo
“Nanti kita makan malam di teras belakang pakai karpet saja.” usul Alexandria sambil tersenyum menatap suaminya yang sedang giat bekerja.
__ADS_1
“Ide keren.” ucap Vadeo sambil tersenyum menatap istrinya. Sang pelayan pun juga tampak setuju.
Sementara itu di guest house, berita kedatangan orang tua Vadeo pun sudah tersebar. Para pelayan sibuk menyiapkan kamar buat mereka. Para tamu di guest house pun juga sudah mendengar berita itu.
Dokter Loly di dalam kamar pun terlihat berpikir pikir.
“Apa aku dekati saja orang tua Tuan Vadeo, akan aku ceritakan kalau keberhasilan kehamilan Nona Alexandria karena pekerjaanku.. Dan aku akan meminta hadiah jalan jalan bersama mereka dan Nona Alexandria.” gumam Dokter Loly sambil tersenyum licik.
“Hmmm begitu saja, aku pakai dua cara, cara mendekati Richardo masih harus dilakukan dia orang kepercayaan Tuan Vadeo di sini.” gumam Dokter Loly.
“Okey lah sekarang aku mandi dan dandan cantik untuk menyambut orang tua Tuan Vadeo ha....ha... ha...” ucap Dokter Loly sambil tertawa senang lalu dia berjalan menuju ke kamar mandi.
Sedangkan di dalam mobil Nyonya William terlihat sudah tidak sabar untuk segera sampai ke rumah Vadeo dan Alexandria.
“Apa menantuku benar benar tinggal di tengah hutan.” gumam Nyonya William saat mobil sudah semakin nanjak jalannya. Dan ada banyak pepohonan di kanan kiri jalan.
Richardo yang duduk di jok depan di samping kemudi tidak mendengar gumaman Nyonya William. Dealova yang duduk di jok paling belakang pun tidak mendengar karena dia sudah terlelap tidur, dan dalam tidurnya dia bermimpi berlarian di pantai dengan Richardo.
Dan setelah satu jam lebih perjalanan. Mobil pun sampai di guest house.
“Nyonya dan Nona kita sudah sampai di guest house, silahkan turun untuk mandi dan istirahat. Nanti saya antar ke rumah Tuan Vadeo.” ucap Richardo sambil menoleh ke belakang saat mobil sudah berhenti.
“Aku tuh mau ke rumah anakku, bukan ke guest house. “ bentak Nyonya Jonathan
“Benar itu aku jauh jauh datang untuk bertemu dengan anak dan calon cucu bukan untuk istirahat.” ucap Nyonya William sambil menatap tajam ke arah Richardo
“Ayo jalan lagi.” perintah Nyonya William dan Nyonya Jonathan secara bersamaan. Sedangkan Dealova masih terlelap dan masih berlanjut mimpinya teriakan Mama Mama di dalam mimpinya berubah menjadi suara deburan ombak di pantai.
Mobil lalu berjalan lagi, karena Richardo dan Pak Sopir tidak berani menghadapi dua perempuan di belakangnya itu, dan hanya lima menit kemudian mobil sudah berada di depan pintu gerbang rumah Vadeo.
__ADS_1
“Kok dekat.” gumam Nyonya William dan Nyonya Jonathan secara bersamaan.
...