Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Menjadi Ultraman


__ADS_3

Kamu tersenyum, dan mengunakan tatapan Iblis, kemahiran +6.


Kamu menatap dan mengaktifkan Basic Eye Vision, Basic Eye Vision +8.


Kamu tersenyum dan menyeringai kepada musuh, kelenturan mulut +5.


Ketika aku mengunakan Basic Eye Vision kepada seseorang yang ada di dalam gerobak, aku melihat 3 orang wanita. Satu berpakaian warna merah dan di pungungnya ada pedang, yang satu memakai jubah hitam dengan hiasan rune ungu di jubah dan di tanganya juga memegang sebuah tongkat, adapun wanita yang satunya dia memakai gaun seperti Putri dengan rambut panjang seperti air terjun, sepasang mata hitam pekat dan ada sedikit riasan wajah di bibir itu.


Menurutku orang yang memakai baju merah dan berjubah adalah pengawal atau pelayan dari seseorang bergaun itu.


Ketiganya itu adalah kecantikan teratas di kerajaan ini, tapi jadi apa? Aku hanya menyringai dan mengabaikan.


Dalam benak Fai kekuatan lebih penting, jika anda Tampan tetapi tidak bisa mengikat seekor ayam apa gunanya wajah? Tapi jika anda kuat, uang dan kekuasan akan menuju kepangkuan dirinya, bahkan dengan bakat yang kuat wanita akan berpangku dan memeluk di S*lakangan.


Dan menurutku kebanyakan wanita itu merepotkan, semakin anda cantik semakim banyak hal bencana yang akan di lalui.


Dengan wajah yang indah dan cantik itu bisa mengulingkan sebuah kerajaan, dalam arti wanita itu adalah Racun dunia.


....


Aku dan Nori sudah sampai kerumah.


Melihat gubug jerami tapi bersih aku memasuki kedalam.


Di dalam Rumah.


"Ibu!! Aku kembali!" Nori berbicara keras.


Fai melihat wanita paruh baya dengan umur 30 sampai 40 tahun dengan rambut hitam campur putih, walaupun wanita paruh baya ini berpakaian layaknya wanita rumahan tapi wajahnya masih cerah, mungkin efek di dunia ini hinga para manusia memilki kecantikan dan ketampanan muda walaupun usia sudah di atas 40 tahunan.


Bahkan jika anda melihat para pejuang atau penyihir dengan wajah tampan dan cantik, anda pasti akan tertipu bisa jadi dengan penampilan wajah yang tampan dan cantik itu mungkin dia adalah Rubah atau Monster Tua yang sudah hidup dalam beberapa ratus tahun.


Aku merasa bersalah terhadap Ibunya yang di dalam dunian ini, betapa kesepiannya dia tiba tiba hatiku asam seperti minum cuka.


Aku mendekati.


Ketika aku mendekati kedepan, sepasang mata saling bertatapan, Aku melihat Ibu, Ibu melihat aku, dengan terlihat dengan mata telanjang dia yang matanya kabur seseolah sedang memikirkan hal banyak, tetapi ketika bertatapan denganku mata kaburnya langasung pulih, dan dia berbicara sambil terkejut.


"Fai anaku! Apakah itu kamu!"


Fai hanya mengaguk.


Ketika dia melihat Fai menganguk langsung berlari memeluk Fai dengan lapang dada.


Iya wanita paruh baya ini adalah ibunya Fai bernama Nuwa.


Ibu menangis terisak!


Ibu menangis terisak!


"Fai apakah itu kamu, aku sunguh cemas," Dia berkata dengan terisak.


"Iya benar memang ini aku, Bu!! Aku sudah kembali jangan cemas," Aku menepuk nepuk bahu ibu.


Nori yang melihat matanya juga berkaca kaca.


"Ok baiklah sekarang sudah tidak terjadai apa apa," Nuwa berkata dengan menangis lega.


Nuwa berbicara lagi. " Nak sudah beberapa hari kamu sudah berubah,"


"Apa yang berubah bagi aku Bu!" Fai berbicara dengan Retrotis.


"Kamu sudah dewasa, sekarang menjadi tampan dan tampan, Tubuh kamu juga penuh dengan otot otot, tidak seperti dulu,"


"Memang dulu aku bagai mana? sekarang aku sebenarnya tidak mengingat berapa hal karena cedera kepalaku." Fai malu berbicara omong kosong sambil mengaruk hidungnya.


Nuwa hanya menghembuskan nafas keruhnya dengan raut wajah lega dan berbicara.


"Di bandingkan kamu yang dulu dan yang sekarang, Ibu lebih suka yang sekarang apa lagi dengan perubahan sifat kamu, aku merasa senang! Dan tidak cemas kalu terjadi apa apa dengan kamu nak!"


Fai sedang mendengarkan!

__ADS_1


"Nak apakah kamu tahu, kamu dulu di angap gila tidak waras oleh beberapa warga, kamu selalu membuat onar, berbicara tidak jelas, kamu juga dulu sering berbicara bahwa kamu itu adalah Ultraman yang selalu melindungi Bumi.


Ketika Fai mendengarian kata kata "Ultraman" Langsung menyemprotkan darah tua dari mulutnya.


"Bu apakah kamu tidak berbicara omong kosong!"


"Nak tidak ada gunanya berbohong kepadamu, tapi walaupun kamu di angap gila oleh warga, tapi kamu masih tetap sebagai anaku, entah dulu apa sekarang tidak akan merubah, kamu masih sebagai anaku."


Faktanya dulu tubuh yang di tempati Fai sekarang adalah orang idiot dan idiot tidak mengingat Ibu, adik dan hanya berbicara tidak jelas, sering bikin resah warga, ini juga masuk akal bahwa ketika hantu Fai dari bumi menempati tubuh ini tidak mengetahui akan ingatanya.


Tapi ketika tubuh pendahulu berbicara banyak hal seperti Ultraman, Memakai Semvak di luar seperti Superman, ini membuat Fai yang sekarang ingin menangis tanpa air mata.


Setelah pertemuan Ibu dan anak yang mengharukan, ahirnya mereka berkumpul dengan bahagia.


"Nak, apakah kamu lapar," Nuwa berbicara.


"Iya Bu! Aku sedikit lapar," Fai membalas dengan senyum ringan.


"Aku juga Bu!!" Nori berbicara semangat.


"Ok aku akan memasak tungu sebentar,!"


"Tungu Bu!!" Fai berbicara menghentikan.


"Oh ada hal apa lagi nak," Ucap Nuwa dengan ingin tahu.


"Biar aku saja yang menyajikan makanan" Fai berbicara peraya diri.


"Ohh nak, apakah kamu juga bisa memasak sekarang?"


Fai tersenyum mengaruk kepala dan berbicara.


"Hehehe tentu saja ketika aku di hutan Orc, kebetulan aku berlatih berburu, dan memasak."


"Apa!! Kamu di hutan Orc!" Nuwa sekali lagi cemas dan bertanya lagi.


"Nak kenapa kamu sampai di hutan Orc, hutan itu amat sangat berbahaya apa lagi di malam hari!"


"Jangan cemas Bu, sekarang aku baik baik saja dan aku sudah kembali, Dan pada saat aku di Hutan, kebetulan melihat Guru misterius dan mengajari Sihir Es."


Adik dan Ibu melihat sihir yang di gunakan Fai terkagum kagum.


"Oke lupakan, aku akan membuat hidangan untuk Adik dan Ibu." Fai berbicara bangga dan berjalan menuju ruangan dapur.


Aku mengambil Tungku nasi, dan mengambil beras dan mencuci.


Kamu mencuci beras dengan berhati hati, Skill Kuliner +5.


Kamu mencuci beras berulang ulang selama 5 menit, kemahiran Kuliner meningkat +8.


Setelah memasak Nasi, aku beralih dan mengambil Ayam dan memotong.


Kamu memotong Daging dengan berhati hati, Kuliner +5


Kamu memotong daging dan menaburkan garam, Kuliner +6


Kamu memangang daging dan membolak balikan daging, Kuliner +9 , Otak +5.


"Hei!! Selamat kepada Tuan Rumah, kamu memasak dan mengunakan ketrampilan Kuliner berulang ulang, otomatis Bakat Kuliner dinaikan menjadi Lv1."


Ketika aku mendengar bunyi dari System aku mendesah tertekan bahagia dan tidak berdaya.


"Sekali lagi aku ingin Low Profile dan menjadi seekor Ikan Asin tapi tanpa daya kekuatanku meningkat setiap saat, bahkan di waktu tidur kan,"


Setelah aku sudah menyelesaikan hidangan, aku membawakan kedepan adik dan Ibu.


Di ruang makan.


Di ruang makan kedua orang itu menatap cerah terhadap makanan yang di bawakan oleh Fai.


Kedua orang itu Nori dan Nuwa.

__ADS_1


"Nak di lihat dari hidangan ini walaupun hanya sederhana tetapi, seseolah memiliki daya memikiat, sehinga tidak tahan air liur kita muntah."


Nori yang tidak sabar sudah langsung makan dengan tatapan rakus.


"Kakak, ini sunguh enak, dari pada makanan yang di jual di luar sana, dia hanyalah sampah,"


"Adik jangan terburu buru makan dengan perlahan lahan." Aku tersenyum lembut.


Aku makan dan menoleh ke Nuwa lalu berkata.


"Bu setelah ini aku akan pergi dulu ke Rumah Putri Tina,"


"Apa hubunganmu dengan Putri itu," Nuwa berbicara dengan ingin Tahu.


Ketika Fai mendengarkan perkataan Ibunya, dia langsung menceritakan awal dari pertemuan, bertemu musuh, dan menjadi pengawal sementara di Keluarga Tina itu.


Dan alasan lainya adalah Fai ingin memberitahukan kalau Orang Tuanya sudah di temukan dan itu berjarak dekat dengan kediaman Tina.


....


Kota Surgawi City


Dikota Surgawi City tepanya di Resimen pembunuh bayaran Serigala Angin.


"Aku dengar kamu ada niat untuk di laporkan kepadaku."


Seseorang kakek berjubah ungu mewah berkata dengan ringan.


Kakek Tua itu berwajah pucat dan memancarkan cahaya baik, di lihat dari aura itu mungkin kakek tua yang baik hati.


Namun, ada bekas luka dangkal di lehernya, yang tampaknya memberi tahu dunia bahwa ketika dia masih muda, dia juga memiliki kisah darah yang tidak diketahui.


Di kedua sisi Kakek tua itu, ada dua lelaki setengah baya yang mengenakan jubah prajurit emas. Kedua lelaki paruh baya itu luar biasa dan memancarkan momentum megah.


Tidak diragukan lagi, para prajurit di ruangan ini adalah semua anggota inti Resimen Serigala Angin.


Pada saat ini, masing-masing dari mereka tampak serius, menatap lelaki tua di kursi, suasananya tidak berani melihat keluar.


"Ya, aku baru saja menerima berita dari bagian gelap di bawah tanganku. Seorang komandan jubah perak dari bagian gelap dipenggal di Hutan Orc, jadi aku secara khusus melaporkan kepada Ketua"


Prajurit jubah emas bernama Casady dengan hormat mengaku.


"Oh? Siapa yang berani membunuh anggota inti dari departemen gelap kita? Pria Kakek tua berjubah ungu masih memiliki nada yang samar. Meskipun dia bertanya, dia tidak terlalu peduli.


"Itu di katakan bahwa itu adalah seorang remaja yang terlihat berusia enam belas atau dua puluh tahun." Kata Casady


Pada saat ini, kakek tua berjubah ungu belum berbicara, tetapi seorang prajurit berjubah emas mencibir, "Seseorang Laki laki yang berusia enam belas atau dua puluh tahun, tapi kamu tidak bisa mengalahkan atau menghancurkan Bocah itu, tapi malah terbalik suasana, kelompok kamu mengalami kerugian besar, Aku hanya mengatakan bahwa kelompok kamu begitu boros dan tidak berguna.


"Kamu, omong kosong apa kamu!" Casady berkata dengan tidak puas.


"Aku omong kosong? Benarkah? Sejauh yang aku tahu, ini adalah total enam anggota tim gelapmu, termasuk seorang prajurit di pangkat jubah perak, tetapi mereka semua mati di tangan bocah 16 tahun. "Hanya satu anggota terpencil yang melarikan diri dengan berpura-pura mati. Apa ini bukan pengecut ?" Kata Rauge diam diam.


Casady adalah salah satu enam kelompok yang bersama Yuxi dan dia setelah terkena serangan Fai dia berpura pura mati dan melarikan diri, Fai yang menyerang dia juga tidak memastikan Casady untuk mati di tangannya sehinga dia melarikan diri dengan bahagia.


Dan perajurit emas yang memarahi Casady itu bernama Rauge.


"Oh? Apa yang terjadi?" Setelah mendengarkan keduanya, Kakek tua itu berjubah ungu itu mengerutkan kening dan bertanya.


Casady menceritakan kepada kakek tua berjubah ungu dari awal bertemu bocah itu dan sampai dia berpura pura mati dan melarikan diri, dan Casady juga menceritakan orang yang memengal kepala Yuxi adalah seseorang berumur 16 tahun, dan tidak lupa dia juga menceritakan kelompoknya di bunuh hanya dengan Tamparan.


"Bocah enam belas atau tujuh tahun dapat terbunuh dengan satu gerakan? Menarik!" Wajah tua prajurit jubah ungu itu menunjukkan senyum yang tidak bisa dijelaskan, dan kemudian berkata, "Dia memiliki kekuatan seperti itu pada usia yang sangat muda. Luar biasa, tetapi mereka yang berani memprovokasi resimen tentara bayaran langit serigala kita akan menghilang dari dunia ini, tidak peduli siapa itu atau keluarga apa itu. "


Dengan itu, dia memandang Casady dan Rouge, dan berkata sambil tersenyum: "Kalian, apakah kamu tahu bagaimana melakukan ini?"


Casady dan Rauge, mengagukan kepalanya dengan momentum niat membunuh.


Meskipun keduanya sering bertengkar, mereka berada di front yang sama ketika datang untuk kepentingan resimen tentara bayaran.


"Baiklah, pemuda itu mungkin memiliki kekuatan divisi perang atau lebih hinga kemuatannya lebih kuat. Kalian berdua akan pergi bersama dan berhati hati."


"Masalah ini, kita harus bertindak cepat, tidak peduli siapa itu, itu memprovokasi resimen Prajurit Serigala kita, maka hanya ada satu cara untuk mati, tidak terkecuali!"

__ADS_1


"Jika ini tidak terjadi, orang lain akan berpikir bahwa kelompok tentara bayaran serigala langit kita sedang menggertak. Kali ini dia membunuh prajurit berjubah perak, waktu berikutnya akan membunuh jubah emas, dan jika ini terus berlanjut, itu akan membunuhku. Situasi ini , bahwa bocah pemuda itu sama sekali tidak diizinkan! "


“Ya,!” Casady dan Rauge berteriak bersamaan.


__ADS_2