
"Ayah berangkat ya." pamit Aditya meski berat rasanya meninggalkan sang putri yang tengah berada dalam masalah.
"Hati-hati dan salam untuk semua orang." ucap Alexa sambil tersenyum
"Kamu juga harus hati-hati, berjanjilah pada ayah kamu akan baik-baik saja." Aditya membawa sang putri ke dalam pelukannya
"Lexa janji ayah." Alexa melepaskan pelukan sang ayah dan beralih memeluk Abimanyu
"Abang pasti akan merindukanmu." Abimanyu memeluk erat sang adik
"Lexa juga akan merindukan abang." balas Alexa memeluk tak kalah eratnya
"Tolong jaga Lexa untuk kita semua Diego." Aditya memeluk singkat sang menantu
"Pasti ayah, Diego tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepada Alexa." jawab Diego yang di balas anggukan kepala oleh Aditya
"Di, tolong jaga adikku dengan baik." pesan Abimanyu yang di balas anggukan kepala oleh Diego
"Pasti Bi." jawab Diego pasti
Alexa melambaikan tangannya ke arah sang ayah dan kakaknya yang mulai berjalan menjauh sampai tak terlihat lagi.
Diego merangkul sang istri sehingga Alexa menoleh ke arah sang suami.
"Ayo pulang." ajak Diego yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.
Mereka pun segera pergi meninggalkan bandara untuk segera kembali ke apartemen.
Kring kring kring
Alexa pun menghentikan langkahnya dan segera mengambil ponselnya dari dalam tas.
"Bunda." gumam Alexa dan segera menggeser tombol hijau nya
"Hallo bunda." sapa Alexa sambil tersenyum manis begitu nampak wajah cantik sang bunda dari dalam ponselnya
"Apa kamu di bandara sayang ?" tanya Delia yang melihat keramaian di belakang sang putri
"Iya bunda,ayah dan abang baru saja naik pesawat." jawab Alexa
"Hai bunda." sapa Diego yang ikut nimbrung sambil tersenyum
"Hallo nak." jawab Delia membalas senyum sang menantu
"Bunda, kami akan kembali ke apartemen nanti sambung lagi ya." ucap Alexa yang di balas anggukan kepala oleh sang bunda.
Alexa pun memutuskan panggilannya dan berlalu pergi meninggalkan bandara untuk segera kembali ke apartemen.
Selang 30 menit, Diego dan Alexa pun memasuki basemant apartemennya.
__ADS_1
Diego dan Alexa berjalan beriringan untuk menuju ke unit apartemennya.
Ceklek
Alexa pun masuk ke dalam apartemen diikuti sang suami di belakangnya.
Diego langsung mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu dan menyalakan televisinya sedangkan Alexa langsung menuju ke dapur untuk mengambil minuman dan camilan.
Alexa membawa nampan berisi 2 gelas lemon tea dan camilan ke ruang tamu dan mendudukkan dirinya di samping sang suami.
Melihat sang istri yang duduk di sebelahnya, Diego pun menggeser sedikit tubuhnya dan memposisikkan dirinya untuk berbaring dengan berbantalkan paha sang istri.
Alexa pun refleks mengusap sayang kepala sang suami yang tengah berbaring di pahanya sambil menonton televisi.
Diego berbalik dan menghadap perut sang istri.
Di ciumi nya perut rata sang istri membuat Alexa kegelian.
"Geli kak." Alexa mencoba menjauhkan kepala sang suami dari perutnya.
"Kapan disini ada malaikat kecil kita sayang ?" Diego mendongak untuk menatap sang istri, membuat Alexa terdiam mendengar pertanyaan sang suami dan sontak menghentikan gerakan tangannya yang tengah mengusap kepala Diego.
Melihat sang istri yang terdiam, Diego pun beranjak duduk dan menangkup kedua pipi sang istri.
"Tidak usah di pikirkan, suatu saat kita pasti akan memilikinya, maaf sudah membuat mu berpikir." Diego menyesal sudah menanyakan sesuatu yang cukup sensitif untuk kebanyakan wanita.
Diego pun membawa sang istri ke dalam pelukannya dan mengusap sayang punggung sang istri yang tengah terisak dalam pelukannya.
"Sssttttt. Tidak sayang , aku yang harusnya meminta maaf, maafkan aku ya." Diego mendorong pelan bahu sang istri dan menangkup kedua pipinya.
Diego memajukan wajahnya dan mengecup singkat bibir sang istri.
"Sudah, tidak usah di pikirkan ya." Diego menghapus jejak air mata di pipi sang istri membuat Alexa mengangguk mengiyakan ucapan sang suami.
"Sekarang tersenyumlah dan jangan di pikirkan ucapan aku yang tadi." Diego tersenyum membuat Alexa pun ikut tersenyum.
"Iya kak." Alexa tersenyum dan kembali masuk ke dalam pelukan sang suami.
Mereka pun kembali melanjutkan acara menonton televisinya dengan posisi Alexa yang menggunakan paha sang suami untuk bantalan kepalanya.
Diego pun dengan sayang mengusap kepala sang istri yang berada di pangkuannya.
Mereka pun menghabiskan banyak waktu untuk saling bersenda gurau di depan televisi.
Alexa pun menoleh ke arah jam dinding di ruang tamunya ternyata sudah menunjukkan pukul 5 sore.Dia pun segera beranjak dari tidurannya dan segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Kemana ?" Diego mencekal pergelangan tangan sang istri begitu melihat sang istri ingin beranjak
"Mau masak untuk makan malam." jawab Alexa yang di angguki oleh sang suami.
__ADS_1
"Baiklah." Diego membiarkan sang istri untuk pergi memasak.
Di dapur, nampak Alexa tengah berkutat dengan alat dapur nya untuk menyiapkan makan malam.
1 jam kemudian Alexa telah menyelesaikan acara memasaknya.
Nampak di meja makan tersaji banyak jenis makanan ala Indonesia, karena memang sang suami sangat menyukai masakan Indonesia.
"Beres." Alexa tersenyum melihat meja makannya sudah penuh dengan berbagai macam makanan.
Alexa pun berjalan ke arah ruang tamu untuk menghampiri sang suami.
Ting tong
Terdengar suara bel apartemen yang berbunyi, Diego yang hendak beranjak pun urung saat melihat sang istri yang sudah lebih dulu berjalan ke arah pintu.
Ceklek
"Aska." begitu membuka pintu nampaklah wajah sang sahabat yang tengah menampilkan senyum tanpa dosanya.
"Hai." Alaska melambaikan tangannya sambil tersenyum
"Masuk lah." Alexa berlalu di ikuti Alaska di belakangnya.
Alexa langsung menuju ke dapur untuk membuatkan minuman.
Alexa pun membawa 2 cangkir kopi dan segera menyajikannya ke depan sang suami dan sahabatnya.
"Makan malam lah disini As." ucap Alexa sembari menyajikan kopinya.
"Oke." jawab Alaska cepat tanpa pikir 2x
"Dasar." cibir Diego kepada sang sahabat
"Aku ke atas dulu ya kak." ucap Alexa yang di angguki oleh sang suami
Alexa pun berlalu pergi ke kamarnya.
"Ada apa As ?" tanya Diego to the point
"Mengenai rencana ke depannya." jawab Alaska yang di balas anggukan kepala oleh Diego
"Kita tunggu Alexa, karena dia yang sudah membuat rencana sedari awal." jawab Diego yang langsung di angguki oleh Alaska sembari menyeruput kopinya
Sementara di lantai atas, Alexa tengah berendam di dalam bathub nya, sambil memikirkan perkataan sang suami mengenai malaikat kecil.
Huft
"Bukan aku tidak menginginkannya kak, tapi situasinya sekarang yang tidak memungkinkan untuk kita memiliki nya apalagi dengan masalah yang ada di depan mata kita, bersabar lah sampai semua nya selesai, aku janji akan mengabulkan keinginan kakak." gumam Alexa sembari mengelus perut ratanya.
__ADS_1