
“Tergantung bagaimana Nona melakukan terapi, pengobatan dan diet nya.” jawab Ibu Dokter dengan nada serius.
“Sayang kita hadapi bersama masalah ini.” ucap Vadeo sambil terus memeluk Alexandria dari samping.
“Benar Tuan Vadeo, dukungan dari pasangan dan keluarga besar sangat membantu. Kondisi psikologis Nona Alexandria harus dalam keadaan baik agar bersemangat dalam melakukan terapi dan pengobatan.” ucap Ibu Dokter sambil menatap tajam pada Vadeo. Ibu Dokter sangat berharap pasangan Alexandria mendukung pengobatan dan terapi tidak malah berusaha untuk mencari istri baru. Akan tetapi Ibu Dokter hanya menyampaikan itu dengan tatapan tajam ke wajah Vadeo tidak mengucapkan dengan kata kata sebab itu justru akan membuat Alexandria berkecil hati jika mendengar kosa kata madu, istri baru, rahim pengganti atau pun perempuan lain.
Ibu Dokter terus memberi nasehat dan semangat pada pasangan itu.
Sementara itu di ruang tamu. Dokter pribadi keluarga William yang menemui Tuan dan Nyonya Jonathan, beliau bercerita tentang kebaikan keluarga William, masa kecil Alexandria dan masa masa Alexandria belajar di luar negeri, sebab Pak Dokter juga ikut serta keluarga William jika mereka sedang mengunjungi Alexandria ke New York. Dan hingga akhirnya Pak Dokter yang sudah mendapat tugas dari istrinya menyampaikan hasil laboratorium pasiennya kepada keluarga itu, menyampaikan dengan hati hati masalah yang sedang dihadapi oleh Alexandria. Pak Dokter tidak menyampaikan secara langsung akan tetapi dengan kalimat kalimat pengandaian kondisi kesehatan Alexandria karena aktivitasnya yang banyak berkutat dengan alat alat yang memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik.
“Akan tetapi jika hal itu menimpa pada Nona Alexandria itu bukan berarti Nona Alexandria tidak bisa hamil, hanya sedikit sulit. Hanya sedikit.” ucap Pak Dokter dengan menekannya kata hanya sedikit.
“Jadi jika itu terjadi pada menantu saya bisa diobati ya Dok?” tanya Tuan Jonathan yang wajahnya tampak kaku karena masih cemas menunggu hasil laboratorium anak dan menantunya.
“Bisa sangat bisa. Dengan dilakukan terapi dan pengobatan akan bisa segera pulih.” jawab Pak Dokter dengan penuh semangat.
“Yang utama adalah bagaimana Nona Alexa psikologisnya tetap terjaga dengan baik. Pasangan dan keluarga besar harus mendukung dia dalam melakukan terapi dan pengobatan. Jangan malah belum melakukan pengobatan sudah ribut mau dimadu. Itu akan membuatnya ngedrop.” ucap Pak Dokter sambil menatap Tuan dan Nyonya Jonathan
“Perempuan yang kondisi kandungan nya sehat saja jika mendapat tekanan batin juga bisa sulit hamil.” ucap Pak Dokter selanjutnya
__ADS_1
“Kami akan mendukung Alexandria melakukan pengobatan. Jujur saya ingin mendapatkan cucu dari rahim Alexandria ingin mendapatkan gen Alexa yang cantik dan cerdas itu... juga sangat baik hati.” ucap Nyonya Jonathan dengan serius sebab dia sudah sangat sayang dengan Alexandria.
“Iya Nyonya, ovum atau sel telur Alexandria juga bagus. Alternatif terakhir bisa dilakukan program bayi tabung. Jika kemungkinan terburuk terjadi, rahim Alexandria tidak bisa, hal itu bisa dititipkan pada rahim Nyonya Jonathan atau Nyonya William, agar tidak ada perempuan lain dalam keluarga Vadeo dan Alexandria.” ucap Pak Dokter sambil menatap Nyonya Jonathan.
“Sudah ada kasus seperti itu, janin dititipkan di rahim neneknya.” ucap Pak Dokter selanjutnya.
“Tapi itu saya hanya berkata jika kemungkinan terburuk terjadi.” ucap Pak Dokter memberi penekanan pada kata kemungkinan terburuk.
“Jika hal itu terjadi aku akan dengan senang hati menampung cucuku di rahimku ini Pa, bukannya rahimku bagus dan tidak bermasalah.” ucap Nyonya Jonathan lirih sambil menatap suaminya. Akan tetapi Tuan Jonathan jadi baper sebab hal itu mengingatkan pada masalah dirinya, sebab Tuan Jonathan yang berbakat memilki sedikit keturunan.
“Terus bagaimana jika Vadeo yang bermasalah?” tanya Tuan Jonathan yang belum tahu hasil uji laboratorium Vadeo.
“Mama... Papa... maafin Alexandria... “ ucap Alexandria sambil terisak lalu berjalan dengan cepat dan langsung bersimpuh di kaki Nyonya Jonathan yang duduk tidak jauh dari Tuan Jonathan. Vadeo sangat tidak tega hati melihat istrinya sedih dan merasa bersalah. Vadeo lalu juga turut duduk bersimpuh di samping Alexandria.
“Ma, Pa apa pun yang terjadi Vadeo hanya memiliki istri Alexandria. Kami akan berjuang bersama sama untuk kesembuhan Alexa.” ucap Vadeo yang matanya mulai memerah karena sedih dengan ujian yang harus mereka berdua hadapi.
Nyonya Jonathan pun terlihat sedikit kaget akan tetapi dia pun segera paham jika apa yang diceritakan oleh Pak Dokter tadi benar menimpa pada Alexandria.
“Iya Sayang.. Kamu tidak bersalah tidak usah minta maaf seperti ini. Kita hadapi dan kita atasi masalah ini secara bersama sama. Mama siap akan membantu kalian.” ucap Nyonya Jonathan sambil membelai rambut kepala Alexandria. Dia bahkan akan senang hati jika rahimnya ditempati oleh cucunya.
__ADS_1
“Terus bagaimana dengan hasil lab kamu Deo?” tanya Tuan Jonathan sambil menatap Vadeo.
“Kita atasi masalah Alexandria dulu Pa.” ucap Vadeo tidak mengatakan jika hasil laboratorium dirinya baik baik saja. Dia akan menjaga perasaan Alexandria hingga Alexandria benar benar sembuh. Setelah Alexandria sembuh Vadeo akan mengatakan hasil laboratorium nya.
Pak Dokter yang mendengar ucapan Vadeo tersenyum terharu dengan ketulusan cinta dan bijaksana nya Vadeo sebagai seorang pasangan. Tidak terasa ada air mata menggenang di ujung mata Pak Dokter.
“Al, Deo duduk di sini.” ucap Nyonya Jonathan sambil menepuk sofa di samping nya. Alexandria dan Vadeo pun akhirnya duduk di sofa.
Sementara itu, di tempat lain, di mension William. Tuan dan Nyonya William terlihat syok saat mendapat berita dari Dokter yang memeriksa Vadeo dan Alexandria.
“Hiks... hiks... kenapa hal itu terjadi pada Alexandria, Pa.. Anak yang begitu baik, nurut dan bertanggung jawab pada pekerjaan, keluarga dan dirinya sendiri hiks... hiks... “ ucap Nyonya William sambil terisak isak.
“Mama tidak usah sedih, Dokter kan bilang bisa disembuhkan kita lakukan program terapi komplit buat Alexandria. Program kesembuhan dan program kehamilan sekalian.” ucap Tuan William yang sudah banyak bertanya pada Dokter.
“Aku akan bilang ke Jonathan, kalau aku dan dia belum waktunya pensiun biar aku dan Jonathan yang pegang perusahan lagi. Biar Vadeo dan Alexandria melalukan program kesembuhan dan kehamilan buat Alexandria. Biar mereka berdua ke suatu tempat yang masih minim polutan, yang tidak ada radiasi apa pun.” ucap Tuan William sambil memeluk istrinya dari samping
“Kalau perlu kita buatkan villa di tengah hutan, Pa.” saut Nyonya William
“Lebay.” ucap Tuan William lalu dia tampak sibuk dengan layar hand phone nya. Dia serius menghubungi Tuan Jonathan dan selanjutnya menghubungi kontak person suatu tempat yang bisa digunakan untuk tempat terapi buat Alexandria dan Vadeo.
__ADS_1
....