
"Siapa yang berani sekali yang membuat cacat anaku sehinga tangan menjadi buntung..!"
Orang tua itu marah begitu anaknya menjadi cacat permanen.
Awalnya dia tidak paham sampai dia berlutut di depanya dan dia baru melihat bahwa tangan kanannya buntung sehinga dia marah sampai membanting gelas bagusnya.
"Cepat katakan siapa yang berani membuat tangan kamu cacat nak..!" Orang tua itu muram dan ada jejak niat membunuh dalam matanya dan itu sangat menakutkan seperti hewan buas yang belum makan beberapa hari.
"Ayah tolong balas dendam ayah...! Aku tidak mau cacat bajingan itu...!" Dimpele ahirnya berkata setelah suara itu sudah kembali ke semula lagi.
"Dia ayah.. bajingan tukang sapu baru dia berani membuat tangan aku cacat...!" Ahirnya Dimpele menjelaskan semuanya kepada ayahnya dari awal dia kenapa berseteru sama pemuda yang menjadi tukang sapu di akademi sihir ini.
Dia juga menjelaskan bahwa tukang sapu itu memiliki senjata pedang di atas level 7 sehinga ayah Dimpele yang mendengarkan cukup terkejut setelah dia mendengar penjelasan dari anaknya.
Leon Lwarnce adalah ayah biologis dari Dimpele.
"Ayah balaskan dendam ayah.. jadiakan dia cacat seperti yang aku rasakan..!" Dimpele menangis seperti anak kecil dan penuh ingus tapi di matanya ada rasa pembunuhan.
"Kamu tenang nak aku sedang memikirkan..!" Leon memegang dagunya mencoba berpikir. Dia sudah mengetahui gambaran apa yang di jelaskan oleh anaknya bahwa tukang sapu itu mungkin tidak mudah. Atau dia hanya berpura-pura untuk menjadi tukang sapu hanya untuk ada tujuan tersembunyi?
Dengan pemikiran dan perencanaan yang rumit ahirnya Leon menjelaskan kepada anaknya bahwa dia mempunyai pengaturan yaitu, dia dengan setatus penyokong 40% dari akademi penyihir maka dia bisa mengeluarkan tukang sapu itu.
Setelah oprasi ini selesai maka ada cara kedua yaitu dia menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh tukang sapu itu hinga tanpa meningalkan jejak. Mungkin cara ini terbilang cukup bersih karena dia melakukan dengan di balik layar.
Dimpele yang mendengarkan penjelasan ayahnya tadi cukup setuju dari pada berdiam saja tanpa mengambil tindakan.
...****************...
Ketika Fai sedang berbaring tidur, dia sudah selesai melihat gambar-gambar milik wanitanya dia cukup puas dengan koleksi wanita yang Milf.
Dia Fai berpikir apakah akan mencari wanita Milf lagi? Mungkin saja Fai akan merebut kecantikan dewasa yang masih setatus beristri sehinga ada rasa tantangan sendiri.
"Lupakan aku bukan penjahat yang tidak punya otak!" Fai terkekeh dan sunyum pahit. Dia akan menutup mata tapi tiba-tiba ada suara berisik di luar pintu. Suara itu seperti orang yang sedang mengintip.
Fai sudah mengetahuinya bahwa wanita itu yang tak lain adalah Elona.
Sementara itu, Elona yang sedang menguping apa yang sedang di lakukan oleh Fai, karena hanya ingin mendengar apa yang di lakukan oleh Fai lutut dia sampai lemas karena terlalu banyak jongkok.
Fai turun dari tempat tidur dengan wajah berkedut dia membuka pintu itu, seketika Elona yang sedang menguping langsung terjatuh tersungkur.
"Bug!"
__ADS_1
Elona terjatuh tersungkur dia sadar bahwa dia ketahuan sehinga malu dan memerah.
"Apa yang kamu lakukan disini...?" Kata Fai dengan tidak bahagia.
"Aku..aku..!" Elona tergagap tidak bisa bicara.
Fai tidak membiarkan dia berbicara, langsung mengunakan pergeseran waktu sehinga secara ajaib Elona sudah di luar pintu lagi.
"Barkk!"
Pintu itu di tutup dengan keras..
"Hei tungu..aku ingin berbicara kepada kamu..!" Elona mengedor-gedor pintu dengan sedikit keras.
"Knock!"
"Konck!"
"Konck!"
"Fai ijinkan aku berbicara...!" Elona megertakan giginya dia tidak menyerah.
"Kamu..!" Elona terpana ketika dia mengetahui apa tujuan dia kesini menghampiri Fai untuk apa.
"Bagai mana dia tahu?" Elona cukup bingung tapi dia masih mengedor-gedor pintu tanpa lelah sedikit pun.
"Knock!"
"Knock!"
"Kncok!"
"Knock!"
Fai merasa tergangu dia merasa tidak nyaman. Ahirnya dengan marah Fai turun dari tempat tidur itu dan membuka pintunya lagi.
"Apakah kamu tuli dan tidak mendengar?" Kata Fai dia ingin sekali menampar pantat Elona sampai berdarah.
"Fai beri aku satu kesempatan..!" Elona bernafas cepat dia lelah karena mengedor pintu cukup lama tapi dia mencoba menenangkan lagi. Elona berkata lagi seperti ini. "Maaf karena permintaan aku cukup di luar logika tapi ini adalah situasi tersulit.. Fai bisakah.. kam!"
Belum sempat menyelesaikan penjelasanya dia langsung di potong oleh perkataan Fai. "Apakah kamu meminta aku untuk menjadi pacar sementara ketika di acara ulang tahun kamu, maaf aku menolak."
__ADS_1
"Kamu..!" Elona ingin pingsan dia bingung kenapa niat yang tersebunyi bisa di ketahui oleh Fai.
Elona benar-benar tidak punya cara lagi.
"Apakah kamu sudah paham?" Fai berkata lagi kepada Elona bahwa kata-katanya sudah jelas dan tidak bisa di toleransi.
Fai mencoba menutup pintu tapi sekali lagi Elona menghadangnya, hinga Fai ingin menangis tapi tidak ada air mata.
"Kamu.. kamu apa begitu gila!" Fai tak berdaya.
"Aku bukan hanya tidak gila, tapi aku sunguh bodoh!" Kata Elona dia mengakui bahwa dirinya terlalu di paksakan hinga dia mengakui akan hal gila dan bodoh yang dia lakukan.
Anda mengemis kepada tukang sapu sampai seperti ini? Apakah anda tidak bisa menjadi begitu dermawan di depan tukang sapu.
Elona tidak peduli dia hanya melihat Fai yang memiliki wajah tampan jika dia di kenakan pakaian bagus mungkin ketampanan akan meningkat.
Sementara itu, Fai ahirnya berkata lagi. :"Ok aku akan mengikuti peraturan kamu tapi ada satu sarat yang harus kamu patuhi."
"Katakan!" Elona membalas dengan cepat.
"Syaratnya adalah setelah acara ini sudah selesai maka kamu menjauhlah dari pandangan aku!" Kata Fai memberi tahu sebuah syarat kepada Elona.
Persyarataan ini sunguh berat bagi Elona tapi dia mengertakan giginya dan menganguk lalu dia berkata seperti ini. "Baiklah tuntutan kamu aku menerimanya..!"
"Baiklah..!" Ahirnya Fai lega ini adalah hal terahirnya dia untuk bertemu wanita bastard ini.
Sebenarnya Fai ingin lagi membaca pikiran Elona tapi dia takut jika kata-katanya akan berdusta oleh Elona.
Karena itu dia memutuskan tidak mengunakan bakat telepati.
Fai menutup pintu hendak istirahat tapi sekali lagi Elona menghadang lagi, Fai sangat marah ingin sekali smack down wanita ini hinga Ko.
"Apa lagi..!" Dahi Fai penuh garis hitam
"Ummm trimakasih..!" Kata Elona dengan menawan.
Tapi di mata Fai tipuan ini sangat cacat sehinga dia tidak ada rasa terharu sama sekali dan Fai membalas. :"Tidak masalah!"
"Dak!"
Pintu lngsung di tutup Fai tidak mau melihat wajah wanita itu.
__ADS_1