Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Mendapatkan Skill Baru


__ADS_3

Zhenite juga bergegas menghampiri, dan memeriksa cucunya.


Zhenite ahirnya menghela nafas, melihat cucunya baik-baik saja.


Dalam benaknya jika Fai melawan musuh pasti sudah membunuh.


Memikirkan ini tiba tiba merinding.


"Fai!! Ayo bertarung denganku! Setelah melihat Tina, Bella meneriaki Fai dengan semangat tingi ingin bertarung.


Karena dia melihat bahwa ketika Fai meninju tidak mengunakan ketrampilan apapun memikirkan ini Bella berpikir bahwa dia murni mengunakan fisik.


Apakah Fai juga mempunyai tubuh fisik yang kuat?


Bella juga ahirnya berpikir begitu. Alasannya, disamping dia memiliki bakat sihir untuk mengendalikan tumbuhan, dia juga bersepesialisasi dalam bakat fisik.


Memikirkan fisik yang kuat yang di miliki Fai, ahirnya dia memandang Fai lagi. Seberapakah kekuatan fisik Fai?


Bella memandang Fai terus menerus. Seseolah ingin membuka rahasia apa yang di miliki Fai.


Hanya sebuah kepalan biasa tapi begitu menakutkan.


Fai yang sedang berfantasi liar tiba-tiba, merasa bahwa Bella memandangi terus menerus sehinga merasa tidak nyaman sambil menggaruk hidungnya dan berkata. "Nyonya, saya tau bahwa saya itu tampan, sebenarnya saya ingin rendah diri tapi ketampanan ini tidak mengijinkan!"


Melihat bahwa Fai begitu narsis, Bella marah hinga Gunung yang penuh itu menjadi naik turun.


"Tampan kakekmu!!" mulut Bella berkedut memarahi.


Bella memandang Fai dengan tajam.


Tiba-tiba..


Tanpa persetujuan Fai, Bella bergegas menyerang Fai.


''Sikat!"


Bella langsung menghilang dan sudah bergegas di depan kepala Fai dan meninjunya.


"Meninju!"


Pipi fai terkena tinju dan terpental keluar dari ruang pelatihan. Sehinga dinding itu roboh dengan lubang.


Setelah mendarat dengan selamat, tiba-tiba sosok Bella sudah tiba di depannya lalu meninju lagi.


Fai tidak berani gegabah dengan serius tetapi kekutanya sedikit di tingkatkan.


Ketika tinju itu hendak mengenai pipinya lagi, dia menghindar dengan kepala sedikit di miringkan dan menoleh belakang, kemudian Fai melompat mundur kesamping kanan sehinga Bella meninju ruang kosong.


Walaupun meninju ruang kosong tapi ada sedikit sepoi sepoi yang mengerikan.


Melihat Fai menghindari dari tinjunya dan mengenai ruang kosong, sekali lagi ketika Fai melangakah mundur untuk menghindari, lagi-lagi Bella membuat gerakan lagi dengan tendangan memutar.


Lagi-lagi Fai menghindarinya dengan melompat ke atas.


"Sikat!"


Bella menghampirinya dan meninju lagi.


"Tertangkap!"


Fai ahirnya membuat gerakan. Ketika kepalan akan menyerangnya, tangan Fai mengayunkan ke depan dan menangkap tinju Bella dengan mulus.


Setelah menangkap, Fai membuat gerakan melempar dengan sedikit kekuatan.

__ADS_1


"Gulungan!"


Bella terbang terlempar menjauh dan menabrak pohon-pohon sehinga pohon itu ada sedikit yang tumbang.


Saya melihat mulut Bella sedang mengucapkan mantra.


Dan benar saja ketika itu dari bawah tanah tiba-tiba ada selusin pohon dengan merambat menuju Bella dan melilitnya.


Lilitan itu yang dari kecil, menjadi besar membentuk monster setingi gedung pencakar langit.


Setelah membentuk menjadi monster, tiba-tiba tangan raksaksa tumbuhan itu, mengulur ke depan mengarah Fai, setelah mengulurkan tanganya pucuknya bermekaran seperti bunga berwarna merah cyan.


Tiba-tiba dari tangan raksaksa keluar selusin duri besar mengarah ke Fai dan membombardir.


"Sikat!"


Fai mencoba menghindar dengan mudah dengan melompat menyamping kiri dan kanan.


Tetapi setiap lompatan Fai dari kanan ke kiri sejauh 10 meter.


Dan di saat itu bunyi Sistem berdering di benaknya.


"Kamu mencoba memahami bakat pengendali tumbuhan, kemahiran +2."


"Kamu melompat, kekuatan kaki dan paha meningkat +5."


"Kamu mencoba memahami bakat tumbuhan, kemahiran meningkat +10."


"Kamu melompat berturut-turut, kekuatan otot kamu meningkat +5, tulang kaki +4."


"Kamu berturut-turut memahami bakat pengendali tumbuhan, kemahiran meningkat +18."


"Hei! Selamat kamu sudah mendapatkan bakat pengendali tumbuhan, sekarang bakat tumbuhan mencapai Lv2."


Tanpa disadari berlalunya waktu pertempuran ini menjauh ke pingiran hutan terdekat.


Fai membuat tembakan dan melompat seperti Hulk bergegas mengarah ke Bella.


Ketika melompat Fai menghindar dengan mudah dengan bakat Matanya gerakan itu juga melambat. Kadang juga Fai menginjak panah duri raksaksa itu sambil melompat-lompat.


Bella melihat bahwa Fai menuju mengarah kepadanya, dia mengigit bibir sexy itu dan membuat tembakan menjadi cepat.


"Sikat!"


"Sikat!"


Fai menghindari dengan mudah, tiba-tiba tangan Fai membuat kepalan dan langsung meninju peluru panah raksaksa monster tumbuhan.


"Dentang!"


Kepalan Fai bertabrakan panah raksaksa dan panah itu tiba tiba menyamping meluncur.


"Mustahil!" Bella tidak mempercayai.


Jenis Fisik apa itu, kenapa begitu menakutkan.


Jarak Fai dan Bella sudah dekat.


Setelah memikirkan sesuatu monster yang di kendalikan oleh Bella membuat tembakan lagi. Dengan monster tumbuhan mencoba menampar Fai.


"Tampar!"


Ketika hendak menampar, tiba-tiba tangan kanan Fai bercahaya dan bentuk itu seperti pedang.

__ADS_1


Cahaya pedang itu panjang beberapa lusin meter.


Tangan raksaksa itu menampar. Tapi di potong-potong oleh sebuah cahaya pedang di tangan Fai.


Fai memotong dari tangan hingga ke bawah. Dan monster tumbuhan itu terpotong menjadi dua bagian.


Fai melihat Bella di celah itu dan meninju dengan sedikit kekuatan.


"Bang!"


Bella terpental meluncur beperapa Mil, dengan berputar-putar.


Bella setelah terpental perlahan berdiri dengan fisik yang kuat dia mencoba mencabut pohon lalu berlari bergegas ke arah Fai mencoba memukul dengan pohon itu.


Melihat Bella bergegas kepadanya, Fai membuat tembakan sihir es dan menyerangnya.


"Sikat!"


Tembakan es menyerang Bella. Tapi Bella membuat gerakan ke kanan dan kiri terkadang melompat ke atas untuk menghindari tembakan itu.


Gerakan itu membuat Gunung yang penuh menjadi terombang ambing dengan indah.


Bella tiba-tiba sudah dekat dengan Fai dan mengulurkan tangannya lagi meninju. Tapi Fai mengulurkan tangannya menangkap dengan mudah.


Kemudian di samping kaki keluar tumbunan merambat menjerat Bella dan mengantungnya.


Tapi pemandangan ini sunguh membuat orang yang melihatnya menjadi cangung.


Tangan kanan di gantung dan kaki itu di tarik kanan ke kiri sehinga menjadi seperti ngangkang.


"Dia juga pengendali tumbuhan?"


Bella yang terkena lilitan bertanya tanya. Dan semangat perangnya juga padam dia mengaku kalah.


"Kamu kalah!" Fai berkata ringan.


"Aku..? Aku mengakuinya." Menatap Fai sejenak dan berkata lagi: "Kamu juga pengendali tumbuhan?"


"Coba tebak," Fai berkata sambil tersenyum.


Melihat Bella dalam kesan Fai dia hanyalah wanita yang anggun. Tapi tanpa di duga dengan kulit anggun menyimpan kekuatan besar.


Contoh dalam petarung fisik, kekuatannya bisa mengalahkan Perajurit antara Lv8 dan 10. Hanya saja dia bertemu dengan Fai. Fai dengan Lv7 tetapi kekuatan melebihi dari Lv10 atau lebih.


Jika tidak bertemu dengan Fai jadi seberapa menakutkan itu?


Bakat tanaman itu juga sangat kuat. Mengendalikan pohon tumbuhan bahkan membuat monster raksaksa. Karena bakat tanaman ini, Fai bisa mendapatkan dan memahami bakat itu lewat sistem.


Memandang Bella hanyalah angsa yang gemuk. Dengan kekuatan fisik yang kuat, bakat tanaman, apa lagi mempunyai gunung yang indah dan penuh. Setelah memikirkannya Bella itu seperti Tsunande Versi di dunia Bintang Biru ini.


"Kamu, bisakah melepaskan tumbuhan ini," Bella berkata dengan malu dan cangung.


Fai tersadar langsung melepaskan lilitan tumbuhan itu dengan malu.


"Maafkan aku Nyonya,"


"Yah!" Bella menganguk cangung.


"Berdengung!"


Tiba-tiba Fai mendengar suara di langit. Ketika memandang keatas, dia melihat sosok terbang dengan sangat cepat.


Sosok itu di penuhi energi Guntur, dan bergegas mengarah kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2