
“Bagaimana cara membuat agar Nona Alexandria keguguran...” ucap Dokter Loly sambil mengetuk ngetuk jarinya di pegangan tangan sofa.
“Kalau Nona Alexandria keguguran, dia akan semakin sulit untuk mendapatkan anak.” gumam Dokter Loly lagi sambil masih berpikir mencari cara agar Alexandria keguguran.
“Tapi aku sudah tidak lagi mendapat tugas, aku sudah tidak bisa ke rumahnya.” ucapnya dengan ekspresi wajah sedih sebab saat Alexandria sudah positif hamil tugas sudah diambil alih oleh Doker obstetri.
“Ahai... Aku dapat ide.” ucap Dokter Loly dengan nada senang sebab dia mendapatkan ide untuk membuat Alexandria keguguran.
“Hmmm Iya, begitu saja tunggu waktunya.” gumam Dokter Loly sambil tersenyum licik. Lalu dia berjalan keluar dari kamarnya untuk menuju ke ruang makan. Dia pun akan berbasa basi mengucapkan selamat pada anggota Tim nya.
Sementara itu di rumah Vadeo. Vadeo masih duduk di sofa dengan tangan yang masih memegang hand phone nya. Di lihat layar hand phonenya tertera nama kontak Mama William melakukan panggilan suara. Tadi Vadeo setelah menghubungi Mamanya, dia akan menghubungi Mama mertuanya akan tetapi terdengar nada sibuk jadi menunda menghubungi Mama mertuanya, dia lalu menghubungi Papanya. Meskipun Tuan Jonathan sudah diberi tahu oleh isterinya akan tetapi dia tetap merasakan sangat bahagia saat diberi tahu lagi oleh Vadeo. Berkali kali Tuan Jonathan bibir memanjatkan puji syukur.
Vadeo menggeser tombol hijau.
“Deo kamu itu keterlaluan kenapa aku tidak kamu beri tahu kalau anakku sudah hamil.” suara Nyonya William setelah sambungan terhubung.
“Maaf Ma, tadi sudah saya hubungi tetapi nada sibuk.” ucap Vadeo dengan jujur
“Heleh alasan.” saut Nyonya William
“Deo, aku sudah rapat dengan Mama Jo, kami berdua akan mengunjungi calon cucuku. Kamu harus menjemput.” ucap Nyonya William
“Kamu tanya Alexa, dia pengen apa nanti kami bawakan.” ucap Nyonya William lagi.
“Ya, sudah aku tutup. Aku sebenarnya pengin bicara dengan Alexa. Tetapi nunggu kalau hamilnya sudah kuat saja dia mulai pegang alat alat elektronik.” ucap Nyonya William selanjutnya, lalu dia menutup sambungan teleponnya dan Vadeo hanya diberi kesempatan berbicara satu kalimat saja.
“Untung Alexa tidak banyak omong seperti Mamanya.” gumam Vadeo lalu dia bangkit berdiri.
Vadeo lalu berjalan menuju ke kamarnya. Dia memutar handel pintu pelan pelan, dan mendorong daun pintu itu pelan pelan pula. Bibir Vadeo tersenyum saat melihat Alexandria sudah selesai mandi dan duduk di depan kaca rias. Alexandria memakai gaun warna peach dengan motif bunga bunga kecil warna putih terlihat sangat cantik dan segar.
__ADS_1
Vadeo berjalan menuju ke tempat istrinya, dia lalu memeluk Alexandria dari belakang, dia mengecup puncak kepala Alexandria lalu tangan Vadeo mengusap usap perut Alexandria.
“Sayang Dokter nanti akan datang.” ucap Vadeo sambil masih mengusap usap perut Alexandria yang masih kempes.
“Periksa di bawah apa di sini Kak?” tanya Alexandria sambil menoleh ke arah wajah suaminya yang masih berdiri tepat di belakangnya.
“Di bawah saja ya, Dokter nya kan bukan Dokter pribadi yang sudah kenal puluhan tahun.” jawab Vadeo
“Iya Kak.”
“Ya sudah aku mandi dulu.” ucap Vadeo selanjutnya
“Apa kamu mau mandi lagi?” tanya Vadeo sambil tersenyum lalu mengacak acak puncak kepala Alexandria dan selanjutnya dia berjalan menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Vadeo sudah keluar dari kamar mandi, akan tetapi dia sudah tidak melihat sosok istrinya di dalam kamar.
Saat keluar dari kamar, mata Vadeo tertuju pada sofa yang biasa diduduki Alexandria untuk membaca, akan tetapi sofa itu kosong. Vadeo mempercepat langkahnya untuk menuruni anak tangga, dia langsung menuju ke ruang makan. Sebab dikira ibu hamil sudah kelaparan. Akan tetapi di ruang makan juga tidak ada sosok Alexandria hanya ada menu makanan di meja makan yang sudah tersaji.
“Apa dia ke kamar depan.” gumam Vadeo lalu dia segera menuju ke kamar depan.
Sesampai di kamar depan Vadeo membuka pintu dengan cepat, Akan tetapi di kamar itu juga tidak ada sosok istrinya. Vadeo lalu segera membalikkan tubuhnya.
“Kak..” ucap Alexandria mengagetkan Vadeo .
“Al, kamu kok tahu tahu di sini?” tanya Vadeo sambil memegang kedua bahu Alexandria
“Aku mengikuti Kak Deo dari ruang makan tadi. Kok Kak Deo jalan cepat cepat aku kira Dokter sudah datang.” jawab Alexandria sambil tersenyum manis. Dia juga senang karena Vadeo kaget.
“Kamu di mana tadi?” tanya Vadeo penasaran
__ADS_1
“Di dapur Kak, pengen nasi goreng. Yuk.. makan.. aku buat nasi goreng dikasih nanas enak dech Kak.. seger.” jawab Alexandria dengan mata berbinar binar
“Sayang, jangan.. nanas kan tidak baik untuk orang hamil.” ucap Vadeo sambil memegang kedua bahu Alexandria lagi.
“Iya katanya ibu pelayan juga begitu, tapi aku ingin banget .. kayaknya enak nasi goreng dikasih nanas.” ucap Alexandria pelan.
“Jangan ya Sayang, Mama juga pesan agar kamu jangan makan nanas dulu..” ucap Vadeo lagi
“Cuma aku kasih dikit kok Kak, enggak banyak..”
“Makan nasi goreng nanasnya nanti saja ya nunggu Dokter kandungan datang, kita tanya dulu boleh tidak.” ucap Vadeo selanjutnya sambil menatap Alexandria penuh permohonan.
Alexandria pun menganggukkan kepalanya. Dan mereka berdua lalu berjalan menuju ke ruang makan untuk sarapan.
Saat sampai di meja makan, pandangan mata Vadeo tertuju pada dua piring nasi goreng yang menggodanya, terlihat sangat sedap nasi goreng istimewa lengkap ada irisan wortel, nanas dan juga ada kacang polong.
“Hmmm aku yang tidak ngidam saja kemecer lihat nasi goreng itu, terasa nikmat dan segar..” gumam Vadeo sambil duduk du kursinya.
“Kamu yang buat nasi goreng ini Sayang?” tanya Vadeo saat Alexandria juga sudah duduk. Alexandria menjawab dengan anggukan kepalanya. Dia sebenarnya sungguh tidak tahan untuk memakan nasi goreng itu.
“Tunggu nanti ya, kita makan yang lainnya dulu. Paling tidak lama lagi Dokter datang.” ucap Vadeo sambil menatap wajah istrinya. Alexandria menjawab dengan mengangkat kedua alisnya. Vadeo tersenyum gemas melihat istrinya.
“Aku sebenarnya juga ingin makan nasi goreng ini, tapi aku juga nunggu nanti saja.” ucap Vadeo lalu dia membalik piring yang ada di depannya dan Alexandria pun membantu mengambilkan makanan suaminya. Mereka berdua lalu mulai makan.
Akan tetapi sesaat kemudian sang pelayan berjalan tergopoh gopoh dari dapur.
“Ada apa Bu?” tanya Alexa saat melihat sang pelayan berjalan tergopoh gopoh melewati ruang makan.
...
__ADS_1