
Diego beranjak dari ranjang dan menuju ke kamar mandi sementara Alexa pergi menyiapkan pakaian ganti sang suami.
Tidak membutuhkan waktu lama Diego telah menyelesaikan ritual mandinya.
Diego keluar dari kamar mandi dan melihat di ranjang telah tersedia satu set pakaian santai yang sudah disiapkan oleh sang istri.
Diego pun mengambil pakaian itu dan segera mengenakannya.
Karena tak mendapati sang istri tidak berada di kamar, Diego pun segera keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan sang istri.
Saat Diego menuruni tangga terdengar suara sang istri dan sang mama dari arah dapur,Diego pun segera menghampiri 2 wanita kesayangannya.
Terlihat sang istri tengah membantu sang mama menyiapkan makan malam dengan di selingi canda tawa dari keduanya.
Cup
Diego mencium pipi sang istri sehingga membuat Alexa langsung menoleh karena terkejut.
"Kakak." geram Alexa yang tidak habis pikir dengan sang suami yang menciumnya di depan sang mama
"Tidak apa sayang,Mom senang melihatnya." ucap Ayra yang membuat Alexa tersipu.
"Ada apa ini ramai-ramai di dapur." ucap Devano yang baru masuk ke dapur.
"Tidak apa Dad." jawab Ayra sambil menghampiri sang suami dengan satu angkir kopi di tangannya.
"Terima kasih sayang." ucap Devano sambil menerima satu cangkir kopi dari sang istri.
"Jangan seperti itu Dad,malu di lihat anak-anak." ucap Ayra
"Ya tidak apa dong Mom,toh putra kita sekarang juga sudah ada yang di sayang-sayang." ucap Devano sambil melirik ke arah Diego dan Alexa.
Sementara Alexa yang mendengar ucapan sang mertua pun langsung menunduk malu.
"Kenapa hemm ?" tanya Diego sambil merangkul sang istri
"Lepas ih,malu ada Mom dan Dad." bisik Alexa kepada sang suami
"Tidak apa dong,kamu dengar sendiri kan ucapan Dad barusan." jawab Diego tanpa melepaskan rangkulannya.
Alexa pun mencubit perut sang suami.
"Awww,sakit sayang." ucap Diego sambil mengusap bekas cubitan sang istri.
Alexa berlalu begitu saja tanpa menghiraukan sang suami yang tengah kesakitan.
Diego pun mengikuti sang istri ke arah meja makan.
Terlihat Devano dan Ayra yang menahan senyum melihat tingkah sang putra dan menantu cantiknya itu.
Ehmm
"Kemarilah nak." ucap Devano kepada Alexa sehingga Alexa pun langsung mendekat ke arah sang mertua.
"Iya Dad." ucap Alexa begitu sampai di hadapan sang papa mertua.
__ADS_1
"Terima lah,ini hadiah dari Dad untuk kalian." ucap Devano sambil menyerahkan sebuah amplop kepada sang menantu.
Alexa pun mengernyit bingung tapi tetap menerima amplop tersebut.
"Ini-" ucap Alexa menggantung
"Bukalah." ucap Devano sehingga Alexa pun langsung membuka amplop tersebut.
"Tiket liburan." bingung Alexa sambil menatap ke arah sang papa mertua
"Iya,tiket liburan untuk kalian selama 1 minggu,anggaplah sebagai bulan madu kalian." ucap Devano dengan santainya
Uhuk uhuk uhuk
Sontak Diego langsung tersedak mendengar perkataan sang papa.
"Apa Dad bercanda ?" tanya Diego tak habis pikir
"Dad tidak bercanda,bahkan Dad sudah mengurus ijin ke sekolah kalian,dan Opa Daniel pun sudah menyetujuinya." bela Devano yang membuat Alexa langsung terdiam
Diego pun menatap ke arah sang istri yang tengah terdiam.
"Sayang." panggil Diego sehingga Alexa pun langsung menoleh.
"Tidak apa kak,kita akan berangkat sesuai apa yang sudah di atur." jawab Alexa sambil memaksakan senyumannya dan kembali ke kursinya.
"Kamu yakin ?" tanya Diego ragu
"Iya kak." jawab Alexa sambil mengangguk.
Sementara Ayra hanya melihat raut wajah sang menantu yang nampak jelas perubahannya.
Ayra pun membalas senyum manis sang menantu.
Setelah menyelesaikan makan malamnya,Alexa pun berpamitan kepada kedua mertuanya untuk pergi ke kamar.
Ceklek
Alexa masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ke pintu balkon,di bukanya pintu balkon dan segera berdiri di pinggir pagar pembatas balkon.
Di lihatnya langit malam yang nampak indah dengan banyaknya bintang yang bertaburan di langit.
Alexa memejamkan matanya dan membiarkan wajahnya di terpa oleh angin malam yang terasa dingin.
Alexa membuka matanya perlahan saat merasakan sebuah pelukan hangat dari arah belakangnya.
"Ada apa hemm ?" bisik Diego tepat di telinga sang istri
"Tidak ada." jawab Alexa sambil mengusap lengan kekar sang suami yang melingkar di perutnya.
"Mengenai tiket itu,kalau kamu keberatan kita tidak usah berangkat." ucap Diego sambil mengeratkan pelukannya.
"Kita akan tetap berangkat kak,aku tidak mau mengecewakan siapapun,apalagi Opa Daniel sudah menyetujuinya." ucap Alexa
Diego pun membalikkan tubuh sang istri agar menghadapnya.
__ADS_1
Di belainya lembut pipi sang istri dengan jemarinya membuat Alexa pun memejamkan matanya menikmati sentuhan sang suami.
Alexa membuka matanya dan langsung menghambur ke pelukan sang suami.
"Jangan pernah menyerah untuk mencintaiku kak." ucap Alexa sambil mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak akan menyerah sampai aku mendapatkan balasan cinta dari istri cantikku ini." jawab Diego sambil mengusap sayang kepala sang istri yang berada di dadanya.
Alexa pun mendongak menatap sang suami yang tengah menunduk tanpa melepaskan pelukannya.
Alexa dan Diego saling beradu tatap antara mata teduh Alexa dan mata tajam Diego.
Diego pun semakin menundukkan kepalanya dan
Cup
Diego mencium bibir ranum sang istri dan sedikit **********.
Alexa reflek mengalungkan tangannya ke leher sang suami untuk mempermudah mereka berciuman.
Setelah di rasa Alexa sudah hampir kehabisan nafas,Diego pun melepaskan ciumannya tanpa melepaskan pelukannya.
"Aku mencintaimu,sangat." ucap Diego dengan menyatukan keningnya dengan kening sang istri.
Di kecupnya kening sang istri dan langsung kembali di peluk dengan erat.
"Kamu hanya milikku sayang,dan tidak boleh ada yang mengambilmu dariku." bisik Diego sambil mengeratkan pelukannya.
"Ya,aku hanya akan menjadi milikmu seorang kak." jawab Alexa.
"Kita masuk ya,udara semakin dingin." ucap Diego sambil melepaskan pelukannya
"Iya kak." jawab Alexa sambil mengangguk
Diego pun menggandeng tangan sang istri untuk masuk ke dalam kamar.
Diego mengunci pintu yang menuju ke balkom dan segera menarik tirainya.
Sementara Alexa berlalu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya terlebih dahulu.
Saat Alexa keluar dari kamar mandi nampak Diego yang sudah setengah berbaring di ranjangnya.
"Kemari." ucap Diego sambil menepuk sebelah ranjangnya yang kosong.
Alexa pun langsung mendekat ke arah sang suami dan segera naik ke ranjang di sebelah sang suami.
"Aku masih seperti mimpi bisa memilikimu sayang." ucap Diego sambil menarik sang istri ke dalam pelukannya
Alexa pun reflek mencubit perut sang suami.
"Awww,sakit sayang." ucap Diego sambil mengusap perutnya.
"Kalau kakak merasakan sakit berarti ini nyata,bukan mimpi." ucap Alexa gemas kepada sang suami.
"Mimpi yang menjadi nyata,ayo tidur." ucap Diego sambil merebahkan diri di samping sang istri dan memeluknya erat seolah tidak ingin melepaskannya.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sudah memasuki alam mimpi dengan saling berpelukan satu sama lain.
Menjadi kebiasaan keduanya kini tidur dengan saling berpelukan,saling berbagi kehangatan untuk melewati dinginnya malam.