
Vadeo dan Vincent pun segera masuk ke dalam kamar mereka yang tadi. Setelah mereka berdua keluar dari lift.
“Sial, gara gara Pak Penghulu diculik rencana ku untuk belah duren setelah ijab gagal. Malah sekarang berdua di kamar bersama Bule.” umpat Vadeo sambil menepuk pundak Vincent.
“Ha... ha... ha... aku kurang baik gimana coba Kakak, sebagai ketua panitia aku sudah buat jadwal acara agar kamu bisa segera enak enak. Tetapi memang belum rejekimu.” ucap Vincent sambil membuka penutup kepalanya karena dia pun tadi juga memakai baju adat. Vincent tidak segera membuka bajunya dia lalu berjalan ke sofa dan duduk di sana. Vincent lalu mengambil hand phonnya dan memgusap usap layar hand phone nya tampak dia tersenyum senyum melihat foto foto dia dan Ixora.
“Jangan jangan penculikan pak Penghulu juga skenario kamu. Agar aku gagal belah duren siang ini.” ucap Vadeo yang sudah melepas baju pengantin nya.
“Sembarangan menuduh kamu Deo, aku sudah berjuang mati matian agar acaramu berjalan lancar.” ucap Vincent tanpa menoleh ke arah Vadeo.
“Aku tahu kamu mau cari muka di depan Mama dan Papa William agar kamu direstui meminang Ixora.” ucap Vadeo sambil terus melepas baju pengantin nya
“Benar Deo, jalanku tidak semulus kamu dalam mendapat restu. Banyak syarat dari Tuan William meskipun sudah ada lampu hijau. Tetapi Nyonya William belum merestui. Ixora yang bilang ke aku, kalau Mamanya belum merestui aku menjadi kekasihnya. Katanya suruh menganggap aku sebagai pengawalnya.” ucap Vincent dengan wajah sedih. Vadeo yang mendengar itu ingin tertawa akan tetapi ditahan sebab dia turut juga merasakan kasihan pada nasib sahabatnya itu.
“Aku kan sudah bilang, Ixora masih anak SMA masih lama Vin, kalau kamu dan Ixora belum dalam rasa cinta dan saling ketertarikannya sudah kamu mundur saja.” ucap Vadeo sambil menatap Vincent berusaha memberi saran.
“Kamu bisa bilang begitu, kamu saja dulu Alexa masih SD juga sudah kamu cari cari.” ucap Vincent lalu dia juga membuka bajunya. Karena ingin istirahat.
“Aku dulu kan juga masih remaja, masalahnya beda kamu sekarang sudah usia berapa coba.” ucap Vadeo lalu dia berjalan ke kamar mandi.
Sementara itu, berita pernikahan Vadeo dan Alexandria yang sudah berlangsung sampai juga di telinga Justin karena acara pernikahan Vadeo dan Alexandria juga diliput oleh wartawan. Justin bisa mendengar dari siaran televisi yang ada di dalam lapas di dekat tempat para penjaga lapas.
__ADS_1
“Sialan akhirnya tetap bisa berlangsung acara pernikahan itu.” gumam Justin yang berada di dalam ruang tahanan.
Akan tetapi tidak lama kemudian ada petugas lapas yang datang di ruang tahanan Justin itu.
“Ini ada kiriman makanan enak enak buat kamu.” ucap petugas lapas itu sambil memberikan beberapa box makanan. Kiriman makanan itu dari pelayan keluarga Jonathan. Tuan Jonathan yang menyuruhnya, bagaimana pun beliau tidak tega, semua keluarga sedang pesta tetapi ada satu keponakannya yang mendekam di dalam tahanan.
Setelah memberikan kiriman makanan itu petugas lapas segera pergi, sebab dia juga mendapatkan kiriman makanan dan akan segera menikmati makanan enak dari pesta pernikahan Vadeo dan Alexandria.
Waktu terus berlalu dan kini tiba saatnya acara resepsi pernikahan Vadeo dan Alexandria. Alexandria kini sudah tampil cantik dengan gaun pengantin klasik nan cantik dan anggun berwarna putih.
“Mari Nona, Tuan Vadeo sudah keluar dadi kamar riasnya. Semua tamu undangan sudah memenuhi ballroom.” ucap sang make up artist yang sudah melihat di luar Vadeo sudah berdiri di luar kamar riasnya didampingi oleh Tuan dan Nyonya Jonathan.
“Dealova mana?” tanya Alexandria sambil menoleh ke belakang karena tidak melihat sosok Dealova.
“Kenapa tidak dari tadi sih itu anak selalu semau nya sendiri.” ucap Nyonya William yang sudah berdiri di depan pintu dengan Tuan William.
“Kamu lihat dia Ix!” perintah Nyonya William yang sudah tidak sabar.
“Ixora sudah bawa ekor Kak Alexa nih Ma, sudah tidak bisa berpindah.” ucap Ixora yang berdiri serius sambil membawa ujung ekor baju pengantin Alexandria.
“Ekor baju Ix..” protes Alexandria membenarkan ucapkan Ixora.
__ADS_1
“Iya iya...” ucap Ixora
“Kamu lihat anak itu suruh cepat cepat keluar!” perintah Nyonya William pada make up artist. Dan dengan segera sang make up artist pun melangkah menuju ke kamar mandi untuk memanggil Dealova.
Tidak lama kemudian Dealova pun berjalan dari kamar mandi menuju ke tempat Ixora berdiri. Satu tangannya lalu turut memegang ujung ekor baju pengantin Alexandria.
“Pegangnya pakai dua tangan Deal.” ucap Ixora sambil menoleh ke arah Dealova.
“Tangan kiriku masih basah, mau ambil tisu sudah disuruh keluar.” ucap Dealova dengan wajah tampak bingung sebab tidak mungkin ekor baju Pengantin Alexandria untuk lap apalagi baju dia sendiri yang sudah dia sayangi karena bajunya kembaran dengan Ixora. Baju pengiring pengantin warna putih dan modelnya cantik. Dealova ingin mengusapkan tangan kirinya pada kepala anak perempuan yang ada di depannya. Akan tetapi tiba tiba ada yang mengusap tangan kirinya dengan tidur.
Pegawai sang Make up artist yang mendengar keributan Ixora dan Dealova tadi segera mengambil tisu dan mengeringkan tangan kiri Dealova itu.
Setelah mereka semua siap Alexandria lalu didampingi oleh orang tuanya keluar dari kamar rias. Ixora dan Dealova mengikuti sang Kakak sambil membawa ujung ekor baju Pengantin tersebut.
Vadeo yang tampil keren dengan tuxedo putih mewahnya dan juga dengan celana panjang warna putih sangat matching dengan baju pengantin Alexandria. Tuan dan Nyonya Jonathan berdiri di samping Vadeo, di depan Vadeo ada anak laki laki kecil kerabat dari keluarga Jonathan membawa satu buket bunga yang sangat indah dan cantik.
Setelah mendapat kode kedua mempelai itu berjalan menuju ke pintu ballroom yang sudah terbuka lebar. Dan saat sudah berada di depan pintu. Anak laki laki kecil itu menyerahkan buket bunganya pada Vadeo, dan selanjutnya Vadeo memberikan buket bunga itu pada Alexandria, setelah Alexandria menerima buket bunga itu Vadeo memeluk dan mencium Alexandria dengan mesra.
Juru kamera yang sejak tadi sudah siap sedia selalu mengambil setiap moment di acara itu. Para tamu undangan dan kaum kerabat yang sudah memenuhi ballroom bertepuk tangan tampak bahagia saat Vadeo memeluk dan mencium Alexandria. Setelah Vadeo mencium Alexandria lalu mereka berjalan menuju ke pelaminan.
“Kak, aku kok belet pipis lagi ya...” suara lirih Dealova yang masih berjalan di samping Ixora membawa ekor baju pengantin Alexandria. Ixora mendengar suara Dealova tetapi dia tidak menoleh ke arah Dealova, sebab pesan dari sang make up artist saat berjalan tidak boleh menoleh noleh pandangan lurus ke depan dan bibir harus selalu tersenyum.
__ADS_1
....