Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Ini Lah Hidup


__ADS_3

Bab 171 Ini Lah Hidup


Sarah saat ini untuk berapa sesaat sudah melupakan Grey dalam otaknya. Yang dia ingat adalah kesenangan duniawi yang sedang berpesta bersama Fai.


Bahkan pantanya mengeluarkan air suci yang begitu banyak.


"Ohhh ini sungguh membuat aku extasi ahhgrr bokokong aku, tidak.. bokong aku seperti ingin meledak... Ahhh tapi iyahh aku tidak ingin melepaskan..!" Sarah sangat girang seperi baru pertama mendapatkan kebahagian batin.


"Heheh apkah menrut kamu lewat belakang sungguh nikmat?" Fai sambil menggoyangkan pingganya dan menari sangat indah.


"Perasaan ini aku tidak ahh iahh... Iahh tidak bisa menggambarkan, lobang yang sempit, adik laki-laki kamu yang perkasa ini seperti perpaduan yang serasi ahhh iahhh oww pantat aku mati rasa, ohhh bokong aku kesemutan...!" Sarah akan memasuki puncaknya sehingga dia meminta Fai lebih keras.


Setelah berapa jam kemudian akhirnya Fai menembakan cairan ilahi ke dalam tubuh Sarah semua.


"Splashh!"


"Splash!"


"Splash!"


Karena cairan ilahi begitu banyak yang di masukan lewat bokong, akhirnya Sarah merasakan kembung di peritnya. Bahkan dia ingin muntah.


Setelah Melewati masa keritis, Fai mencabut itunya sehingga dari bokong Sarah menyemburkan cairan suci amat banyak.


Ketika cairan itu keluar banyak Sarah memejamkan matanya sambil menggertakan giginya.


"Ahhh aku keluar.. Aku keluar.. Kyaaaa!"


Berapa menit kemudian, Fai sudah menyeka area pantat Sarah menggunakan tisu dari bakat pencipta. Tentu saja Fai membersihkan cairan yang memenuhi lantai di bar tak terkalahkan.


Setelah kedua belah pihak berpakaian rapih, Fai bertanya: "Bagai mana apakah kamu puas."


"Kamu.. ka...kamu, dasar bajingan!" Sarah memerah dia sambil mengepal kedua tangannya sambil memerah dan kepala menunduk ke bawah.

__ADS_1


Fai tersenyum mendekati Sarah lagi, bahkan Sarah yang melihat dirunya mendekat tidak khawatir hanya berkata: "Apa yang kamu ingin kan lagi."


Fai memeluk dan mencium Sarah sangat nikmat. Dalam benak Fai Grey sangat menyedihkan Heroine pertama diam-diam bermain belakangnya.


Fai mencium Sarah dengan dominasi maskulinya, Sarah yang terkena dominasi maskulin Fai dia kewalahan tanpa daya mengikuti alur ciuman yang di lakukan Fai.


"Hmmm apakah kamu menyukai aku." Fai tersenyum. Dia berkata setelah melepaskan ciuman mesra.


"Aku... Aku tid....mmmmm mmmmm!" Sarah melototi Fai dia belum sempat menyelesaikan perkataanya, tapi sudah di cium lagi.


Kemudian Fai melepaskan ciuman mesra Sarah: "Jawab yang sebenarnya apakah kamu menyukai aku.."


"Kamu bajingan Fai aku sudah memiliki kekasih apakah kamu serakah!" Sarah masih berteriak. Namun setiap teriakan marah Sarah, Fai akan membuat kecupan mesra.


Sampai pada suatau saat setelah lusinan kecupan yang Fai berikan, akhirnya dengan bibir mati rasa, Sarah berkata sambil menggertakan giginya: "Apakah kamu puas... Aku menyukai kamu,"


"Heheheh bagus-bagus jika kamu menyukai aku, mari mulai dari sekarang kita berselingkuh. Kamu harus menyembunyikan hubungan kita rapat-rapat, agar Grey tidak mengetahui." Fai tersenyum penuh kemenangan saja. Baginya, Sarah hanyalah untuk pemuas saja.


"Kamu dasar bedebah!" Sarah memalingkan wajahnya.


"Kamu sangat tidak tahu malu, apakah kamu tidak tahu bahwa saat ini pantat aku panas seseolah ingin meledak, kamu hanya memikirkan kesenangan yang kamu miliki. Tapi kamu tidak tahu betapa sakit bokong aku ketika di masukan itu kamu yang begitu besar!" Sarah memelototi. Walau dia meraskan sakit yang luar biasa, tapi ada perasaan kesenangan aneh seseolah kepuasan batin sudah terpenuhi ketika Fai membelai bokongnya.


"Apakah penjelasan aku kurang paham?" Fai menggelengkan kepalanya terus berkata lagi: "Wanita seumuran dengan kamu, di luar banyak sekali yang menyukai aku. Tapi aku menolaknya karena bukan tipe aku. Tipe aku adalah Milf. Bahkan wanita seusia kamu masih banyak yang lebih cantik dari pada kamu, tapi aku tidak memandang seseorang dari penampilan wajah tapi dari ini." Kemudan Fai menujukan jarinya ke dada Sarah lalu berkata lagi: "Dari hati ini lah aku memilih. Aku tahu kamu dari awal di lecehkanku kamu sangat menyukai bahkan kamu berharap agar kamu bisa bertemu dengan aku lagi."


"Sekarang dewa telah mengabulkan ke inginan kamu, bahwa kita bertemu lagi. Namun kamu melihat begitu galak terhadap aku setelah kita bertemu lagi. Seharusnya kamu tidak marah, toh kamu juga menyukai belaian yang aku berikan kepada kamu, bahkan kamu tidak mengijinkan adik laki-laki lepas dalam cengkraman pantat kamu heheh."


"Kamu...!" Sarah meludahkan darah dari mulutnya ketika dia melihat kata-kata Fai yang tak tahu malu sambil seringai.


"Jadi apa aku tidak mengijinkan pantat kamu di belai Grey ok Sarah kecil." Fai mengedipkan matanya sambil senyum lembut.


"Hmppp! Baiklah!" Sarah akhirnya mengangguk berat. Dan berkata dalam hati: "Grey maafkan aku.. aku tidak bisa menghindari."


......................

__ADS_1


Di Malam Hari.


Malam hari ini, Zhack Dan Numan sudah berpindah tempat. Bahkan semua perlengkapan sudah komplit di rumah barunya.


Di luar jendela Zhack Dan Numan memandang dari ke atas. Rumah ini yang terletak jauh dari penduduk warga, maka di malam hari terdapat bunyi monster jangkrik yang setiap saat menghiasi telinga mereka berdua.


"Numan sayang, apakah kamu menyukai tempat yang asri dan sepi? Menurutku tempat yang damai ini akan membuat hati kamu semakin membaik." Zhack meraih tangan Numan sambil berkata.


Numan juga tersenyum lembut dan berkata: "Ini sungguh hebat suami, bahkan jika di lihat dari atas, rumah penduduk akan keliatan. Aku sangat nyaman dengan rumah ini. Ahhh akhirnya aku bisa menenangkan pikiran."


Zhack tidak tahu apa yang sedang di pikiran Numan Saat ini, bahwa sebenarnya Numan tertawa jahat dan menghina-hina Zhack sedemikian rupa bahwa Anda sangat bodoh.


Zhack setelah mendengarkan perkataan Numan juga bahagia dia tersenyum lebar hahaha: "Aku adalah suami yang bisa di andalkan! Numan untuk merayakan atas pembelian rumah baru kita harus.. Ehmmm ehmmm."


"Suami kamu cabul!" Numan pura-pura memerah padahal dalam hatinya sangat jijik untuk menyentuh merasa alergi.


Karena terlalu semangat, Zhack langsung meraih tubuh Numam dan langsung di bawa ke tempat kamar barunya. Setelah itu, ketika Zhack sudah berada di dalam kamar, dia menjatuhkan Numan ke tempat tidur.


Zhack yang sangat beringas langsung membuka bajunya sendiri sehingga terlihat mata telanjang Numan. Numan yang melihat Zhack dadanya buncit penuh bulu merasa tidak nyaman bahkan jijik. Apalagi dia melihat itunya Zhack yang sangat kecil.


Ketika Zhack hendak menerkam Numan, pada saat itu, Numan mengaktifkan bakat ilusi, sehingga pada suatu saat, pandangan Zhack berubah. Dia melihat bantal guling, itu seperti melihat Numan yang begitu panas.


Karena dalam pengaruh bakat ilusi yang kuat oleh Numan, akhirnya Zhack bercinta dengan bantal guling dengan sangat gairah.


Setelah itu, Numan menyingkir sambil tersenyum jahat penuh jijik melihat Zhack. Numan bangung dari kasur dan dia melihat ada cermin lalu mendekati cermin itu.


Setelah Numan berkaca, tiba-tiba Numan melepaskan semua bajunya dan di gantikan dengan setelan minim yang di ambil dari cincin penyimpanan ketika di berikan oleh Fai.


Dengan gunung yang sudah lumayan besar seperti kelapa, Numan saat ini dia berpakaian sangat minim dengan gunung yang di tutupi Bh di area pucuk gunung saja, CD yang sangat tipis hanya memasuki sela bokong, dia memandang ke arah cermin sambil pose layaknya wanita malam dan berkata. "Aku adalah wanita yang sangat menawan dan paling cantik, ini setara dengan ke lima wanita Fai, tubuhku yang sangat panas beraninya kamu Zhack bajingan untuk menyentuh tubuh aku yang tak ternilai, tubuh aku hanya boleh di sentuh Fai, tubuh aku sangat alergi dan gatal-gatal ketika kamu menyentuh tubuh aku. Jika bukan Fai yang tampan membuat instruksi aku akan meninggalkan kamu."


"Jadi kamu bersyukur karena aku masih berbelas kasih wahai suami bodoh!"


Setelah itu, ketika Numan habis memarahi, dia duduk di kursi sambil memandang Zhack yang sedang bercinta dengan bantal. Dengan tubuh Numan yang sangat minim seperti apa yang di contohkan Fai seperti Bella, bahkan diam-diam Numan di pucuk gunungnya di tusuk tindik oleh dirinya agar terlihat panas.

__ADS_1


Numan sedang duduk. Lalu dia mengambil sebatang rokok dan menghisap penuh kenikmatan lalu berkata: "Inilah hidup, kebebasan ini yang aku inginkan hahahah!"


__ADS_2