Alexandria

Alexandria
Semua Belum Berakhir


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat dan minggu depan adalah peluncuran prodak baru di perusahaan Alexander, tapi siapa yang menyangka bahwa prodak yang akan rillis minggu depan tiba-tiba sudah beredar di pasaran.


Brak


"Bagaimana semua ini bisa terjadi ?" marah Diego kepada Direktur pemasaran yang baru saja melaporkan tentang kebocoran prodak ke pasaran


"Maaf tuan, saya juga tidak mengerti." jawabnya sambil menunduk takut


Ceklek


Diego langsung menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara pintu terbuka dan nampaklah sang istri yang tengah berjalan masuk dengan Alaska berjalan di belakangnya.


"Tolong kumpulkan semua dewan direksi di ruang meeting dalam 10 menit." ucap Alexa kepada Direktur pemasaran yang bername tag Adi


"Baik nona." jawabnya sembari menunduk hormat dan segera berlalu meninggalkan ruangan CEO.


"Perfect." ucap Alexa sembari mengacungkan kedua jempol nya dan jangan lupakan kedipan matanya.


Huft


Diego pun mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya sambil menghembuskan nafas lega.


Alexa mendekat ke arah sang suami dan berdiri di sebelah kursi yang di duduki Diego.


"Tenanglah kak." ucap Alexa sembari mengusap pundak sang suami


"San, aku yakin semua akan berjalan sesuai rencana kita." ucap Alaska sembari mendudukkan dirinya di sofa yang di balas anggukan kepala oleh Diego.


Tok tok tok


"Masuk." ucap Alaska dan nampaklah Adi selaku Direktur pemasaran yang masuk sambil menunduk.


"Maaf mengganggu waktunya tuan muda, semua dewan direksi sudah berada di ruang meeting." ucapnya sambil menunduk hormat


"Kami akan segera kesana." jawab Alaska mewakili Diego


Adi pun pamit undur diri untuk segera ke ruang meeting.


"Pergilah, aku akan mengawasi dari sini." ucap Alexa sembari menarik tangan sang suami agar berdiri dan dia langsung mendudukkan dirinya di kursi kebesaran sang suami membuat Diego menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri.


"Baiklah Nyonya Alexander, saya akan ke ruang meeting terlebih dahulu, tunggu dan lihatlah pertunjukan menarik." ucap Diego setelah mengecup singkat kening sang istri.


Setelah Diego keluar dari ruangannya, Alexa pun segera membuka laptopnya dan segera memainkan jemarinya di atas keyboard sampai terpampang ruangan meeting dimana sang suami dan seluruh dewan direksi sedang melakukan pertemuan.


Di ruang meeting sedang terjadi perdebatan sengit antara Diego dan juga Irawan.


"Lebih baik anda mengaku saja tuan Irawan." ucap Diego tenang

__ADS_1


"Mengaku ? Apa yang harus saya akui tuan muda Alexander yang terhormat." balas Irawan sembari berdiri dan menunjuk ke arah Diego


Diego pun beranjak dari kursi dan menghampiri Irawan seraya berbisik.


"Mau mengaku atau saya yang akan mengungkap semua kebusukan anda tuan Irawan yang terhormat." ucap Diego dan kembali berjalan ke arah kursinya membuat Irawan sedikit takut.


Diego terus menatap ke arah Irawan yang masih bungkam, membuat yang lain saling melirik satu sama lain.


"Apa iya tuan Irawan di balik semua kebocoran ini ?"


"Entah lah,aku juga tidak tau."


"Tuan muda sangat menyeramkan saat sedang marah."


"Iya, lebih baik diam daripada nanti kita menjadi sasarannya."


Begitulah bisik-bisik para karyawan yang melihat wajah dingin pada atasannya itu.


"Masih belum mau bicara ?" tanya Diego kembali berdiri dan menuju ke arah proyektor.


Klik


Terpampanglah seluruh bukti-bukti kejahatan Irawan selama bekerja di perusahaan Alexander.


Nampak Irawan terpaku sambil menatap layar yang tengah menampilkan satu persatu kejahatannya selama ini.


"Aku pasti akan membalasmu Sandiego Alexander." batin Irawan menahan emosi tanpa bisa melawan


Ceklek


"Selamat siang,kami dari kepolisian membawa surat perintah penangkapan atas nama tuan Irawan atas tuduhan penggelapan dana dan kejahatan lainnya." ucap seorang polisi sambil menunduk hormat


"Silakan." ucap Diego mempersilakan para polisi untuk membawa Irawan dari ruang meeting


"Aku pasti akan membalasmu Sandiego, tunggu pembalasanku." teriak Irawan saat beberapa polisi membawanya keluar dari ruang meeting secara paksa.


Diego dan Alaska pun bernafas lega setelah Irawan di tangkap polisi tanpa bisa melawan.


Dan berita tertangkapnya Irawan langsung menjadi tranding topik di London.


Sementara di ruang CEO, nampak Alexa tengah tersenyum manis sembari menatap layar laptopnya.


"Pertunjukan menarik, semuanya masih belum selesai, aku tunggu permainan selanjutnya Angelica Nugroho." gumamnya sembari menutup laptopnya.


Alexa pun segera beranjak dan berlalu pergi ke kamar pribadi sang suami untuk beristirahat.


Ceklek

__ADS_1


Diego masuk ke dalam ruangannya dan tidak mendapati sang istri, dia pun langsung menuju ke kamar pribadinya dan mendapati sang istri yang tengah tertidur lelap di atas ranjang besarnya dengan televisi yang masih menyala.


Diego menggelengkan kepalanya dan menghampiri sang istri.


Di tatapnya lama wajah cantik sang istri yang nampak damai dalam tidurnya.


"Terima kasih sayang, berkat kamu semuanya berjalan lancar." Diego mendudukkan dirinya di tepi ranjang dan mengusap sayang kepala sang istri yang masih terlelap.


Alexa yang merasakan sentuhan di kepalanya pun perlahan membuka matanya dan terlihat sang suami yang tengah tersenyum manis ke arahnya.


"Apa sudah selesai ?" tanya Alexa dengan suara seraknya


"Sudah, dan maaf sudah mengganggu istirahat kamu." jawab Diego yang di balas gelengan kepala oleh sang istri


"Tidak apa kak." Alexa mendudukkan dirinya sambil bersandar di kepala ranjang.


"Semuanya berjalan lancar sayang." ucap Diego yang di balas anggukan kepala oleh Alexa


"Iya kak, tapi jangan senang dulu karena semuanya belum berakhir." ucap Alexa yang membuat sang suami langsung menatapnya


"Huft, iya sayang kita masih harus siap untuk rencana mereka selanjutnya." Diego menghela nafasnya berat


"Kita pasti bisa melewatinya bersama-sama kak." Alexa menggenggam tangan sang suami untuk menyalurkan ketenangan.


"Iya sayang." Diego membawa sang istri ke dalam pelukannya.


Sementara di kediaman Irawan.


Prang


Jessica melempar vas bunga ke arah lantai begitu mengetahui berita penangkapan sang papa.


"Alexa sialan, aku pasti akan membalasmu karena sudah menjebloskan papa ke penjara, argghhhhhhh." teriak Jessica sembari terduduk di lantai


Angelica pun mendekat ke arah sang sepupu dan memberikan pelukan untuk menenangkan Jessica yang tengah emosi.


"Tenanglah, kita akan segera membalas mereka." Angelica mencoba untuk menenangkan sang sepupu yang nampak kacau


"Aku tidak terima Angel, kamu tau hanya papa yang aku punya di dunia ini." Jessica terisak dalam pelukan Angelica


"Hei, kamu anggap apa aku selama ini hah ?" teriak Angelica sembari memegang kedua pundak Jessica membuatnya semakin terisak.


"Tenanglah, aku pastikan semua akan baik-baik saja dan om Irawan akan segera keluar dari penjara." ucap Angelica yang membuat Jessica menunduk


"Tidak seharusnya kita berurusan dengan mereka Angel." lirih Jessica yang membuat Angelica semakin marah.


"Dengar aku baik-baik Jessica, aku akan pastikan mereka hancur di tanganku, kalau kamu ingin mundur makan mundurlah sekarang." tekan Angelica sembari beranjak dan pergi meninggalkan sang sepupu yang masih terduduk di lantai sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2