
Digo yang melihat Alexa terdiam pun langsung menangkup kedua pipi Alexa dengan kedua tangannya.
Terlihat Alexa yang mengerjap-ngerjapkan matanya karena masih sedikit linglung dengan apa yang baru saja di dengarnya.
Cup
Digo memberanikan diri untuk mengecup singkat bibir Alexa yang nampak menggoda itu.
"First." lirih Alexa sambil menyentuh bibirnya sendiri dengan mata yang masih mengerjap lucu
"Realy?" tanya Digo yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa yang masih terkejut dengan kelakuan Digo
Digo pun kembali memeluk Alexa dengan erat.
"Mulai sekarang kamu adalah milikku dan hanya boleh menjadi milikku." ucap Digo
"Mana bisa begitu." protes Alexa yang sudah sadar dari keterkejutannya sambil mendorong tubuh Digo
"Aku tidak menerima penolakan Alexandria Vernandes." ucap Digo penuh penekanan sambil menatap dalam manik mata Alexa
Alexa pun mencebikkan bibirnya karena kesal.
"Apa-apaan dia memaksa begitu,menyebalkan." gumam Alexa yang masih terdengar jelas di telinga Digo membuat Digo tersenyum samar
"Kita jalani saja." ucap Digo lembut
Alexa pun pasrah dan menganggukan kepalanya.
"Good girl." Digo mengusap sayang puncak kepala Alexa.
Sementara di kelas Xll IPA 1.
Bu Rika pun meninggalkan kelas karena waktu mengajarnya sudah usai.
"Guys kita liat Alexa yuk, siapa tau Digo disana." ucap Alvaro sambil beranjak yang di ikuti oleh Abi,Amel dan Diandra.
Mereka pun berjalan menuju ke UKS, mereka melihat Alexa dan Digo yang baru keluar dari UKS.
"Modus banget kamu Di,tau-tau ada disini,kirain ada rapat ga ngasih tau aku." ucap Alvaro sambil menghampiri sang sahabat
"Kamu uda baikan Dek ?" tanya Abimanyu sambil memegang pipi Alexa yang nampak sudah tidak terlalu merah
"Ck,dari tadi juga Aku kan ga apa-apa,dia aja yang berlebihan." ucap Lexa sambil menunjuk Digo dengan dagunya.
"Kita ke kantin." ucap Digo sambil berlalu meninggalkan yang lainnya.
"Kenapa dia ?" tanya Alvaro kepada Alexa sambil melihat kepergian Digo
"Entah." jawab Alexa acuh sambil mengedikkan bahunya.
"Mencurigakan." selidik Alvaro
Alexa yang sudah jengah dengan pertanyaan Alvaro pun memilih mengajak kedua sahabatnya untuk ke kantin
"Sa,Mel kita ke kantin aja." ucap Alexa sambil berlalu dan diikuti oleh kedua sahabatnya.
__ADS_1
Abimanyu pun menyusul sang adik tinggallah Alvaro sendiri.
"Woy tungguin." teriak Alvaro berlari mengejar Abimanyu dan langsung merangkul pundaknya.
Mereka pun pergi ke kantin dengan di selingi candaan.
Sementara di sudut lain ada seseorang yang melihat canda tawa itu sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu akan menyesal Alexa,aku bersumpah tidak akan membiarkanmu hidup tenang selama aku masih disini,kalau aku tidak dapat memiliki Diego itu artinya tidak seorangpun bisa memilikinya termasuk kamu." ucap Angel penuh emosi karena tadi sempat mendengar ucapan Diego di UKS dan melihat Diegi yang mencium Alexa.
Di kantin terlihat Digo yang sudah duduk dengan di temani 1 gelas jus jambu dan 1 botol air mineral.
Alvaro,Abimanyu,Alexa dan kedua sahabatnya pun segera mendekat ke meja Digo.
"Tau aja aku haus." ucap Alvaro sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil jus jambu tapi urung karena Digo memukul tangannya.
"Siapa bilang ini buat kamu ?" tanya Digo sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Lalu ?" tanya Alvaro.
"Ini buat Alexa." jawab Digo sambil memberikan gelas berisi jus jambu itu ke hadapan Alexa yang membuat lainnya terbengong.
Alvaro langsung menempelkan punggung tangannya di kening Digo dan satu tangan di kening sendiri.
"Normal, ga panas." ucap Alvaro
"Kau pikir aku sakit ?" tanya Digo menepis tangan Alvaro
"Sensi amat kaya cewek lagi PMS." ucap Alvaro yang membuat lainnya menatap Digo dan Alexa secara bergantian
"Aku dan Alexa sudah jadian." jawab Digo santai.
"What ?" pekik yang lain
Alexa pun menutup kedua telinganya karena merasa pengeng akibat teriakan sahabatnya
"Dia yang paksa Lexa." terang Alexa kepada sang kakak
"Karena aku tidak menerima penolakan." bantah Digo
"Apa-apaan kamu maksain kehendak kamu sama adek aku ?" tanya Abimanyu sambil mencengkeram kerah kemeja Digo.
Alvaro mencoba untuk melerai namun tidak berhasil, sementara Alexa hanya tersenyum melihat reaksi sang kakak karena Alexa tau Abimanyu tengah bersandiwara.
Alexa adalah orang yang paling mengerti karakter Abimanyu di antara keluarga yang lainnya begitu pun sebaliknya, karena mereka tumbuh besar bersama.
"Aku menginginkannya menjadi milikku,dan hanya milikku." tegas Digo sambil melepaskan tangan Abimanyu dari kerah bajunya.
"Menegangkan." bisik Diandra pada Amel
"Sssttt.kita lihat saja mereka tidak serius." balas Amel "Aku kenal Abi sejak SMP,dia bukanlah tipe orang yang mudah emosi selama itu tidak menyakiti Lexa." lanjut Amel
Diandra pun mengangguk tanda mengerti.
"Tolong jaga adikku baik-baik Di,aku percaya kamu bisa menjaganya." ucap Abimanyu sambil memeluk Digo
__ADS_1
"Tentu Bi." jawab Digo sambil membalas pelukan Abi sang sahabat
Alvaro pun menghela nafas lega karena tadi sempat terpikir olehnya akan terjadi baku hantam.
Begitupun dengan Diandra yang juga bernafas lega.
"Sampai kejadian tadi terulang lagi pada adikku,aku tidak akan memaafkanmu Di." ucap Abi sambil melepaskan pelukannya dan menepuk pundak Digo
Sementara Alexa tengah asik menikmati jus jambunya sambil menonton drama di depannya.
"Uda selesai bang dramanya ?" tanya Alexa dengan polosnya yang mendapat dorongan di pundaknya oleh Diandra.
"Dasar kamu ya." ucap Diandra greget
Digo pun menggelengkan kepalanya melihat sang kekasih yang nampak santai saat melihat tindakan sang kakak kepada dirinya.
"Kamu ga takut gitu kalau tadi abangmu mukul Digo?" tanya Alvaro pada Alexa
Alexa pun menggelengkan kepalanya.
"Abang hanya akan marah kalau sesuatu terjadi padaku." jawab Alexa santai
"Karena kalau kamu sampai tergores sedikit saja abang bisa aja mati di tangan ayah dan daddy." ucap Abimanyu sembari menyeruput jus jambu milik Alexa
Sontak Digo menatap tajam Abimanyu.
"Ga usah pelit atau aku ga akan restui kamu sama adek kesayangan aku." ucap Abimanyu pada Digo yang membuat Digo mendengus kesal
Alexa pun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka pun menikmati makan siang mereka di kantin sambil bersenda gurau.
"Ga nyangka aku kalau balok es kita takluk sama pesona seorang Alexandria." celetuk Alvaro yang langsung mendapat tatapan tajam dari Diego
"Tapi emang aku akui si, aku pun terpesona sama dia,tapi malah uda keduluan." sambung Alvaro sok dramatis
"Judulnya siapa cepat dia dapat." celetuk Amelia
"Aku setuju sama Amel." sambung Diandra
Sementara Abimanyu hanya terdiam entah memikirkan apa sambil matanya tak lepas dari wajah cantik Diandra yang tengah bercanda dengan Amel dan Alvaro.
Alexa pun tersenyum mendapati sang kakak yang nampak jatuh cinta kepada sahabat baiknya selama di New York itu.
"Kenapa ?" bisik Digo dengan suara lembutnya karena melihat sang kekasih tersenyum sendiri
"Lihat lah." ucap Alexa sambil menunjuk Abimanyu dengan dagunya.
"Abangmu menyukai Diandra ?" tanya Diego yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.
"Biarkan saja di berusaha sendiri,2 tahun aku bersahabat dengannya belum pernah aku melihat dia menatap gadis sampai seperti itu." ujar Diego
Alexa pun reflek menoleh kepada sang kekasih sehingga jarak kedua wajah mereka begitu dekat.
Alexa tersenyum manis sebelum akhirnya melihat ke arah lain.
__ADS_1
Diego yang melihat sikap malu sang kekasih pun mengusap sayang rambut Alexa.