
“Kalian dari mana?” tanya Nyonya Jonathan sambil menatap Vadeo dan Alexandria yang masih berdiri di pintu penghubung balkon dengan kamar mandi.
“Cari angin di balkon Ma..” jawab Alexandria, selanjutnya Vadeo dan Alexandria masuk ke dalam. Vadeo lalu menutup pintu balkon itu.
“Sini Sayang.. Oma sudah ingin ngelus ngelus kamu...” ucap Nyonya Jonathan lalu memeluk pinggang Alexandria yang masih ramping. Telapak tangan Nyonya Jonathan pun mulai mengusap usap perut Alexandria. Vadeo tampak tersenyum senang melihat kebahagiaan Mamanya.
Nyonya Jonathan dan Alexandria lalu berjalan menuju ke sofa dan mereka berdua duduk di sofa tersebut. Nyonya Jonathan terlihat masih mengusap ngusap perut Alexandria sambil berucap bagai berbicara pada cucunya, beliau memberi pesan pesan agar yang ada di dalam perut Alexandria tidak nakal dan harus kuat.
“Ma, Al.. Aku ke ruang kerja ya..” ucap Vadeo mohon diri akan menuju ke ruang kerjanya. Alexandria dan Nyonya Jonathan mengizinkan.
“Kamu tidur di sana juga bisa kan Deo, ada sofa kan di ruang kerjamu.” ucap Nyonya Jonathan sambil menatap Vadeo yang sudah berjalan menuju ke pintu kamarnya.
“Ya Ma, tapi pintu kamar ini jangan dikunci.” ucap Vadeo sambil membuka pintu kamarnya lalu dia berjalan meninggalkan kamar itu.
“Hmmm yang penting tidak dikunci saja, aku bisa sewaktu waktu menggendong Alexandria.” gumam Vadeo lalu dia melangkah menuju ke ruang kerjanya.
Sementara itu di lain tempat. Ketiga perempuan sudah sampai di guest house dengan selamat.
“Nona, tolong catat nomor hand phone saya, jika sewaktu waktu ada perlu hubungi saya. Tuan Vadeo sudah memerintah pada saya, saya yang harus menjaga Nona dan melayani kebutuhan Nona.” ucap Eveline saat mengantar Dealova sampai di depan pintu kamar Dealova. Sedang kan Dokter Loly sudah langsung menuju ke kamarnya.
“Apa aku sudah tidak boleh minta tolong pada Kak Richardo?” tanya Dealova dengan ekspresi wajah sedihnya.
“Boleh Nona..” jawab Eveline sambil tersenyum. Lalu mereka berdua bertukar nomor handphone. Dan setelah bertukar nomor hand phone, Dealova masuk ke dalam kamar lalu dia menutup pintu kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Eveline pun segera meninggalkan tempat itu setelah yakin Dealova masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya.
Saat Dealova akan berganti baju, tiba tiba hand phone nya berdering.
“Ada apa Nona Eveline.” gumam Dealova sambil mengambil hand phone dari tas kecilnya.
“Haduh Kak Ixora, pasti mau ngasih tugas aku, bisa bisa kalau dia nanti jadi Dokter aku pun secara otomatis menyandang gelar co *** dokter.” gumam Dealova sambil menggeser tombol hijau.
__ADS_1
“Apa lagi?” tanya Dealova setelah menggeser tombol hijau.
“Apa jawaban Kak Alexa, dia benar benar tidak minum atau salah tulis?” tanya Ixora
“Benar tidak mengonsumsi.” jawab Dealova
“Terus alasannya kenapa?” tanya Ixora
“Haduh Kak, lupa aku tidak menanyakan itu, habisnya wajah kakak ipar pertama sudah mengerikan sepertinya tidak suka Kak Alexa tidak mengonsumsi obat dan vitamin dari Dokter.” jawab Dealova
“Tapi sepertinya sih Kak Alexa tidak mengonsumsi karena informasi dari buku Kak Ixora dan dia konsultasi dengan sang therapis, sang therapis menyetujui. Gitu Kak, aku tidak menanyakan ke Kak Alexa kenapa obatnya tidak diminum Kak Alexa sudah bicara begitu.” ucap Dealova selanjutnya
“O.. ya sudah, terima kasih ya adikku tersayang yang cerewet... Tapi besok tanyakan pada Kak Alexa saat tidak ada Kak Deo ya....” ucap Ixora lalu akan memutus sambungan teleponnya.
“E... eh.. Kak.. jangan ditutup dulu..” ucap Dealova dengan cepat
“Tumben biasanya kamu yang ingin menyudahi pembicaraan.” saut Ixora
“Ooo mungkin Mama tidak ingin Dokter Loly tersinggung karena obat dan vitamin nya tidak diminum oleh Kak Alexa. “ ucap Ixora.
“Sudah ya Deal aku capek banget tadi praktikum sampai habis maghrib baru selesai..” ucap Ixora lalu memutus sambungan teleponnya.
Setelah sambungan terputus Dealova pun segera menaruh hand phone nya dan segera melanjutkan berganti baju.
Sedangkan Dokter Loly, setelah masuk ke dalam kamar. Dia lalu membersihkan riasan wajahnya yang tebal agar terlihat cantik sempurna di mata orang tua Vadeo dan Vadeo.
“Hmmm sudah dandan maksimal tetapi tidak bisa bertemu dengan Nyonya Jonathan dan Tuan Vadeo. “ ucap Dokter Loly sambil mengusap usap wajahnya dengan kapas yang sudah dikasih remove make up, di depan kaca rias yang ada di kamar itu.
“Pakai cara apa ya, untuk mendekati mereka..” gumam Dokter Loly masih mengusap usap wajahnya.
__ADS_1
“Nyonya William juga dingin saja saat aku bilang kalau aku yang berperan dalam program kehamilan anaknya. Hanya mengucapkan terima kasih saja, tidak ada kalimat kelanjutan nya.... ehhh ehhhh iya tadi Nona Dealova mengucapkan kata tapi...” ucap Dokter Loly terlihat mengingat ingat kejadian
“Tapi kenapa ya..?” gumamnya
“Kok, kaki Nona Dealova diinjak ... ih... Aku kok jadi was was ada sesuatu diantara mereka.” ucap Dokter Loly yang kini dahinya mulai muncul keringat karena jantungnya mulai berdetak lebih kencang karena merasa kuatir.
Sementara itu, di kamar Vadeo. Nyonya William yang tadi tertangkap basah mengintip sesuatu yang tidak harus diintip karena tidak ada sosok di dalam kamar mandi. Dia pun lalu sekalian membersihkan diri di dalam kamar mandi. Dan setelah selesai dia segera melangkah keluar dari kamar mandi.
“Aduh Oma Jo sudah ngobrol sama cucu.” ucap Nyonya William sambil berjalan mendekat ke arah sofa dan ikut duduk di sana.
Nyonya William pun turut serta mengusap usap perut Alexandria, dan menyapa cucunya yang ada di dalam perut Alexandria.
“Eh Al, aku mau bertanya. “ ucap Nyonya William selanjutnya. Alexandria dan Nyonya Jonathan lalu menoleh menatap Nyonya William.
“Apa Ma?” tanya Alexandria yang masih menoleh menatap Mamanya.
“Tiga perempuan itu apa ada yang macem macem pada suamimu?” tanya Nyonya William yang sejak awal kuatir akan adanya tiga perempuan cantik yang turut serta ke pulau ini.
“Setahuku sih Kak Deo jarang bertemu mereka Ma.” jawab Alexandria sambil menatap sang Mama
“Ada apa ya? Apa ada yang mencurigakan. Kalau Vadeo sudah aku jamin dia setia pada Alexa apalagi Alexa kini sedang mengandung.” ucap Nyonya Jonathan.
“Dokter Loly kok aku rasa agak aneh tingkahnya, dia macam ingin diakui kalau dia yang berperan dalam program kehamilan Alexa, padahal obat dan vitamin dari dirinya saja tidak Alexa minum.” ucap Nyonya William
“Ooo iya Ma, kata ibu pelayan dia juga kepo dengan rumah ini, sampai disengat tawon karena tidak mau duduk tenang menunggu.” ucap Alexandria saat mengingat wajah bengkak Dokter Loly
“Itu terjadi waktu aku masih menjalani sesi terapi di kamar.” ucap Alexandria selanjutnya
“Hmmm jadi benar rasa kuatir ku sejak awal itu.. ya sudah kita lihat dan kita awasi saja.. dari gelagatnya tadi dan dari ceritamu ini, pasti dia ada maksud tersembunyi.” ucap Nyonya William
__ADS_1
“Hmmm dia pasti akan menggoda Vadeo, pasti silau melihat Vadeo memiliki pulau pribadi dan segala fasilitasnya.. macam Chaterine dulu itu tidak jadi istri pertama mau, bisa jadi dia jadi selingkuhan saja mau asal dilimpahi materi. Gila.” gumam Nyonya William dalam hati.