
Di kediaman Alexander.
"Selamat pagi Mom, Dad." sapa Diego kepada orang tuanya sambil mendudukkan dirinya di kursi makan
"Pagi sayang/boy." ucap mereka bersamaan
"Mom,Alexa bilang besok panti sudah bisa di buka." ucap Diego sambil menyeruput kopinya
"Benarkah,kalau begitu Mom akan ikut menyiapkan apa yang nantinya di butuhkan." antusias Ayra
"Iya Mom." jawab Diego
Sementara Devano hanya menganggukan kepala tanda setuju.
"Sebentar lagi formasi kita akan lengkap ya Dad." ucap Ayra kepada sang suami
"Maksud Mom ?" bingung Devano
"Ya sebentar lagi kan kita bisa sarapan bareng mantu kita Dad,berarti formasinya sudah lengkap dong,apalagi di tambah cucu." ucap Ayra
Uhuk uhuk uhuk
Diego sontak tersedak mendengar kalimat terakhir sang ibu.
"Pelan-pelan sayang." ucap Ayra sambil menyodorkan 1 gelas air putih
"Mom,bahkan kami masih sekolah, jangan dulu bahas cucu, Sandi tidak mau nantinya Alexa tertekan Mom." ucap Diego
"Maaf." ucap Ayra sambil menunduk lesu
"Mom,setidaknya biarkan kami menyelesaikan SMA dulu oke." bujuk Diego sambil mengusap pundak sang ibu
"Maafkan Mom,Mom janji tidak akan membahas ini di depan Alexa." ucap Ayra lagi
"Iya Mom." jawab Diego sambil membawa sang ibu ke dalam pelukannya.
"Ya sudah,mari kita lanjutkan sarapannya." ucap Devano menengahi
Mereka pun melanjutkan sarapannya yang sempat terhenti.
Selseai sarapan, Diego langsung memutuskan untuk segera berangkat ke sekolah dan tidak lupa menjemput sang pujaan hati terlebih dahulu.
Tidak membutuhkan waktu lama,Diego sudah sampai di depan rumah Alexa.
Diego langsung masuk setelah di persilakan oleh salah seorang pelayan.
Diego memilih menunggu di ruang tamu.
Selesai sarapan,Alexa pun memutuskan untuk segera berangkat ke sekolah karena sang kekasih hati sudah menunggunya di ruang tamu.
__ADS_1
"Ayo." ajak Alexa sambil berdiri di depan Diego sehingga membuat Diego mendongak menatap ke arahnya sambil tersenyum dan segera beranjak sambil meraih tangan Alexa untuk di genggamnya.
"Kalian hati-hati ya." pesan Delia yang baru keluar bersama Aditya
"Iya bunda." jawab Alexa dan Diego
Mereka pun memutuskan untuk segera berangkat sekolah begitu pun dengan Aditya yang memutuskan untuk segera berangkat ke perusahaan.
Di dalam perjalanan menuju sekolah,Diego membuka percakapannya "Al,tadi Mom tanya besok apa saja yang di butuhkan untuk pembukaan panti." ucap Diego sambil menoleh sekilas kepada Alexa dan kembali fokus ke depan
"Semuannya sudah siap kak,kalau Mom mau,Mom boleh bawa apa saja yang bisa di bagikan untuk adik-adik." jawab Alexa sambil tersenyum manis
Diego pun mengusap sayang kepala Alexa dengan sebelah tangannya. "Nanti aku sampein sama Mom." ucap Diego
"Iya kak." jawab Alexa
"Ngomong-ngomong,apa nama panti nya ?" tanya Diego
Alexa terlihat berpikir sambil mengetukkan jari telunjuknya ke dagu.
"Panti Asuhan Lentera Hati,bagaimana menurut kakak ?" tanya Alexa
"Bagus,seperti kamu yang sudah menjadi lentera dalam hidup aku." jawab Diego yang membuat Alexa tersipu
Deigo pun menahan senyumnya melihat tingkah malu calon istrinya itu."Kamu seperti lentera yang sudah memberi cahaya dalam hidup aku yang tadinya hanya ada kegelapan saja,kamu bagai pelangi yang sudah memberi banyak warna dalam hidup aku yang tadinya hanya ada hitam dan putih saja." sambung Diego sambil menggenggam tangan Alexa
Alexa pun tersenyum manis menanggapi ungkapan dari calon suaminya itu.
Alexa pun segera turun dari mobil di ikuti Diego di belakangnya.
"Selamat pagi calon pengantin." ucap Alvaro yang langsung di bekap mulutnya oleh Amel
"Kamu bisa pelankan suaramu ?" geram Amel sambil berbisik yang membuat Alvaro langsung mengangguk cepat dengan posisi mulut yang masih di bekap.
Sementara Diego hanya menatapnya tajam.
Alexa tersenyum simpul sebelum akhirnya mengajak mereka untuk ke kelas.
"Ayo." ajak Alexa kepada para sahabatnya.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas sambil bersenda gurau, banyak yang iri melihat kebersamaan mereka, apalagi sampai saat ini masih belum ada yang tau tentang siapa Alexa sebenarnya.
"Al,aku denger dari Abi,kamu mau buka panti ya ?" tanya Diandra yang berjalan di sebelah Alexa.
Alexa pun menoleh sambil tetsenyum dan mengangguk "Iya nanti aku ajak kalian kesana sepulang sekolah." ucap Alexa
"Wah,aku juga mau dong." sahut Amel yang berjalan paling belakang bersama Alvaro
"Boleh dong Mel,kalian semua memang harus ikut." ucap Alexa berbalik sambil tersenyum manis
__ADS_1
"Memang kapan rencana pembukaannya dek ?" tanya Abimanyu
"Besok." jawab Alexa singkat sambil berbalik lagi dan segera menuju ke kelas mereka.
"Kalau begitu nanti abang akan kasih tau orang rumah." jawab Abimanyu
"Tentu." ucap Alexa sambil berjalan menuju bangkunya.
Mereka pun saling bercerita satu sama lain sambil menunggu bel masuk berbunyi.
Beberapa waktu kemudian terdengar bel tanda masuk sekolah,Mereka yang berada di kelas XII IPA 1 pun segera mengeluarkan buku pelajaran yang akan di ajarkan oleh Bu Maria selaku guru Matematika.
"Selamat pagi anak-anak." sapa bu Maria begitu memasuki kelas unggulan ini
"Pagi bu." jawab mereka kompak
"Hari ini kita akan adakan ulangan harian,simpan semua buku catatan kalian dan sisakan alat tulis saja." ucap bu Maria secara mendadak
"Bu,kok ga kasih tau dari kemarin si kalau mau ulangan ?" protes Amel
"Memangnya kenapa Amel, apa kamu belum belajar ?" tanya Bu Maria lagi
"Bukan begitu bu,saya sudah belajar tapi hanya sedikit." jawab Amel yang di sambut sorakan oleh teman sekelas yang lain
"Ibu percaya anak kelas XII IPA 1 ini bisa." jawab bu Maria dengan percaya sambil berjalan membagikan soal ulangan kepada masing-masing siswa.
Amel pun menggerutu dalam hati karena artinya dia tidak bisa mengerjakan secara maksimal soal ulangan kali ini.
"Yakin pasti bisa Mel." ucap Alexa memberi semangat kepada sahabatnya
"Aku ga yakin deh Al." jawab Amel dramatis
Tak
Abimanyu menjitak kepala Amel dari belakang mendengar ucapan Amel yang sok dramatis itu.
"Sok dramatis kamu Mel." ucap Abimamyu yang membuat Alexa menggelengkan kepala sambil tersenyum
"Baiklah anak-anak,waktu kita mulai." ucap bu Maria mengintruksi murid-muridnya untuk mulai mengerjakan soal ulangannya.
Mereka pun mengerjakan soal ulangan dengan tenang.
Beberapa waktu kwmudian terdengar bel tanda istirahat telah berbunyi menandakan waktu ulangan telah usai.
"Selesai tidak selesai di kumpulkan." seru bu Maria sambil menarik kertas jawaban setiap siswanya
"Ibu tanggung jawab kalau nilai saya kurang bagus." celetuk Amel
"Ya,nanti ibu akan kasih kamu bimbingan khusus untuk belajar bersama ibu." jawab bu Maria yang di sambut gelak tawa oleh yang lain sementara Amel sudah cemberut saja.
__ADS_1
Alexa pun menepuk pundak Amel dan segera mengajaknya ke kantin di ikuti yang lainnya.